Claim Missing Document
Check
Articles

NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTUKULTURAL DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA Anisa Putri Herdiana; Nasikhatul Kharimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6632

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menunjukkan tingkat keberagaman yang tinggi, baik dalam aspek etnis, agama, budaya, maupun kondisi sosial-ekonomi. Keberagaman tersebut memerlukan pendekatan pendidikan yang mampu menumbuhkan nilai-nilai toleransi, kesetaraan, dan sikap inklusif sejak masa kanak-kanak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan multikultural yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data primer berupa teks novel, didukung oleh literatur akademik yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa novel Laskar Pelangi mengandung nilai-nilai pendidikan multikultural, antara lain toleransi, kesetaraan, inklusivitas, empati sosial, solidaritas, kolaborasi, humanisme, dan penolakan terhadap diskriminasi. Nilai-nilai tersebut direpresentasikan melalui karakter tokoh, interaksi sosial, serta konteks kehidupan masyarakat Belitung yang heterogen. Penelitian ini menegaskan bahwa karya sastra dapat dimanfaatkan sebagai instrumen pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan multikultural dan pembentukan karakter peserta didik.
PERAN PENDIDIDKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI SARANA PENCEGAHAN RADIKALISME DI KALANGAN MAS YARAKAT Khikmah Latifah; Yoga Rahman; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6657

Abstract

Radikalisme merupakan salah satu ancaman nyata yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam mencegah radikalisme dikalangan masyarakat. Artikel ini membahas tentang faktor-faktor penyebab radikalisme serta peran Pendidikan Agama Islam sebagai sarana pencegah radikalisme. Metode yang digunakan dalam artikel adalah penelitian kualitatif berbasis kepustakaan (library research), yakni mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur seperti artikel, jurnal, buku, dan sumber tertulis lainnya, untuk mendapatkan landasan teori, konsep, atau fakta yang relevan guna memecahkan masalah penelitian.  Jurnal ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam mampu memegang peran yang krusial dalam menanggulangi radikalisme. Faktor penyebab terjadinya radikalisme diantaranya adalah masalah ekonomi, sosial, politik, ideologi dan pendidikan. Radikalisme dapat memberikan dampak negatif bagi masyarakat, seperti mengancam keamanan dan ketertiban, merusak kerukunan dan toleransi, serta menghambat pembangunan dan kemajuan. Di Tengah berkembangnya paham radikalisme, Pendidikan Agama Islam mampu memberikan perannya untuk menanggulangi radikalisme, melalui beberapa cara diantaranya: meningkatkan pemahaman tentang ajaran Islam yang sebenarnya, menginpirasi masyarakat untuk menjadi pemimpin yang toleran, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerja sama dan toleransi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosia.
Transformasi Sistem Pendidikan di Era Digital Tantangan dan Implikasi terhadap Peran Pendidik Arizal Imam Fauzy; Laila Nur Fitriana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6659

Abstract

Era globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk Pendidikan Islam. Transformasi ini menuntut adanya pembaruan paradigma yang mampu mengintegrasikan kemajuan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji relevansi filsafat Islam sebagai landasan epistemologis dan etis dalam mengarahkan perubahan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis kajian literatur, penelitian ini menemukan bahwa filsafat Islam melalui konsep tawhidic worldview, hikmah, maslahah, dan ijtihad mampu memberikan kerangka pemikiran yang holistik dalam memanfaatkan teknologi secara bermoral dan berorientasi kemaslahatan. Pemikiran tokoh klasik seperti Al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Arabi tetap menunjukkan relevansi dalam pembentukan model pendidikan yang menyeimbangkan penguasaan teknologi dengan pengembangan spiritual dan akhlak. Hasil penelitian menegaskan bahwa filsafat Islam berperan strategis dalam memastikan bahwa transformasi Pendidikan Islam tidak hanya adaptif terhadap perubahan global, tetapi juga tetap menjaga identitas dan tujuan utama pendidikan, yaitu pembentukan insan kamil yang beradab, beretika, dan berkontribusi positif bagi peradaban modern.
MEMBANGUN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG INKLUSIF BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL Nahdi Abdussani; Ulil Absor; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6660

