Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

MOTIVASI BELAJAR MAHASISWI KEBIDANAN TERHADAP PEMBELAJARAN MODUL ASUHAN KEHAMILAN BERBASIS E-LEARNING DI ERA PANDEMI COVID-19 Ari Indra Susanti; Atriany Nilam Sari; Ariyati Mandiri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v6i4.2993

Abstract

ABSTRACT Background Antenatal  care is the name of a compulsory learning module for midwife students in order to create competent midwives. However, the Covid-19 pandemic presents a challenge in changing the learning system for Antenatal  care. The learning system is carried out remotely using information technology or e-learning. Teaching is given without reducing the quality of teaching. The challenges faced in such conditions include assessing student motivation in learning, especially in the antenatal care module to achieve learning goalsPurpose to determine the learning motivation of midwifery students towards e-learning-based pregnancy care modules in the covid-19 pandemic era.Methods The research method used descriptive research with cross sectional approach. This research was conducted in February until April 2020 in the D4 Midwifery Study Program FK Unpad. The population in this study were midwifery 1 semester 2 students. The sample in this study was a population of 33 people. The sampling technique uses total sampling.Data collection was carried out by providing a questionnaire before lecturing the pregnancy care module. While, the learning evaluation questionnaire was given after the pregnancy care module was finished.Data analysis used univariate data presented in the form of a frequency distribution table.The results of this study found that midwifery students stated strongly agree on intrinsic motivational factors and personal relevance of 21 people and on career motivation factors of 19 people. Thus, there were 28 midwifery students who understood the material for pregnancy care modules using the e-learning-based blended learning method.The conclusion of this study is that there are motivational factors, namely intrinsic motivation factors and personal relevance as well as career motivation factors possessed by midwifery students on the e-learning based blended learning method in the pregnancy care module.Suggestions in this study to conduct further research analysis about the effectiveness of e-learning learning in the new normal period towards the learning outcomes of midwifery students. Key word:learning motivation, pregnancy care modules, e-learning ABSTRAK Latar Belakang Asuhan kehamilan merupakan nama modul pembelajaran wajib bagi mahasiswa bidan agar tercipta bidan yang kompeten. Namun, pandemi covid-19 memberikan tantangan dalam merubah sisitem pembelajaran asuhan kehamilan. Sistem pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh dengan menggunakan teknologi informasi atau e-learning, Pengajaran diberikan tanpa mengurangi kualitas pengajaran.Tantangan yang dihadapi dalam kondisi seperti ini salah satunya menilai motivasi mahasiswa dalam pembelajaran terutama pada modul asuhan kehamilan untuk mencapai tujuan pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi belajar mahasiswi kebidanan terhadap modul asuhan kehamilan berbasis e-learning di era pandemi covid-19.Metode penelitianyang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari s.d April 2020 di Program Studi D4 Kebidanan FK Unpad. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswi kebidanan tahun 1 semester 2. Sampel dalam penelitian ini merupakan populasi sebanyak 33 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner motivasi sebelum perkuliahan modul asuhan kehamilan. Sedangkan kuesioner evaluasi pembelajaran diberikan setelah selesai perkuliahan modul asuhan kehamilan. Analisis data menggunakan data univariat yang disajikan dalam bentul tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitian ini didapatkan bahwa mahasiswi kebidanan menyatakan sangat setuju pada faktor motivasi intrinsik dan relevansi pribadi sebanyak 21 orang dan pada faktor motivasi karir sebanyak 19 orang. Dengan demikian, mahasiswi kebidanan yang memahami materi modul asuhan kehamilan dengan metode pembelajaranblended learning berbasise-learning sebanyak 28 orang.Simpulan pada penelitian ini bahwa terdapat faktor motivasi, yaitu faktor motivasi intrinsik dan relevansi pribadi serta faktor motivasi karir yang dimiliki oleh mahasiswi kebidanan terhadap metode pembelajaranblended learning berbasise-learning pada modul asuhan kehamilan.Saran pada penelitian ini untuk dilakukan analisis penelitian lebih lanjut tentang efektifitas pembelajaran e-learningdi masa new normal terhadap hasil belajar mahasiswi kebidanan. Kata Kunci: motivasi belajar, modul asuhan kehamilan, e-learning
PENINGKATAN PENGETAHUAN MAHASISWA KEBIDANAN DAN BIDAN TENTANG KESEJAHTERAAN JANIN, GERAKAN JANIN DAN PERDARAHAN PASCASALIN Adnani, Qorinah Estiningtyas Sakilah; Sari, Ade Zayu Cempaka; Nurani, Adinda Meisya Hasna; Susanti, Ari Indra; Nirmala, Sefita Aryuti; Bestari, Astuti Dyah; Sari, Puspa; Didah, Didah; Gumilang, Lani; Mandiri, Ariyati; Handayani, Dini Saraswati; Martini, Neneng; Pramatirta, Akhmad Yogi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1482

