Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KARAKTER UNTUK MENGATASI KENAKALAN REMAJA MELALUI PENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER Aliim, Tahrizi Fathul; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i1.53285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai proses penerapan implementasi pendidikan karakter di lingkungan dengan fokus pada dampaknya terhadap kenakalan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan yang dapat memberikan kontribusi pada pemahaman lebih lanjut terkait topik ini. Pertama, ditemukan bahwa kenakalan remaja dapat disebabkan oleh lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh. Faktor-faktor dalam lingkungan seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat memengaruhi perilaku remaja. Oleh karena itu, implementasi pendidikan karakter di lingkungan menjadi krusial untuk membentuk nilai-nilai positif dan moral yang dapat menanggulangi kenakalan remaja. Kedua, teori ekologi perkembangan Bronfenbrenner  memberikan gambaran yang komprehensif terhadap seluruh sistem dan interaksi yang ada dalam kehidupan remaja. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami konteks ekologis remaja dalam merancang program pendidikan karakter yang efektif. Pendekatan ini memungkinkan penerapan pendidikan karakter yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan tempat remaja berada. Ketiga, temuan utama penelitian ini adalah bahwa pendidikan karakter dapat diterapkan dalam sistem-sistem ekologi perkembangan, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan memasukkan nilai-nilai karakter dalam setiap aspek kehidupan remaja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas moral dan perilaku mereka. Dengan demikian, penelitian ini memberikan dasar pemikiran bagi pengembangan strategi dan program pendidikan karakter yang lebih efektif dalam mengatasi masalah kenakalan remaja. This research aims to delve deeper into the process of implementing character education in the environment with a focus on its impact on adolescent delinquency. The method used in this study is a literature review with a descriptive qualitative approach. The findings of the research reveal several insights that can contribute to a better understanding of this topic. First, it is found that adolescent delinquency can be caused by the environment in which adolescents grow. Factors in the environment such as family, school, and society can influence adolescent behavior. Therefore, the implementation of character education in the environment is crucial in shaping positive values and morals that can address adolescent delinquency. Second, Bronfenbrenner's ecological development theory provides a comprehensive overview of the entire system and interactions in the lives of adolescents. This research highlights the importance of understanding the ecological context of adolescents in designing effective character education programs. This approach allows the implementation of character education that aligns with the needs and characteristics of the adolescent's environment. Third, the main finding of this research is that character education can be applied in developmental ecological systems, such as family, school, and society. By incorporating character values into every aspect of adolescent life, it is expected to enhance their moral quality and behavior. Thus, this research provides a conceptual basis for the development of more effective strategies and character education programs in addressing adolescent delinquency issues.
Peran Pekerja Sosial dalam Permasalahan Pengungsi Korban Perang Abdillah, Fajrin Rizki; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkrk.v6i2.56950

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pekerja sosial dalam memenuhi hak-hak dasar, memberikan dukungan psikososial, dan mengadvokasi kebijakan bagi pengungsi Suriah di wilayah Eropa melalui studi literatur. Analisis mendalam dilakukan terhadap berbagai jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan studi kasus untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dalam pekerjaan sosial dengan pengungsi. Temuan penelitian menunjukkan pekerja sosial memainkan peran penting dalam menjamin bahwa pengungsi diberikan perlindungan, akses ke sumber daya dasar, dan bantuan dalam mengatasi trauma.Pekerja sosial juga berperan sebagai advokat dalam memperjuangkan hak-hak pengungsi dan mengubah kebijakan yang relevan. Kesimpulannya, pekerja sosial memiliki kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup pengungsi korban konflik bersenjata.
Human resources management in the children's social welfare institution darul ilmi, Depok city Sahrul, Muhammad; Nulhaqim, Soni Akhmad; Darwis, Rudi Saprudin; Fahrudin, Adi
Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 5 (2022): Fair Value: Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Departement Of Accounting, Indonesian Cooperative Institute, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/fairvalue.v5i5.2707

Abstract

In every organization, including human service organizations, the role of human resources becomes very important, because the running of the organization is largely determined by the existence of human resources as a driver in resource management and organizational activities that are realized to achieve organizational goals. This study aims to examine human resource management in the setting of a child social welfare institution which is part of a human service organization. This study uses a descriptive qualitative approach. Data were obtained from primary and secondary data, while data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews and documentation studies. Data analysis was carried out through the stages of data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The research location is at the Darul Ilmi Child Welfare Institution, Depok City, West Java Province. The results of the study indicate that human resources are very important in addition to other resources in child social welfare institutions because they involve management from planning to awarding staff or employees who are used as a unit in human resource management so that the realization of an effective and efficient organization can be achieved.
Adolescent Digital Literacy Behavior On The Internet In Fulfilling Social Functionality (An Exploratory Study: Participants In Kompas Gramedia National Journalism) Zein, Bhre Kirana; Darwis, Rudi Saprudin; Meilany, Lenny
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 6, No 3 (2022): JHSS (Journal of Humanities and Social Studies)
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v7i3.9304

