Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kajian Ekonomis pada Penambangan Pasir CV Barokah Laksana Jaya di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat Muhammad Daffa Naufaldy; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i1.7014

Abstract

Abstract. CV Barokah Laksana Jaya is a company engaged in the sandstone mining sector which is located in Leles District, Garut Regency, West Java Province. This research was conducted because the company needed an economic analysis study to obtain profit value and economic feasibility, so that it could proceed to the feasibility study stage and obtain a Production Operation Mining Business Permit. Economic analysis in this study is used to obtain the value of investment capital and production costs, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) and sensitivity analysis. Economic studies are expected to be able to see the feasibility of an investment that can be used in the form of net profit in the future NPV, IRR, PBP. The data collection technique used uses primary data and secondary data which are then processed using the Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) method to obtain NPV, IRR and PBP values. The economic study will be compared with the economic feasibility to get the final result in the form of the economic feasibility of the company. After obtaining the economic feasibility results, a sensitivity analysis is carried out based on the increase in production costs and the decrease in selling prices. The research results were obtained based on the economic studies studied, namely obtaining an NPV of IDR 4,785,181,088 and obtaining a minimum IRR value of 10.35% through the calculation of the Weighted Average Cost of Capital (WACC) and a maximum IRR value of 27.30%. The time to get a return on capital or PBP value is 4.42 years or 4 years and 3 months. Sensitivity analysis was carried out by looking at the parameters of increasing production costs and decreasing selling prices. The results of the sensitivity analysis showed that the maximum increase in production costs was 16%, so the company would suffer a loss. Meanwhile, a decrease in the selling price of 6% will make the company suffer a loss. The results of the comparison of the sensitivity analysis show that the selling price value factor has decreased, which will have a large effect on the profits obtained compared to the increased production costs. Abstrak. CV Barokah Laksana Jaya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan batupasir yang terletak di Kecamatan Leles, Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dikarenakan perusahaan tersebut memerlukan kajian analisis ekonomi untuk mendapatkan nilai keuntungan dan kelayakan ekonomi, sehingga dapat melanjutkan ke tahap studi kelayakan dan mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi. Analisis ekonomi pada penelitian ini digunakan untuk mendapatkan nilai modal investasi dan biaya produksi, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan analisis sensitivitas. Kajian ekonomi diharapkan mampu melihat kelayakan investasi yang dapat digunakan dalam bentuk keuntungan bersih di masa yang akan datang dalam bentuk NPV, IRR, serta PBP. Teknik pengambilan data yang digunakan menggunakan data primer dan data sekunder yang kemudian diolah dengan metode Discounted Cash Flow Rate of Return (DCFROR) untuk mendapatkan nilai NPV, IRR dan PBP. Kajian ekonomi tersebut akan dikomparasikan dengan kelayakan ekonomi untuk mendapatkan hasil akhir berupa kelayakan ekonomi tambang pada perusahaan tersebut. Setelah mendapatkan hasil kelayakan ekonomi kemudian melakukan analisis sensitivitas berdasarkan kenaikan biaya produksi serta penurunan harga jual. Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan kajian ekonomi yang diteliti yaitu didapakan NPV sebesar Rp 4.785.181.088,- serta mendapatkan nilai IRR minimum sebesar 10,35% melalui perhitungan Weighted Average Cost of Capital (WACC) serta nilai IRR maksimum sebesar 27,30%. Waktu untuk mendapatkan pengembalian modal atau nilai PBP selama 4,42 tahun atau 4 tahun 3 bulan. Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat parameter kenaikan biaya produksi dan penurunan harga jual. Hasil analisis sensitivitas didapatkan kenaikan biaya produksi maksimum yaitu sebesar 16%, maka perusahaan akan mendapatkan kerugian. Sedangkan penurunan harga jual sebesar 6%, akan membuat perusahaan mendapatkan kerugian. Hasil perbandingan Analisis sensitivitas didapatkan faktor nilai harga penjualan mengalami penurunan akan berpengaruh besar terhadap keuntungan yang didapatkan dibandingkan dengan biaya produksi yang meningkat.
KAJIAN PENYEDIAAN AIR BERSIH ALTERNATIF MELALUI PEMANENAN AIR HUJAN DI KAWASAN INDUSTRI CITATAH Eka Adhitya Kurniawan; Rully Nurhasan Ramadani; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Inovasi Pertambangan dan Lingkungan
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jipl.v3i1.31844