Abstract

Pemantauan kesejahteraan janin penting dilakukan selama kehamilan yang bertujuan untuk melihat setiap tahap perkembangan janin. Salah satu parameter untuk menilai kesejahteraan janin melalui gerakan janin. Selain resiko lahir mati penurunan gerakan janin juga berhubungan dengan kejadian prematur dan pertumbuhan janin terhambat. Selain itu, angka kematian ibu yang tinggi salah satunya disebabkan oleh perdarahan. Pencegahan perdarahan pasca salin dapat dilakukan dengan mengenali  tanda-tanda awal perdarahan pasca salin, dan untuk menggunakan farmakologis, mekanik dan metode bedah perdarahan pasca salin, sesuai dengan faktor penyebabnya. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kebidanan dan bidan tentang kesejahteraan janin, gerakan janin, dan perdarahan pascasalin. Metode yang digunakan dengan melaksanakan simposium dan workshop. Hasil kegiatan simposium dan workshop dilaksanakan 1 hari diikuti oleh 113 peserta. Dari hasil evaluasi pengetahuan pretest dan posttest menunjukkan terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan dari 100 peserta sebesar 24,07 dari rata-rata awal pada saat pretest 56,3 % meningkat menjadi 81% saat posttest dengan p-value=0,000.  Kegiatan serupa dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas calon bidan dan bidan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maternal untuk masyarakat.
Evaluation of antenatal care competency with Objective Structure Examination Blended Learning (OSCE-BL) Ari Indra Susanti; Ariyati Mandiri
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66495

Abstract

Midwifery students must possess clinical competency before entering clinical practice in the practice area. Assessing clinical competency using Objective Structure Clinical Evaluation (OSCE) is necessary. However, OSCE examiners are limited, so blended learning is carried out. The research aims to determine the learning outcomes of midwifery students using OSCE Blended Learning (BL) in the pregnancy care module. This research used a descriptive cross-sectional method using OSCE scores from 2020 to 2022. That research sample was 92 people using a total sampling technique. Competencies tested in the OSCE are anamnesis, physical examination in the second and third trimester, laboratory examination, and counseling. Processing and analyzing univariate data descriptively. The anamnesis competency score was the greatest mean in 2021 (91.45), physical examination in the second trimester (88.79), and third trimester (88.03). Meanwhile, supporting examinations in 2020 (88.36) and counseling (88.31). In the OSCE evaluation in 2021, only a small number of students did not pass the anamnesis (2 people), physical examination second trimester (2 people), and third trimester (2 people), support (2 people), and counseling (1 person). Method OSCE BL can be used to evaluate pregnancy care competency before midwifery students do clinical practice in the practice area. AbstrakKompetensi klinis harus dimiliki oleh mahasiswi kebidanan sebelum memasuki praktik klinis di lahan praktik sehingga perlu dilakukan penilaian kompetensi klinis menggunakan Objective Structure Clinical Evaluation (OSCE). Akan tetapi, penguji OSCE terbatas, maka OSCE dilakukan dengan blended learning. Penelitian bertujuan mengetahui hasil belajar mahasiswi kebidanan dengan OSCE Blended Learning (OSCE BL) pada modul asuhan kehamilan (ANC). Penelitian dengan metode deskriptif dengan cross sectional menggunakan nilai OSCE dari tahun 2020 (36 orang), 2021 (25 orang), dan 2022 (31 orang) sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 92 orang dengan teknik total sampling. Kompetensi yang diujikan pada OSCE, yaitu anamnesa, pemeriksaan fisik trimester 2 dan 3, pemeriksaan laboratorium, dan konseling. Pengolahan dan analisis data univariat secara deskriptif (nilai mean, standar deviasi, nilai maksimal, dan minimal). Nilai kompetensi anamnesa paling besar tahun 2021 (mean=91.45), pemeriksaan fisik trimester 2 (mean=88.79) dan trimester 3 (mean=88.03). Sedangkan pemeriksaan penunjangtahun 2020 (mean=88.36) dan konseling (mean=88.31). Pada evaluasi OSCE hanya sebagian kecil mahasiswa yang tidak lulus kompetensi anamnesa (2 orang), pemeriksaan fisik trimester 2 (2 orang), dan trimester 3 (2 orang), penunjang (2 orang), dan konseling (1 orang) tahun 2021. Metode OSCE BL dapat digunakan untuk evaluasi kompetensi asuhan kehamilan sebelum mahasiswi kebidanan praktik klinis di lahan praktik.Kata Kunci: Blended learning; evaluasi: kompetensi; mahasiswa kebidanan; OSCE
Evaluation of problem-based learning models in the integrated midwifery curriculum Ari Indra Susanti; Rani Nurparidah; Ariyati Mandiri
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.63498

