Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH RIWAYAT ASI EKSLUSIF DAN PRAKTIK PEMBERIAN MP-ASI TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Miswari Miswari; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5757

Abstract

Latar Belakang: Status gizi balita merupakan indikator penting kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap tumbuh kembang dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Permasalahan gizi balita masih menjadi isu kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Aceh dan Kabupaten Nagan Raya, yang ditandai dengan tingginya prevalensi gizi kurang dan stunting. Riwayat pemberian ASI eksklusif dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan faktor penting yang diduga memengaruhi status gizi balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh riwayat ASI eksklusif dan praktik pemberian MP-ASI terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas balita memiliki status gizi kurang (61,4%). Uji statistik menunjukkan tidak terdapat pengaruh antara riwayat ASI eksklusif dengan status gizi balita (p = 0,391) serta tidak terdapat pengaruh antara praktik pemberian MP-ASI dengan status gizi balita (p = 0,400). Kesimpulan dan Saran: Disimpulkan bahwa riwayat ASI eksklusif dan praktik MP-ASI tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status gizi balita. Disarankan agar tenaga kesehatan meningkatkan edukasi gizi secara komprehensif, tidak hanya berfokus pada ASI eksklusif dan MP-ASI, tetapi juga pada pemenuhan gizi seimbang, pencegahan penyakit infeksi, dan perbaikan pola asuh serta lingkungan keluarga.
PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN SOSIAL BUDAYA TERHADAP KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI USIA 0-6 BULAN DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Ermayana Ermayana; Faradilla Safitri; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5758

Abstract

Latar Belakang: Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi merupakan intervensi nutrisi paling efektif untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan bayi. Meskipun cakupan ASI eksklusif secara global menunjukkan peningkatan, angka di Indonesia masih berada di bawah target nasional. Data Survei Kesehatan Nasional tahun 2023 menunjukkan cakupan ASI eksklusif sebesar 55,5%. Di Kabupaten Nagan Raya, cakupan ASI eksklusif masih menunjukkan tren fluktuatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan keluarga dan sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif pada bayi di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–2 tahun. Sampel sebanyak 75 responden ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memberikan ASI eksklusif (58,7%). Sebagian besar responden tidak mendapatkan dukungan keluarga (60%), sedangkan faktor sosial budaya mayoritas berada pada kategori mendukung (54,7%). Hasil uji statistik menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara dukungan keluarga terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 70% ibu yang mendapatkan dukungan keluarga berhasil memberikan ASI eksklusif. Selain itu, terdapat pengaruh signifikan antara sosial budaya terhadap keberhasilan ASI eksklusif (p=0,000), dimana 68,3% ibu dengan sosial budaya yang mendukung berhasil memberikan ASI eksklusif. Kesimpulan: Dukungan keluarga dan faktor sosial budaya berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan ASI eksklusif. Ibu yang memperoleh dukungan keluarga serta berada dalam lingkungan sosial budaya yang mendukung memiliki peluang lebih besar untuk berhasil memberikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Saran: Diperlukan peningkatan edukasi dan promosi kesehatan yang melibatkan keluarga serta pendekatan berbasis budaya dalam program peningkatan cakupan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengoptimalkan peran keluarga dan tokoh masyarakat dalam mendukung praktik menyusui eksklusif.
PENGARUH PERILAKU PICKY EATER TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Zelfiana Rahmi; Eva Rosdiana; Rossi Aulia Pratiwi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5765