Abstract

Kebutuhan akan air pada era adaptasi kebiasaan baru setelah pandemic covid 19 semakin bertambah. Hal ini meningkatkan permasalahan kelangkaan air yang menjadi tantangan khususnya bagi masyarakat di daerah karst. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan desain pemanenan air hujan yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Pemanenan air hujan adalah strategi dalam rangka memberikan solusi alternatif pada daerah yang menghadapi tantangan terkait pemenuhan air bersih. Kebutuhan air per orang per hari adalah 7L mengacu pada ketentuan dari World Health Organization (WHO). Data yang digunakan adalah data harian curah hujan satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) periode Januari 2003 hingga Desember 2019. Pemilihan data satelit didasarkan pada pertimbangan kontinuitas data dan telah dikorelasikan dengan nilai curah hujan pengamatan dari pos hujan Stasiun Geofisika Bandung. Metode yang digunakan untuk analisis volume tampungan air hujan optimal merupakan modifikasi dari sistem operasi waduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa sistem pemanenan air hujan pada daerah penelitian dapat digunakan sebagai alternatif sumber air bersih dengan indeks keandalan 80%. Desain tampungan yang paling optimal untuk diusulkan yaitu model 2 buah tampungan dengan kapasitas masing-masing sebesar 20 m3.
Pengaruh Geometri Jalan terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Penambangan Batubara PT Duta Tambang Rekayasa di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara Muhammad Alif Adityantono; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.8703

Abstract

Abstract. Mining activities are carried out using an open pit mining system using a strip mining system. In overburden stripping, mechanical devices such as Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G and Dumptruck Scania P380CB are used as conveyance tools. . The use of diesel as a fuel has a significant effect on mining operational costs. There are several factors that can affect the use of fuel in mechanical devices, one of which is the road geometry. Therefore the productivity of the hauling equipment is carried out with more efficient fuel consumption. In increasing the productivity of hauling equipment with more efficient fuel consumption, several studies were carried out on several parameters, namely road slope, straight road width, bend radius, Superelevation, Cross Slope, Fuel Ratio, and Fuel Cost. The results of the study were then evaluated based on the AASHTO theory with the standard setting for the maximum road slope of 12% and Ministerial Decree No. 1827/K/30/MEM/2018. Based on the results of observations and calculations on field activities, the actual production of the means of conveyance is 344.06 BCM/hour with an average fuel consumption of 13.82 liters/hour. The actual Fuel Ratio value in research activities for transportation equipment is 0.20 liters/BCM, and the Fuel Cost is Rp. 60,067,335 / month/tool. After a study on road geometry, the productivity value increased to 440.42 BCM/hour with a Fuel Ratio of 0.15 liters/BCM, and the Fuel Cost became Rp. 47,044,368 / month/tool, so after repairs the cost decreased by Rp. 13,022,949 / month/tool. Improvements in road conditions affect production, fuel consumption, Fuel Ratio, and Fuel Cost to reduce operational costs in mining. Abstrak. Kegiatan penambangan dilakukan dengan sistem penambangan terbuka. Dalam pengupasan overburden digunakan alat mekanis seperti alat gali-muat Backhoe Hitachi ZX870LCH-5G dan Dumptruck Scania P380CB sebagai alat angkut. Penggunaan solar sebagai bahan bakar memberikan pengaruh biaya operasional penambangan yang cukup besar. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penggunaan bahan bakar pada alat mekanis, diantaranya kondisi geometri jalan. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Dalam meningkatkan produktivitas alat angkut dengan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien, dilakukan beberapa kajian terhadap beberapa parameter yaitu kemiringan jalan, lebar jalan lurus, lebar jalan tikungan, jari–jari tikungan, Superelevasi, Cross Slope, Fuel Ratio, Fuel Cost. Hasil dari kajian tersebut kemudian di evaluasi berdasarkan teori AASHTO dengan ketetapan standar kemiringan jalan maksimal yaitu 12% dan Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan pada kegiatan lapangan, produksi alat angkut aktual adalah 344,06 BCM/jam dengan ratarata konsumsi bahan bakar alat 13,82 liter/jam. Nilai Fuel Ratio secara aktual pada kegiatan penelitian untuk alat angkut adalah 0,20 liter/BCM, serta Fuel Cost sebesar Rp. 60.067.335 /bulan/alat. Setelah dilakukan kajian pada geometri jalan, nilai produktivitas naik menjadi 440,42 BCM/jam dengan Fuel Ratio 0,15 liter/BCM, serta Fuel Cost menjadi Rp. 47.044.368 /bulan/alat, sehingga setelah perbaikan mengalami penurunan biaya sebesar Rp. 13.022.949 /bulan/alat. Perbaikan pada kondisi jalan berpengaruh terhadap produksi, konsumsi bahan bakar, Fuel Ratio, dan Fuel Cost sehingga dapat mengurangi biaya operasional pada penambangan.
Kajian Kelayakan Ekonomi pada Kegiatan Hauling Tambang Tanah Liat PT Indocement Tunggal Prakarsa TBK Blok Pabuaran di Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat Syaefan Abdillah Gunawan; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Bandung Conference Series: Mining Engineering Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Mining Engineering
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsme.v3i2.9308

