Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19 Sofia Zahara; Nandang Mulyana; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v3i1.32143

Abstract

ABSTRAKSejak pertama kali terdeteksi muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, pandemi Virus Corona (Covid-19) telah membuat kepanikan dimana-mana, ratusan ribu manusia terinfeksi dan ribuan lainnya meninggal dunia akibat dari pandemi ini. Untuk mengantisipasi dampak pandemi yang lebih besar pemerintah mengkampanyekan kepada masyarakat agar lebih sering berkegiatan di dalam rumah untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Situasi tersebut memaksa segala bentuk aktifitas seperti pekerjaan dan pendidikan dilaksanakan di rumah. Anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam rumah dan menjadi lebih banyak menggunakan gadget dengan media sosial di dalamnya sebagai sarana pembelajaran, berkomunikasi dengan teman dan menghilangkan kebosanan. Penggunaan media sosial di tengah pandemi ini tentunya menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif terhadap anak yang menggunakan media sosial. Oleh karena itu pendampingan yang diberikan orang tua sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak negatif yang memungkinkan terjadi ketika anak mengakses media sosial di tengah pandemi Covid-19.
HAK PENDIDIKAN BAGI ANAK BERHADAPAN (BERKONFLIK) DENGAN HUKUM Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan; Meilanny Budiarti Santoso; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.031 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v2i1.27044

Abstract

ABSTRAKKejahatan dapat menjangkit dalam rentang segala usia, terlebih jika itu tindak kejahatan yang dilakukan pada  usia anak. Sistem peradilan pidana anak menjadi perhatian khusus bagi aparat penegak hukum, mengingat anak di dalam HAM nasional dan internasional diposisikansebagai kelompok rentan dan diperlakukan istimewa,dan seluruh negara wajib dan memiliki tanggung jawab untuk memastikan pemenuhan hak-hak istimewa tersebut diperoleh setiap anak. Sehubungan dengan pembahasanini, mengenai keterjaminan hak akan akses pendidikan bagi anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Sebagaimana kita tahu pendidikan bagi setiap anak, tidak terkecuali bagi anak yang sedang berkonflik dengan hukum atau tinggal di lembaga pemasyarakatan merupakan suatu hal yang penting atau dapat dikatakan investasi bagi anak untuk menjadi bekal mereka menyambut masa depannya. Dalam menyusun karya tulis ini penulis menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber, yang didalamnya termasuk jurnal, buku, dan web site terkait topik hak pendidikan bagi anak yang berkonflik dengan hukum. Tulisan ini dimaksudkan agar setiap anak terlebih bagi anak yang sedang berkonflik dengan hukum mendapatkan keterjaminan atas hak-haknya karena telah diatur dan berlandaskan hukum yang jelas baik itu oleh hukum nasional maupun internasional.
PENERAPAN MANAJEMEN KONFLIK DALAM PENYELESAIAN SENGKETA LAHAN ANTARA PETANI DENGAN KORPORASI PROPERTI DI KABUPATEN KARAWANG Fadilla Rama Widapratama; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.295 KB) | DOI: 10.24198/jkrk.v1i1.20890

