Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN METODE LINIER CONGRUENT PADA APLIKASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS MULTIMEDIA Kadri Yusuf; Herri Trisna Frianto; Ismael
Edelweiss : Journal Of Innovation In Educational Research Vol. 3 No. 4 (2026): Edelweiss: April 2026
Publisher : CV. Mitkom Indotama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar adalah hal yang selalu dilakukan oleh setiap orang untuk mendapatkan ilmu pengetahuan untuk dapat menghadapi hidup dengan baik. Manusia belajar terus-menerus untuk mampu mencapai kemandirian dan beradaptasi terhadap berbagai perubahan lingkungan. Layaknya bahasa Inggris yang sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang, karena banyak yang didapatkan oleh seseorang dengan menguasai bahasa Inggris, seperti ilmu pengetahuan yang dapat dipetik dari buku-buku yang menggunakan bahasa Inggris dan sebagainya. Meskipun bahasa Inggris merupakan bahasa yang penting, tetapi masih banyakanak-anak yang enggan mempelajarinya karena mereka merasa bahasa Inggris terlalu sulit. Kesulitan yang meraka rasakan disebabkan bahasa Inggris bukanlah bahasa mereka atau bahasa ibu yang diajarkan kepada mereka sejak bayi yang sering mereka dengar dan mereka lafalkan setiap hari atau menjadi alat komunikasi mereka. Selain itu kecendrungan mereka yang suka bermain juga membuat pembelajaran secara teoritis saja menjadi kurang optimal, karena akan menimbulkan kejenuhan atau kebosanan pada mereka. Untuk mengatasinya bisa menggunakan aplikasi game edukasi. Karena game bersifat entertain atau mengibur. Psikologi manusia adalah lebih suka bermain daripada belajar serius. Dalam game, pendidikan diberikanlewat praktek atau pembelajaran lewat praktek (learning by doing). Dalam game, pemain seolah masuk kedalam dunia baru tempat meraka bisa melakukan apa saja. Game secara tidak langsung mendidik manusia lewat apa yang mereka kerjakan dalam game tersebut. Apa yang mereka kerjakan dalam game tersebut mempengaruhi pola pikir dan prilaku mereka
Engineering Hybrid Quantum Systems: Strong Coupling Between Nitrogen-Vacancy Centers and a Superconducting Resonator Herri Trisna Frianto; Ming Pong; Rit Som
Journal of Tecnologia Quantica Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/quantica.v2i3.2602

Abstract

Hybrid quantum systems that integrate solid-state qubits with superconducting circuits have emerged as a promising architecture for scalable quantum information processing. Achieving strong coherent coupling between distinct quantum subsystems, such as spin ensembles and microwave resonators, remains a critical challenge in realizing hybrid quantum technologies. This study aims to engineer and characterize a hybrid platform that couples nitrogen-vacancy (NV) centers in diamond with a superconducting coplanar waveguide resonator. A combination of cryogenic microwave spectroscopy and time-domain measurements was employed to evaluate coupling strength, coherence times, and collective spin photon interactions at millikelvin temperatures. The experimental results demonstrated a vacuum Rabi splitting of 22 MHz, confirming the realization of a strong coupling regime between the NV spin ensemble and the superconducting resonator. The coherence lifetime of the NV centers remained above 100 ?s under optimized magnetic field alignment, ensuring stable quantum-state transfer. The findings reveal that hybrid systems combining spin-based and superconducting components can serve as viable interfaces for quantum memory and quantum communication nodes. The study concludes that engineering such strong spin–photon coupling represents a foundational step toward the development of coherent, scalable hybrid quantum networks.
Quantum Nanorobotics: A Proposal for Quantum-Enhanced Actuation and Sensing at the Molecular Scale Herri Trisna Frianto; Muhammad Firdaus A; Bilal Aslam
Journal of Tecnologia Quantica Vol. 2 No. 4 (2025)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/quantica.v2i4.2884

Abstract

Quantum nanorobotics has emerged as a promising interdisciplinary field aimed at enabling precise manipulation and sensing at the molecular scale, where classical mechanical approaches face fundamental limitations. The purpose of this study is to propose a unified framework for quantum-enhanced actuation and sensing that leverages quantum mechanical effects as functional resources in nanorobotic systems. The research adopts a conceptual–theoretical design supported by computational modeling and simulation grounded in quantum mechanics and quantum control theory. Simulation-based analyses demonstrate that quantum-enhanced sensing achieves significantly higher sensitivity, lower noise variance, and reduced energy consumption compared to classical nanoscale sensors, while quantum-based actuation exhibits improved precision, faster response times, and enhanced stability under environmental noise. The integrated sensing–actuation architecture reveals synergistic performance gains that surpass isolated enhancements, enabling reliable molecular-scale navigation and task execution. The study concludes that quantum coherence and tunneling can be systematically engineered to overcome classical constraints in nanorobotics, establishing quantum-enhanced control as a viable design paradigm. The novelty of this research lies in its integrative conceptual framework that unifies quantum sensing and actuation within a single nanorobotic architecture, providing a foundational model for future experimental development and interdisciplinary applications.