Abstract

Abstract. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk is a company engaged in cement manufacturing. One of the cement's raw materials is clay, and PT Indocement will establish a new clay mining block located in Pabuaran Village, Sukamakmur District, Bogor Regency. Therefore, an economic feasibility study is required to plan the necessary production costs to address the hauling activities. The objective of this research is to determine production costs, investment costs, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP), and sensitivity analysis. The research methodology is divided into three stages: the data collection process, which involves both primary and secondary data obtained from the company's Feasibility Study (FS) documents and several published journals. The gathered data is used to calculate operational costs, production costs, investment costs, cash flow, and to obtain NPV, IRR, PBP, and sensitivity analysis values. In the final stage, the data analysis is conducted based on NPV, IRR, and PBP values. The research findings indicate that the total required capital for the project is Rp 3,805,761,584, with fixed capital of Rp 2,083,647,427, and working capital of Rp 1,722,114,157. Based on the cash flow analysis, the obtained IRR value is 23.7%, exceeding the minimum IRR threshold of 11.9%. The NPV value for a 10-year mine life results in a profit of Rp 3,072,732,250, with a payback period of 4 years and 11 months. Abstrak. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan semen. Salah satu bahan campuran semen adalah tanah liat dan PT Indocement akan membuat blok penambangan tanah liat baru yang berlokasi di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, sehingga diperlukan pengkajian kelayakan ekonomi untuk merencakan biaya produksi yang diperlukan dalam memecahkan permasalahan kegiatan hauling yang akan dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui biaya produksi, biaya investasi, nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PBP) dan analisis sensitivitas. Metode penelitian yang dilakukan terbagi menjadi 3 tahapan, yaitu proses pengambilan data yang terdiri dari data primer dan data sekunder yang berasal dari dokumen Feasibility Study (FS) perusahaan dan dari beberapa jurnal yang telah dipublikasi. Data yang telah dikumpulkan untuk memperhitungan biaya operasional, biaya produksi, biaya investasi, aliran kas dan didapatkan nilai NPV, IRR, PBP dan Analisis sensitivitas. Tahapan terakhir yaitu proses analisis data hasil pengolahan berdasarkan pada nilai NPV, IRR, dan PBP. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa modal keseluruhan yang diperlukan sebesar Rp 3.805.761.584 dengan rincian modal tetap sebesar Rp 2.083.647.427 dan modal kerja sebesar Rp 1.722.114.157. Berdasarkan aliran kas maka nilai IRR yang didapat sebesar 23,7% dan sudah melebihi nilai IRR minimum sebesar 11,9%. Nilai NPV yang didapat untuk umur tambang 10 tahun didapatkan keuntungan sebesar Rp 3.072.732.250 dengan periode balik modal selama 4 tahun 11 bulan
Pengujian Akuifer Sumur Produksi untuk Memenuhi Kebutuhan Pabrik Pengolahan Zircon Muhammad Abizard Rizki; Yunus Ashari; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.993