Abstract

This study delves into the effects of Kompas Gramedia's digital literacy program, implemented through the Nationalism Journalism initiative, on the digital behavior and social functioning of teenagers in both offline and online contexts. Digital behavior encompasses actions and interactions in the digital realm, including online conduct, social media engagement, and technology utilization. Participants in the Nationalism Journalism program acquire significant digital literacy skills, empowering them to effectively fulfill their social roles, meet essential needs, and navigate challenges. Using an exploratory methodology, this research examines how Kompas Gramedia's digital literacy program influences the digital behaviors and social functioning of teenagers in both physical and online environments. The exploratory approach provides an initial, in-depth understanding of the research domain, identifies patterns, relationships, and potential phenomena, and assesses the extent to which digital literacy shapes both digital conduct and social functioning. The findings underscore the importance of nurturing digital literacy to enhance individual social functioning in the digital age, providing insights into constructive and ethical digital behaviors. The study's conclusions highlight the relevance of digital literacy in empowering individuals, especially teenagers, to make positive contributions to society, fulfill their basic needs, and engage wisely and ethically in both digital and physical settings.
PENTINGNYA PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI BAGIAN DARI PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA Anarta, Fikri; Darwis, Rudi Saprudin
Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial Vol 7, No 2 (2024): Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial Desember 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/focus.v7i2.59114

Abstract

Pengembangan desa wisata dengan pendekatan pariwisata berbasis masyarakat di Indonesia, perlu mempertimbangkan adanya peran partisipasi dari masyarakat sekitar. Dalam penelitian ini, difokuskan untuk memberikan gambaran pentingnya pendekatan pariwisata berbasis masyarakat, yang melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaannya Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan artikel ini melibatkan analisis literatur atau literature review.   Peneliti mencari literatur relevan, menyimpulkan, dan menyajikan data dalam artikel yang dibuat. Artikel ini membahas mengenai partisipasi masyarakat dalam pariwisata berbasis masyarakat serta manfaat yang didapatkan apabila dalam mengembangkan desa wisata dilakukan dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Artikel ini menegaskan bahwa dalam mengembangkan desa wisata juga menjadi penting untuk mengetahui mengenai partisipasi masyarakat karena mereka dapat membantu dalam pengembangan desa wisata dengan cara memberikan informasi tentang potensi wisata lokal, mempromosikan destinasi wisata, serta mengelola produk wisata Sehingga perlu ada upaya maksimal dari berbagai pihak dalam meningkatkan partisipasi agar berkembang menjadi desa mandiri. The development of tourist villages through a community-based tourism approach in Indonesia must consider the active participation of the local community. This study focuses on highlighting the significance of community-based tourism, which involves local communities in its implementation. This article employs a literature review approach, synthesizing relevant findings and presenting the data comprehensively. The article discusses the role of community participation in community-based tourism and the benefits gained when developing tourist villages by involving local communities. It emphasizes that understanding community participation is crucial for developing tourist villages, as local communities can contribute by providing information about local tourism potential, promoting destinations, and managing tourism products. Therefore, comprehensive efforts from various stakeholders are necessary to enhance participation, enabling the development of self-sustaining villages.
The Leadership Performance of Social Workers in Human Services Organizations: Competency Analysis of the Head of the Research and Program Development (RPD) Department of Rumah Zakat Bandung Aliim, Tahrizi Fathul; Nulhaqim, Soni Akhmad; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Manajemen Pelayanan Publik Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Manajemen Pelayanan Publik
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jmpp.v9i1.59255

Abstract

Leadership in human services organizations, such as Rumah Zakat Bandung, plays a crucial role in ensuring the effectiveness and sustainability of programs. Effective leadership includes the ability to motivate teams, manage resources, and adapt to ever-changing social and economic dynamics. This study, employing a qualitative approach with a case study design, explores the role of the Head of the Research and Program Development (RPD) Department in fostering a positive work environment and empowering team members as the primary implementers of programs. Using leadership frameworks (Healy, Covey, Senge, and Skidmore), the findings reveal that a leader's positive attitude and recognition of team contributions enhance motivation, engagement, and commitment to the organization’s mission. This results in improved individual and team performance, as well as better service quality for the community. Through close collaboration, effective communication, and ongoing capacity development, the Head of the RPD Department ensures that Rumah Zakat Bandung remains adaptive and efficient in addressing community needs while maintaining its reputation as a professional and trusted human services organization.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DAN PROGRAM INKLUSIF PEGAWAI DISABILITAS DI INDONESIA Saragih, Evangelina Putri; Darwis, Rudi Saprudin; Raharjo, Santoso Tri
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM) Vol 5, No 3 (2024): Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jppm.v5i3.46489

