Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN PADA PRAKTIK PEKERJAAN SOSIAL DENGAN KOMUNITAS Aprilia, Marwah Dwita; Humaedi, Sahadi; Darwis, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v15i1.63174

Abstract

Pekerja sosial sebagai salah satu profesi yang berhubungan erat dengan program pemberdayaan melakukan kegiatan evaluasi sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas serta memastikan program tersebut berjalan mandiri dan berkelanjutan. Namun, pelaksanaan proses evaluasi bukan suatu hal yang mudah dilakukan sebab memiliki berbagai tantangan yang dapat menyebabkan evaluasi tidak berjalan secara maksimal. Untuk dapat memastikan evaluasi program berjalan maksimal, pekerja sosial perlu memperhatikan tahapan proses evaluasi yang saling berkesinambungan, sehingga artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menggambarkan tahapan proses yang dilakukan pekerja sosial dalam mengevaluasi suatu program. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini yaitu studi kepustakaan (Library Research) dengan mengkaji berbagai sumber referensi pendukung untuk menguatkan analisis dan memperdalam pemahaman mengenai teori yang digunakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahapan proses evaluasi program perlu dilakukan secara simultan dan berkesinambungan mulai dari pelibatan pemangku kepentingan, pendeskripsian program, penentuan fokus evaluasi, pengumpulan data, pengolahan data, hingga penggunaan hasil evaluasi agar dapat menciptakan dinamika evaluasi yang partisipatif, objektif dan optimal.
PENGEMBANGAN POTENSI WIRAUSAHA DI DESA MEKARGALIH, KECAMATAN JATINANGOR, KABUPATEN SUMEDANG Darwis, Rudi Saprudin; Sulastri, Sri; Irfan, Maulana
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v3i1.116-126

Abstract

Micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in the Mekargalih Village area, Jatinangor District, Sumedang Regency still face problems of weak business capacity, uncertain market access and development, ineffective business management, and limited business networks. This paper will describe efforts to develop the capacity of SMEs in Mekargalih Village through workshops on entrepreneurship. The studio filled with material delivery on developing entrepreneurial insight, promoting product legality through halal certification and brand rights, as well as sharing experiences from MSME actors in the Mekargalih Village. In the implementation, not all invited participants could attend because the implementation time was in conjunction with other community activities. The results of the evaluation of participants who attended, using the Wilcoxon Test method, showed the workshop influenced increasing the knowledge of participants even though the increase was small. For the aspects of 'business development according to the target market,' there was no increase in knowledge. As a suggestion, providing material for business development following the target market needs to be accompanied by the presentation of real data to be the basis for business development.
Beyond Resilience in Capacity Building: Harnessing Ordinary Magic to Empower Farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency Pratama, Yudhistira Anugerah; Isnajati, Louisiani Mansoni; Resnawaty, Risna; Darwis, Rudi Saprudin
WELFARE : Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): WELFARE: Jurnal Ilmu Kesejahtaraan Sosial
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/welfare.2025.142-02

Abstract

This study examines the impact of capacity building on the resilience of farmworkers in Babakan Village, Pacet District, Bandung Regency, using a quantitative associative approach. The sample comprised 74 farmworkers from Babakan Village. Data were collected through observations, interviews, literature reviews, documentation, observation guidelines, and questionnaires. The findings reveal a positive and significant relationship between capacity building and farmworkers’ resilience, with capacity building accounting for 74.0% of the variance in resilience. However, both capacity building and resilience remain at moderate levels, indicating a need for improvement. Current capacity-building efforts focus on maximizing resilience but overlook development needs and cultural factors, which undermines the inherent resilience of farmers in facing challenges. The concept of ‘ordinary magic,’ derived from farmers’ long-term experiences and adaptability to change, cannot be fully realized through training-based capacity building alone. A cultural humility model that incorporates cultural aspects into the assessment process is needed to shift capacity building from solely enhancing resilience to fostering broader development. Keywords: capacity strengthen, resilience, farmworkers   Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penguatan kapasitas terhadap resiliensi buruh tani di Desa Babakan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Sampel penelitian terdiri atas 74 buruh tani yang berdomisili di Desa Babakan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dokumentasi, pedoman observasi, serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani, di mana penguatan kapasitas berkontribusi sebesar 74,0% terhadap variasi tingkat resiliensi. Meskipun demikian, tingkat penguatan kapasitas dan resiliensi buruh tani secara umum masih berada pada kategori sedang, sehingga memerlukan upaya peningkatan yang lebih berkelanjutan. Praktik penguatan kapasitas yang berjalan saat ini cenderung berfokus pada optimalisasi resiliensi, namun belum secara memadai memperhatikan kebutuhan pengembangan dan faktor-faktor kultural yang melekat dalam kehidupan buruh tani. Kondisi ini berpotensi melemahkan resiliensi yang secara inheren telah dimiliki buruh tani dalam menghadapi berbagai tantangan struktural dan lingkungan. Lebih lanjut, konsep ‘ordinary magic’ yang bersumber dari pengalaman jangka panjang buruh tani serta kemampuan mereka untuk beradaptasi terhadap perubahan tidak sepenuhnya dapat diwujudkan melalui pendekatan penguatan kapasitas yang semata-mata berbasis pelatihan. Oleh karena itu, diperlukan model cultural humility yang mengintegrasikan aspek budaya dalam proses asesmen dan intervensi, sehingga penguatan kapasitas tidak hanya berorientasi pada peningkatan resiliensi, tetapi juga mendorong pengembangan yang lebih komprehensif dan kontekstual. Kata kunci: penguatan kapasitas; resiliensi; buruh tani
The Role of Non-Formal Education in Strengthening the Digital Capacity of MSMEs through Telkom Indonesia's CSR Program Soekamto, Restu Widhi; Raharjo, Santoso Tri; Darwis, Rudi Saprudin
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 10, No 2 (2026): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan) (Maret)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v10i2.10346

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have significant potential for growth; however, they continue to face various challenges, particularly in digital adaptation. The Corporate Social Responsibility (CSR) program of PT Telkom Indonesia seeks to strengthen the digital capacity of MSMEs through learning processes based on non-formal education methods. This article aims to analyze the role of non-formal education in strengthening the digital capacity of MSMEs through the CSR program of PT Telkom Indonesia, which is implemented through training, mentoring, and the enhancement of digital access. The method used is a descriptive qualitative approach employing a literature study, with documentation as the data collection technique to analyze digitalization efforts in MSME empowerment as part of the CSR program implementation of PT Telkom Indonesia. The findings indicate that training improves human resource capacity, mentoring strengthens business management, legal compliance, and MSME development, while the utilization of digital technology enhances competitiveness and expands market access. The CSR program can thus be understood as a practice of non-formal education that contributes to strengthening the digital capacity of MSMEs.