Abstract

Abstract. PT. X is a company engaged in the processing of zircon mining materials. In the processing process, it uses a water supply that only comes from groundwater. Groundwater sources at PT. X come from three drilled wells and each well is tested to determine the characteristics of the aquifer and the optimum discharge value. The research was conducted using the method pumping test, Pumping The test is divided into three stages, namely step drawdown test, constant rate test and recovery test. In the stages, the drawdown test and constant rate test groundwater level reduction value is obtained with a certain discharge, while the recovery test obtains the groundwater level recovery value. The results of the pumping test get the optimum discharge value from each well which is 10.6 lt/s for SB-01, 6.2 lt/s for SB-02, and 10.6 lt/s for SB-03, pumping with the optimum discharge into the safe category based on the regional regulation on groundwater damage criteria, West Java Provincial Regulation Number 1 of 2017 concerning the criteria for groundwater damage. Abstrak. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan bahan tambang zircon. dalam proses pengolahannya menggunakan pasokan air yang hanya berasal dari airtanah. Sumber airtanah di PT. X berasal dari tiga sumur bor dan masing-masing sumur tersebut di uji untuk mengetahui bagaimana karakteristik akuifer dan nilai debit optimum. Penelitian dilakukan dengan metode pumping test, Pumping test terbagi menjadi tiga tahap yaitu step drawdown test, constant rate test dan recovery test. Pada tahapan drawdown test dan constant rate test mendapatkan nilai penurunan muka air tanah dengan debit tertentu, sedangkan recovery test mendapatkan nilai pemulihan muka air tanah. Hasil dari pumping test mendapatkan nilai debit optimum dari masingmasing sumur yaitu sebesar 10,6 lt/det untuk SB-01, 6,2 lt/det untuk SB- 02, dan 10,6 lt/det untuk SB-03, pemompaan dengan debit optimum masuk kedalam kategori aman berdasarkan perda kriteria kerusakan muka airtanah Perda Provinsi Jawa Barat nomor 1 tahun 2017 tentang kriteria kerusakan muka airtanah.
Analisis Hubungan Kerapatan Kekar dengan Tingkat Getaran Tanah Hasil Peledakan Muhammad Sundayana; Yuliadi; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1411