Abstract

Pendidikan multikultural merupakan pendekatan strategis dalam merespons realitas keberagaman sosial, budaya, dan agama di Indonesia, khususnya dalam konteks penyelenggaraan pendidikan inklusif. Namun demikian, praktik pendidikan inklusif di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti diskriminasi, rendahnya pemahaman pendidik terhadap keberagaman, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan multikultural dalam membangun lingkungan sekolah yang inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui penelaahan buku dan artikel jurnal ilmiah yang relevan. Proses kajian dilakukan secara sistematis melalui tahapan identifikasi masalah, penelusuran dan seleksi literatur, analisis isi, serta sintesis temuan dari 26 sumber utama yang terdiri atas artikel terindeks SINTA dan buku ber-ISBN. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural berperan penting dalam membentuk lingkungan sekolah yang inklusif melalui integrasi nilai-nilai multikultural ke dalam kurikulum, peningkatan kompetensi dan sensitivitas guru terhadap keberagaman peserta didik, serta penguatan budaya sekolah yang terbuka, adil, dan bebas dari diskriminasi. Kajian ini menegaskan bahwa pembangunan sekolah inklusif berbasis pendidikan multikultural memerlukan pendekatan terpadu yang tidak hanya menekankan reformasi struktural, tetapi juga pembiasaan sikap toleransi, kerja sama lintas perbedaan, serta pembelajaran yang kontekstual dan adaptif terhadap kondisi sosial budaya peserta didik.
Optimalisasi Peran Media Sosial dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Perspektif Pendidikan Diki Aditya Saputra; Dini Tri Muslimah; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6661

Abstract

Perkembangan media sosial memberikan perubahan yang signifikan dalam kehidupan peserta didik, baik dari segi sosial, budaya, maupun pendidikan. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga memiliki peran sebagai media edukasi dalam pembentukan karakter peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial serta upaya bagaimana optimalisasi media sosial dalam membentuk karakter peserta didik dari perspektif pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dan hasil penelitian mutakhir terkait pendidikan karakter dan media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial dapat berkontribusi positif dalam menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kejujuran, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial apabila dimanfaatkan secara bijak dan terarah. Namun demikian, penggunaan media sosial yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perilaku dan moral peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pendidik, orang tua, dan lembaga pendidikan dalam membimbing serta mengawasi pemanfaatan media sosial agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Kesimpulan yang dapat diambil yakni bagaimana mengoptimalisasi peran media sosial melalui strategi mengintegrasikannya dengan kurikulum pendidikan ke dalam praktik pembelajaran, memberdayakan media sosial untuk kegiatan poritif, penguatan kontrol kerjasama antara pihak guru dan sekolah serta pihak orang tua dan masyarakat.
TANTANGAN MAHASISWA UNSIQ WONOSOBO DALAM MENJAGA MORALITAS DAN IDENTITAS KEISLAMAN DI ERA GLOBAL Achmad Nurrochim; Anggi Defi Saputri; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6675

Abstract

Globalisasi menghadirkan perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam ranah pendidikan dan keberagamaan generasi muda, khususnya mahasiswa. Arus informasi global, perkembangan teknologi digital, serta budaya populer membawa dampak yang kompleks terhadap moralitas dan identitas keislaman mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) Wonosobo dalam menjaga moralitas dan identitas keislaman di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), yang mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan sumber digital yang relevan dengan tema globalisasi, generasi muda, pendidikan Islam, serta identitas keislaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa globalisasi memunculkan dilema identitas di kalangan mahasiswa, terutama akibat pengaruh media sosial, nilai individualisme, dan pergeseran budaya yang cenderung mengaburkan nilai-nilai moral dan spiritual Islam. Namun demikian, sistem pendidikan terintegrasi yang diterapkan UNSIQ melalui perpaduan pendidikan formal universitas dan pendidikan nonformal pesantren berperan strategis dalam membentuk karakter Islami mahasiswa. Model pendidikan ini tidak hanya memperkuat pemahaman keagamaan, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional di tengah tantangan global. Dengan demikian, globalisasi tidak semata-mata menjadi ancaman, melainkan dapat dimaknai sebagai ruang transformasi nilai keislaman yang kontekstual dan berkelanjutan.
Peran Metode Yanbu’a dalam Meningkatkan Kemampuan Tajwid di Pesantren Fathul Faizin; Argya Gavrila Maulana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6680

