Claim Missing Document
Check
Articles

Conceptual Understanding of Complex Analysis Number using Flipped Learning Fariz Setyawan; Siti Nur Rohmah
IndoMath: Indonesia Mathematics Education Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/indomath.v4i1.9368

Abstract

Flipped Learning is one of the alternatives of teaching and learning approach in mathematics classroom. The objective of this study is exploring students’ conceptual understanding about complex number using flipped learning with handout. The subject of the study are the students in 5th semester students of mathematics education department in 2019/2020. The study used qualitative approach to describe the implementation of flipped learning.There are 31,6% of 19 respondents give score very satisfied. This result then observed by using the test with all the students understand with the definition of complex numbers. Besides they can adapt their learning activity using flipped learning with complex analysis handout. As legibility aspect of the handout, there are 52,6% of the respondents gives score satisfied and 26,3% of the respondents are very satisfied. The score indicates that the flipped learning with handout helps students to understand about the complex number concepts.
Development of test instruments to measure high level thinking ability of two linear variable equations system Anggit Prabowo; Puspa Puspa; Fariz Setyawan
International Journal on Education Insight Vol. 1 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.137 KB) | DOI: 10.12928/ijei.v1i2.3540

Abstract

This study aims to develop a test instrument to measure the high-level thinking ability of the two-variable linear equation system material. This research is a Research and Development using the ADDIE development model consisting of steps of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The test subjects in this study were students of class VIII of SMP Negeri 3 Payung. The instruments used in this study were validation sheets and documentation. Data collection techniques through expert judgment and tests. This research has succeeded in developing a test instrument to measure the high-level thinking ability of two-variable linear equations system material. The test developed consists of 10 multiple choice items and 5 description items that have been declared valid by expert judgment. The trial results show from the difficulty index analysis of multiple-choice questions was obtained as much as 1 item in the easy category, 9 questions in the moderate category, the analysis of the difficulty index for the essay obtained by 2 items in the medium category, 3 questions in the difficult category. In the analysis of discriminant index of multiple-choice questions, there were 1 question in the bad category, 3 questions with enough categories, and 6 questions in the good category. In the analysis of the difference in power, 2 questions were categorized as bad, 1 question was categorized as sufficient, 2 questions were categorized as good. Based on the analysis of the function of the distractor, it was found that 1 question was not functioning properly, 9 questions were functioning properly. Finally, from the reliability analysis, it was obtained 0.73 for multiple choice questions and 0.716 for essay questions with high reliability interpretation.
Upaya Peningkatan Kemampuan Guru Matematika SMA dalam Memvisualisasikan Materi Ajar dengan Menggunakan Website DESMOS Naufal Ishartono; Yosep Dwi Kristanto; Fariz Setyawan
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang Pendidikan, Humaniora dan Agama
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.958 KB)