Abstract

Abstract. With the characteristics of hard rock, demolition method by blasting will be the most effective way to do it. If the vibration exceeds the specified threshold, it can cause damage to the infrastructure in the area around the blasting, given the location of the blasting is close to residential areas. This shows the importance of monitoring the ground vibrations resulting from blasting activities so that they remain safe and do not damage the environment. The primary data taken for the research were the observation distance to the detonation point, the explosive charge, the number of blast holes, the level of blasting vibrations, identification of joint structures using the scanline method. Parameters that affect the level of ground vibration resulting from blasting can be known by linear regression analysis and power regression. Calculating predicted ground vibrations using the Langefors & Kielstorm equation, calculating the estimated maximum explosive charge using the USBM equation, and for the relationship between joint density and ground vibration level using the joint frequency and PVS relationships. The resulting predictive data shows that the PVS model resulting from the power regression prediction has a value that is very close to the actual PVS value with 94% confidence. For recommendations for the maximum explosive charge that can still be used at a distance of 250m is 47.47 kg. From the analysis of the relationship between vibration and joint density on the slopes, the relationship level is very strong. Abstrak. Dengan karakteristik batuan yang keras, metode pembongkaran dengan peledakan akan menjadi yang paling efektif untuk dilakukan. Apabila getaran melampaui ambang batas yang ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang berada di daerah sekitar peledakan, mengingat lokasi peledakan yang dekat dengan pemukiman warga. Hal tersebut menunjukan pentingnya suatu pengawasan terhadap getaran tanah dari hasil kegiatan peledakan yang dilakukan agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan. Data primer yang diambil untuk penelitian yaitu jarak pengamatan ke titik peledakan, muatan bahan peledak, jumlah lubang ledak, tingkat getaran peledakan, identifikasi struktur kekar menggunakan metode scanline. Parameter yang berpengaruh terhadap tingkat getaran tanah hasil peledakan dapat diketahui dengan analisis regresi linier dan regresi power. Menghitung prediksi getaran tanah menggunakan persamaan Langefors & Kielstorm, menghitung estimasi muatan bahan peledak maksimum menggunakan persamaan USBM, dan untuk hubungan kerapatan kekar dengan tingkat getaran tanah menggunakan hubungan frekuensi kekar dan PVS. Data prediksi yang dihasilkan didapatkan bahwa model PVS hasil prediksi regresi power memiliki nilai yang sangat mendekati dengan nilai PVS aktual dengan keyakinan 94%. Untuk rekomendasi muatan bahan peledak maksimum yang masih dapat digunakan dengan jarak 250m adalah sebesar 47,47 kg. Dari analisis hubungan getaran dengan kerapatan kekar pada lereng mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat.
Pengaruh Penambahan Fly Ash Batubara terhadap Parameter Geomekanik Tanah Randa Rahmattullah Ginara; Iswandaru; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i2.2847

Abstract

Abstract. Soil is the result of the natural accumulation of organic and inorganic materials in the Earth's crust. The crucial strength of soil lies in its ability to support the load above and prevent subsidence. Over time, soil strength diminishes, impacting its stability. Direct Shear Tests are employed to measure soil strength. This research focuses on enhancing soil strength by incorporating fly ash as an additive material. The study involves literature review, sample collection, and laboratory tests to monitor changes in the physical and mechanical properties of clayey soil with the addition of fly ash. The results indicate that the clayey soil falls into the category of low plasticity clay, with Atterberg limits revealing a liquid limit of 40.20% and a plastic limit of 17.39%. In density tests with fly ash percentages ranging from 5% to 15%, the 11% mixture achieves the highest density at 1.150 g/cm3. Mechanical properties, such as cohesion (c) and internal friction angle (Ф), are measured at 15.2 KPa and 15.220, respectively. The findings of this research offer insights into the use of fly ash to improve soil strength, with the 11% mixture emerging as the optimal option. Abstrak. Tanah adalah hasil akumulasi material organik dan anorganik secara alami di kerak bumi. Kekuatan tanah krusial untuk menopang beban di atasnya dan mencegah penurunan. Seiring waktu, kekuatannya berkurang, mempengaruhi stabilitasnya. Uji Geser Langsung digunakan untuk mengukur kekuatan tanah. Penelitian ini fokus pada peningkatan kekuatan tanah dengan menambahkan fly ash sebagai material sisipan. Penelitian melibatkan studi literatur, pengambilan sampel, dan uji laboratorium untuk memantau perubahan sifat fisik dan mekanik tanah lempung dengan tambahan fly ash. Hasil menunjukkan bahwa tanah lempung klasifikasi lempung plastisitas rendah. Uji Atterberg limit menghasilkan batas cair 40,20% dan batas plastis 17,39%. Pada pengujian densitas dengan persentase fly ash 5% hingga 15%, campuran 11% mencapai densitas tertinggi, yaitu 1,150 g/cm3. Sifat mekanik, seperti kohesi (c) dan sudut geser dalam (Ф), diukur masing-masing sebesar 15,2 KPa dan 15,220. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang penggunaan fly ash untuk meningkatkan kekuatan tanah, dengan campuran 11% menjadi opsi optimal.
ANALISIS HUBUNGAN KONSTITUTIF PADA BATUAN ANISOTROP Indra Karna Wijaksana
Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Vol 13 No 2 (2017): Jurnal Teknologi Mineral dan Batubara Edisi Mei 2017
Publisher : Balai Besar Pengujian Mineral dan Batubara tekMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30556/jtmb.Vol13.No2.2017.206