Abstract

Rendahnya kemampuan tajwid santri, khususnya dalam ketepatan makhārijul huruf dan penerapan hukum bacaan, masih menjadi permasalahan empiris dalam pembelajaran Al-Qur’an di pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran metode Yanbu’a sebagai solusi pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan tajwid santri melalui studi kasus di sebuah pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek santri tingkat dasar dan menengah yang memiliki latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an yang beragam. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan ustadz dan santri, serta dokumentasi hasil evaluasi bacaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a secara sistematis dan bertahap mampu meningkatkan ketepatan pelafalan huruf hijaiyah, pemahaman hukum tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Keaslian metode ini terletak pada penekanan pembiasaan dan praktik langsung yang sesuai dengan karakteristik santri pesantren. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Yanbu’a efektif diterapkan dalam pembelajaran tajwid dan berimplikasi pada pengembangan model pembelajaran Al-Qur’an yang lebih terstruktur dan aplikatif di lembaga pendidikan Islam.
Pendidikan Agama Islam di Era Disrupsi: Tantangan, Transformasi, dan Rekonstruksi Paradigma Pembelajaran Kontemporer Sulasno Sulasno; Arsyad Danish Al bawasil; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6707

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era disrupsi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam (PAI). Disrupsi digital melahirkan tantangan baru berupa pergeseran otoritas keagamaan, melimpahnya informasi keagamaan di ruang digital, serta kecenderungan pemahaman agama yang bersifat instan dan fragmentaris di kalangan generasi muda. Kondisi ini menuntut adanya transformasi dan rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI agar tetap relevan, kontekstual, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kontemporer Pendidikan Agama Islam di era disrupsi, mengkaji bentuk transformasi pembelajaran yang diperlukan, serta merumuskan rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI yang adaptif dan humanis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui penelusuran berbagai sumber tertulis berupa buku ilmiah, artikel jurnal nasional dan internasional, hasil penelitian terdahulu, serta dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara kritis-analitis untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika isu-isu PAI kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam di era disrupsi menghadapi tantangan eksistensial berupa melemahnya otoritas keagamaan tradisional, dominasi algoritma media sosial, serta ketimpangan antara materi ajar dan realitas kehidupan peserta didik. Rekonstruksi paradigma pembelajaran PAI perlu dilakukan melalui integrasi epistemologi ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern, inovasi metodologi pembelajaran berbasis heutagogi dan hybrid learning, serta reposisi peran guru sebagai teladan nilai (uswah hasanah) yang menanamkan spiritualitas dan etika di ruang digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PAI yang relevan di era disrupsi adalah PAI yang mampu mengintegrasikan kecanggihan teknologi (high tech) dengan kedalaman nilai dan keteladanan manusiawi (high touch), sehingga mampu membentuk generasi muslim yang moderat, adaptif, dan berkarakter.
Dekonstruksi Otoritas Keilmuan dalam Pendidikan Islam Kontemporer: Tantangan Algoritma, Popularitas, dan Pergeseran Makna Ulama Isnun Qurota Ayuni; Siti Amsa Hulwana; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6726