Abstract

Evaluation of the Problem-Based Learning (PBL) model in the integrated curriculum aims to encourage midwifery students' learning abilities, evaluate the effectiveness of learning, and test students' abilities in midwifery knowledge. This article aims to evaluate the PBL model's evaluation in the integrated midwifery curriculum. The research method uses descriptive cross-sectional. Data was collected by administering content-validated questionnaires to 113 D4 Midwifery Study Program students, and then the univariate data was analyzed descriptively. The research results showed that the majority of students rated the implementation of the tutorial method and practice with lab activities, evaluation of theoretical learning with Multiple Choice Questions (MCQ) and Structure Oral Case Assessment (SOCA), and practice evaluation using the Direct Observation of Procedural Skills (DOPS) method. Apart from that, the majority of students agree that evaluation of field practice learning (clinic/community) can improve clinical abilities and advocacy skills across sectors (56.6%), and students are satisfied with lecturers as tutors during the learning process. This research concludes that the integrated curriculum uses tutorial learning strategies with MCQ and SOCA evaluations, thereby improving clinical and cross-sector advocacy skills based on student perceptions. AbstrakEvaluasi model Problem Based Learning (PBL) pada kurikulum terintegrasi bertujuan mendorong kemampuan belajar mahasiswa kebidanan, mengevaluasi keefektifan pembelajaran dan menguji kemampuan mahasiswa dalam pengetahuan kebidanan. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi model PBL pada kurikulum kebidanan terintegrasi. Metode penelitian menggunakan deskriptif dengan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner yang telah tervalidasi content kepada 113 mahasiswa Program Studi D4 Kebidanan, kemudian data univariat dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar mahasiswa menilai baik terhadap pelaksanaan metode tutorial dan praktik dengan lab activity, evaluasi pembelajaran teori dengan Multiple Choice Question (MCQ) dan Structure Oral Case Assesment (SOCA), dan evaluasi praktik dengan metode Direct Observation of Prosedural Skills (DOPS). Selain itu, sebagian besar mahasiswa setuju terhadap evaluasi pembelajaran praktik lapangan (klinik/komunitas) dapat meningkatkan kemampuan klinis dan keterampilan advokasi pada lintas sektor, serta mahasiswa puas terhadap dosen sebagai tutor saat proses pembelajaran. Simpulan pada penelitian ini bahwa kurikulum terintegrasi menggunakan strategi pembelajaran tutorial dengan evaluasi MCQ dan SOCA sehingga meningkatkan keterampilan advokasi klinis dan lintas sektor berdasarkan persepsi mahasiswa.Kata Kunci: Evaluasi; kurikulum terintegrasi; problem-based learning
PENGETAHUAN KADER TENTANG GIZI BALITA DAN PENGUKURAN ANTROPOMETRI Didah, Didah; Martini, Neneng; Dyah Bestari, Astuti; Mandiri, Ariyati
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 3 (2024): September : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i3.43159

