Claim Missing Document
Check
Articles

BUDAYA GOTONG ROYONG SEBAGAI PEREKAT INTEGRASI SOSIAL PADA MASYARAKAT MULTIKULTURAL DESA RECO KERTEK WONOSOBO Latifah Sriwijaya; Nani Fatchatul Chabibah; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6121

Abstract

Artikel ini membahas peran budaya gotong royong dalam memperkuat integrasi sosial pada masyarakat multikultural di Desa Reco, Kertek, Wonosobo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi tersamar untuk menggambarkan secara mendalam fenomena tradisi Ruwat Cungkup sebagai wujud nyata gotong royong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Ruwat Cungkup, yang meliputi kerja bakti membersihkan makam, punden, dan sendang, kirab budaya, serta doa dan makan bersama, berfungsi sebagai perekat sosial yang efektif. Dalam komunitas yang menganut lima agama dan berbagai kepercayaan ini, gotong royong menciptakan ruang interaksi yang setara, membangun kepercayaan (trust), dan memperkuat identitas kolektif yang melampaui identitas primordial. Simbol-simbol budaya dalam tradisi ini juga berperan sebagai media pendidikan multikultural yang mencegah potensi konflik. Disimpulkan bahwa revitalisasi kearifan lokal berbasis gotong royong merupakan strategi yang ampuh untuk merawat kerukunan dalam masyarakat majemuk.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam Pada Tembang Ilir Illir Karya Sunan Kalijaga Alfi Ningamatuzzulfa; Khurniyati; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6131

Abstract

Lagu Ilir-ilir merupakan salah satu karya sastra lisan yang kaya akan makna dan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam lirik lagu Ilir-ilir. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan teknik kajian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu Ilir-ilir mengandung nilai-nilai keislaman yang mendalam, seperti tauhid, akhlak mulia, dan kesadaran akan kebesaran Allah. Nilai-nilai ini disampaikan melalui simbol-simbol dan metafora yang kaya, seperti gambaran tentang air, cahaya, dan kehidupan. Penelitian ini menunjukkan bahwa lagu Ilir-ilir tidak hanya merupakan karya sastra lisan yang indah, tetapi juga mengandung pesan-pesan keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang nilai-nilai keislaman dalam karya sastra lisan dan dapat menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya tentang hubungan antara agama dan budaya.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN SIKAP TOLERANSI ANTAR ETNIS DI SD NEGERI CANDIREJO Ahmad Isroruddin; Lucky Rizky Fadhillah; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan multikultural serta dampaknya terhadap peningkatan sikap toleransi antar etnis di SD Negeri Candirejo. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan FGD, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural telah diintegrasikan dalam kurikulum, kegiatan pembelajaran, dan aktivitas sekolah seperti diskusi lintas etnis dan perayaan budaya bersama. Guru berperan sebagai fasilitator inklusif yang menanamkan sikap saling menghargai dan empati antar siswa. Implementasi ini berdampak positif terhadap meningkatnya toleransi, solidaritas sosial, dan kesadaran siswa akan pentingnya hidup berdampingan dalam keberagaman. Kendati demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan dana, beban administrasi guru, dan minimnya dukungan kebijakan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan pendidikan yang sistematis dan pelatihan berkelanjutan bagi guru agar pendidikan multikultural dapat dilaksanakan secara berkesinambungan.
TANTANGAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI ERA DIGITAL: KAJIAN TEORI DAN LITERATUR Wulan Sania Masruroh; Rizqina Tsalatsatun Huwaida; Nurul Mubin
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): November
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v3i2.6166

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah berdampak signifikan terhadap bidang pendidikan, termasuk penerapan nilai-nilai multikultural. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penerapan pendidikan multikultural di era digital dan mengusulkan solusi strategis untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui tinjauan pustaka terhadap sumber-sumber ilmiah terkini. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa tantangan utama meliputi akses teknologi yang tidak merata, rendahnya tingkat literasi digital di antara guru dan siswa, bias budaya dalam konten digital, dan kurangnya dukungan dari kebijakan pendidikan inklusif. Namun demikian, era digital juga menawarkan peluang untuk memperkuat nilai-nilai seperti toleransi, empati, dan keadilan sosial melalui pembelajaran berbasis teknologi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, termasuk peningkatan kompetensi digital guru, pengembangan kurikulum multikultural berbasis teknologi, dan penerapan kebijakan yang mendorong pemerataan akses pendidikan. Pendidikan multikultural di era digital diharapkan dapat membentuk generasi yang inklusif, kritis, dan beretika dalam menghadapi tantangan global.
Analisis Epistemologi terhadap Myers Briggs Type Indicator (MBTI) dalam Strategi Pembelajaran Berbasis Keunikan Individu Fitriyani Fitriyani; Nurul Mubin
Jurnal Dieksis ID Vol. 5 No. 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.5.2.2025.895