Abstract

  Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam lanskap pendidikan Islam kontemporer, khususnya dalam hal otoritas keilmuan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena dekonstruksi otoritas keilmuan dalam pendidikan Islam yang dipengaruhi oleh dominasi algoritma media sosial, budaya popularitas, serta pergeseran makna ulama di ruang publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan analisis wacana kritis terhadap karya-karya ilmiah cendekiawan Indonesia serta fenomena dakwah digital yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma digital telah berfungsi sebagai otoritas baru dalam produksi dan distribusi pengetahuan keislaman, di mana legitimasi keagamaan lebih ditentukan oleh tingkat popularitas dan keterlibatan pengguna dibandingkan kedalaman keilmuan. Budaya popularitas melahirkan otoritas keagamaan instan yang cenderung mengaburkan batas antara kompetensi ilmiah dan figur publik. Selain itu, terjadi pergeseran makna ulama dari otoritas keilmuan berbasis tradisi ilmiah dan moral menuju figur populer di media digital, yang berdampak pada fragmentasi pemahaman keagamaan dan melemahnya etika keilmuan dalam pendidikan Islam. Artikel ini menyimpulkan bahwa dekonstruksi otoritas keilmuan membawa tantangan serius sekaligus peluang strategis bagi pendidikan Islam kontemporer. Diperlukan upaya rekonstruksi otoritas ulama melalui penguatan literasi digital, integritas keilmuan, dan pendekatan pendidikan Islam yang integratif serta kontekstual agar tetap relevan dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam.
Strategi Guru dalam Mengintegrasikan Nilai-nilai Multikultural pada Pembelajaran PAI Puput Anjarwati; Slamet Wahyu Asih; Nurul Mubin
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i2.6728

Abstract

Penelitian ini membahas strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural pada pembelajaran untuk membentuk sikap toleransi, kerja sama, dan cinta damai di kalangan siswa. Strategi yang diterapkan mencakup integrasi nilai-nilai multikultural dalam materi, metode, dan media pembelajaran dengan pendekatan interaktif dan kontekstual yang sesuai dengan keberagaman budaya, agama, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan strategi dipengaruhi oleh kompetensi guru, lingkungan sekolah yang inklusif, serta dukungan sumber belajar dan orang tua siswa. Temuan ini mendukung pentingnya peningkatan kompetensi guru dan penyediaan lingkungan belajar yang mendukung untuk meningkatkan kualitas pendidikan multikultural dalam pembelajaran PAI.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Robihan Aisma Faizah Alfi Ningamatuzzulfa Amirotul Khalimah Anggi Defi Saputri Anisa Putri Herdiana Anita Annisa Kamila Zahro Argya Gavrila Maulana Arida Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Astri Aningrum Ati’il Khusna Aysse Feby Andini Bagas Latif Dani Riana Denny Setiawan Diki Aditya Saputra Dini Tri Muslimah Falakh Khaerul Fadil Farid Muhlisun Farida Putri Afriyani Fathul Faizin Fatimah Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hidayat Zainur Rohim Ilsa Atkol Atkia Isnun Qurota Ayuni Khikmah Latifah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khurniyati Laila Nur Fitriana Latifah Latifah Sriwijaya Ledyna Bilqis Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Luthfiana Ulfa Maulida M. Hafizh Abdulloh M. Zimamin Nasaki Milkhotun Nafisah Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muslikhatul Hasanah Nafarin Zuhaeroh Nahdi Abdussani Nahdiah Nailul Khofifah Nani Fatchatul Chabibah Nasikhatul Kharimah Ngabdur Rosyid Nilna Fauziyah Nurmala Dewi Nurul Firma Apriliani Panca Wisnu Wardani Puput Anjarwati Rahmah Fadilatin Nisa Rifan Khasani Riska Nur Aulia Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sinta Amalia Siti Amsa Hulwana Siti Nurlaila Fitayatun Slamet Wahyu Asih Sulasno Sulasno Syifaa Ainy Mumtaazah Tatia Dwi Rahayu Ulil Absor Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wisely Permadi Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yoga Rahman