Abstract

Banyak batuan yang tersingkap di permukaan bumi mempunyai struktur dasar dalam bentuk perlapisan, foliasi, fissure, ataupun joint. Secara umum, batuan memiliki sifat (fisik, dinamik, thermal, mekanik, dan hidrolik) yang berbeda sesuai dengan arahnya dan disebut sebagai sifat anisotrop. Pemahaman akan sifat-sifat mekanik dari batuan anisotrop, dapat membantu memprediksi perilaku batuan dalam desain, analisis, dan konstruksi, juga memperbaiki kualitas dan keamanan. Pada penelitian ini dibahas mengenai metode pengujian laboratorium dan analitik untuk menentukan keempat nilai konstanta elastik batu slate yang bersifat isotrop transverse. Perhitungan analitik dilakukan untuk menentukan konstanta elastik dari material batuan dengan asumsi linier, elastik, homogen, dan isotrop transverse. Nilai regangan ditentukan pada kondisi 50% dari tegangan puncak pada kurva tegangan-regangan. Analisis multilinier regresi dengan metode estimasi kuadrat terkecil digunakan dalam menentukan persamaan linier untuk mendapatkan keempat konstanta elastik dari batuan. Pada penelitian ini, batuan yang digunakan sebagai contoh dalam uji laboratorium diperoleh dari dua buah blok batu slate yang berasal dari sungai Bora, daerah Palu Sulawesi Tengah. Batuan-batuan ini memiliki arah foliasi yang nampak pada permukaannya, dan oleh karena itu batuan ini akan diperlakukan sebagai material isotrop transverse. Dari hasil uji kuat tekan uniaksial, diketahui bahwa batu slate tersebut mempunyai kemampuan deformasi yang lebih besar pada arah normal terhadap bidang isotrop transversenya (q = 85o), daripada kemampuan deformasi pada arah sejajar dengan bidang isotrop transversenya (q = 5o). 
Kajian Desain Jalan Tambang Pengangkutan Batubara dari Pit Menuju Stockpile Rahma Wita; Zaenal; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3776