Abstract

Website DESMOS adalah graphing calculator yang dapat dioperasikan secara online dan dapat diakses oleh guru dan siswa secara gratis. Hal ini tentunya sangat cocok untuk memvisualisasikan objek-objek matematika yang bersifat abstrak secara cepat, akurat dan efisien. Khususnya pada topik matematika SMA yang memerlukan visualisasi grafik seperti persamaan garis lurus, fungsi kuadrat, program linear, dan lingkaran. Website ini dapat membantu guru dalam memvisualisasikan topik yang diajarkan kepada siswa sehingga pembelajaran bisa lebih bermakna. Akhirnya, kemahiran guru dalam pengoperasian website ini dapat diajarkan pula kepada para siswa dan mereka dapat menggunakan sendiri guna mengeksplorasi lebih jauh tentang topik matematika yang diajarkan. Oleh karena itu, keterampilan dalam pengoperasian website DESMOS dipandang perlu untuk dikuasai oleh guru-guru matematika SMA. Tujuan pelatihan ini adalah untuk melatih guru dalam menggunakan website DESMOS pada pembelajaran matematika bagi guru-guru SMA Negeri 8 Yogyakarta dimana sebanyak 5 guru mengikuti pelatihan ini. Adapun pelaksanaannya menggunakan model workshop dimana guru-guru diberikan suatu permasalahan matematika SMA, yang dalam hal ini adalah masalah fungsi trigonometri, pemrograman linear, dan lingkaran, lalu tutor memberikan demo tentang proses memvisualkannya menggunakan website desmos dan diikuti oleh peserta pelatihan. Berikutnya, peserta diberikan kasus lain sebagai latihan bagi peserta pelatihan untuk menyelesaikannya dengan menggunakan website Desmos. Adapun hasil dari pelatihan ini adalah semua peserta pelatihan yaitu guru-guru matematika SMAN 8 Yogyakarta memberikan respon positif terhadap pelatihan tersebut dan semuanya setuju untuk mengoptimalkan website Desmos dalam pembelajaran di kelas.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2019/2020 Fariz Setyawan; Muna Nadiyah Firdaus
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 23 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v23i1.6044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika ditinjau dari kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Perbandingan. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Subjek Penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Subjek dari penelitian ini terdiri dari 3 siswa kelas VII F SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta yang memiliki kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah adalah observasi, angket, tes, dan wawancara. Data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemandirian belajar tinggi memenuhi semua tahap berpikir kritis yaitu clarification, assessment, inference, dan strategy/tactic, siswa dengan kemandirian belajar sedang memenuhi dua tahap berpikir kritis yaitu tahap clarification dan inference, dan siswa dengan kemandirian belajar rendah hanya memenuhi satu tahap berpikir kritis yaitu clarification. Faktor yang mempengaruhi proses berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah yaitu: (1) siswa tidak terbiasa mengerjakan soal-soal kontektual yang memerlukan kemampuan berpikir kritis, (2) siswa cenderung hanya menggunakan satu cara yang diajarkan guru, (3) strategi dan metode belajar yang digunakan siswa. Kata kunci :   kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, perbandingan
Implementasi Self Regulated Flipped Classroom pada Mata Kuliah Kalkulus Fariz Setyawan; Afit Istiandaru
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas IVET

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.402 KB) | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.699

Abstract

Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan sejauh mana pendekatan SRFC mampu membuat mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) belajar mandiri. Paradigma baru yang berkembang di perguruan tinggi menuntut pembelajaran harus mampu memandirikan mahasiswa dalam belajar (self regulated learning). Pendekatan pembelajaran yang secara teori berpotensi mampu memfasilitasi belajar mandiri adalah pendekatan SRFC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bedasarkan hasil penelitian, penulis berharap pendekatan Self Regulated Flipped Classroom (SRFC) tidak hanya diterapkan pada mata kuliah Kalkulus diferensial saja melainkan dapat menjadi rujukan pada mata kuliah lain. Adapun pelaksanaan SRFC dari sisi kognitif masih memiliki kekurangan dimana mahasiswa belum terlibat aktif dalam melakukan refleksi berpikir selama pembelajaran, namun mahasiswa lebih terlibat aktif dalam sisi intepretasi. Selain itu, motivasi dan perilaku mahasiswa cenderung positif selama menggunakan pendekatan pembelajaran SRFC. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari pengajar dan teman sejawat serta interaksi selama pembelajaran berlangsung. Kata kunci: kalkulus, SRFC, kemandirian belajar. ABSTRACT This research aims to describe the SRFC approach through self regulated indicators and the result of the study of college students in Universitas Ahmad Dahlan. The new paradigm related to Higher Level Education strive for students whom can independently get their own knowledge. SRFC has a potential method to make the students study independently. This research is using qualitative descriptive approach. Based on the result, the author recommend to used SRFC approach not only implemented in Calculus Diferential course but also the other subject. As far as the SRFC activities, cognitive domain hasn’t actively contributed in teaching and learning process because the students havent involve their reflection in learning the subject. However, their intepretation of the subject is actively involved better. In addition, the motivation and the attitude of the students is positive in using SRFC approach. It is because there are support from the teacher and their collegaues and their interaction while they were studying. Keywords: calculus, self-regulated learning, mastery learning.
Differentiated Learning through the Discovery Model and Gallery Walk to Accommodate Students' Learning Needs: A Needs Analysis Himawan, Nur Arviyanto; Setyawan, Fariz; Istiandaru, Afit; Kardono, Kardono
PILLAR OF PHYSICS EDUCATION Vol 17, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/16191171074

