Claim Missing Document
Check
Articles

INTERAKSI SOSIAL ANAK DOWN SYNDROME DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL (STUDI KASUS ANAK DOWN SYNDOME YANG BERSEKOLAH DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG) RENAWATI, RENAWATI; DARWIS, RUDI SAPRUDIN; WIBOWO, HERY
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.649 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14341

Abstract

Jumlah penyandang down syndrome di Indonesia ada sekitar 300 ribu lebih. Down syndrome adalah suatu kelainan genetik yang terjadi pada manusia yang menyebabkan mereka yang mengidapnya memiliki kelainan baik fisik maupun psikis. Dalam kesehariannya, orang yang menyandang down syndrome selain menghadapi permasalahan yang ada pada dalam dirinya, juga harus menghadapi permasalahan yang datang dari luar. Penerimaan masyarakat adalah hal yang menjadi sangat sensitif. Tidak semua masyarakat paham apa itu down syndrome sehingga memperlakukan mereka secara berbeda (diskriminasi). Sehingga dalam berbagai aspek kehidupan, seorang yang menyandang down syndrome kadang tidak selalu dapat ikut serta menjadi bagian. Kesulitan berinteraksi dengan orang lain terutama dialami oleh penyandang down syndrome anak-anak. Anak penyandang down syndrome kerap dikucilkan di lingkungan bermainnya. Keterlambatan perkembangan yang dimilikinya membuat teman sebayanya ‘enggan’ untuk bermain dengannya. Mereka juga kerap mendapatkan perilaku diskriminasi karena perbedaan kemampuan yang dimilikinya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, pekerja sosial memiliki tanggung jawab profesi dalam pemberian pelayanan dan intervensi terhadap penyandang down syndrome tersebut. Intervensi pekerjaan sosial dalam hal ini bertujuan untuk mencapai keberfungsian sosial mereka.
FOOD FULFILLMENT FOR CHILDREN UNDER FIVE BY FAMILY IN DISASTER RESERVE AREA Darwis, Rudi Saprudin; Nurseto, Hardian Eko; Andoyo, Robi; Sukri, Nandi; Hadi, Bambang Nur; Huda, Syamsul; Triani, Rini
ASIAN JOURNAL FOR POVERTY STUDIES (AJPS) Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Regional Network on Poverty Eradication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The ability of families to meet the food needs becomes one of the determining factors in the fulfillment of food of children under five. For the communities living in disaster areas, the situation can be further complicated by the conditions of the natural environment damaged by the disaster. This research describes the fulfillment of food of children under five, especially those aged between three to five years, by families who lived in disaster-prone areas. This research was conducted in Nagrakjaya Village, Curug kembar Subdistrict, Sukabumi Regency which is prone to earth movement disaster and part of its territory is considered as the red zone. The research employed a qualitative method using data obtained from parents informant of children under five, health cares, and community leaders. The aspects covered in this study were: food access, food availability, consumption pattern, coping strategy food, and food preparedness. The results showed that in terms of access to food, people obtained their foodstuffs depending on what was available to mobile vendors and small shops regardless of their financial ability to obtain food. Moreover, people did not provide special foods for toddlers. In dealing with difficult situations during the event of a disaster, people reliedon the provision of food from fellow citizens or small shop owners and outside help. People also felt no need to store food supplies for the possibility of difficult situations, both for adults and toddlers, even though toddlers have a different consumption pattern to adults and require balanced nutritional needs.As a recommendation, it is necessary to conduct campaigns and dissemination of healthy food for children under five to increase parents knowledge about healthy consumption for children under five, especially in the disaster-prone areas.
Keseimbangan Sosial untuk Keserasian Sosial (Kasus Keserasian Sosial antara Penduduk Setempat dan Pendatang di Daerah Industri Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat) DARWIS, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.716 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16050