Abstract

Ketenagakerjaan penyandang disabilitas merupakan permasalahan sosial yang perlu diperhatikan pemerintah Indonesia. Dari total 16,5 juta penyandang disabilitas yang memasuki usia produktif kerja, hanya 7,6 juta yang bekerja berdasarkan Badan Pusat Statistik Indonesia di tahun 2022. Hanya 1,73% dari seluruh perusahaan di Indonesia yang merekrut tenaga kerja disabilitas per Desember 2022. Melalui perencanaan dan implementasi dari kebijakan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan, dapat tercipta tempat kerja inklusif bagi tenaga kerja dengan disabilitas. Menurut Kuznetsova (2018) terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan perusahaan dalam merencanakan tanggung jawab sosial yang inklusif bagi tenaga kerja disabilitas, yaitu aspek rekrutmen, akomodasi, dan retensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis praktik tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan perusahaan-perusahaan di Indonesia yang telah mempekerjakan pegawai disabilitas. Peneliti memakai metode penelitian kualitatif dalam pengumpulan data, yaitu studi literatur. Peneliti mengkaji penelitian-penelitian terdahulu mengenai tanggung jawab sosial perusahaan yang dilakukan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia yang memiliki kebijakan tanggung jawab sosial inklusif telah memperhatikan aspek rekrutmen serta akomodasi, tetapi belum dijalankan secara optimal. Employment of people with disabilities is a social issue that the Indonesian government needs to pay attention to. Of the total 16.5 million people with disabilities who are entering their productive working age, only 7.6 million are working according to the Indonesian Central Bureau of Statistics in 2022. Only 1.73% of all companies in Indonesia recruit workers with disabilities as of December 2022. Through planning and implementation of Corporate Social Responsibility policies, an inclusive workplace can be created for workers with disabilities. According to Kuznetsova (2018), there are three important things that companies need to pay attention to while planning an inclusive social responsibility for workers with disabilities, they are recruitment, accommodation and retention aspects. This research aims to analyze corporate social responsibility practiced by Indonesian companies that hired workers with disabilities. Researchers conducted a qualitative research method for data collection, which is a literature study. Researchers reviewed previous research regarding corporate social responsibility practice in Indonesia. The research results show that companies in Indonesia that have inclusive social responsibility policies have paid attention to aspects of recruitment and accommodation, but have not implemented them optimally.
Telaah Konsep Asset Bassed Comunity Development Bagi Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat Amanda, Silva; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 25, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tourism sector is one of the sectors that contributes the largest foreign exchange in Indonesia. To develop this, the Ministry of Tourism and Creative Economy continues to encourage the community-based tourism industry, with one of them developing a tourist village program. One way to realize the tourist village program in Indonesia is to use the Asset Based Community Development approach by emphasizing the use of potential assets owned by an area. The purpose of this research is to identify the potential or assets that exist in a village/region that can be developed into a tourist village by emphasizing community participation in the implementation process using the Asset Based Community Development approach. In addition, this program is also expected to improve the community's economy so that it is more prosperous and independent. The approach used in this research is a qualitative approach using concept review techniques to clarify, explore, and analyze key concepts found in the literature review. The author uses library materials as references and references for writing, sourced from scientific articles, books, and electronic newspapers that are considered relevant to the topic being studied. The results stated that five main capital/assets can be used in the tourism village development program, namely human, social, physical, financial, and environmental capital. In tourism village development activities, the community must first know what local assets or strengths are owned by the village and then can be developed to support the success of the program, such as the management of natural assets/environment, community, and local culture.
Penerapan community based tourism di desa wisata mengarah pada keberlanjutan lingkungan Alimi, Rosma; Darwis, Rudi Saprudin
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v4i2.20377

