Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Nilai-Nilai Toleransi Keberagamaan dalam Kisah Kenabian (Qashash al-Anbiya') dan Relevansinya sebagai Sumber Masalah dalam Problem-Based Learning (PBL) Muhammad Danial Fitroh; Denny Setiawan; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai toleransi keberagamaan yang terkandung dalam kisah-kisah kenabian (Qashash al-Anbiya’) dan mengeksplorasi relevansi nilai-nilai tersebut sebagai sumber masalah dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL). Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif-literatur (library research), dengan menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kisah nabi serta menelaah interpretasi tafsir untuk menggali nilai toleransi yang muncul — seperti penghormatan terhadap kemajemukan, hak beragama, sikap hormat terhadap penganut agama lain, pengakuan perbedaan, dan kedamaian dalam kebersamaan. Temuan menunjukkan bahwa kisah-kisah kenabian dalam Qashash al-Anbiya’ memang sarat dengan nilai toleransi, yang apabila dikontekstualisasikan bisa menjadi masalah pembelajaran yang relevan dalam PBL: misalnya sebagai bahan untuk membangun isu (problem) tentang hidup bersama dalam keberagaman, sikap menghormati perbedaan, dan penanaman toleransi. Dengan demikian, Qashash al-Anbiya’ dapat berfungsi sebagai sumber materi pembelajaran bermuatan nilai religius dan keberagaman — mendukung upaya pendidikan karakter toleran dalam lingkungan sekolah/kelas. Penelitian ini diharapkan membuka alternatif model PBL berbasis nilai religius dan pluralitas sebagai upaya membentuk sikap toleran generasi muda.
Pendidikan Multikultura sebagai Fondasi Ketahanan Nasional dan Integrasi Bangsa Muslikhatul Hasanah; Rizka Dian Amaliya; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya potensi konflik sosial, intoleransi, dan melemahnya kohesi sosial yang secara empiris terlihat pada dinamika keberagaman masyarakat Indonesia, sehingga diperlukan model pendidikan yang mampu memperkuat ketahanan nasional dan integrasi bangsa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural dapat berfungsi sebagai fondasi strategis bagi pembangunan karakter toleran serta penguatan persatuan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan yang menelaah sumber primer dan sekunder mutakhir terkait konsep multikulturalisme, ketahanan nasional, dan integrasi bangsa, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu meningkatkan sensitivitas budaya, empati sosial, dan kompetensi kewargaan melalui internalisasi nilai saling menghargai dan resolusi konflik. Temuan tersebut menegaskan bahwa integrasi bangsa dapat diperkuat ketika praktik pendidikan multikultural diterapkan secara konsisten pada kurikulum, pedagogi, dan kultur sekolah. Kesimpulannya, pendidikan multikultural bukan hanya solusi normatif, tetapi juga strategis dalam membangun ketahanan nasional berbasis persatuan dalam keberagaman; implikasinya menuntut adanya kebijakan pendidikan berorientasi inklusi, transformasi kurikulum, dan pelatihan guru yang berkelanjutan.
Pendidikan Multikultural: Analisis Literatur terhadap Dampaknya pada Pembentukan Identitas Sosial Siswa Ahmad Jihad Mumtaz Hasan; Muhammad Fauzi Irfan; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6502

Abstract

Penelitian literatur ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya gejala eksklusivitas identitas di kalangan siswa yang secara empiris tampak melalui kecenderungan mengelompok berdasarkan etnis, agama, atau latar budaya, sehingga berpotensi menghambat integrasi sosial di lingkungan sekolah. Studi ini bertujuan menganalisis bagaimana pendidikan multikultural berkontribusi terhadap pembentukan identitas sosial siswa melalui penelaahan teori, temuan empiris, dan kajian kasus yang relevan. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan sumber-sumber terkini, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural mampu memperkuat identitas sosial inklusif melalui internalisasi nilai toleransi, penghargaan terhadap keberagaman, serta pengalaman belajar kolaboratif yang meminimalkan prasangka. Analisis juga menunjukkan bahwa penerapan kurikulum multikultural berdampak signifikan dalam membentuk persepsi diri siswa sebagai bagian dari komunitas yang lebih luas, meskipun beberapa kajian menegaskan tantangan berupa resistensi kultural dan keterbatasan kompetensi guru. Kesimpulannya, pendidikan multikultural efektif sebagai strategi membangun identitas sosial yang lebih terbuka dan dialogis, dengan implikasi perlunya kebijakan sekolah yang konsisten, pelatihan guru berkelanjutan, dan penguatan pengalaman belajar lintas budaya untuk memaksimalkan dampaknya.
Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek untuk Mengembangkan Kompetensi Lintas Budaya Siswa Sekolah Menengah Rahmah Fadilatin Nisa; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6560