Abstract

Pengetahuan kader posyandu tentang gizi balita dan pengukuran antropometri sangat penting dalam upaya deteksi dini masalah gizi dan pencegahan stunting. Masih tingginya kasus malnutrisi pada kelompok risiko terutama bayi dan balita salah satu dipengaruhi oleh faktor pengukuran untuk indikator pertumbuhan maupun perkembangan. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader, Ibu balita dan pihak-pihak berkepentingan dalam pemantauan tumbuh kembang, cukup berpengaruh terhadap keputusan status gizi anak balita. Tujuan melakukan kegiatan ini adalah untuk memperoleh gambaran dan mengidentifikasi pengetahuan serta kemampuan kader tentang gizi Balita dan kemampuan kader dalam melakukan pengukuran antropometri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah ceramah tanya jawab interactive dan role play kepada kader yang dilaksanakan dalam bentuk praktik pelayanan  kebidanan  berkelanjutan dalam  pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan KIA. Sampel yang digunakan  total sampling yaitu seluruh kader yang berada di wilayah Desa Gunungmanik yang berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran pengetahuan kader terhadap gizi balita. Kesimpulannya adalah perlunya pelatihan rutin dan pendampingan kepada kader posyandu untuk meningkatkan kompetensi dalam pengukuran antropometri serta pemahaman terkait gizi balita. Dengan demikian, kader dapat berperan lebih efektif dalam mendukung upaya perbaikan gizi balita di masyarakat.Knowledge of posyandu cadres about toddler nutrition and anthropometric measurements is crucial for the early detection of nutritional problems and the prevention of stunting. However, wasting and underweight rates have shown an increase, albeit not progressively. The high prevalence of malnutrition in at-risk groups, particularly infants and young children, is influenced partly by measurement limitations for growth and development indicators. Limited knowledge and skills among health cadres, mothers of young children, and other stakeholders in growth monitoring significantly impact the determination of children’s nutritional status. The implementation method for this community service activity is interactive lecture and discussion and role play for cadres. These activities are conducted in the form of continuous midwifery service practice in empowering the community to improve maternal and child health. The sample included all health cadres in Gunungmanik Village, totaling 58 individuals. Data collection was carried out using questionnaires administered before and after health education sessions. Univariate analysis was used to assess the cadre's knowledge on child nutrition. The conclusion is the need for regular training and mentoring for posyandu cadres to enhance their competence in anthropometric measurements and understanding of toddler nutrition. This will enable cadres to play a more effective role in supporting efforts to improve toddler nutrition in the community.
Optimalisasi Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Pencegahan Stunting pada Balita: Edukasi Komprehensif Ari Indra Susanti; Insi Farisa Desy Arya; Ginna Megawati; Siti Nur Fatimah; Sri Yusnita Irda Sari; Ariyati Mandiri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.73046

