Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Abdominal Stetching Excercise On Decreasing Dysmenorrhea in Girl Adolescent Nataria, Desti; Putri, Vicky Elvira
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 9 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v9i2.351

Abstract

Dysmenorrhea is a problem associated with menstruation, the short pain before or during menstruation. One of non-pharmacological treatment for dysmenorrhea is Abdominal Stretching Exercise. The abdominal stretching exercise which is the exercise for increasing the power of abdominal muscles, increase oxygenation, fix elasticity, or flexibility of body tissues, reduce muscle cramp, then increase amount and size vessels blood, with channeling blood to all body including reproductive organs so can to reduce dysmenorrhea. The aims of this research were to know the Effect of Abdominal Stretching Exercise on Decreasing the Level of Dysmenorrhea for the adolescent girl. This quasi-experimental research is implemented with One Group Pretest-Posttest Design in MAN 1 Bukittinggi the sample of this study were 14 adolescent who experienced dysmenorrhea, the sample in this research and taken in purposive sampling. Data were collected with the Faces Pain Rating Scale. Data were analyzed with Paired T-Test Sample. There is a difference between pain intensity before and after abdominal stretching exercises. There was an effect of Abdominal Stretching Exercise on Decreasing the Level of Dysmenorrhea for adolescents. Based on the result of the research above is expected for respondent after knowing abdominal stretching exercise could add insight and could to apply when the feel dysmenorrhea
ANALISIS GEOSPASIAL SEBARAN STUNTING DI KOTA BUKITTINGGI Lubis, Kholilah; Kustanto, Debby Ratno; Fetrisia, Wiwit; Nataria, Desti
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i1.576

Abstract

Latar Belakang: Stunting atau severy stunting (pendek atau sangat pendek) merupakan salah satu bentuk permasalahan gizi yang mendunia yang terjadi di negara berkembang dan terbelakang dengan penghasilan rendah atau menengah. Stunting merupakan masalah yang berisiko dan mendapat perhatian ekstra World Health Organization (WHO) karena akibatnya dapat memperngaruhi dari jangka pendek hingga jangka panjang dimana prevalensi kasus stunting di Indonesia dari tahun 2005 - 2017 merupakan prevalensi kasus stunting tertinggi ketiga di kawasan Asia Tenggara dengan rata-rata 36,4%.Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah memetakan sebaran stunting pada balita dengan metode Geographic Information System (GIS).Metode: Penelitian ini jenis cross sectional desktiptif dengan pengambilan data sekunder kasus stunting pada balita yang diperoleh dari Dinas Kesehatan kota Bukittinggi yaitu dari tahun 2017 - tahun 2018. Survei dan pemasangan titik koordinat menggunakan aplikasi GPS yang diolah dan diproyeksikan dalam bentuk peta sebaran stunting dengan aplikasi QGIS (Quantum Geographic Information System).Hasil: Hasil penelitian didapatkan, tahun 2017 kasus stunting tertinggi berada di Puskesmas Guguk Panjang sebanyak 70 balita (39,33%) dan kasus stunting terendah berada di wilayah kerja Puskesmas Gulai Bancah yaitu sebanyak 2 balita (1,11%). Di Puskesmas Plus Mandiangin dan Nilam Sari tidak terdapat kasus stunting (0%). Sedangkan tahun 2018 kasus stunting paling tinggi terdapat di Puskesmas Guguk Panjang yaitu sebanyak 241 balita (39,01%), sedangkan kasus stunting paling rendah terdapat di Puskesmas Plus Mandiangin yaitu sebanyak 11 balita (1,79%).Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa dari tahun 2017 - 2018 kasus stunting pada balita mengalami peningkatan yang cukup signifikan sehingga diperlukan upaya pencegahan yang lebih agar kasus stunting di Kota Bukittinggi mengalami penurunan.
ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL DI KABUPATEN CIREBON Nataria, Desti; Husin, Farid; Hidayat, Yudi M; Sismayadi, Dodi; Sukandar, Hadyana; Wirakusumah, Firman F
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 11 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v11i1.614