Abstract

ABSTRAKPembangunan sektor industri telah mendorong berdirinya pusat-pusat industri di berbagai daerah dalam bentuk kawasan industri ataupun tidak dalam bentuk kawasan industri. Keberadaan pusat industri menjadi daya tarik bagi para pencari kerja untuk datang ke daerah tersebut. Situasi tersebut dapat menimbulkan adanya benturan kepentingan antara penduduk setempat dengan penduduk pendatang terkait dengan terhadap keberadaan industri. Tulisan ini akan menguraikan tentang keseimbangan sosial yang terdapat pada masyarakat di daerah industri yang akan mencerminkan kondisi keserasian sosial masyarakat tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Aspek-aspek keseimbangan sosial dalam tulisan ini meliputi kemerataan sosial ekonomi, kesempatan kerja dan berusaha yang sama, kesamaan hak dan kewajiban, serta kemampuan mengelola konflik. Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan sosial akan didiskusikan pula dalam tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan keseimbangan sosial antara penduduk setempat dan pendatang secara keseluruhan dirasakan masih seimbang, walaupun dalam mendapatkan pekerjaan dan berusaha penduduk pendatang mempunyai kesempatan yang lebih besar dibandingkan penduduk setempat. Kata kunci: keserasian sosial, keseimbangan sosial, masyarakat industri
Community Driven Development Dalam Implementasi Corporate Social Responsibility oleh PT. Pertamina Subang Resnawaty, Risna; DARWIS, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.277 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16426

Abstract

ABSTRAKImplementasi CSR oleh badan usaha milik negara sering dianggap sebagai program bantuan sukarela. Tapi tidak demikian dengan program CSR yang dilakukan oleh PT. Pertamina field Subang. Program CSR pada awalnya lebih didominasi oleh program insidental yang berangsur-angsur bergerak menuju pemberdayaan masyarakat. Program pengelolaan sampah menjadi salah satu andalan dalam pelaksanaan CSR di Dusun Dangdeur Kabupaten Subang yang berupaya untuk memberdayakan masyarakat.Community Driven Development (CDD) adalah sebuah konsep yang dapat menjelaskan upaya dan inisiatif masyarakat dalam melaksanakan pengembangan masyarakat. Program CDD sebagai implementasi CSR ini diinisiasi oleh perusahaan, kemudian perusahaan melibatkan dan melatih masyarakat agar bisa mengendalikan proses pengembangan masyarakat secara mandiri, melalui penggunaan aset sumber daya dan membuat keputusan pengambilan wewenang langsung dalam menentukan keberlangsungan program dan pencapaian tujuan bersama dalam masyarakat tersebut.Keywords: community development, community Driven Development, CSR.
PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL BAGI PENGHUNI APARTEMEN SINGGAH Hery Wibowo; Rudi Saprudin Darwis; - Ishartono
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.243 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i1.14629

Abstract

Penghuni apartemen singgah milik Dinas Pemukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat bukanlah penguhi tetap. Mereka tinggal sementara untuk selanjutnya diharapkan mampu untuk memiliki rumah sendiri di luar apartemen singgah. Sehingga, masa tinggal di apartemen singgah sesungguhnya adalah masa untuk mengembangkan kapasitas diri dan menyiapkan finansial agar dapat memiliki rumah tinggal sendiri. Dinamika sosial dan pola interaksi antara warga di apartemen singgah dapat menjadi sebuah tantangan dan hambatan. Namun, dengan perspektif yang berbeda, kondisi ini dapat menjadi potensi kolektif bagi warga untuk pengembangan kapasistas. Upaya membangun sikap dan keterampilan kewirausahaan sosial, diharapkan dapat menjadi solusi bagi peningkatkan keterampilan kewirausahaan keluarga dan kualitas hidup warga. Kata kunci: kewirausahaan sosial, pemberdayaan, perumahan
INTERAKSI SOSIAL ANAK DOWN SYNDROME DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL (STUDI KASUS ANAK DOWN SYNDOME YANG BERSEKOLAH DI SLB PUSPPA SURYAKANTI BANDUNG) RENAWATI RENAWATI; RUDI SAPRUDIN DARWIS; HERY WIBOWO
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.649 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14341

