Kepemimpinan siswa merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan dalam pendidikan, namun dalam praktiknya masih banyak siswa yang memiliki keterbatasan dalam keterampilan kepemimpinan, seperti komunikasi, kerja sama, dan pengambilan keputusan. Permasalahan ini juga ditemukan di MAN Insan Cendekia Gowa, di mana siswa memiliki potensi akademik yang baik, tetapi belum didukung dengan pengalaman langsung dalam mengembangkan kepemimpinan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kepemimpinan siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Peserta kegiatan terdiri dari 50 siswa kelas X dengan metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pelaksanaan, digunakan metode ceramah, diskusi kelompok, simulasi (role play), serta kegiatan team building. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, serta refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditandai dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 59,72 menjadi 74,78 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan pada aspek afektif dan psikomotorik, seperti kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, dan kerja sama tim. Dengan demikian, pembelajaran berbasis pengalaman terbukti menunjukkan peningkatan dalam membentuk karakter dan keterampilan kepemimpinan siswa secara lebih aplikatif. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kepemimpinan siswa yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.