Abstract

Konflik merupakan suatu peristiwa atau fenomena sosial yang menjadi bagian dari dinamika kehidupan manusia. Sering kali konflik memberikan dampak negatif terhadap pihak yang berkonflik seperti timbulnya permusuhan yang berkelanjutan (bubuyutan), kerugian materil bahkan hingga jatuhnya korban jiwa. Meskipun demikian, konflik pun mampu menjadi suatu aspek pendukung dalam keberlangsungan hidup yang lebih baik. Hal tersebut dapat terjadi bila konflik dapat dikelola dengan baik dan mampu memanfaatkan kondisi atau latar belakang konflik yang dapat mempersatukan antar pihak yang berkonflik dengan prinsip win-win solution. Dalam artikel ini, penulis berupaya untuk membuat suatu upaya penyelesaian masalah dalam bentuk plan of treatment terhadap konflik yang terjadi di Kab. Karawang, Jawa Barat, yang melibatkan pihak petani padi yang terkena gusur oleh korporasi properti PT. Agung Podomoro Land. Dalam kasus ini, para petani Kab. Karawang yang bertempat di Kec. Teluk Jambe Barat merasa dirugikan atas inkonsistensi pihak pengembang dalam pemberian ganti rugi yang tidak sesuai dengan janji atas akuisisi lahan milik para petani. Hingga saat ini, kasus ini belum menemukan titik terang dalam penyelesaian konflik antara kedua belah pihak walaupun beberapa aliansi agraria Indonesia telah mengajukan banding atas ketidakadilan yang terjadi atas hak kepemilikan lahan, padahal lahan tersebut sudah digunakan pengembang dengan dibangunkannya apartemen dan pusat perbelanjaan modern. Atas dasar itu, diperlukan intervensi berbasis manajemen konflik serta resolusi konflik guna memberikan keadilan dan pemenuhan hak para petani Kec. Teluk Jambe Barat, Kab. Karawang. Bentuk intervensi tersebut pun harus menghasilkan dampak positif bagi kedua belah pihak yang berkonflik guna menciptakan kehidupan sosial yang harmoni.  Conflict is an event or social phenomenon that is part of the dynamics of human life. Often conflicts have a negative impact on parties in conflict such as the emergence of ongoing hostilities (bubuyutan), material losses even to the loss of life. Even so, conflict can also be a supporting aspect of better survival. This can happen if the conflict can be managed properly and is able to take advantage of the conditions or background of the conflict that can unite the conflicting parties with the principle of a win-win solution. In this article, the author seeks to make an effort to solve the problem in the form of a plan of treatment of conflicts that occur in Kab. Karawang, West Java, which involves the farmers who are affected by the property corporation PT. Agung Podomoro Land. In this case, the farmers of Kab. Karawang which is located in the district West Telukjambe feels disadvantaged by the inconsistency of the developer in providing compensation that is not in line with the promise of the acquisition of land owned by the farmers. Until now, this case has not found a bright spot in resolving the conflict between the two parties even though some Indonesian agrarian alliances have appealed against injustice that happened to land ownership rights, even though the land has been used by developers with the construction of apartments and modern shopping centers. Based on that, conflict management and conflict resolution based interventions are needed to provide justice and fulfillment of the rights of farmers in the district West Telukjambe, Kab. Karawang. This form of intervention must have a positive impact on both parties in conflict to create a harmonious social life. 
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEREMPUAN RAWAN SOSIAL DAN EKONOMI Sarah Apriliandra; Ariq Akmal Suwandi; Rudi Saprudin Darwis
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v4i1.37538

Abstract

Pemberdayaan adalah suatu usaha atau upaya yang dilakukan untuk peningkatan kemampuan serta kapasitas yang dimiliki oleh masyarakat dengan cara memberikan dorongan, arahan, dan juga motivasi agar mereka tersadar dan tahu tentang apa yang mereka miliki sehingga berubah kearah yang lebih baik. Dalam pemberdayaan ini pula diperlukan seseorang yang nantinya akan melakukan tugas sebagai pendamping dalam melakukan pemberdayaan dan yang paling tepat adalah seorang Pekerja Sosial. Peran Pekerja Sosial sangat vital karena mereka yang berhadapan langsung dengan klien yang akan dibina yaitu Wanita Rawan Sosial Ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat bagaimana peranan yang dilakukan oleh pekerja sosial dalam pemberdayaan. Metode yang dipakai yaitu Studi Kepustakaan/Literatur dengan menggunakan Teknik analisis data model interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Wanita Rawan Sosial Ekonomi memiliki permasalahan pada kurangnya akses yang bisa didapatkan seperti pendidikan dan pelayanan yang berpengaruh terhadap kondisi ekonomi mereka sehingga mengakibatkan mereka menjadi miskin. Peran pekerja sosial melalui pemberdayaan akan cukup efektif karena pekerja sosial memiliki segala instrumen yang dibutuhkan dalam melakukan pemberdayaan yang nantinya akan membantu Wanita Rawan Sosial Ekonomi keluar dari permasalahan.
DAMPAK PENGEMBANGAN PARIWISATA PERDESAAN TERHADAP KEBERDAYAAN PEREMPUAN Rahmawati, Aulia; Darwis, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v14i1.55271

