Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : EDUSAINS

DEVELOPMENT OF SCIENCE TEST TO MEASURE HOTS AND DIGITAL LITERACY OF JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS ON THE TOPIC OF CITY NOISE Nurwahidah, Indri; Widiyawati, Yeni; Sari, Dwi Septiana; Masykuri, Mohammad; Budiyanto, Cucuk Wawan
EDUSAINS Vol 12, No 2 (2020): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v12i2.17609

Abstract

PENGEMBANGAN SCIENCE TEST UNTUK MENGUKUR HOTS DAN DIGITAL LITERACY SISWA SMP PADA TEMA KEBISINGAN KOTA AbstractThe 2013 Curriculum emphasizes the process to improve HOTS and digital literacy. However, no appropriate science test instrument can measure the combination of these two aspects in contextual topics and relate to real-world problems. This kind of science test will engage students in-depth thinking as well as improve their digital literacy. This research aims to develop science tests based on HOTS and digital literacy in the City Noise theme for 8th-grade students. HOTS is operationally defined as critical thinking, creativity, collaboration, and communication (4C), while digital literacy is a thinking and operation skill. Borg & Gall models were adopted in this research and development. A total of 21 private school students in Semarang were subject to this research and investigated the validity and reliability of developed science tests. Based on expert judgment, the science test instrument, which consists of 25 multiple choice items and five essay items, was in a very good category. Based on the Rasch model analysis, the science tests are valid (28 items are valid) and reliable (Alpha cronbach=0.79). It can be concluded that the developed science test is feasible to use to measure HOTS and digital literacy of junior high school students on the topic of the City Noise.AbstrakKurikulum 2013 menekankan pada proses peningkatan HOTS dan digital literacy. Namun, belum banyak tersedia instrumen tes sains yang mampu mengukur kombinasi dari kedua aspek tersebut dalam topik yang kontekstual dan berhubungan dengan masalah nyata. Jenis science test seperti ini dapat melibatkan siswa dalam proses berpikir mendalam serta dapat meningkatkan digital literacy. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengembangkan science test berbasis HOTS dan digital literacy pada tema Kebisingan Kota untuk siswa kelas 8. HOTS secara operasional didefinisikan sebagai critical thinking, creativity, collaboration and communication (4C) sementara digital literacy sebagai thinking skills dan operation skills. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R&D) yang mengadaptasi dari Borg & Gall. Sebanyak 21 siswa dari SMP swasta di Semarang digunakan sebagai subjek dalam penelitian ini dan digunakan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas science test hasil pengembangan. Berdasarkan hasil validasi ahli, instrumen science test yang terdiri dari 25 item pilihan ganda dan 5 item uraian termasuk dalam kategori baik. berdasarkan hasil analisis Rasch model, science test dikatakan valid (28 item valid) dan reliabel (Alpha Cronbach=0,79). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa science test hasil pengembangan layak digunakan untuk mengukur HOTS dan digital literacy siswa SMP pada tema Kebisingan Kota.  
ETHNO-STEM: DESIGN OF A CROSS-MAJOR COURSE WITH JAVANESE GAMELAN-THEMED Widiyawati, Yeni; Nurwahidah, Indri; Wahyuni, Arie
EDUSAINS Vol 14, No 2 (2022): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v14i2.27974

Abstract

Indonesia has a considerable diversity of local wisdom in the form of customs, arts, and culture that deserves to be preserved. Integrating local Javanese Gamelan wisdom and the STEM field in learning at the university level to support the Independent Study Campus Curricula is essential. This research aims to develop an Ethno-STEM course design that studies gamelan to preserve Javanese culture. This study chose Morrison & Kemp's learning design development model, which includes nine main components. Based on the results of KKNI curriculum analysis, literature studies, and following the nine components of Morrison & Kemp’s model, the Ethno-STEM course design course is suitable for use in learning to support independent study. AbstrakIndonesia merupakan negara yang kaya akan keberagaman kearifan lokal berupa adat istiadat, seni maupun budaya yang patut untuk dilestarikan.  Integrasi antara kearifan lokal Gamelan Jawa dengan bidang STEM dalam pembelajaran di tingkat perguruan tinggi dalam rangka mendukung Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka penting untuk dilakukan. Tujuan penelitian ini yaitu mengembangkan desain mata kuliah Ethno-STEM yang mengkaji mengenai gamelan dalam rangka melestarikan budaya  Jawa. Model pengembangan desain pembelajaran Morrison & Kemp dipilih dalam penelitian ini yang mencakup 9 komponen utama. Desain mata kuliah Ethno-STEM yang telah dikembangkan terdiri dari dokumen diantaranya yaitu model rancangan matakuliah, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), bentuk penyetaraan SKS, rekonstruksi pembelajaran, bahan ajar, video serta aplikasi android berbasis augmented reality. Berdasarkan hsil analisis Kurikilum KKNI, kajian literatur, dan mengikuti kesembilan komponen Model Morrison & Kemp, desain mata kuliah Ethno-STEM layak untuk digunakan dalam pembelajaran untuk mendukung merdeka belajar. How To Cite: Widiyawati, Y., Nurwahidah, I., Wahyuni, A. (2022). Ethno-Stem: Design of a Cross-Major Course with Javanese Gamelan-Themed. EDUSAINS, 14 (2) : 101-83