Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

The Structure of State Ministries in Indonesia's Presidential System: Prohibition of Dual Positions for Deputy Ministers Rahmat Saputra; Salha Marasaoly; Andika Adhyaksa
Journal of Social Research Vol. 5 No. 3 (2026): Journal of Social Research
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/josr.v5i3.3091

Abstract

This research aims to find out the extent of the effectiveness of the implementation of the ban on dual positions for Deputy Ministers in Indonesia. Deputy Ministers (Wamen) in the Indonesian government system were formed to assist the Minister to improve the effectiveness of state administration. This is in line with the provisions of Article 23 of Law Number 39 of 2008 concerning State Ministries, that Ministers and Deputy Ministers are prohibited from holding concurrent positions. However, in practice, this shows that there is several Deputy Ministers who are still holding dual positions. This research uses a normative research method with a legislative approach. The legal materials used in this study include primary legal materials consisting of relevant laws and regulations and legal documents, as well as secondary legal materials in the form of books, journals, and print and online media that are directly related to the research object. All these legal materials are collected through literature study techniques. Furthermore, the collected data is analyzed using a descriptive method to provide an in-depth and systematic explanation. The results of this study show that there are still many Deputy Ministers who hold dual positions in the SOE sector. The non-compliance of the Deputy Ministers shows arrogance and abuse of power in exercising their authority. Of course, this is contrary to existing regulations and mandates from the Constitution.
LAW ENFORCEMENT OF LAND GRACE Robert Lengkong Weku; Andika Adhyaksa
Khairun Law Journal Volume 6 Issue 2, March 2023
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v6i2.6293

Abstract

This study aims to analyze legal protection for acts of land grabbing and to analyze the prevention and handling of acts of land grabbing. The type of research used is normative legal research, relying on and using library data, namely secondary data in the field of law. The technique of obtaining legal materials is by means of library research by collecting legal materials by reading, quoting, recording and understanding various legal literature and laws. The results of the study show that 1) The legal provisions themselves have accommodated land grabbing in both criminal and civil aspects. 2) Enabling legal sanctions in forcing someone's obedience to the law as above contains aspects of prevention and enforcement aspects.
PERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ABORSI : ANTARA PELIMPAHAN TANGGUNG JAWAB NEGARA DAN PARTISIPASI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Bambang Hermawan; Nurul Shalihat Ansar; Rahmat Hidayat; Andika Adhyaksa
Khairun Law Journal Volume 9 Issue 2, March 2026
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v9i2.11367

Abstract

Penegasan batas antara tanggung jawab negara dan partisipasi masyarakat menjadi kebutuhan yang mendesak dalam penyelenggaraan urusan kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk membahas pelibatan masyarakat dalam pencegahan aborsi merupakan bentuk pelimpahan tanggung jawab negara atau perwujudan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan serta membahas bentuk, batasan dan mekanisme tanggung jawab masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang berfokus pada analisis terhadap norma hukum positif dengan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Pengaturan norma yang melibatkan masyarakat harus dibangun secara proporsional agar partisipasi tersebut berfungsi sebagai penguat tata kelola pemerintahan, bukan sebagai pengalihan atas kewajiban negara. Pengaturan mengenai bentuk, batas, dan mekanisme tanggung jawab masyarakat dalam pencegahan aborsi belum dirumuskan secara tegas dan eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan maupun peraturan pelaksanaannya. Pembentuk undang-undang dan Peraturan Pemerintah perlu memperjelas konstruksi hukum pelibatan masyarakat dalam pencegahan aborsi sebagai wujud partisipasi masyarakat. Pengaturan norma yang lebih rinci mengenai bentuk, batas, dan mekanisme tanggung jawab masyarakat dalam pencegahan aborsi.
Peran Ombudsman Dalam Pengawasan Pelayanan Publik Di Indonesia: The Role of the Ombudsman in Supervising Public Services in Indonesia Johannes Triestanto; Rusli Jalil; Yulianis Safrinadiya Rahman; Andika Adhyaksa; Iwan Rasiwan
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10458

Abstract

Salah satu indikator utama dalam menilai keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan yang berorientasi pada prinsip good governance adalah pelayanan publik. Kualitas pelayanan yang luar biasa menggambarkan adanya transparansi, akuntabilitas, serta profesionalitas aparatur negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun demikian, dalam praktiknya, Penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia masih menghadapi banyak masalah, terutama yang berkaitan dengan praktik maladministrasi, seperti penundaan berlarut, penyalahgunaan wewenang, hingga pelayanan yang diskriminatif. Kondisi ini menunjukkan perlunya mekanisme pengawasan yang efektif dan independen untuk memastikan hak-hak masyarakat dipenuhi sebagai pengguna layanan publik. Dalam konteks tersebut, Ombudsman Republik Indonesia adalah lembaga negara independen yang bertanggung jawab untuk memeriksa bagaimana pelayanan publik dijalankan. Peran Ombudsman dalam mengawasi pelayanan publik di Indonesia adalah subjek penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif. Pendekatan ini didasarkan pada penelitian kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan serta literatur ilmiah yang relevan. Penelitian menunjukkan bahwa Ombudsman memiliki peran yang sangat strategis, seperti menerima dan memeriksa laporan masyarakat, melakukan investigasi terhadap dugaan maladministrasi, serta memberikan rekomendasi kepada instansi penyelenggara pelayanan publik. Selain itu, Ombudsman juga berperan dalam upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dan aparatur negara. Meskipun demikian, efektivitas pengawasan yang dilakukan masih menghadapi sejumlah kendala, seperti rendahnya tingkat kepatuhan instansi terhadap rekomendasi Ombudsman, keterbatasan sumber daya, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan maladministrasi.
Indegenous People’s Participation in the Election of the Mayor and Deputy Mayor of Ternate City Nam Rumkel; Fatma Faisal; Andika Adhyaksa
Law Development Journal Vol 8, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/ldj.8.2.393-405