Abstract

Latar Belakang : Status gizi balita merupakan salah satu indikator penting dalam menilai derajat kesehatan masyarakat karena masa balita merupakan periode emas yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi balita adalah perilaku makan, khususnya perilaku picky eater, yang ditandai dengan kebiasaan pilih-pilih makanan dan keterbatasan variasi konsumsi pangan. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku picky eater terhadap status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun sebanyak 986 orang, dengan jumlah sampel 92 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal (54,3%) dan lebih dari setengah balita menunjukkan perilaku picky eater (55,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara perilaku picky eater terhadap status gizi balita dengan nilai p = 0,009 (p < 0,05). Balita dengan perilaku picky eater cenderung lebih banyak mengalami status gizi kurang dibandingkan dengan balita non picky eater. Kesimpulan dan saran : kesimpulan penelitian ini adalah perilaku picky eater berpengaruh terhadap status gizi balita. Oleh karena itu, disarankan kepada orang tua untuk meningkatkan pengelolaan perilaku makan anak melalui pemberian makanan yang beragam dan bergizi seimbang, serta kepada tenaga kesehatan untuk memperkuat kegiatan edukasi dan promosi gizi guna mencegah terjadinya masalah gizi pada balita.
PENTINGNYA PERAN GIZI SEIMBANG BAGI REMAJA DALAM MENUNJANG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5770

Abstract

Gizi merupakan zat atau elemen yang terkandung di dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh. Agar kebutuhan gizi itu bisa terpenuhi maka perilaku mengkonsumsi makanan yang sehat dan bernutrisi oleh para remaja harus teratur. Masa remaja merupakan masa transisi yang ditandai dengan adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa ini merupakan periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan tersebut, remaja sangat membutuhkan gizi seimbang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Gizi seimbang merupakan susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat gizi dengan jenis dan jumlah yang sesuai kebutuhan tubuh, serta menerapkan prinsip pangan beraneka ragam, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan menjaga berat badan ideal. Adapun tujuan penelitian ini agar mengetahui peran gizi seimbang bagi remaja dalam meunjang proses pembelajaran di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur review, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk mencari literatur seperti jurnal, buku, artikel koran, internet atau website. Peran gizi seimbang bagi para remaja dalam menunjang proses pembelajaran di sekolah sangatlah penting karena Peran gizi bagi perkembangan dan pertumbuhan pada masa balita sangatlah penting, karena asupan nutrisi yang cukup dan bervariasi serta tidak melewatkan sarapan sebelum berangkat ke sekolah terbukti dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta mencegah kelelahan fisik di sekolah. Selain itu, kebiasan anak hebat Indonesia adalah makan-makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi yang mengandung nutrisi yang seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak yang sehat, vitamin, mineral untuk energi dan imunitas .
PENGEMBANGAN FORMULA MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS SENYAWA ORGANIK ALAMI UNTUK PENCEGAHAN ANEMIA Syarifah Asyura; Ismiati Ismiati; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Silmi Kaffah; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah; Syarifah Yanti Astrina
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5783

Abstract

Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi tinggi pada remaja putri, wanita usia subur, ibu hamil, dan anak-anak. Menurut World Health Organization, anemia berkontribusi terhadap penurunan produktivitas, gangguan kognitif, serta peningkatan risiko komplikasi kehamilan. Pendekatan berbasis pangan melalui pengembangan minuman fungsional merupakan strategi preventif yang lebih praktis dan berkelanjutan dibandingkan suplementasi jangka panjang. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formula minuman fungsional berbasis senyawa organik alami untuk mendukung pencegahan anemia. Formulasi mengombinasikan sumber zat besi nabati, vitamin C sebagai enhancer penyerapan besi non-heme, serta senyawa bioaktif antioksidan seperti flavonoid dan polifenol. Tahapan pengembangan meliputi seleksi bahan, optimasi komposisi, analisis kandungan zat besi dan vitamin C, pengujian sifat fisikokimia, serta uji aktivitas antioksidan dan organoleptik.
ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI Fitriyanti Fitriyanti; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Rossi Aulia Pratiwi; Rizka Amalia Putri
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5903

