Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Blended Problem Based Learning: Bagaimana Pengaruhnya Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa dalam Pembelajaran Geografi? Muhammad Ansarullah S. Tabbu; Erman Syarif; Sitti Masyitah Meliyana R
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 3, September (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat meningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Blended Problem Based Learning adalah model pendidikan yang mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring dengan kegiatan pemecahan masalah secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Blended Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis. Rancangan penelitian ini menggunakan desain "quasy experiment" dengan pretest posttest control group a design. Penelitian ini melibatkan mahasiswa semester 4 kelas A (32 mahasiswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas B (33 mahasiswa) sebagai kelas kontrol pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 di Program Studi Pendidikan Geografi FMIPA Universitas Negeri Makassar. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes. Hasil uji hipotesis dengan independent samples tes kemampuan berfikir kritis menggunakan SPSS 23 for Windows melalui uji-t diperoleh hasil 0,030 < 0,05. Hasil tersebut menunjukkan model pembelajaran Blended Problem Based Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Blended Problem Based Learning efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam pembelajaran Geografi
Implementation of K-Median Algorithm for the Regencies Clustering in South Sulawesi Province Based on Food Commodity Yields Hardianti Hafid; Sitti Masyitah Meliyana
Journal of Mathematics, Computations and Statistics Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 07 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jmathcos.v7i2.3674

Abstract

Abstrak. Ketahanan pangan berkaitan dengan tentang potensi produksi di berbagai wilayah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola distribusi produksi komoditas pangan di Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan metode K-Median clustering. Data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan digunakan untuk menganalisis produksi padi, jagung, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai. Hasil clustering menunjukkan bahwa pengelompokan untuk produksi padi, ubi jalar, ubi kayu, kacang tanah, dan kedelai terbentuk dengan baik dimana nilai Silhouette Coefficient masing-masing sebesar 0,53, 0,56, 0,69 dan 0,66, menunjukkan kesamaan yang signifikan dalam setiap cluster. Namun, pengelompokan produksi jagung menunjukkan kualitas cluster yang lebih lemah dengan nilai 0,46. Hal ini menunjukkan adanya keragaman yang lebih besar dalam distribusi produksi jagung di berbagai wilayah Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat bagi pembuat kebijakan untuk merancang strategi peningkatan produksi dan distribusi pangan yang lebih terarah, serta mendukung perencanaan kebijakan berbasis data yang lebih efisien di Provinsi Sulawesi Selatan. Kata Kunci : Clustering, K- Median, Komoditas Pangan Abstract. Abstract: Food security is closely related to the production potential in various regions of Indonesia. This study aims to identify the distribution patterns of food commodity production in South Sulawesi Province using the K-Median clustering method. Secondary data obtained from the Central Statistics Agency of South Sulawesi Province were used to analyze the production of rice, corn, sweet potatoes, cassava, peanuts, and soybeans. The clustering results indicate that the clusters formed for rice, sweet potatoes ,cassava, peanuts, and soybeans were well-defined, with Silhouette Coefficient values of 0,53, 0,56, 0,69 dan 0,66, respectively, showing significant similarity within each cluster. However, the clustering of corn production showed weaker cluster quality with a coefficient of 0.46, indicating greater variability in the distribution of corn production across the districts/cities in South Sulawesi Province. The findings of this study are expected to provide a strong foundation for policymakers to design more targeted strategies for improving food production and distribution, as well as to support more efficient data-driven policy planning in South Sulawesi Province.
K-Means Cluster for Grouping Regencies/Cities in South Sulawesi Province Based Human Development Index on the 2023 Isma Muthahharah; Sitti Masyitah Meliyana; Ansari Saleh Ahmar; Abdul Rahman
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum2587

