Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Kualitas Media Agar Darah Manusia dan Domba pada Pertumbuhan Streptococcus β hemolyticus: Quality of Human and Sheep Blood Agar Media on the Growth of Streptococcus β hemolytic Mochamad Rizal Maulana; Maseva Wijayanti
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 5 No. 2 (2023): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v5i2.4898

Abstract

Sheep blood agar (ADD) is a growth medium for identifying pathogenic bacteria and is a standard medium for microbiological examination. Some countries experience difficulties multiplying ADD due to several factors, so another alternative is needed: using human blood agar (ADM) as a substitute. This study examines the feasibility of ADM as an alternative medium to replace ADD in growing Streptococcus β hemolyticus. This study used sheep and human blood agar, which were then observed at 24 and 48 hours of incubation to show differences in hemolysis in diameter. At 24 hours, the average hemolytic diameter of ADM did not show hemolysis (0.00mm) and was different from ADD (0.40mm). ,10mm). Based on the above results, in the future, it is necessary to control other variables that might influence, such as Hb and age of erythrocytes, agar thickness, pH used, and planting techniques (strict) to obtain maximum growth results.
Gambaran Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar Sebagai Pendahuluan Uji Terapi Ektrak Daun Bandotan: Description of Blood Glucose Levels In Wistar Rats as an Introduction to The Therapy Test of Bandotan Leaf Extract Kurniasiwi, Putri; Rosa, Hilari Rio; Nastiti, Nastiti; Maulana, Mochamad Rizal
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 6 No. 2 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v6i2.7094

Abstract

Diabetes Melitus (DM) termasuk salah satu penyakit tidak menular yang telah menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia maupun di dunia. Indonesia menduduki peringkat ke 7 di dunia dengan penderita diabetes sebanyak 10,7 juta pada tahun 2019 dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat menjadi 13,7 juta pada tahun 2030 dan 16,6 juta pada tahun 2045 (1,2). Komplikasi yang terjadi pada penderita DM adalah karena kerusakan dan kematian sel yang disebabkan peningkatan stress oksidatif dan aktivitas mediator inflamasi temasuk interleukin-6 (Il-6). Pemberian obat hipoglikemi oral pada pasien DM tidak menunjukkan perbaikan pada stress oksidatif. Oleh karena itu, diperlukan terapi tambahan untuk pasien DM yang dapat menurunkan stress oksidatif dan mediator inflamasi serta mendukung kerja antioksidan endogen. Daun bandotan merupakan tanaman yang mengandung antioksidan dan digunakan sebagai obat tradisional untuk pasien DM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar guloksa darah sebetlum terapi ekstrak daun bandotan. Penelitian ini menggunakan tikus wistar jantan yang diinduksi dengan streptozotocin (stz) untuk menjadi DM tipe 2. Kemudian diperiksa kadar glukosa darah pada hari ke lima setelah induksi stz. Hasil menunjukkan secara keseluruhan kadar glukosa darah telah mencapai lebih dari 200 mg/dl. Hal tersebut menunjukkan bahwa tikus telah mengalami hiperglikemi dan bisa dilanjutkan untuk perlakuan terapi.