Abstract

ANALISIS STATUS GIZI DAN KECUKUPAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU NIFAS TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI
SOSIALISASI TENTANG POLA MAKAN YANG SEHAT DAN GIZI SEIMBANG DALAM MENDUKUNG PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH PADA REMAJA DI DESA TIBANG Ismiati Ismiati; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Rossi Aulia Pratiwi; Ibrahim Ibrahim; Rauzatun Nisa; Kesumawati Kesumawati; Ella Frisella
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kebutuhan gizi bagi remaja dikarenakan masih dalam masa tumbuh dan berkembang. Agar kebutuhan gizi pada remaja terpenuhi dengan baik dan benar, remaja harus cerdas dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dengan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh adanya. Adapun 7 kebiasaan anak hebat Indonesia salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi. Makanan yang sehat dan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak yang baik, vitamin, mineral dan serat serta tidak mengkonsumsi makanan jajanan secara sembarangan. Selain makanan sehat dan bergizi tentunya para remaja harus menyeimbangkan susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih dan sehat serta memantau berat badan dengan teratur untuk mencegah masalah gizi dan mempertahankan imun dalam tubuh dengan tetap menjaga asupan nutrisi seimbang. Penelitian ini dilakukan di Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Metode yang digunakan adalah edukasi gizi interaktif yang meliputi ceramah, diskusi dan media edukatif. Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek pengetahuan tentang gizi seimbang yaitu 20% menjadi 83,4%. sikap remaja 26,7 % dan meningkat menjadi 73,3% dan perilaku remaja terhadap gizi seimbang dari 16,67% meningkat menjadi 80%. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah diperlukan gizi yang seimbang agar dapat mendukung proses pembelajaran di sekolah seperti meningkatkan konsentrasi, fungsi otak, dan stamina para remaja.
OPTIMALISASI PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA DENGAN PEMANFAATAN SUMBER LOKAL Rossi Aulia Pratiwi; Ismiati Ismiati; Dhia Salsabila Irja
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita dalam pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal guna mengatasi masalah gizi seperti stunting dan underweight. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kreativitas peserta dalam mengolah makanan bergizi dari bahan lokal. Program ini dinilai efektif untuk memperbaiki status gizi balita dan mendorong kemandirian pangan keluarga. Kata kunci: PMT, balita, gizi, pangan lokal, stunting, pengabdian masyarakat, keterampilan, penyuluhan
PENINGKATAN KESADARAN MAHASISWA DALAM PEMILIHAN DAN PENGOLAHAN PANGAN LOKAL Ismiati Ismiati; Ibrahim Ibrahim; Syarifah Asyura; Nanda Fitriana; Kesumawati Kesumawati; Rouzatun Nisa; Rossi Aulia Pratiwi; Ersa Rahayu; Irhamna Irhamna; Melia Riska; Najwa Magfirah Melala
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pangan olahan lokal memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, namun kesadaran mahasiswa dalam memilih dan mengolah pangan lokal yang aman dan bergizi masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran mahasiswa S1 Gizi mengenai pemilihan serta pengolahan pangan olahan lokal melalui pemanfaatan tempe sebagai sumber protein nabati. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif partisipatif yang meliputi pre-test, kuliah interaktif, demonstrasi praktik pengolahan tempe secara higienis, post-test, serta evaluasi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua minggu dengan melibatkan mahasiswa aktif semester 4–6 yang dipilih secara purposive. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sekitar 65% mahasiswa memiliki pengetahuan yang terbatas terkait kandungan gizi kedelai, pemilihan bahan baku yang baik, dan proses fermentasi tempe yang higienis. Setelah mengikuti program, terjadi peningkatan pengetahuan dan praktik mahasiswa, di mana sekitar 85% peserta menunjukkan perubahan positif dalam pemilihan dan pengolahan pangan lokal yang lebih aman dan bergizi. Mahasiswa juga memahami pentingnya tempe sebagai sumber protein nabati berkualitas yang mendukung pola makan gizi seimbang. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap pemanfaatan pangan lokal serta mendorong penerapan perilaku konsumsi pangan yang lebih sehat.