Abstract

The grouping of districts/cities in South Sulawesi province should be carried out as a material for planning and evaluating government program objectives. The aim is to increase human development figures based on the indicators that form the HDI including Life Expectancy (UHH) at birth, Expected Years of Schooling (HLS), Average Years of Schooling (RLS). Therefore, cluster analysis was used using the K-means method, which is a type of statistical analysis. This type of research is applied research with a quantitative approach by collecting and analyzing data using the K-Means Cluster method. The data used in the determination was sourced from the South Sulawesi Provincial Central Statistics Agency in 2023. The results of grouping using K-Means clusters showed that there were 3 clusters, where cluster 1 had 23 regencies/cities in the Southern Province consisting of the Selayar Islands, Bantaeng, Jeneponto, Takalar, Sinjai, Maros, Pangkep, Barru, Bone, Soppeng, Wajo, Luwu and North Luwu with low criteria. Cluster 2 has 3 regencies/cities, namely Makassar, Pare Pare and Palopo with high criteria. Cluster 3 has 8 regencies/cities, namely Bulukumba, Gowa, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, East Luwu and North Toraja with medium criteria. The suggestion in this research is that you can use indices and other methods to group districts/cities in South Sulawesi Province.
Pelatihan Analisis Structural Equation Modelling (SEM) Bagi Dosen Universitas Patompo Ruliana, R.; Sudarmin, S.; Meliyana, Sitti Masyitah; Rais, Zulkifli
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku3398

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen-dosen Universitas Patompo dalam menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM) untuk analisis data penelitian. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 18 September 2024 dan dihadiri oleh 28 dosen. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya pemahaman tentang teknik analisis SEM serta minimnya keterampilan dalam menggunakan software statistika untuk analisis tersebut. Solusi yang ditawarkan berupa pelatihan intensif yang meliputi pengenalan software statistika dan penerapan SEM menggunakan software R. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta dalam analisis SEM.
Workshop Pembuatan Souvenir dari Bahan Upcycle bagi Anak Disabilitas di UPT SLB Negeri 1 Bulukumba guna Meningkatkan Keterampilan Vokasional Meliyana, Sitti Masyitah; Ahmar, Ansari Saleh; Yunus, Asmar; Jamaluddin, Jamaluddin
ARRUS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.abdiku3404

Abstract

Workshop pembuatan souvenir dari bahan upcycle merupakan salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan vokasional anak dengan disabilitas. Kegiatan ini dilaksanakan di UPT SLB Negeri 1 Bulukumba dengan fokus pada pengolahan bahan bekas menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi dasar tentang konsep upcycle, pelatihan teknik produksi, dan pendampingan langsung selama proses pembuatan souvenir. Bahan yang digunakan sangat mudah di dapatkan yaitu dari bagian dari pohon kelapa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep upcycle dan menghasilkan produk kreatif yakni souvenir replika perahu pinisi. Selain meningkatkan keterampilan praktis, workshop ini juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan diri dan motivasi peserta dalam mengembangkan potensi diri. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di berbagai lembaga pendidikan khusus untuk mendukung kemandirian ekonomi anak disabilitas.
Geographically Weighted Regression with Bi-Square Kernel Weights for Life Expectancy Data in East Java Province Meliyana, Sitti Masyitah; Rusli, R.; Rahman, Abdul
ARRUS Journal of Mathematics and Applied Science Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/mathscience3396

Abstract

This study explores the application of Geographically Weighted Regression (GWR) using a Bi-Square Kernel weighting function to analyze life expectancy data across East Java Province. By incorporating spatial heterogeneity, the GWR model provides more accurate and localized insights compared to traditional global regression models. The results indicate significant spatial variability in the effects of poverty rate, healthcare facilities, sanitation, health complaints, and immunization coverage on life expectancy. Based on the analysis of life expectancy estimates in regencies/cities of East Java Province, the Madura region exhibits lower life expectancy compared to other areas, with Bangkalan Regency having the lowest life expectancy at 61.43 years. Additionally, urban areas generally have higher life expectancy than rural areas, with Surabaya City recording the highest life expectancy in East Java at 72.03 years. This disparity can be attributed to differences in the quality of healthcare services and better access to healthcare in urban areas compared to rural ones.
Pelatihan Pembuatan Komposter Alat Pengolah Limbah Organik di Kampung Bersih Nusantara Kota Makassar Meliyana, Sitti Masyitah; Rustam, Sitti Nail; Rahman, Abdul; Muthahharah, Isma; Hafid, Hardianti
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2616