Abstract

Pembelajaran di sekolah menengah masih menunjukkan rendahnya kompetensi lintas budaya siswa, terutama dalam kemampuan memahami perbedaan nilai dan berinteraksi produktif dalam konteks keberagaman, sehingga diperlukan strategi yang lebih aplikatif untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi pembelajaran berbasis proyek dalam mengembangkan kompetensi lintas budaya melalui studi kepustakaan dengan menelaah artikel empiris dan konseptual terkait implementasi project-based learning (PjBL) pada konteks multikultural. Hasil kajian menunjukkan bahwa PjBL mendorong kolaborasi, dialog budaya, pemecahan masalah autentik, serta peningkatan sensitivitas budaya melalui aktivitas proyek yang terstruktur dan relevan dengan pengalaman siswa. Studi kasus dari beberapa penelitian memperlihatkan bahwa keterlibatan siswa dalam proyek lintas budaya menghasilkan peningkatan empati, kemampuan komunikasi antarbudaya, dan kesadaran sosial yang lebih tinggi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PjBL merupakan strategi efektif dalam mengembangkan kompetensi lintas budaya di sekolah menengah, meskipun penerapannya membutuhkan dukungan guru, kesiapan kurikulum, dan fasilitas kolaboratif. Implikasi penelitian ini mencakup perlunya integrasi proyek lintas budaya sebagai bagian dari kebijakan pembelajaran serta peluang penelitian lanjut untuk menguji model PjBL berbasis konteks lokal.
Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-Nilai Multikultural di Kelas Rifan Khasani; Hidayat Zainur Rohim; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6561

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta empiris bahwa integrasi nilai-nilai multikultural di kelas masih sering terhambat oleh keterbatasan strategi pedagogis guru dalam menghadapi keberagaman siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural secara efektif melalui analisis komprehensif terhadap literatur terkini. Menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, dan dokumen pendidikan yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru dapat mengintegrasikan nilai multikultural melalui pendekatan pembelajaran yang inklusif, penggunaan materi ajar yang sensitif budaya, fasilitasi dialog lintas budaya, serta penciptaan iklim kelas yang demokratis. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan integrasi nilai-nilai multikultural sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogis, sensitivitas budaya, dan kreativitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang reflektif dan kolaboratif. Implikasinya, sekolah perlu mendukung peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan melalui pelatihan multikultural dan pengembangan kurikulum yang responsif terhadap keberagaman.
Pendidikan Multikultura sebagai Media Penguatan Sikap Toleransi di Kangan Mahasiswa Nafarin Zuhaeroh; Nilna Fauziyah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6562

Abstract

Peningkatan kasus intoleransi di lingkungan kampus menunjukkan lemahnya pemahaman lintas budaya mahasiswa, sehingga diperlukan strategi penguatan nilai toleransi melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pendidikan multikultural sebagai media penguatan sikap toleransi di kalangan mahasiswa melalui kajian literatur terhadap teori-teori mutakhir dan temuan empiris terkait dinamika keberagaman di perguruan tinggi. Menggunakan metode studi kepustakaan dengan penelaahan sistematis terhadap jurnal nasional dan internasional terbitan 2020–2025, penelitian ini menemukan bahwa pendidikan multikultural berkontribusi signifikan terhadap peningkatan empati, sensitivitas budaya, dan kemampuan mahasiswa merespons konflik berbasis perbedaan. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa integrasi kurikulum berbasis inklusivitas, dialog antarbudaya, dan pembelajaran kolaboratif menjadi solusi efektif dalam membangun iklim akademik yang toleran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan sikap toleransi tidak hanya membutuhkan aspek kognitif, tetapi juga pengalaman sosial mahasiswa melalui praktik pendidikan multikultural yang terstruktur; implikasinya adalah pentingnya perancangan program kampus yang berkelanjutan untuk mendukung keberagaman.
Sistem Pendidikan dipondok Pesantren: Analisis Terhadap Kurikulum dan Metode Pembelajaran dipondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-qindiliyyah Kalibeber Arida; Siti Nurlaila Fitayatun; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pendidikan, kurikulum, dan metode pembelajaran yang diterapkan di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Al-Qindiliyyah Kalibeber. Fokus kajian diarahkan pada integrasi pendidikan formal dan nonformal, model pengajaran kitab kuning, serta pendekatan khas pesantren dalam membentuk kompetensi santri. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren mengombinasikan kurikulum nasional dengan kurikulum kepesantrenan berbasis ulumul Qur’an, dengan metode pembelajaran utama berupa bandongan, sorogan, talaqqi, dan hafalan. Sistem pendidikan di pesantren ini terbukti mampu menguatkan pemahaman keagamaan dan karakter santri melalui pembiasaan ibadah, pengasuhan terpadu, serta lingkungan belajar yang intensif. Penelitian ini menegaskan relevansi model pendidikan pesantren sebagai alternatif pendidikan karakter di era modern.
LITERASI BUDAYA DAN KECERDASAN EMPATI UNTUK GENERASI Z Sa’idatul Abadiyyah; Ati’il Khusna; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6604