Abstract

Abstract. PT Era Perkasa Mining Site Peranap is a coal mining company operating in Katipo Village, Peranap District, Indragiri Hulu Regency, Riau Province, with an IUP covering 1,350 hectares. The site is located 232 km from Sultan Syarif Kasim II International Airport, an estimated 6-hour drive by land. The main issue at this site is the failure to meet the transportation production target of 200,000 BCM per month, due to non-standard road geometry and high ground pressure in some segments. The study was conducted through direct field observation to assess the site conditions. Data collected included road width, road gradient, ground pressure, cycle time, and production calculations. The results showed that the road geometry was 16 meters wide in segment R-S and the minimum road width was 4 meters. The road gradient in segment C-D was 13%, and the ground pressure was 334.55 lbs/inch². The transportation production was 181,540 BCM per month, below the target. Improvements were made by adjusting the road width and gradient to meet standards (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) and AASHTO, and adding hardening materials to reduce ground pressure. After these efforts, transportation production increased to 232,440 BCM per month, meeting the target. Abstrak. PT Era Perkasa Mining Site Peranap adalah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Desa Katipo, Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, dengan IUP seluas 1.350 hektar. Lokasi ini berjarak 232 km dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, dengan estimasi perjalanan darat selama 6 jam. Permasalahan di lokasi ini adalah target produksi pengangkutan yang belum tercapai sebesar 200.000 BCM per bulan, disebabkan oleh geometri jalan yang tidak sesuai standar dan ground pressure yang besar di beberapa segmen. Penelitian dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan untuk mengkaji kondisi lokasi. Data yang diambil meliputi lebar jalan, kemiringan jalan, ground pressure, cycle time, dan perhitungan produksi. Hasil perhitungan menunjukkan geometri jalan 16 meter pada segmen R-S dan lebar jalan minimum 4 meter. Kemiringan jalan di segmen C-D memiliki grade 13%, dan ground pressure sebesar 334,55 lbs/inch². Produksi pengangkutan hanya mencapai 181.540 BCM per bulan, sehingga target belum tercapai. Upaya perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan lebar dan kemiringan jalan sesuai standar (Kepmen ESDM No.1827K/30/MEM/2018) dan AASHTO, serta menambah material pengeras untuk mengurangi ground pressure. Setelah upaya ini, produksi pengangkutan meningkat menjadi 232.440 BCM per bulan, sehingga target tercapai.
Kajian Geometri dan Daya Dukung Perkerasan Jalan pada Pengangkutan Batubara Erlan Adiya Jamil; Indra Karna Wijaksana; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v4i1.3894

Abstract

Abstract. To support this, good road geometry and bearing capacity are essential. Currently, some road segments do not meet standards, and poor surface conditions marked by undulations (subsidence) hinder transportation activities. This study uses a quantitative methodology with direct field data collection through observations and measurements, including road geometry data and Dynamic Cone Penetrometer (DCP) tests. Data analysis involves comparing road geometry and soil bearing capacity with the standards set in Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. For geometry that does not meet standards, design improvements will be made, and for insufficient soil bearing capacity, additional road pavement layers will be added. The study found that some roads had narrowed widths and inadequate superelevation. The highest soil bearing capacity was 7.40 kg/cm², insufficient to support the vehicle load of 9.43 kg/cm². This results in road damage, marked by surface depressions and undulations. Therefore, road reinforcement is needed by adding a sub-base course using 84 cm thick soil material in segment 1 and 63 cm in segment 2, followed by a base course using 20 cm thick class A crushed stone for both segments. Abstrak. Salah satu kegiatan utama perusahaan ini adalah proses pengangkutan batubara. Untuk mendukung aktivitas tersebut, diperlukan kondisi geometri dan daya dukung jalan yang baik. Berdasarkan kondisi aktual di lapangan, terdapat beberapa segmen jalan yang belum memenuhi standar dan kondisi permukaan yang buruk, ditandai dengan adanya undulasi (amblasan), yang dapat mengganggu aktivitas pengangkutan. Metodologi penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan data secara langsung di lapangan melalui pengamatan dan pengukuran, meliputi data geometri jalan dan pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Analisis data dilakukan dengan membandingkan geometri jalan dan daya dukung tanah dengan standar yang ditetapkan dalam Kepmen No. 1827.K/30/MEM/2018. Untuk geometri jalan yang belum sesuai, dilakukan perbaikan desain, sedangkan untuk daya dukung tanah yang kurang memadai, dilakukan penambahan lapisan perkerasan jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa jalan mengalami penyempitan dan superelevasi yang tidak sesuai standar. Daya dukung tanah terbesar yang diperoleh adalah 7,40 kg/cm², yang dinilai kurang dalam menopang beban kendaraan sebesar 9,43 kg/cm². Hal ini menyebabkan kerusakan jalan, ditandai dengan penurunan permukaan dan undulasi. Oleh karena itu, diperlukan perkerasan jalan dengan penambahan sub-base course menggunakan material tanah setebal 84 cm pada segmen 1 dan 63 cm pada segmen 2, serta base course menggunakan batu pecah kelas A setebal 20 cm untuk kedua segmen.