Abstract

This study aims to determine the participation of indigenous peoples in the election of the Mayor and Deputy Mayor of Ternate City. There is an interesting phenomenon to examine regarding the participation of indigenous peoples in regional head elections and the causes of political involvement in the implementation of regional head elections. The method used in this study is empirical research, which is a legal research method that serves to observe the law in its real sense, analyze and examine the workings of the law within the community. The empirical research method also includes research on legal identification and research on legal effectiveness. To support the substance of this research, it focuses on the use of primary data obtained directly from respondents and secondary data from books, journals, laws and regulations, and all documents relevant to the research. The data was obtained using data collection techniques such as interviews and documentation, which were then analyzed using qualitative descriptive analysis methods. The results of this study show that the implementation of direct regional head elections is an important momentum for the development of a more democratic local political system. Through direct regional elections, many hopes are pinned on improving the welfare of the people in the regions, as regional heads become closer to the people because they obtain political legitimacy directly from the people. Direct regional elections are considered by many parties to be an important step forward that can be achieved by the Indonesian nation in the current era of transition. “Direct” refers to, among other things: First, constitutional recognition of the people's right as holders of sovereignty; second, the institutionalization of the people's substantial role as subjects of law; and third, the hoped-for creation of macro and micro political balance in state affairs, particularly between the executive and legislative branches. Voter participation in regional elections does not happen by itself. In addition to the role of election organizers in conducting socialization, it is also due to support from other parties, namely the role of indigenous peoples. The participation of indigenous peoples in encouraging the community to participate in regional elections is very strategic in ensuring the success of the elections.
PERLIBATAN MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN ABORSI : ANTARA PELIMPAHAN TANGGUNG JAWAB NEGARA DAN PARTISIPASI DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN Bambang Hermawan; Nurul Shalihat Ansar; Rahmat Hidayat; Andika Adhyaksa
Khairun Law Journal Volume 9 Issue 2, March 2026
Publisher : Faculty of Law, Khairun University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/klj.v9i2.11367

Abstract

Penegasan batas antara tanggung jawab negara dan partisipasi masyarakat menjadi kebutuhan yang mendesak dalam penyelenggaraan urusan kesehatan. penelitian ini bertujuan untuk membahas pelibatan masyarakat dalam pencegahan aborsi merupakan bentuk pelimpahan tanggung jawab negara atau perwujudan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan serta membahas bentuk, batasan dan mekanisme tanggung jawab masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif, yang berfokus pada analisis terhadap norma hukum positif dengan pendekatan Statute Approach dan Conceptual Approach. Pengaturan norma yang melibatkan masyarakat harus dibangun secara proporsional agar partisipasi tersebut berfungsi sebagai penguat tata kelola pemerintahan, bukan sebagai pengalihan atas kewajiban negara. Pengaturan mengenai bentuk, batas, dan mekanisme tanggung jawab masyarakat dalam pencegahan aborsi belum dirumuskan secara tegas dan eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan maupun peraturan pelaksanaannya. Pembentuk undang-undang dan Peraturan Pemerintah perlu memperjelas konstruksi hukum pelibatan masyarakat dalam pencegahan aborsi sebagai wujud partisipasi masyarakat. Pengaturan norma yang lebih rinci mengenai bentuk, batas, dan mekanisme tanggung jawab masyarakat dalam pencegahan aborsi.
Kondisi Materiil Peraturan Perundang-Undangan Dalam Aspek Pembentukannya Dengan Penggunaan Artificial Intelligence Andika Adhyaksa; Fathurrahim Fathurrahim
Nomos : Jurnal Penelitian Ilmu Hukum Vol. 5 No. 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Actual Insight