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor dengan perkembangan yang pesat dan memberikan dampak yang cukup baik bagi ekonomi. Pengembangan sektor pariwisata tidak hanya dilakukan di kota, tetapi juga di desa dengan dikembangkannya pariwisata perdesaan. Meskipun semakin berkembang, penelitian terkait dampak dari pariwisata perdesaan, terutama terhadap perempuan masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dampak pengembangan pariwisata perdesaan terhadap keberdayaan perempuan dengan fokus pada Desa Ciburial, Kabupaten Bandung, Indonesia. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik deskriptif. Perangkat desa, tokoh masyarakat, perempuan yang bekerja di sektor pariwisata, dan kelompok PKK dipilih sebagai informan secara purposive atau dengan pertimbangan tertentu. Hasilnya menunjukkan bahwa perkembangan pariwisata meningkatkan peluang usaha dan pendapatan bagi perempuan, meskipun manfaat ekonomi belum merata. Secara psikologis, perempuan merasa lebih percaya diri dan bangga terhadap potensi wisata daerahnya. Semangat bersosialisasi dan peningkatan kohesivitas sosial menunjukkan bagaimana perempuan berdaya secara sosial. Terlebih lagi, konflik eksternal justru memperkuat solidaritas perempuan. Meskipun perempuan memiliki hak dan kebebasan untuk mengemukakan ide, representasi mereka dalam pemerintahan masih minim, mengindikasikan keberdayaan politik yang belum optimal. Kemudian, teridentifikasinya empat isu gender yang menghambat keberdayaan perempuan menunjukkan bahwa pengembangan pariwisata perdesaan di Desa Ciburial belum bisa memberikan dampak yang optimal terhadap keberdayaan perempuan. Oleh karena itu, diperlukan program pelatihan yang disesuaikan dan keterlibatan perempuan dalam semua aspek pengembangan pariwisata. Tourism is one of the fastest-growing sectors and significantly impacts the economy. The development of the tourism sector is not only carried out in cities but also in villages through the development of rural tourism. Despite its growth, research on the impact of rural tourism, especially on women, remains limited. Therefore, this study aims to reveal the impact of rural tourism development on women's empowerment, focusing on Ciburial Village, Bandung Regency, Indonesia. A qualitative approach with descriptive techniques was used in this study. Village officials, community leaders, women working in the tourism sector, and PKK groups were selected as informants through purposive sampling. The results show that the development of tourism increases business opportunities and income for women, although economic benefits are not yet evenly distributed. Psychologically, women feel more confident and proud of their region's tourism potential. Increased social cohesion and enthusiasm for socializing indicate how women are socially empowered. Furthermore, external conflicts strengthen women's solidarity. Although women have the right and freedom to express their ideas, their representation in government remains minimal, indicating that political empowerment is not yet optimal. The identification of four gender issues hindering women's empowerment shows that rural tourism development in Ciburial Village has not yet fully optimized its impact on women's empowerment. Therefore, tailored training programs and the involvement of women in all aspects of tourism development are needed.
PERAN KELEMBAGAAN LOKAL DALAM MENGKOORDINASIKAN PENDAYAGUNAAN SUMBER DAYA PADA DESA WISATA Aliim, Tahrizi Fathul; Darwis, Rudi Saprudin
Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal
Publisher : University of Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v13i2.51198