Abstract

Kematian maternal merupakan indikator yang menggambarkan status kesehatan wanita dan sebagian besar merupakan kematian yang dapat dicegah. Kematian maternal di Kabupaten Cirebon mengalami peningkatan dari tahun 2014‒2015 yaitu dari 49 menjadi 53 kasus. Dibutuhkan data kematian yang lengkap untuk mengkaji penyebab kematian. Pengkajian yang tepat memberikan masukan perbaikan penanganan dan pembuatan kebijakan pada masa mendatang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengeksplorasi faktor penyebab kematian maternal. Desain penelitian menggunakan sequensial explanatory mixed method. Tahap pertama pengambilan data kuantitatif terhadap 53 data OVM, RMM, dan RMMP, serta rekapitulasi laporan kematian maternal tahun 2015, kemudian dilanjutkan pengambilan data kualitatif melalui indepth interview yang dilakukan pada keluarga (suami/ibu/orang tua/mertua/saudara kandung perempuan) dari ibu yang mengalami kematian, tenaga kesehatan yang terkait dengan kematian maternal, dan penanggungjawab pencatatan dan pelaporan kematian maternal di dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, dinas kependudukan dan catatan sipil/dinas pemakaman. Penelitian dilakukan di Kabupaten Cirebon pada Bulan Oktober-November 2016. Seluruh kematian maternal telah tercatat dan terlaporkan. Sebagian besarnya merupakan kematian maternal dapat dicegah yang disebabkan oleh multifaktor diantaranya faktor pasien, tenaga kesehatan, dan rujukan 37,5%; faktor pasien dan tenaga kesehatan 29,2%; faktor pasien, sarana prasarana, dan rujukan 14,5%; faktor tenaga kesehatan dan rujukan 8,3%; faktor sarana dan rujukan 6,3%; serta faktor pasien, tenaga kesehatan, sarana prasarana, dan rujukan 4,2%. Kematian maternal yang dapat dicegah disebabkan oleh kontribusi banyak faktor yang saling berkaitan sehingga untuk menurunkan kematian maternal dibutuhkan komitmen dan kerjasama lintas program dan lintas sektoral
Health Education About Intruduction and Prevention of Stunting Using Randai as Local Wisdom Of Minangkabau Nataria, Desti; Rifni, Indrie Aulia; Wizia, Lady; Salsabila, Adinda Aura
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i1.1167

Abstract

 Background: The incidence of stunting in Indonesia in 2022 is 21.6%, while in West Sumatra the incidence of stunting reaches 25.2% of children under five. Adolescent girls are one of the target groups for preventing stunting, through a specific nutrition program, namely providing blood supplement tablets (TTD) for teenagers. 76.2% of adolescent girls get TTD, but 98.6% of teenagers who get TTD do not consume TTD regularly. In Bukittinggi City, the lowest TTD consumption achieved in the Mandiangin Plus Health Center working area was 8.2%, and 42 people out of 367 teenagers experienced anemia. The low consumption of TTD in adolescents is influenced by various factors including knowledge, motivation, self-efficacy, attitudes, parental influence, peer pressure, school policies and commitment.Purpose: to determine the effect of education using the Traditional Minangkabau Art of Randai on teenagers' knowledge and attitudes regarding the recognition and prevention of stuntingMethods: used in this research is quantitative with a pre-experimental design using a pre- and post-test design without control group. The population of this study was 367 young women at SMA 4 and MAN 2 Bukittinggi City in the working area of the Mandiangin Plus Community Health Center, then 79 people were taken as samples taken using simple random sampling. The health education intervention is carried out using traditional randai performance media, then pre- and post-tests will be carried out to measure teenagers' attitudes and knowledge. The analysis used is a paired sample t-test if the data is normally distributed.Results:A total of 397 research articles were screened for eligibility, and 15 articles met the inclusion criteria. Based on the 15reviewed articles, devide into three themes: Nutritional status during preconception, Supplementation during preconception and Lifestyle during preconceptionConclusion: This review found that there are several efforts made in preventing stunting in the preconception period. it is recommended that health workers can optimize the prevention of stunting in the preconception period.