Abstract

Sampah yang tidak dikelolah dengan baik dapat mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem, dan mengancam kesehatan manusia. Di Kampung Bersih Nusantara telah tersedia Bank Sampah sehingga masyarakat dapat menyetorkan sampah anorganic mereka ke Bank Sampah tersebut. Namun belum ada solusi untuk sampah organik seperti sisa-sisa tanaman, sampah rumah tangga dan lain-lain. Sehingga tujuan kegiatan ini adalah memberikan pelatihan pembuatan komposter pengolah sampah limbah organik dan memudahkan daur ulang limbah organik. Dengan adanya pelatihan pembuatan komposter sederhana masyarakat dapat membuat sendiri alat komposter dan masyarakat mampu mengolah sampah rumah tangga secara mandiri.
Pendampingan Daur Ulang Sendiri Sampah Anorganik di Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara Makassar Meliyana, Sitti Masyitah; Ahmar, Ansari Saleh; Rustam, Sitti Nailah; Mar'ah, Zakiyah
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku2617

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi warga dalam melakukan daur ulang sendiri sampah anorganik di Bank Sampah Kampung Bersih Nusantara Makassar. Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya volume sampah anorganik yang tidak terkelola dengan baik, yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan partisipatif dan edukatif, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keterampilan warga dalam pengelolaan sampah anorganik.Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran dan partisipasi warga. Partisipasi aktif warga meningkat, dengan 80% dari mereka terlibat dalam kegiatan daur ulang. Selain itu, jumlah sampah anorganik yang didaur ulang meningkat sebesar 50% dibandingkan sebelum program. Dampak positif lainnya termasuk terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta penguatan kebersamaan dan rasa tanggung jawab di antara warga.Kesimpulannya, program pendampingan ini berhasil mencapai tujuannya dengan meningkatkan keterampilan warga dalam mendaur ulang sampah anorganik dan mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir. Rekomendasi untuk pengembangan program di masa depan meliputi perluasan cakupan program, peningkatan ketersediaan alat dan bahan daur ulang, serta pelatihan lanjutan untuk menciptakan produk daur ulang yang lebih beragam.
Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Masyarakat melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis pada Kegiatan Car Free Day di Boulevard Makassar Meliyana, Sitti Masyitah; Rustam, Sitti Nailah; Rusli, R.; Rahman, Abdul; Alimuddin, Alimuddin
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3925

Abstract

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu indikator penting dalam pembangunan berkelanjutan. Sayangnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit masih rendah, terutama di daerah perkotaan yang padat aktivitas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis pada kegiatan Car Free Day (CFD) di Boulevard Makassar. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan, skrining tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan konsultasi medis singkat. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari perguruan tinggi dan mitra klinik kesehatan. Hasil menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dengan jumlah peserta sebanyak 220 orang. Ditemukan bahwa 26% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 15% memiliki kadar gula darah di atas normal. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatannya. Intervensi serupa perlu dilakukan secara rutin dan menyeluruh di ruang-ruang publik.
Optimalisasi Partisipasi Masyarakat Melalui Focus Group Discussion (FGD) dalam Program Kampung Bersih Nusantara di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar Meliyana, Sitti Masyitah; Ahmar, Ansari Saleh; Rusli, R.; Rahman, Abdul; Musa, Hastuty
Panrannuangku Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa, Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/panrannuangku3926

Abstract

Program Kampung Bersih Nusantara merupakan salah satu inisiatif strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas lingkungan permukiman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kebersihan lingkungan dan menyusun solusi berbasis partisipasi masyarakat melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Metode pelaksanaan mencakup observasi lapangan, pelibatan tokoh masyarakat dan warga setempat, serta pelaksanaan FGD sebagai sarana komunikasi partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa FGD mampu menjadi media efektif dalam menggalang komitmen warga, menggali aspirasi lokal, dan menyusun rencana aksi kampung bersih secara kolektif. Kegiatan ini juga menghasilkan peta masalah lingkungan dan rencana tindak lanjut yang disepakati bersama. Program ini diharapkan dapat direplikasi pada kelurahan lain dengan penyesuaian konteks sosial dan budaya lokal.