Abstract

Beberapa tahun terakhir, pariwisata telah mendapat banyak perhatian sebagai wadah potensial untuk mencapai tujuan pembangunan. Sebagai salah satu negara dengan jumlah pulau yang sangat banyak, Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan ekonomi negara melalui bidang pariwisatanya. Melalui artikel ini, penulis akan membahas bagaimana kelembagaan lokal dapat menjadi sebuah awalan yang baik bagi suatu negara untuk mengembangkan perekonomiannya hingga menciptakan kesejahteraan sosial. Penulis menggunakan metodi studi literatur atau kajian pustaka sebagai metode penyusunan artikel. Penulis juga menggunakan 3 (tiga) teori: Community Development Theory, Community Based Tourism Theory, serta Social Capital Theory sebagai dasar elaborasi atas pemikiran-pemikiran yang akan dituliskan pada bagian pembahasan. Hasil dari kajian literatur yang penulis lakukan memperlihatkan bahwa kelembagaan lokal dalam sektor pariwisata memegang peranan yang besar. Kelembagaan lokal dapat meningkatkan partisipasi masyarakat di desa wisata, mengembangkan ekonomi lokal, serta membentuk sebuah pembangunan sosial yang berkelanjutan. Saran yang dapat diberikan oleh penulis yakni kelembagaan lokal dapat meningkatkan upayanya dengan bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur, mempromosikan praktik pariwisata ke kancah internasional, serta memperluas pendidikan pariwisata di sekolah menengah. Dengan itu, lembaga lokal dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi lokal dan menciptakan kesejahteraan sosial bagi masyarakat di desa wisata.
ANALISIS FENOMENA PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA BERDASARKAN TEORI SISTEM EKOLOGI Ramadhan, Dhiya Nabilah; Darwis, Rudi Saprudin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 6, No 2 (2023): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v6i2.52460

Abstract

Penyalahgunaan narkoba menjadi masalah sosial yang melibatkan berbagai kalangan di masyarakat termasuk remaja. Fenomena ini menimbulkan berbagai dampak yang buruk bukan hanya pada individu namun juga lingkungan sekitarnya. Kasus penyalahgunaan terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan perhatian dari berbagai elemen yang ada di masyarakat. Remaja memiliki rentang usia di mana mereka mencari identitas dan jati diri. Kondisi remaja di fase ini sangat mungkin dipengaruhi oleh hubungannya dengan lingkungan sekitar. Faktor teman atau kelompok sebaya, keluarga, pola asuh, bahkan situasi yang berubah melatarbelakangi remaja rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Penelitian ini akan mengkaji peristiwa penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja menggunakan teori sistem ekologi Bronfenbrenner (1979). Peneliti akan mencoba untuk menggambarkan dan memahami bagaimana faktor-faktor lingkungan berperan dalam penyalahgunaan narkoba pada remaja. Teori ini memandang individu sebagai bagian dari sistem ekologi yang melibatkan mikrosistem, mesosistem, eksosistem, makrosistem, dan kronosistem. Analisis meliputi pengaruh keluarga, teman sebaya, sekolah, media, dan faktor budaya terhadap keputusan remaja dalam penyalahgunaan narkoba. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pengaruh lingkungan terhadap penyalahgunaan narkoba, upaya pencegahan dan intervensi yang tepat dapat dirancang untuk membantu remaja tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Masalah ini bukan hanya masalah individu, tetapi juga mencerminkan hasil interaksi dalam lingkungan yang lebih luas sehingga memerlukan solusi yang holistik. Drug abuse is a social problem that involves various groups in society, including teenagers. This phenomenon causes various bad impacts not only on individuals but also on the surrounding environment. Cases of abuse continue to increase, so attention is needed from various elements in society. Teenagers have an age range where they are looking for identity and identity. The condition of adolescents in this phase is very likely to be influenced by their relationship with the surrounding environment. Factors such as friends or peer groups, family, parenting patterns, and even changing situations make teenagers vulnerable to drug abuse. This research will examine incidents of drug abuse carried out by teenagers using Bronfenbrenner's (1979) ecological systems theory. Researchers will try to describe and understand how environmental factors play a role in drug abuse in adolescents. This theory views individuals as part of an ecological system involving microsystems, mesosystems, exosystems, macrosystems and chronosystems. The analysis includes the influence of family, peers, school, media, and cultural factors on teenagers' decisions about drug abuse. With a deep understanding of the influence of the environment on drug abuse, appropriate prevention and intervention efforts can be designed to help teenagers not become victims of drug abuse. This problem is not just an individual problem, but also reflects the results of interactions in a wider environment so it requires a holistic solution.
PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS STAKEHOLDERS DI DAERAH PARIWISATA Aritonang, Johan Immanuel; Darwis, Rudi Saprudin; Santoso, Meilanny Budiarti
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 1 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Juli 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i1.55410