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56393/nomos.v5i3.2943

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas substansi Peraturan Perundang-Undangan dengan ide pembentukannya  menggunakan Artificial Intellegence. Peraturan Perundang-Undangan menjadi kunci utama dalam pelaksanaan negara yang mengatasnamakan hukum sehingga hukum itu sendiri menjadi batasan sekaligus pola dalam melaksanakan tertib masyarakat yang taat hukum. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian normatif dengan pendekatan konseptual. Bahan Hukum yang digunakan yakni bahan hukum primer berupa Peraturan Perundang-Undangan dan dokumen hukum yang relevan dengan pembahasan serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal, media tulis maupun online yang bersinggungan langsung dengan penelitian. Bahan hukum diperoleh dengan teknik pengumpulan bahan hukum yakni studi kepustakaan. Bahan Hukum yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Penggunaan Artificial Intelligence dalam penyusunan Peraturan Perundang-Undangan merupakan sebuah inovasi dan beberapa praktek yang dilakukan oleh beberapa Negara telah berhasil menciptakan Peraturan Perundang-Undangan dengan efektif dan efisien. Namun dalam hal penerapannya, Artificial Intelligence belum dapat diterapkan sepenuhnya di Indonesia. Ketidakjelasan dalam menentukan batasan-batasan penerapan Artificial Intelligence dalam pembentukan Peraturan perundang-Undangan cenderung menghilangkan unsur pengawasan dan mengelaborasi partisipasi masyarakat dalam penerapannya.
Disintegration of Law and Morality in the Substance of Legislation: Between Legal Sovereignty and Popular Sovereignty in the Construction of Nation Law Andika Adhyaksa; Sudaryanto Sudaryanto; Sri Indriyani Umra
JATISWARA Vol. 41 No. 2 (2026): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v41i2.1365

Abstract

This research examines the relationship between law, morality, and power in Indonesia's democratic rule of law state, focusing on the practice of legislation formation and enforcement. Stemming from normative concerns over law's increasing instrumentalization as a political tool that distances itself from moral values and public needs, this study employs a juridical-normative method with conceptual and philosophical approaches. Guided by three research questions concerning the theoretical manifestation of law-morality-power relations, the tensions between formal legality and moral legitimacy in contemporary legal products, and strategic measures to reconstruct their interconnection this analysis critically examines the Job Creation Law, the new Criminal Code, and the amendment to the Indonesian National Armed Forces Law as concrete cases illustrating the gap between legal formality and moral substance. The findings reveal that weak interconnection between law and morality has eroded public trust in legal institutions. Legislation formation dominated by political interests and minimal public participation tends to produce unresponsive and inequitable regulations. This study recommends three strategic measures: transparent and participatory legislative processes based on social impact and human rights analysis, substantive legal balance between state interests and citizen protection, and strengthened oversight of power through independent institutions, press freedom, and civil society participation. These measures are essential for realizing meaningful law that serves social welfare within a democratic rule of law framework.
Return of State Losses Through State Administrative Instruments : an Effort to Avoid Criminal Liability Amriyanto Amriyanto; Andika Adhyaksa; Didith Prahara
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 2 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.5632

Abstract

This study aims to analyze and give birth to the concept of state financial loss return through state administrative legal instruments and to give birth to a loss recovery model in the form of state financial loss return through compensation claims. This study uses a normative type of research using primary, secondary and tertiary legal materials. Legal materials are obtained through library research, then analyzed with qualitative techniques by drawing conclusions in a deductive way. The result of State financial losses due to unlawful acts, both intentional and negligent, that have implications for corruption crimes are problems that can hinder the growth and continuity of development. The return of state financial losses through criminal law instruments in the form of payment of compensation has failed to recover state financial losses. Enforcement of the criminal law on corruption should be the ultimate remedium, not the premium remedium. The legal instrument of state administration offers the recovery of losses through the return of state financial losses in the form of compensation claims. The instrument was used as an effort to avoid criminal liability, but it was successful in recovering losses. This research is very urgent in giving birth to the concept and model of returning state financial losses for the growth and sustainability of national development
Peningkatan Pemahaman Hukum Tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Nam Rumkel; Hendra Karianga; Andika Adhyaksa
Katalis : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): KATALIS : Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Candela Edutech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63288/jipm.v2i2.23

Abstract

Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yakni mewujudkan lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan melalui penerapan Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan. Pengabdian kepada masyarakat dengan tema Peningkatan Pemahaman Hukum tentang Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan dilaksanakan dengan metode penyuluhan hukum langsung melalui ceramah dan diskusi. Dalam rangka pencegahan terhadap tindakan kekerasan yang dilakukan di lingkungan sekolah, pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat kemudian dilakukan dengan memberikan gambaran umum serta perubahan dalam mekanisme pencegahan dan penanganan di lingkungan sekolah. Selain itu, hasil dari pelaksanaan PKM juga berupa karya tulis berupa artikel jurnal serta kekayaan intelektual yang terdaftar pada Dirjen HKI berupa poster. Hasil dari kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman siswa, guru, staf dan pihak-pihak lainnya yang terlibat untuk lebih mengenali bentuk-bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, peran serta pihak-pihak baik internal maupun eksternal dan langkah-langkah dalam menangani kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan diharapkan dapat memberikan edukasi kepada penyelenggara pendidikan dan siswa/i tentang mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan menjadi bentuk transformasi kebijakan di bidang pendidikan, khususnya dalam mencegah dan menangani kekerasan di lingkungan sekolah.