Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL SERAMBI ILMU

KEIKUTSERTAAN GURU DALAM MENYUSUN RAPBS PADA SEKOLAH BINAAN WILAYAH III SAMA TIGA KABUPATEN ACEH BARAT Mardhiah, Ainun
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 17, No 2 (2016): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.765 KB) | DOI: 10.32672/si.v27i2.124

Abstract

Penelitian tindakan Sekolah ini bertujuan untuk melihat Keikutsertaan guru dalam Menyusun RAPBS dengan manfaaat untuk mengetahui RAPBS yang sudah disusun oleh kepala sekolah binaan sudah sesuai dengan ketentuan yang ada dan dapat dijadikan referensi. Kajian ini memakai metode PTS yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Pelaksanaannya di Sekolah Binaan Wilayah III Sama Tiga Kabupaten Aceh Barat Dalam kurun waktu 3 bulan. Subjek penelitiannya yaitu Sekolah Binaan Wilayah III Sama Tiga Kabupaten Aceh Barat berjumlah 10 TK Binaan, data PTS ini dari TK binaan, hasil observasi dan dokumentasi. Untuk memperoleh data ini menggunakan instrumen kuesioner dan lembar wawan cara kepala sekolah. Data divalidasikan dan diferifikasi dengan mencantumkan dalam daftar nilai. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan mencari jumlah pemahaman RAPBS dan ketidak Paham Guru setiap binaan. Analisis dilakukan dengan cara mencari statustik presentase.Sebagai indikator keberhasilan pengamatan terhadap arsip-arsip/dokumen RAPBS yang sudah disusun oleh kepala sekolah binaan diperoleh kekurangan atau kejanggalan pemahaman Guru Siklus I  yaitu Dana rutin untuk belanja pegawai tidak tampak jelas, dalam format tidak terisi. Seharusnya sumber dana belanja harus tampak jelas penggunaannya,Dana belanja barang yang bersumber dari dana Block Grant tidak mencerminkan, hanya digunakan untuk mobiler. Seharusnya perlu untuk porsi untuk guru (kegiatan PBM) atau untuk siswa dan dana ketenagaan tidak ada dalam format (kosong). Seharusnya diisi sesuai dengan kemampuan yang ada. Lalu siklus II yaitu Berdasarkan Hasil pengamatan terhadap arsip-arsip/dokumen RAPBS yang sudah disusun oleh kepala sekolah Binaan dan juga hasil angket dari guru dan komite sekolah diperoleh beberapa kekurangan atau kejanggalan pada siklus I, maka pada siklus II peneliti melakukan pembinaan terhadap berbagai kekurangan baik pada kepala sekolah maupun pada RAPBS yang telah dibuat.
Analisis Pengobatan Tradisional dari Bahan-bahan Alam pada Masyarakat Aceh Jaya sebagai Bentuk Kearifan Lokal Ervilita, Ria; Mardhiah, Ainun; Shaleh, Muhamad; Wagustina, Silvia; Makmur, T.; Djafar, Tasliati
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 24, No 2 (2023): Jurnal Serambi Ilmu
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/si.v24i2.6178

Abstract

The people of Aceh Jaya are people who are still hold firm with local culture from generation to generation, one of which is in traditional medicine using natural ingredients. Local wisdom has a close relationship with the culture or tradition of an area.Various local wisdom practices that are still maintained by the Indonesian people can be one of the strategies for environmental protection and management. The purpose of this study is to analyze the local wisdom of the people of Aceh Jaya which is still preserved, especially in traditional medicine using natural ingredients. This type of research is descriptive qualitative through data collection techniques of observation, interviews and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model. The results of the study were obtained that Balakacida leaves are used by the people of Aceh Jaya to treat wounds, hibiscus leaves can treat fever, jujube leaves to treat smallpox, a mixture of sunti, onion and salt is used to treat possessed, water henna leaves to treat ulcers, coconut fruit flowers can treat smallpox,Jatropha curcas leaves gum for diarrhea and flatulence medicine, peacock flower leaves can treat fever,kapuk leaf (Ceiba Petandra) can treat cough, kedondong forest (spondias pinnata) to treat coughs, and Sembung leaves (blumea balsamifera) can treat fever. The conclusion of this study is that the people of Aceh Jaya still use traditional medicine from natural ingredients as a form of local wisdom that is still maintained.