Abstract

Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sepenuhnya digital, serba cepat, dan sarat informasi, sehingga menghadapi berbagai tantangan kompleks seperti polarisasi, stereotip, dan menurunnya kepekaan sosial. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang multikultural, diperlukan penguatan karakter melalui Literasi Budaya dan Kecerdasan Empati untuk menjaga kerukunan sosial. Literasi Budaya membantu Gen Z memahami nilai, praktik, dan sejarah budaya secara kritis, sedangkan Empati bertindak sebagai penghubung emosional yang mendorong pemahaman tersebut menuju tindakan sosial yang inklusif, toleran, dan beretika. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menganalisis jurnal, buku, serta penelitian relevan lainnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa dominasi media sosial, algoritma ruang gema, dan meningkatnya misinformasi menjadi tantangan besar dalam mengembangkan literasi budaya dan empati. Oleh karena itu, penguatan karakter Gen Z perlu melibatkan kolaborasi keluarga, komunitas, serta pemanfaatan media digital secara kreatif melalui kegiatan lintas budaya, dialog sosial, dan produksi konten berbasis keberagaman. Secara keseluruhan, integrasi Literasi Budaya dan Kecerdasan Empati berpotensi membentuk Generasi Z yang cerdas secara intelektual, matang secara emosional, serta mampu menjadi agen perdamaian dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Mengoptimalkan Peran Teknologi dalam Pendidikan Multikultural untuk Membangun Pemahaman Antarbudaya Bagas Latif; Muhammad Faishol Yusuf; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6628

Abstract

Keberagaman budaya dalam lingkungan pendidikan sering kali belum diimbangi dengan pemanfaatan teknologi secara optimal sehingga pemahaman antarbudaya peserta didik masih bersifat dangkal dan berpotensi menimbulkan miskomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran teknologi dapat dioptimalkan dalam pendidikan multikultura guna membangun pemahaman antarbudaya yang inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menelaah buku, artikel jurnal, dan laporan penelitian relevan yang terbit dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, seperti platform pembelajaran daring, media interaktif, dan konten berbasis budaya lokal dan global, mampu memperluas wawasan peserta didik, meningkatkan empati, serta mendorong interaksi lintas budaya secara konstruktif. Studi ini juga menemukan bahwa integrasi teknologi dalam pendidikan multikultura menuntut peran aktif pendidik dalam merancang pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Disimpulkan bahwa teknologi memiliki potensi strategis dalam memperkuat pendidikan multikultura apabila digunakan secara terencana dan kritis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan kebijakan dan praktik pembelajaran berbasis teknologi yang sensitif terhadap keberagaman budaya.
PERKEMBANGAN KURIKULUM PESANTREN DI INDONESIA: TINJAUAN HISTORIS DAN PRESPEKTIF MASA DEPAN Milkhotun Nafisah; Kholifatus sa’adah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6629

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, moral, dan intelektualitas umat. Seiring dengan perkembangan teknologi dan dinamika sosial, kurikulum pesantren dituntut untuk melakukan rekonstruksi agar tetap relevan dengan tantangan zaman tanpa kehilangan identitas keislamannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengeksplorasi perkembangan kurikulum pesantren dari perspektif sejarah hingga tantangan masa depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum pesantren telah bertransformasi dari model tradisional (salaf) yang berfokus pada pengkajian kitab kuning melalui metode sorogan dan bandongan, menuju model modern (khalaf) dan komprehensif yang mengintegrasikan kurikulum nasional serta pendidikan umum. Meskipun mengalami modernisasi, pesantren tetap menghadapi tantangan fundamental, seperti ketimpangan sumber daya manusia, integrasi kurikulum yang belum proporsional, serta hambatan digitalisasi. Kedepannya, pengembangan kurikulum diarahkan pada model integratif-kontekstual yang memadukan ilmu agama, sains, dan keterampilan hidup (life skills) guna melahirkan lulusan yang kompetitif di era globalisasi.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Robihan Aisma Faizah Alfi Ningamatuzzulfa Amirotul Khalimah Anggi Defi Saputri Anisa Putri Herdiana Anita Annisa Kamila Zahro Argya Gavrila Maulana Arida Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Astri Aningrum Ati’il Khusna Aysse Feby Andini Bagas Latif Dani Riana Denny Setiawan Diki Aditya Saputra Dini Tri Muslimah Falakh Khaerul Fadil Farid Muhlisun Farida Putri Afriyani Fathul Faizin Fatimah Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hidayat Zainur Rohim Ilsa Atkol Atkia Isnun Qurota Ayuni Khikmah Latifah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khurniyati Laila Nur Fitriana Latifah Latifah Sriwijaya Ledyna Bilqis Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Luthfiana Ulfa Maulida M. Hafizh Abdulloh M. Zimamin Nasaki Milkhotun Nafisah Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muslikhatul Hasanah Nafarin Zuhaeroh Nahdi Abdussani Nahdiah Nailul Khofifah Nani Fatchatul Chabibah Nasikhatul Kharimah Ngabdur Rosyid Nilna Fauziyah Nurmala Dewi Nurul Firma Apriliani Panca Wisnu Wardani Puput Anjarwati Rahmah Fadilatin Nisa Rifan Khasani Riska Nur Aulia Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sinta Amalia Siti Amsa Hulwana Siti Nurlaila Fitayatun Slamet Wahyu Asih Sulasno Sulasno Syifaa Ainy Mumtaazah Tatia Dwi Rahayu Ulil Absor Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wisely Permadi Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yoga Rahman