Abstract

Pengetahuan ibu balita kurang mengenai pola asuh dalam pemberian makan pada bayi dan balita, maka diperlukan edukasi komprehensif mengenai pola asuh pemberian makanan pada balita yang diawali dengan pemberian ASI Eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran ibu dalam memberikan pola asuh kepada balita untuk mencegah terjadinya stunting pada balita. Metode pengabdian  ini merupakan pengabdian  cross sectional dengan pendekatan pengabdian  kuantitatif yang dilakukan pada bulan Oktober di Aula Puskesmas Caringin. Adapun pelaksanaan kegiatan ini, dengan memberikan edukasi tentang pola asuh dalam pemberian makan pada bayi dan balita secara komprehensif kepada ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan sebagian besar ibu yang memiliki balita dengan karakteristik usia 20-35 tahun (15 orang), pendidikan SMA/SMK (11 orang), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (21 orang). Namun, sebagian kecil pengetahuan ibu lebih baik setelah diberikan edukasi tentang dukungan dalam pemberian asi eksklusif (5 orang), pola asuh yang dapat mencegah terjadinya stunting (20 orang), pemberian variasi sayuran dan buah (20 orang). Simpulan dari kegiatan ini bahwa pentingnya pengetahuan ibu dalam memberikan pola asuh pada balita yang dimulai dari memberikan ASI Eksklusif, memberikan makanan, dan memantau pertumbuhan untuk mencegah stunting pada balita. Implikasi kegiatan ini, ibu dapat memperbaiki pola asuh dalam pemberian makan sesuai dengan kebutuhan asupan gizi dan usia bayi dan balita sehingga dapat mencegah terjadinya balita stunting.
AKSI BERGIZI UNTUK CEGAH ANEMIA: PENGALAMAN PROMOTIF-PREVENTIF DI PUSKESMAS CIHERANG, CIANJUR Gumilang, Lani; Rabbani, Salma Damayanti; Susanti, Ari Indra; Mandiri, Ariyati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.63104

Abstract

The Aksi Bergizi Program is a school-based promotive and preventive intervention conducted by Universitas Padjadjaran’s KKN-PPM students in collaboration with Puskesmas Ciherang to address the high prevalence of anemia among adolescent girls. The program was implemented from January to February 2025 in three junior high schools in Cianjur Regency, involving 290 female students. Activities included education on nutrition and anemia, distribution and monitoring of iron supplementation (TTD), and the establishment of 71 Youth Health Cadres and Youth Ambassadors as peer change agents. Evaluation through pre- and post-tests showed an increase in students’ knowledge scores by 34.2%, from an average of 56.0 to 75.0. The participatory and collaborative approach between university students, schools, and health centers effectively enhanced awareness and adherence to TTD consumption, while supporting the program’s sustainability within the school environment. Program Aksi Bergizi merupakan intervensi promotif dan preventif berbasis sekolah yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN-PPM Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Puskesmas Ciherang, sebagai upaya menanggulangi tingginya prevalensi anemia pada remaja putri. Kegiatan berlangsung selama Januari–Februari 2025 di tiga SMP di Kabupaten Cianjur dengan melibatkan 290 siswi. Intervensi mencakup edukasi mengenai gizi dan anemia, distribusi serta pemantauan konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan pembentukan agen perubahan sebaya berupa 71 Kader Kesehatan Remaja dan Duta Remaja. Evaluasi pre- dan post-test menunjukkan peningkatan skor pemahaman siswa sebesar 34,2% (dari rata-rata 56,0 menjadi 75,0). Pendekatan partisipatif dan kolaboratif antara mahasiswa, sekolah, dan puskesmas terbukti memperkuat kesadaran dan kepatuhan siswi dalam mengonsumsi TTD serta mendukung keberlanjutan program di lingkungan sekolah.
Description Of Hemoglobin Levels In Pregnant Women With Covid-19 Based On Characteristics Indra, Rosalinda Agnestya; Neneng Martini, Neneng Martini; Mandiri, Ariyati; Pramatirta, Akhmad Yogi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.13410