Abstract

Meeting students' needs based on their characteristics is crucial to ensure they can learn comfortably and optimally. The objective of this research is to formulate learning plans that align with students' characteristics. This study adopts a descriptive qualitative approach, encompassing case studies and literature reviews. The research was conducted at Public Senior High School of Godean 1, with the subjects being 36 students from the 11th Science 3 class. Observation sheets and questionnaires were employed as instruments to identify students' characteristics, guided by the theory of differentiated learning. The analysis techniques involved data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. Observation results indicate that the learning process has not effectively addressed students' Zone of Proximal Development (ZPD) and learning modalities. The majority of students operate at the potential level, with visual, kinesthetic, and audio modalities being the dominant ones in that order. A literature review on learning design suggests that differentiated learning, particularly through methods such as discovery learning and gallery walks, can serve as alternatives to meet these diverse learning needs.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PESERTA DIDIK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SMA NEGERI 14 AMBON Salenussa, Meilisa; Setyawan, Fariz; ., Sugiyem
Sora Journal of Mathematics Education Vol 3 No 1 (2022): Sora Journal of Mathematics Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika (Kampus Kab. Maluku Barat Daya) Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.687 KB) | DOI: 10.30598/sora.3.1.34-42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIPA2 SMA Negeri 14 Ambon Tahun Pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 20 orang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Langkah-langkah setiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif komparatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika. Hal ini terlihat dari hasil analisis data tes awal, kemampuan memahami masalah peserta didik mencapai 69.16%, kemampuan merencanakan penyelesaian masalah mencapai 59,44%, kemampuan melaksanakan penyelesaian masalah mencapai 47,22% dan kemampuan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah mencapai 41,16%. Peserta didik belum dinyatakan tuntas untuk setiap indikator kemampuan pemecahan masalah karena belum memenuhi kriteria ketuntasan yaitu dan secara klasikal juga tidak memenuhi kriteria ketuntasan yaitu , karena hanya terdapat 8 dari 20 peserta didik (40%) yang dinyatakan tuntas, sehingga diberikan tindakan pada siklus I dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Setelah diberikan tindakan pada siklus I kemampuan memahami masalah peserta didik meningkat mencapai 84.16%, kemampuan merencanakan penyelesaian masalah mencapai 77,22%, kemampuan melaksanakan penyelesaian masalah 71,11% dan kemampuan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah mencapai 65,00%. Pada siklus I indikator memahami masalah, merencanakan penyelesaian masalah, melakukan penyelesaian masalah telah mencapai ketuntasan, namun indikator memeriksa kembali belum memenuhi kriteria ketuntasan. Peserta didik yang tuntas secara klasikal pada siklus I adalah 13 dari 20 peserta didik atau 65%, namun belum mencapai kriteria ketuntasan klasikal sehingga pembelajaran dilanjutkan pada siklus II. Hasil analisis data setelah diberi tindakan pada siklus II menunjukan peningkatan pada setiap indikator kemampuan pemecahan masalah yaitu pada tingkat kemampuan memahami masalah 91,66%, kemampuan merencanakan penyelesaian masalah 86,66%, kemampuan melaksanakan penyelesaian masalah 80,55% dan kemampuan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah 74,16%. Hal ini menunjukan bahwa pada siklus II keempat indikator pemecahan masalah telah memenuhi kriteria ketuntasan yaitu dan sebanyak 18 peserta didik atau 90% telah tuntas dan mencapai kriteria ketuntasan klasikal sehingga pemberian tindakan berhenti pada siklus II.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share terhadap Hasil Belajar Persamaan Diferensial Sumargiyani, S; Setyawan, Fariz
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2018: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.916 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar persamaan diferensial mahasiswa yang menggunakan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) dengan model pembelajaran konvensional dan untuk mengetahui model manakah yang lebih efektif antara model pembelajaran TPS dan model pembelajaran konvensional terhadap hasil belajar persamaan diferensial pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Tahun Akademik (TA) 2017/2018.Populasi dalam penelitian sebanyak 90 mahasiswa dari kelas A dan kelas D. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling yang diperoleh kelas A sebagai kelas eksperimen dan kelas D sebagai kelas sampel. Untuk uji prasyarat dilakukan dengan uji normalitas dan uji homogeitas. Metode pengambilan data dilakukan dengan tes. Analisis data menggunakan uji t dua pihak dan uji t satu pihak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil belajar persamaan diferensial antara yang mengunakan model pembelajaran konvensional dan model pembelajaran TPS terhadap hasil belajar persamaan diferensial mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UAD TA 2017/2018, ditunjukkan dengan uji t dua pihak diperoleh thitung(2,04)> t tabel(1,97). Penggunaan model pembelajaran TPS lebih efektif daripada model pembelajaran konvesional terhadap hasil belajar persamaan diferensial pada mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UAD TA 2017/2018, ditunjukkan dengan uji t satu pihak diperoleh t hitung (2,04)> t tabel(1,66).
Developing complex analysis textbook to enhance students’ critical thinking Setyawan, Fariz; Prasetyo, Puguh Wahyu; Nurnugroho, Burhanudin Arif
JRAMathEdu (Journal of Research and Advances in Mathematics Education) Volume 5 Issue 1 February 2020
Publisher : Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah dan Buku Ajar, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jramathedu.v5i1.8741

