Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim terhadap pola pertumbuhan dan produktivitas tanaman gandum melalui metode studi literatur. Perubahan iklim, terutama peningkatan suhu, perubahan pola curah hujan, dan kejadian cuaca ekstrem, memberikan tekanan signifikan pada produksi gandum. Studi menunjukkan bahwa peningkatan suhu sebesar 1°C dapat mengurangi hasil panen gandum sebesar 6-10%, terutama di daerah tropis dan subtropis. Curah hujan yang tidak teratur menyebabkan periode kekeringan yang memperpanjang stres air pada tanaman, sedangkan curah hujan yang berlebihan dapat menyebabkan genangan air dan meningkatkan risiko penyakit tanaman. Kejadian cuaca ekstrem, seperti gelombang panas dan banjir, juga berdampak merugikan pada tanaman gandum. Untuk mengatasi tantangan ini, pengembangan varietas gandum tahan iklim, teknik pengelolaan air yang efisien, dan praktik pertanian konservasi menjadi sangat penting. Penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi teknologi dan praktik pertanian inovatif sangat diperlukan untuk mengurangi dampak negatif perubahan iklim dan menjaga ketahanan pangan global. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menemukan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi perubahan iklim di sektor pertanian.