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menghadirkan strategi pembelajaran yang benar-benar memperhatikan keunikan peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek kepribadian maupun cara mereka membentuk dan mengonstruksi pengetahuan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang menekankan diferensiasi dan personalisasi, pendekatan seragam yang masih mendominasi praktik pembelajaran saat ini dinilai kurang relevan dan berisiko mengabaikan potensi individu siswa. Artikel ini menyajikan kajian konseptual mengenai integrasi pendekatan epistemologis dan tipe kepribadian MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) dalam strategi pembelajaran berbasis keunikan individu. MBTI berfungsi untuk memetakan karakter kepribadian siswa, sedangkan epistemologi membantu memahami cara siswa memperoleh, membentuk, dan mengonstruksi pengetahuan. Dengan menggabungkan keduanya, guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih personal, reflektif, dan adaptif terhadap kebutuhan kognitif dan afektif siswa. Kajian ini menjelaskan hubungan antara dimensi MBTI dan kecenderungan epistemologis, serta menawarkan model strategi pembelajaran yang relevan bagi berbagai tipe kepribadian. Selain menyoroti peluang implementasi di Indonesia, artikel ini juga membahas tantangan seperti keterbatasan pemahaman guru, dukungan kebijakan, dan kesiapan sistem pendidikan. Kajian ini diakhiri dengan rekomendasi penerapan strategi pada pembelajaran formal maupun privat, serta membuka peluang untuk penelitian lapangan di masa mendatang.
Konsepsi Ilmu Menurut Ibn Khaldun dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ilmu Pengetahuan Kontemporer Syarif Hamid; Said Arkan Muzakki; Nurul Mubin
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1047

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep ilmu pengetahuan menurut Ibn Khaldun dengan menitikberatkan pada klasifikasi ilmu, karakteristik epistemologi, serta implikasinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka (library research), dengan sumber utama berupa karya monumental Ibn Khaldun, Muqaddimah. Hasil kajian menunjukkan bahwa Ibn Khaldun memandang ilmu sebagai kebutuhan asasi manusia yang bersumber dari Allah SWT dan diperoleh melalui proses rasional, empiris, serta wahyu. Ia mengklasifikasikan ilmu ke dalam dua rumpun utama, yaitu ilmu naqliyyat yang bersumber dari wahyu dan tradisi keagamaan, serta ilmu ʿaqliyyat yang bersumber dari akal dan pengalaman manusia. Epistemologi Ibn Khaldun bersifat integratif, rasional kritis, empiris sosiologis, serta fungsional kontekstual. Konsep ilmu ini memiliki implikasi penting dalam membangun integrasi antara ilmu agama dan ilmu rasional, menumbuhkan sikap ilmiah kritis, serta menjadikan ilmu sebagai instrumen pembangunan peradaban. Dengan demikian, pemikiran Ibn Khaldun tetap relevan dalam pengembangan pendidikan, ilmu sosial, dan dialog antara agama dan sains di era modern.
The Values of Tauhid Education in the Lyrics of the Song "If Heaven and Hell Never Existed" by Ahmad Dhani Nurul Wahyu Utami; Ngarifin Shidiq; Nurul Mubin; Robingun Suyud El Syam; Salis Irvan Fuadi; Najmul Laili Fitriana
Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia Vol. 3 No. 3 (2026): August: Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonyphilosophy.v3i3.364

Abstract

This study aims to examine the values of Tauhid education in the song lyrics “If Heaven and Hell Never Existed” by Ahmad Dhani and their relevance to Islamic Religious Education (PAI) learning. The focus of the study includes the concept of heaven and hell in the Islamic perspective, the history and position of song lyrics within Islamic tradition, the representation of the elements of Tauhid in the song lyrics, and the forms of internalization of Tauhid values in PAI learning. This research employs a qualitative approach with a library-based research design. The primary data consist of the song lyrics, which are analyzed using Roland Barthes’ semiotic approach through three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Secondary data are obtained from the Qur’an, Hadith, Islamic education books, and relevant scholarly literature. Data analysis techniques involve content analysis and semiotic interpretation, which are then linked to the concept of Tauhid education in Islam. The findings indicate that the lyrics of “If Heaven and Hell Never Existed” deeply represent Tauhid values. At the denotative level, the lyrics pose reflective questions regarding human motivation in worship. At the connotative level, the song emphasizes values of sincerity (ikhlas), mahabbah (divine love), and devotion to Allah. At the myth level, the song criticizes transactional forms of worship and affirms the importance of worship that is purely directed to Allah alone. The Tauhid values identified include Tauhid Rububiyah, Uluhiyah, and Asma’ wa Sifat. This study concludes that religious song lyrics can serve as an alternative learning medium in PAI to strengthen the internalization of Tauhid values, particularly in the affective and spiritual domains of students. The use of songs as learning media helps students understand worship in a more contextual, reflective, and meaningful manner.
Analysis of the Momongi Tradition and Religious Character Development of Teenagers in Kembang Kuning Hamlet, Rejosari Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency Panggah Arestu; Zaenal Sukawi; Nurul Mubin; Salis Irvan Fuadi; Rifqi Muntaqo
Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies and Sharia Vol. 3 No. 3 (2026): August: Harmony Philosophy: International Journal of Islamic Religious Studies
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonyphilosophy.v3i3.366