Abstract

Community Development merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Pembangunan berkelanjutan harus mampu memberikan solusi dalam hal memenuhi kebutuhan dasar manusia, mengintegrasikan pembangunan dengan perlindungan lingkungan, mencapai kesetaraan, memastikan penentuan nasib sendiri, keanekaragaman sosial dan budaya, dan memelihara integritas ekologi. Pembangunan berkelanjutan menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan melalui tiga pilar yang terdiri dari keberlanjutan ekonomi, keberlanjutan sosial, dan keberlanjutan lingkungan. Community Based Tourism (CBT) pada dasarnya merupakan upaya pengembangan suatu pariwisata melalui pemberdayaan masyarakat lokal dengan adanya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan, pengelolaan hingga keputusan dalam pembangunan pariwisata. Melalui desa wisata diharapkan dapat menumbuhkan pemerataan sesuai dengan konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan. Penelitian mengenai penerapan pariwisata berbasis masyarakat di desa wisata mengarah pada keberlanjutan lingkungan diteliti menggunakan metode Community Development dengan strategi Community Based Tourism (CBT) dan dianalisis menggunakan salah satu pilar pembangunan berkelanjutan yaitu keberlanjutan lingkungan. Untuk kriteria integritas ekosistem terdapat penanaman pohon dan pengelolaan sampah. Selanjutnya, kriteria daya dukung terdapat jarak dan posisi rumah yang kurang sesuai, adanya fasilitas yang nyaman dan terjadi eksploitasi hutan. Kemudian, kriteria kesadaran akan konservasi terdapat kegiatan sosialisasi dan lomba Pemanfaatan Pekarangan. Desa Gedepangrango merupakan salah satu desa di Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi yang telah dikembangkan menjadi desa wisata pada tahun 2019 oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Keberlanjutan lingkungan meliputi integritas ekosistem, daya dukung dan keanekaragaman hayati. Penerapan Community Based Tourism (CBT) di Desa Gedepangrango masih pada tahap cenderung mengarah pada pembangunan berkelanjutan jika pengembangan pariwisata terus ditingkatkan karena saat ini Desa Gedepangrango masih dalam tahap pengembangan dan pembangunan destinasi wisata yang dapat dikelola oleh Masyarakat.
PERANAN GREEN SOCIAL WORKERS PADA PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI WILAYAH PESISIR INDONESIA Ramdani, Jaka; Gunawan, Budhi; Darwis, Rudi Saprudin
EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial Vol. 11 No. 1 (2022): Empati Edisi Juni 2022
Publisher : Social Welfare Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/empati.v11i1.26424

Abstract

Abstract. Climate change currently threatens 60 percent of Indonesia's total population residing in coastal areas at risk of land inundation due to sea level rise. Based on IPCC predictions, the coastal area of Ujungalang Village, Cilacap Regency, Central Java Province, will be affected. Efforts to increase adaptation to the impacts of climate change through the Climate Village Program are an alternative to minimize impacts. Uniquely, the empowerment program refers to Green Social Work which involves multi-parties such as Green Social Workers, Professions or experts (transdisciplinary), communities, and partnerships. Therefore, through this research, the role of Green Social Work in the Climate Village Program can be explored with a case study in Ujungalang Village, Cilacap Regency. The role of Green Social Workers is presented using qualitative data sourced from primary and secondary data. The in-depth interview process, semi-participant observations, and literature studies obtained research findings that Green Social Workers in the Climate Village Program played roles as Co-producers, Dialogue agents, Lobbyists, Coordinators, Translators, Curriculum changers, Mobilisers, screenwriters, Protectors, Consciousness-raisers. Through the role carried out by Green Social Workers in the Climate Village Program, it shows the success of a sustainable program for the people of Ujungalang Village. Keywords: Climate Village, Green Social Workers, Role. Abstrak. Perubahan iklim saat ini mengancam 60 persen dari total penduduk Indonesia yang bertempat tinggal di wilayah pesisir risiko tergenangnya daratan akibat kenaikan muka air laut. Berdasarkan prediksi IPCC wilayah pesisir Desa Ujungalang Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah akan terkena dampaknya. Upaya peningkatan adaptasi dampak perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim menjadi alternatif meminimalisir dampak. Uniknya program pemberdayaan tersebut merujuk pada Green Social Work yang melibatkan multi pihak seperti Green Social Worker, Profesi atau ahli (transdisiplin), masyarakat, dan kemitraan. Oleh karenanya, melalui penelitian ini dapat tereksplorasi peranan Green Social Work pada Program Kampung Iklim dengan studi kasus di Desa Ujungalang Kabupaten Cilacap. Peranan Green Social Worker disajikan menggunakan data kualitatif yang bersumber dari data primer maupun sekunder. Proses wawancara mendalam, observasi semi partisipan, dan studi kepustakaan memperoleh temuan penelitian bahwa Green Social Worker di Program Kampung iklim berperan sebagai Co-producers, Dialogue agents, Lobbyists, Coordinator, Translators, Curriculum changers, Mobilisers, pembuat skenario, Protectors, Consciousness-raisers. Melalui peranan yang dilakukan oleh Green Social Worker di Program Kampung Iklim menunjukan keberhasilan program yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ujungalang. Kata kunci: Peranan, Green Social Workers, Kampung Iklim.