Abstract

Pengelolaan sampah di daerah pariwisata menjadi fokus penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Artikel ini mengkaji pengelolaan sampah berbasis stakeholders di daerah pariwisata dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepentingan dalam industri pariwisata. Konsep Pentahelix digunakan sebagai landasan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, masyarakat, dan media dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang efektif dan berkelanjutan. Melalui metode deskriptif kualitatif dan studi literatur, artikel ini menganalisis peran masing-masing pemangku kepentingan serta sistem pengelolaan sampah mandiri berbasis masyarakat dan pemanfaatan teknologi. Hasilnya menunjukkan perlunya kerjasama aktif dalam menerapkan pendekatan holistik dalam penanganan sampah pariwisata. Waste management in tourism areas is an important focus in maintaining environmental sustainability and community welfare. This article examines stakeholder-based waste management in tourism areas by involving various parties who have an interest in the tourism industry. The Pentahelix concept is used as the basis for collaboration between government, industry, academia, community, and media in creating an effective and sustainable waste management system. Through descriptive qualitative method and literature study, this article analyzes the role of each stakeholder as well as the community-based independent waste management system and technology utilization. The results show the need for active cooperation in implementing a holistic approach in handling tourism waste.
PENDAMPINGAN LEMBAGA LOKAL DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK UNTUK MENDUKUNG BUDIDAYA MAGGOT Darwis, Rudi Saprudin; Gutama, Arie Surya; Resnawaty, Risna
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i2.43284