Abstract

Jumlah penyandang down syndrome di Indonesia ada sekitar 300 ribu lebih. Down syndrome adalah suatu kelainan genetik yang terjadi pada manusia yang menyebabkan mereka yang mengidapnya memiliki kelainan baik fisik maupun psikis. Dalam kesehariannya, orang yang menyandang down syndrome selain menghadapi permasalahan yang ada pada dalam dirinya, juga harus menghadapi permasalahan yang datang dari luar. Penerimaan masyarakat adalah hal yang menjadi sangat sensitif. Tidak semua masyarakat paham apa itu down syndrome sehingga memperlakukan mereka secara berbeda (diskriminasi). Sehingga dalam berbagai aspek kehidupan, seorang yang menyandang down syndrome kadang tidak selalu dapat ikut serta menjadi bagian. Kesulitan berinteraksi dengan orang lain terutama dialami oleh penyandang down syndrome anak-anak. Anak penyandang down syndrome kerap dikucilkan di lingkungan bermainnya. Keterlambatan perkembangan yang dimilikinya membuat teman sebayanya ‘enggan’ untuk bermain dengannya. Mereka juga kerap mendapatkan perilaku diskriminasi karena perbedaan kemampuan yang dimilikinya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, pekerja sosial memiliki tanggung jawab profesi dalam pemberian pelayanan dan intervensi terhadap penyandang down syndrome tersebut. Intervensi pekerjaan sosial dalam hal ini bertujuan untuk mencapai keberfungsian sosial mereka.
MEMBANGUN DESAIN DAN MODEL ACTION RESEARCH DALAM STUDI DAN AKSI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Rudi Saprudin Darwis
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.981 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v10i1.869

Abstract

This paper will describe the action research as one of the alternative method of study and action research in community empowerment. Action research is based on the assumption that the research agenda should be linked with changes in society. Action research is not only to obtain the truth alone, but also to create conditions that are expected. Action research can be used effectively in the study of community empowerment and action given the characteristics of the importance of active citizen participation. Through action research it can be derived a formula according to the condition of society in its efforts to empower the community. Tulisan ini akan menguraikan tentang action research (penelitian tindakan) sebagai salah satu alternatif metode penelitian dalam studi dan aksi pemberdayaan masyarakat. Penelitian tindakan didasarkan kepada asumsi bahwa penelitian harus dihubungkan dengan agenda perubahan dalam masyarakat. Penelitian tindakan dilakukan tidak hanya untuk memperolehkebenaran semata namun juga menciptakan kondisi yang diharapkan. Penelitian tindakan dapat digunakan secara efektif dalam kajian maupun aksi pemberdayaan masyarakat mengingat karakteristiknya yang mementingkan partisipasi warga masyarakat secara aktif. Melalui penelitian tindakan akan dapat dihasilkan formula yang sesuai dengan kondisi masyarakat dalam melakukan upaya pemberdayaan masyarakat.
SOCIAL CAMPAIGN MCR PKBI JAWA BARAT, SEBAGAI WUJUD KEPEDULIAN GENERASI MILENIAL TERHADAP PANDEMI COVID-19 Romayana Sari Lumbantoruan; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan Vol 2, No 1 (2021): JURNAL INTERVENSI SOSIAL DAN PEMBANGUNAN (JISP)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jisp.v2i1.4857

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan social campaign yang dilakukan MCR PKBI Jawa Barat sebagai wujud kepedulian generasi milenial terhadapa dampak yang di timbulkan pandemi Covid-19. Dalam penelitian ini di temukan bahwa generasimilenial sebagai generasi yang bergantung dengan media sosial dan teknologi tentu tidak melewatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai aksi sosial di tengah pandemi Covid-19 ini, salah satunya adalah melakukan aksis sosial dengan melakukan social campaign untuk penggalangan dana bagi yang terkena dampak akibat pandemi Covid-19. Melalui social campaign yang dilakukan, memberikan gambaran bahwa generasi milenial memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya, dibuktikan dengan mengikuti social campaign yang diselenggarakan oleh MCR PKBI Jawa Barat dengan melakukan penggalangan dana untuk ABH (Anak Berhadapan Hukum) LPKA Bandung, dan remaja-remaja marjinal yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dan tidak dapat mengakses sistem sumber selama pandemi.Kata Kunci: Social Campaign, Generasi Milenial, Pandemi Covid-19.
PENDAMPINGAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI SEKOLAH PADA MASA KENORMALAN BARU PANDEMI COVID-19 Rudi Saprudin Darwis; Sri Sulastri; Gofarana Wilar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 4 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i4.1408-1416