Abstract

The Momongi tradition is a local tradition that continues to be preserved by the community of Kembang Kuning hamlet, Rejosari Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency as an expression of gratitude for the birth of a child. This tradition is carried out through food almsgiving on the child's birthday (weton) based on the Javanese calendar. Along with social and cultural changes, the Momongi tradition faces challenges in maintaining the sustainability of its values, particularly in relation to the development of adolescents' religious character. Therefore, this study aims to examine the meaning, forms, and pocesses of the Momongi tradition, to identify the values contained within it, to analyze how these values are received by the community, and to explore the contribution of the Momongi tradition to the development of adolescents' religious character. The research employs a qualitative approach with a descriptive method. Werw data collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving community leaders, parents, and adolescents in Kembang Kuning Hamlet. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the Momongi tradition contains religious, social, and moral values, including faith, gratitude, social concern, togetherness, and responsibility. These values are positively received by the community and play a sole role in shaping adolescents' religious character through processes of role modeling, habituation, and internalization of values within the family and community environment. The contribution of this research to the field of scholarship lies in strengthening studies on local wisdom as a medium for religious character education and as an effort to preserve local culture within the context of socio-religious education.
Co-Authors Achmad Manarul Hidayat Achmad Nurrochim Adam Khabiburrochman Ahmad Isroruddin Ahmad Jihad Mumtaz Hasan Ahmad Robihan Aisma Faizah Alfi Ningamatuzzulfa Amirotul Khalimah Anggi Defi Saputri Anisa Putri Herdiana Anita Annisa Kamila Zahro Argya Gavrila Maulana Arida Arizal Imam Fauzy Arsyad Danish Al bawasil Astri Aningrum Ati’il Khusna Aysse Feby Andini Bagas Latif Dani Riana Denny Setiawan Diki Aditya Saputra Dini Tri Muslimah El Syam, Robingun Suyud Falakh Khaerul Fadil Farid Muhlisun Farida Putri Afriyani Fathul Faizin Fatimah Fitriyani Fitriyani Gilang Anis Salsabila Hamidatul Hasanah Hidayat Zainur Rohim Ilsa Atkol Atkia Isnun Qurota Ayuni Khikmah Latifah Khoirun Nisak Imroatun Navi’ah Kholifatus sa’adah Khurniyati Laila Nur Fitriana Latifah Latifah Sriwijaya Ledyna Bilqis Lisa Meliana Lucky Rizky Fadhillah Luthfiana Ulfa Maulida M. Hafizh Abdulloh M. Zimamin Nasaki Milkhotun Nafisah Muhammad Danial Fitroh Muhammad Faishol Yusuf Muhammad Fauzi Irfan Muhammad Nur Mahsun Al Affa Muslikhatul Hasanah Nafarin Zuhaeroh Nahdi Abdussani Nahdiah Nailul Khofifah Najmul Laili Fitriana Nani Fatchatul Chabibah Nasikhatul Kharimah Ngabdur Rosyid Ngarifin Shidiq Nilna Fauziyah Nurmala Dewi Nurul Firma Apriliani Nurul Wahyu Utami Panca Wisnu Wardani Panggah Arestu Puput Anjarwati Rahmah Fadilatin Nisa Rifan Khasani Rifqi Muntaqo Riska Nur Aulia Rizka Dian Amaliya Rizqina Tsalatsatun Huwaida Said Arkan Muzakki Salis Irvan Fuadi Savira Azkiya Sa’idatul Abadiyyah Sinta Amalia Siti Amsa Hulwana Siti Nurlaila Fitayatun Slamet Wahyu Asih Sukawi, Z. Sulasno Sulasno Syarif Hamid Syifaa Ainy Mumtaazah Tatia Dwi Rahayu Ulil Absor Wafa Rahma Alia Frida Wahyu Ika Ramadhani Wisely Permadi Wulan Sania Masruroh Yajid Hamdani Yoga Rahman