Abstract

Critical thinking skill was needed since problems in daily life required a solution. To solve the problems, the students collect the data as a consideration in making the right decision. Moreover, the students also need good critical thinking skills. To develop a good critical thinking skill, the researcher develops a textbook of Complex Analysis and Application, especially in complex numbers. In this research, a qualitative investigation was carried out in the development of the textbook. This textbook supports the mathematics education students of Universitas Ahmad Dahlan in learning complex analysis course. Researchers did a walkthrough to the expert in assessing the content and construct to validate the textbook. The development model used by researchers is a 4 D model. A 4-D model used in this study is consists of defining, designing, developing, and disseminating. In defining, the researcher adequate materials related to the complex numbers such as the rational number and real number and its properties in addition and multiplication. In designing, some explanation in the textbook is followed by Why and How questions. Open questions are used to stimulate the students’ critical thinking. Based on the walkthrough result, some notation in the textbook, especially mathematics symbols, must be revised using a proper mathematics equation. In addition, some concept should be clearly defined such as z‐¹ = 1/z where the value of z ≠ 0. As a result of the validity construct, the explanation given in the textbook used a step-by step exercise. In disseminating, the students can easily access the textbook and answer the questions using their reasoning. The textbook is valid and readable.
Development of E-Worksheet with Guided Discovery for Slow Learners Poniyati, Poniyati; Andriyani, Andriyani; Setyawan, Fariz
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 8 No. 1, March 2024
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/ijeme.v8i1.29587

Abstract

Inclusive education was advocated as an education service system where students with special needs were required to study in nearby schools, participating in regular classes alongside their peers. Slow learner students were thus allowed to study at regular schools and were provided with the same learning materials as other regular students, based on the existing curriculum content. One of the materials studied was SPLDV material. SPLDV was identified as one of the materials that proved difficult for slow learners to understand and learn. This was because SPLDV material discussed contextual problems in their solutions, requiring understanding, logical reasoning, and coherent steps for solving. Consequently, solving SPLDV contextual problems required critical thinking skills. The study aimed to produce E-Worksheet based on Guided Discovery Learning that was valid and practical for improving slow learner students' critical thinking skills in SPLDV material. The research followed the ADDIE development stage (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) and focused on grade VIII slow learner students at SMP Muhammadiyah 1 Pundong. Instruments included material expert validation sheet instruments, media expert validation sheet instruments, and student response questionnaires. Validation scores met "good" criteria, indicating validity and practicality for student and teacher use