Abstract

The Covid-19 pandemic has forced people to change their behavior patterns to suit the situation and conditions during the pandemic, which is called the new normal. One of the things that must change is the pattern of education that must be accompanied by adjustments to the behavior of teachers and students in the learning process. At the time the government implemented Limited Face-to-face Learning (PTMT) there were still many. For this reason, this study aims to support the government's efforts to maintain the sustainability of education by assisting the implementation of health protocols in elementary schools during the new normal period of the Covid-19 pandemic. The study was conducted at SDN Pelangi 1 Sukamukti Village, Majalaya District, Bandung Regency. The method used in mentoring the implementation of health protocols is an extension method accompanied by a simulation of the practice of implementing the 3M health protocol (wearing masks, keeping distance, washing hands) which is attended by half of the students from grades 1 to 6. The results of the mentoring show that the students who initially did not recognize the scope of 3M and how it was implemented correctly, by the end of the activity most of them had applied how to wear masks properly, wash their hands properly, and tend to avoid crowds.
PELAYANAN SOSIAL BAGI KELUARGA YANG MENGALAMI PERUBAHAN SOSIAL Nandang Mulyana; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 1, No 2 (2019): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.472 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v1i2.23239

Abstract

Dinamika masyarakat mendorong terjadinya perubahan sosial yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Perubahan mata pencaharian merupakan salah satu contoh dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan mata pencaharian lebih disebabkan karena adanya adaptasi yang harus dilakukan oeh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan mata pencaharian akan memunculkan masalah sosial. Oleh sebab itu perlu adanya pelayanan sosial terhadap keluarga yang mengalami perubahan mata pencaharian agar masalah sosial yang terjadi tidak bertambah besar yang dapat mengganggu masyarakat secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, Sumber data berasal dari masyarakat yang mengalami perubahan mata pencaharian dan tokoh masyarakat yang mengetahui perubahan mata pencaharian di lokasi penelitian. Hasil penelitian diarahkan pada permasalahan yang terjadi dalam masyarakat akibat perubahan mata pencaharian, pelayanan sosial yang sudah ada, dan kebutuhan pelayanan sosial masyarakat. Masalah yang dihadapi adalah masalah dalam keluarga maupun hubungan antarkeluarga. Demikian juga pelayanan sosial yang ada dan dibutuhkan lebih mengarah kepada pelayanan sosial untuk keluarga dan hubungan antar keluarga. Kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul akibat dari perubahan mata pencaharian tidak selamanya dapat diselesaikan oleh masyarakat yang bersangkutan. Pelayanan sosial yang ada hanya dapat menyelesaikan sebagian permasalahan yang dihadapi. Masyarakat masih membutuhkan pelayanan sosial lainnya agar tercapai kondisi yang kondusif.
Co-Authors - Ishartono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdillah, Fajrin Rizki Adi Fahrudin Aliim, Tahrizi Fathul Alimi, Rosma Amanda, Silva Anarta, Fikri Apep Risman, Apep Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Ariq Akmal Suwandi Aritonang, Johan Immanuel Ashari Utomo Putra, Ashari Utomo Aulia Rahmawati, Aulia Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Dessy Fitri Pratiwi, Dessy Fitri Edi Setiawan Emma Rachmawati Pratami, Emma Rachmawati Fadilla Rama Widapratama Fajar, Agustus Fildzah A’inun N, Fildzah A’inun Gofarana Wilar Gunawan, Budhi Hadi, Bambang Nur Hadiyanto A Rachim, Hadiyanto A Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. HERY WIBOWO Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Ishartono, - Isnajati, Louisiani Mansoni Lenny Meilany, Lenny M Fedryansyah, M Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhammad Sahrul Nanda Aidiel Senja, Nanda Aidiel Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nandi Sukri Nunung Nurwati Nur Rahmawati Sulistiyori Sulistiyorini, Nur Rahmawati Sulistiyori Nur Rahmawati Sulistiyorini, Nur Rahmawati Nurliana Cipta Apsari Nurseto, Hardian Eko Oktaviani Nindya Putri, Oktaviani Nindya Pratama, Yudhistira Anugerah PUTRI1, CADIKA INDRAWATI Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramdani, Jaka RENAWATI RENAWATI RENAWATI, RENAWATI Rendy H Pratama, Rendy H Risna Resnawaty, Risna Robi Andoyo Romayana Sari Lumbantoruan SABANA, SIDIK SANDI Sahadi Humaedi Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso Tri Raharjo Saragih, Evangelina Putri Sarah Apriliandra Soekamto, Restu Widhi Sofia Zahara Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Triani, Rini WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA Zein, Bhre Kirana