Abstract

Pemanfaatan sampah organik yang berasal dari rumah tangga akan dapat mengurangi pencemaran Sungai Citarum. Kajian ini bertujuan menggambarkan upaya pengembangan tindakan kolektif masyarakat dalam pengelolaan sampah organik yang sekaligus juga mendukung upaya pengembangan budidaya maggot di Desa Rancamanyar. Metode yang digunakan dalam pengembangan tindakan kolektif adalah pendampingan terhadap karang taruna sebagai lembaga lokal yang mengembangkan potensi budidaya maggot dengan memanfaatkan sampah organik dari rumah warga masyarakat. Upaya pengelolaan sampah organik di Desa Rancamanyar oleh lembaga karang taruna sejalan dengan pengembangan budidaya maggot yang sedang dijalankannya. Pendampingan terhadap karang taruna dalam pengembangan tindakan kolektif melalui kegiatan penyuluhan dapat memberikan wawasan tentang pengelolaan sampah pada tingkat rumah tangga serta dukungannya terhadap upaya pengembangan budidaya maggot. Pemahaman yang dicapai melalui kegiatan penyuluhan perlu ditindaklanjuti dengan kesepakatan dan ketentuan pengurus RT/RW mengenai pengelolaan sampah tersebut agar sinergi dengan upaya dari karang taruna. Utilization of organic waste originating from households will be able to explain the pollution of the Citarum River. This study aims to describe efforts to develop community collective action in organic waste management which at the same time supports efforts to develop maggot cultivation in Rancamanyar Village, Baleendah District, Bandung Regency. The method used in developing collective action is assisting youth organizations as a local institution that develops the potential for maggot cultivation by utilizing organic waste from the homes of community members. Efforts to manage organic waste in Rancamanyar Village by the youth organization are in line with the development of maggot cultivation which it is currently carrying out. Assistance to youth organizations in developing collective action through extension activities can provide insight into waste management at the household level and support for efforts to develop maggot cultivation. The understanding achieved through outreach activities needs to be followed up with agreements and provisions of the RT/RW management regarding waste management so that it is in synergy with the efforts of youth organizations.
MEMBANGUN KARAKTER UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER Aliim, Tahrizi Fathul; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i1.53285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai proses penerapan implementasi pendidikan karakter di lingkungan dengan fokus pada dampaknya terhadap kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yang dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut terkait topik ini. Pertama, ditemukan bahwa kenakalan remaja dapat disebabkan oleh lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh. Faktor-faktor dalam lingkungan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat memengaruhi perilaku remaja. Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter di lingkungan menjadi krusial untuk membentuk nilai-nilai positif dan moral yang dapat menanggulangi kenakalan remaja. Kedua, teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner  memberikan gambaran yang komprehensif terhadap seluruh sistem dan interaksi yang ada dalam kehidupan remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami konteks ekologis remaja dalam merancang program pendidikan karakter yang efektif. Pendekatan ini memungkinkan penerapan pendidikan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan tempat remaja berada. Ketiga, temuan utama penelitian ini adalah bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan dalam sistem-sistem ekologi perkembangan, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek kehidupan remaja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas moral dan perilaku mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar pemikiran bagi pengembangan strategi dan program pendidikan karakter yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. This research aims to delve deeper into the process of implementing character education in the environment with a focus on its impact on adolescent delinquency. The method used in this study is a literature review with a descriptive qualitative approach. The findings of the research reveal several insights that can contribute to a better understanding of this topic. First, it is found that adolescent delinquency can be caused by the environment in which adolescents grow. Factors in the environment such as family, school, and society can influence adolescent behavior. Therefore, the implementation of character education in the environment is crucial in shaping positive values and morals that can address adolescent delinquency. Second, Bronfenbrenner's ecological development theory provides a comprehensive overview of the entire system and interactions in the lives of adolescents. This research highlights the importance of understanding the ecological context of adolescents in designing effective character education programs. This approach allows the implementation of character education that aligns with the needs and characteristics of the adolescent's environment. Third, the main finding of this research is that character education can be applied in developmental ecological systems, such as family, school, and society. By incorporating character values into every aspect of adolescent life, it is expected to enhance their moral quality and behavior. Thus, this research provides a conceptual basis for the development of more effective strategies and character education programs in addressing adolescent delinquency issues.
Co-Authors - Ishartono A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdillah, Fajrin Rizki Adi Fahrudin Aliim, Tahrizi Fathul Alimi, Rosma Amanda, Silva Anarta, Fikri Apep Risman, Apep Aprilia, Marwah Dwita Arie Surya Gutama Ariq Akmal Suwandi Aritonang, Johan Immanuel Ashari Utomo Putra, Ashari Utomo Aulia Rahmawati, Aulia Budi Muhammad Taftazani, Budi Muhammad Dessy Fitri Pratiwi, Dessy Fitri Edi Setiawan Emma Rachmawati Pratami, Emma Rachmawati Fadilla Rama Widapratama Fajar, Agustus Fildzah A’inun N, Fildzah A’inun Gofarana Wilar Gunawan, Budhi Hadi, Bambang Nur Hadiyanto A Rachim, Hadiyanto A Hadiyanto A. Rachim, Hadiyanto A. HERY WIBOWO Hery Wibowo Hery Wibowo, Hery Hetty Krisnani, Hetty Ishartono, - Isnajati, Louisiani Mansoni Lenny Meilany, Lenny M Fedryansyah, M Maulana Irfan, Maulana Meilanny Budiarti Santoso Meilanny Budiarti Santoso, Meilanny Budiarti Muhammad Sahrul Nanda Aidiel Senja, Nanda Aidiel Nandang Mulyana Nandang Mulyana, Nandang Nandi Sukri Nunung Nurwati Nur Rahmawati Sulistiyori Sulistiyorini, Nur Rahmawati Sulistiyori Nur Rahmawati Sulistiyorini, Nur Rahmawati Nurliana Cipta Apsari Nurseto, Hardian Eko Oktaviani Nindya Putri, Oktaviani Nindya Pratama, Yudhistira Anugerah PUTRI1, CADIKA INDRAWATI Rachmat Putro Ferdiawan Putro Ferdiawan Ramadhan, Dhiya Nabilah Ramdani, Jaka RENAWATI RENAWATI RENAWATI, RENAWATI Rendy H Pratama, Rendy H Risna Resnawaty, Risna Robi Andoyo Romayana Sari Lumbantoruan SABANA, SIDIK SANDI Sahadi Humaedi Salsabila Wahyu Hadianti, Salsabila Wahyu Santoso Tri Raharjo Saragih, Evangelina Putri Sarah Apriliandra Soekamto, Restu Widhi Sofia Zahara Soni Akhmad Nulhaqim Sri Sulastri Sri Sulastri Triani, Rini WIDAPRATAMA, FADILLA RAMA Zein, Bhre Kirana