Abstract

Latar Belakang: Coronavirus merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Pada tahun 2021 kasus coronavirus di Indonesia mencapai 4.251.945 jiwa. Pada periode April 2020 – Desember 2021, di RSHS terdapat 269 ibu hamil yang terinfeksi coronavirus. Ibu hamil termasuk salah satu kelompok orang yang rentan terkena virus ini. Selain rentan terkena coronavirus ibu hamil juga rentan terkena anemia.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan COVID-19 di RSHS Bandung periode April 2020 – Desember 2021.Metode: Metode penelititan ini adalah deskriptif dengan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari rekam medik RSHS Bandung pada periode April 2020 - Desember 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Besar sampel yang diambil dalam penelitian sebanyak 269 data ibu hamil. Analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan cross-tabulation.Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan bahwa 46% ibu hamil dengan COVID-19 mengalami anemia. Ibu hamil yang mengalami anemia berdasarkan usia paling banyak <20 tahun sebesar 29% dengan anemia sedang, kemudian untuk usia kehamilan terbanyak yaitu trimester I sebesar 33% dengana anemia berat, selanjutnya untuk paritas terbanyak yaitu grandemultipara sebesar 43% dengan anemia sedang.Kesimpulan: Adanya perubahan imunologis dan hematologis pada masa kehamilan, hal ini menyebabkan ibu hamil lebih berisiko terhadap terinfeksi COVID-19 dan anemia, sehingga menyebabkan ibu hamil masuk ke dalam populasi yang berisiko.Saran: Diperlukan penelitian yang lebih mendalam mengenai kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah terpapar COVID-19 pada tahun yang sama di tempat yang berbeda. Kata kunci: Covid-19, Ibu hamil, Kadar Hemoglobin. ABSTRACT Background: Coronavirus is an infectious disease caused by the SARS-CoV-2 virus. In 2021 coronavirus cases in Indonesia reached 4,251,945 people. In the period April 2020 - December 2021, at RSHS there were 269 pregnant women who were infected with the coronavirus. Pregnant women are one of the groups of people who are vulnerable to this virus. Apart from being susceptible to coronavirus, pregnant women are also susceptible to anemia.Purpose: This study aims to see an overview of hemoglobin levels in pregnant women with COVID-19 at the Bandung Hospital for the period April 2020 – December 2021.Method: This research method is descriptive with a cross-sectional design with a quantitative approach using secondary data taken from the medical records of RSHS Bandung in the period April 2020 - December 2021. The sampling technique uses total sampling. The sample size taken in this study was 269 data from pregnant women. Data analysis used frequency distribution tables and cross-tabulations.Results: The results of this study found that 46% of pregnant women with COVID-19 experienced anemia. Pregnant women who experienced anemia based on age <20 years at most were 29% with moderate anemia, then for the most gestational age, namely the first trimester, 33% with severe anemia, then for the most parity, namely grandemultipara, 43% with moderate anemia.Conclusion: There are immunological and haematological changes during pregnancy, this causes pregnant women to be more at risk of being infected with COVID-19 and anemia, thus causing pregnant women to enter the at-risk population.Suggestions: For future researchers, more in-depth research is needed regarding the Hb levels of pregnant women before and after being exposed to COVID-19 in the same year in different places. Keywords: COVID-19, Pregnant women, Hemoglobin Levels 
Upaya Penguatan Kompetensi melalui Kegiatan Pendekar (Pelatihan Kader Posyandu Remaja) di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Mandiri, Ariyati; Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16623

Abstract

ABSTRAK Remaja rentan terhadap masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi, obesitas, masalah  kesehatan reproduksi, prilaku seksual beresiko dan masalah kesehatan lainnya, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang memadai. Posyandu Remaja sebagai  Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), memudahkan akses remaja terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan keterampilan hidup sehat. Tantangan dalam optimalisasi fungsi Posyandu Remaja salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader remaja. Program Pelatihan Kader Posyandu Remaja (PENDEKAR) dirancang untuk meningkatkan  kapasitas kader remaja di Desa Gunungmanik melalui penguatan pemahaman teori dan keterampilan dalam menjalankan fungsi kader.  Metode yang digunakan meliputi  ceramah, praktik, evaluasi  pretest dan postest serta observasi ketermpilan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, dengan 65% peserta mencapai kategori "baik" setelah pelatihan. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa sebagian besar kader mampu menjalankan tugas mereka secara mandiri tanpa bantuan tambahan selama kegiatan posyandu. Program PENDEKAR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan  kader dalam  melaksanakan kegiatan posyandu remaja serta mendorong terbentuknya kader Kesehatan remaja pada setiap RW di wilayah Desa Gunungmanik, sehingga memperkuat layanan kesehatan remaja di tingkat komunitas. Kata Kunci: Kader, Pelatihan, Posyandu, Remaja  ABSTRACT Adolescents are vulnerable to health issues such as nutritional deficiencies, obesity, reproductive health problems, risky sexual behavior, and other health concerns, largely due to inadequate access to information and healthcare services. Posyandu Remaja, as a Community-Based Health Effort (UKBM), facilitates adolescent access to healthcare and promotes healthy life skills. One challenge in optimizing Posyandu Remaja's function is the limited knowledge and skills of adolescent cadres. The Program for Training Adolescent Posyandu Cadres (PENDEKAR) is designed to enhance the capacity of adolescent cadres in Gunungmanik Village by strengthening theoretical understanding and practical skills. The methods used include lectures, practical sessions, pretests and posttests, and skills observation. The evaluation results showed a significant increase in cadre knowledge, with 65% of participants achieving a "good" category after training. Additionally, observations indicated that most cadres could perform their duties independently during posyandu activities. The PENDEKAR program successfully improved the understanding and skills of cadres in conducting adolescent posyandu activities and encouraged the formation of adolescent health cadres in each RW in Gunungmanik Village, thereby strengthening adolescent healthcare services at the community level. Keywords: Adolescents, Cadre, Posyandu, Training
Pemetaan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Mandiri, Ariyati; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12272

Abstract

ABSTRAK Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah angka kematian di suatu wilayah. Data menyebutkan bahwa angka kematian ibu, bayi dan balita di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut membutuhkan perhatian khusus agar dapat ditangani dengan baik dan berdampak pada turunnya angka kematian. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat (kader kesehatan) agar dapat melakukan pemetaan kesehatan ibu dan anak dalam rangka pemantauan serta deteksi dini masalah kesehatan. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah Partcipatory Rural Appraisal (PRA) dimana keikutsertaan masyarakat dalam hal ini yaitu kader menjadi peran utama. Kegiatan ini menghasilkan pemetaan kesehatan ibu dan anak di empat dusun Desa Cikoneng Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung. Hasil pemetaan kesehatan ibu memuat data dan sebaran ibu hamil, nifas, menyusui, pasangan usia subur pengguna kontrasepsi dan bukan pengguna kontrasepsi serta pasangan pernikahan dini. Hasil pemetaan kesehatan anak memuat data dan sebaran bayi dan balita dengan kondisi sehatan normal maupun beresiko. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kader dibantu oleh fasilitator dapat membuat pemetaan kesehatan ibu dan anak baik dengan kondisi normal maupun beresiko tinggi. Pembuatan pemetaan kesehatan ibu dan anak ini sebaiknya dilakukan secara rutin dan berkala agar pemantauan dapat dilakukan berkelanjutan oleh berbagai pihak yang terkait seperti bidan desa, puskesmas, dinas kesehatan maupun perangkat desa itu sendiri. Kata Kunci: Pemetaan, Kesehatan Ibu, Kesehatan Anak, Participatory Rural Appraisal  ABSTRACT One indicator of the level of public health is the death rate in an area. Data shows that the maternal, infant and toddler mortality rates in Indonesia are still high. This requires special attention so that it can be handled well and have an impact on reducing the death rate. The aim of this service activity is to increase community participation (health cadres) so that they can carry out maternal and child health mapping in the context of monitoring and early detection of health problems. The method used in this service activity is Participatory Rural Appraisal (PRA) where community participation in this case, namely cadres, plays the main role. This activity resulted in mapping of maternal and child health in four hamlets of Cikoneng Village, Ciparay District, Bandung Regency. The results of the maternal health mapping contain data and distribution of pregnant, postpartum, breastfeeding mothers, couples of childbearing age who use contraception and those who do not use contraception as well as couples in early marriage. The results of child health mapping contain data and distribution of babies and toddlers with normal and at-risk health conditions. The conclusion of this service activity is that cadres, assisted by facilitators, can map the health of mothers and children in both normal and high-risk conditions. Mapping the health of mothers and children should be carried out routinely and periodically so that monitoring can be carried out continuously by various related parties such as village midwives, community health centers, health services and village officials themselves. Keywords: Mapping, Maternal Health, Child Health, Participatory Rural Appraisal