p-Index From 2021 - 2026
3.109
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Latifah
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Persada Banjarmasin

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perilaku Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Administrasi Rumah Sakit Antara Harapan dan Kenyataan Azura Arisa; Sri Purwanti; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i1.73

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah prilaku tenaga Kesehatan dalam pelayanan administrasi rumah sakit antara harapan dan kenyataan. Kualitas pelayanan kesehatan pun yang disediakan akan menunjukkan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik pula kualitas pelayanan kesehatan. Dalam menyelenggarakan upaya menjaga kualitas pelayanan kesehatan dirumah sakit tidak terlepas dari profesi keperawatan yang berperan penting. Berdasarkan standar tentang evaluasi dan pengendalian kualitas dijelaskan bahwa pelayanan keperawatan menjamin adanya asuhan keperawatan yang berkualitas tinggi dengan terus menerus melibatkan diri dalam program pengendalian kualitas di rumah sakit.
Aborsi Dalam Pandangan Agama Islam Latifah; Rizky Vaira; Merlin Karinda; Tri Tunggal; Isrowiyatun Daiyah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v1i2.196

Abstract

Metode penelitian yang digunakan ini mengunakan kepustakaan (library research) yang diambil berdasarkan Al-Quran, hadist dan keputusan dari fatwa MUI dan hukum-hukum yang berkaitan dengan sumber sah mengenai aborsi dalam agama islam. Adapun yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah tinakan aborsi dari pandangan agama islam dan Pengharaman Aborsi di dalam Hukum Al-Quran serta fatwa MUI. Syaikh Ahmad al-Ghazali seorang Ulama Indonesia menyatakan: “Adapun ulama Indonesia berpendapat keharaman aborsi kecuali apabila ada sebab terpaksa yang harus dilakukan dan menyebabkan kematian sang ibu. Hal ini karena syari’at Islam dalam keadaan seperti itu memerintahkan untuk melanggar salah satu madharat yang teringan. Apabila tidak ada di sana solusi lain kecuali menggugurkan janin untuk menjaga hidup sang ibu.
Komunikasi, Informasi Dan Edukasi Tentang Gizi Ibu Hamil Tri Tunggal; Isrowiyatun Daiyah; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian didapatkan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil tentang gizi ibu hamil sebelum dan sesudah dilakukan komunikasi informasi dan edukasi yaitu dari rata-rata nilai 35 menjadi rata-rata 85. Hal ini dapat diketahui dari hasil pengisian kuesioner oleh Ibu hamil yang dilakukan saat sebelum kegiatan dan setelah kegiatan. Peningkatan pengetahuan ini dikarenakan ibu hamil telah mendapat materi komunikasi, informasi dan edukasi gizi ibu hamil. Berdasarkan data yang diperoleh sebagian besar usia ibu hamil berada di usia 21-30 tahun sebanyak 18 orang (51,4 %). Sebagian besar pendidikan ibu hamil adalah tamatan SMP dan SMA sebanyak 15 orang (42,8).
Integrasi Nilai Spiritual dan Medis dalam Kesehatan Modern: Perspektif Agama Islam Latifah; Azura Arisa; Rima Diaty
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1466

Abstract

Artikel ini membahas hubungan antara ajaran Islam dan kesehatan melalui kajian kualitatif berbasis studi pustaka, analisis normatif, serta pendekatan deskriptif-komparatif. Islam memandang kesehatan sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya penjagaan jiwa (hifz an-nafs), yang mencakup aspek fisik, mental, spiritual, dan sosial. Temuan kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an dan hadis mengandung prinsip-prinsip kesehatan yang komprehensif, seperti thaharah (kebersihan), konsumsi makanan halal dan thayyib, manajemen stres melalui ibadah, kewajiban berobat, kesehatan reproduksi, kelestarian lingkungan, dan mitigasi penyakit. Dalil-dalil seperti QS. Al-Baqarah: 195, QS. Al-Baqarah: 168, QS. Ar-Ra’d: 28, serta hadis riwayat Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud menjadi dasar konseptual yang selaras dengan prinsip kesehatan modern. Integrasi antara syariat dan ilmu kedokteran juga tercermin dalam praktik pengobatan, sanitasi, nutrisi, kesehatan mental, dan penanganan pandemi. Artikel ini menegaskan bahwa Islam tidak hanya memuat aturan ibadah, tetapi juga panduan preventif dan kuratif untuk menjaga kualitas hidup manusia. Relevansi ajaran Islam terhadap kesehatan modern menunjukkan urgensi penerapan nilai-nilai agama dalam membangun masyarakat sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Konsep Sehat dan Sakit dalam Perspektif Agama Islam dan Kaitannya dengan Enam Agama di Indonesia Siska; Laila Mailina Rahmah; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1496

Abstract

Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia dan dipahami secara beragam oleh agama-agama di Indonesia. Artikel ini mengkaji konsep sehat dan sakit dalam perspektif Islam serta mengaitkannya dengan lima agama resmi lainnya: Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka melalui analisis teks keagamaan, literatur akademik, dan penelitian relevan untuk memahami makna sehat-sakit dan implikasinya dalam kehidupan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa keenam agama memaknai sehat sebagai kondisi holistik yang mencakup keseimbangan fisik, mental, dan spiritual. Sakit dipahami bukan hanya sebagai gangguan biologis, tetapi juga mengandung dimensi moral dan spiritual. Islam menekankan ikhtiar medis dan tawakal; Kristen dan Katolik menonjolkan iman, mukjizat, serta sakramen; Hindu dan Buddha menekankan keselarasan energi dan batin; sementara Konghucu memandang kesehatan sebagai harmoni antara tubuh, moral, dan sosial. Meskipun terdapat perbedaan pendekatan, seluruh agama mengakui pentingnya integrasi usaha fisik dan spiritual dalam proses penyembuhan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa perspektif keagamaan dapat memperkaya pendekatan kesehatan holistik di Indonesia melalui pelayanan berbasis spiritual, pendidikan kesehatan religius, dan kerja sama antaragama. Pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang humanistik dan kontekstual bagi masyarakat Indonesia.
Hukum Mengonsumsi Obat-Obatan yang Mengandung Bahan Baku Non-Halal dalam Islam Nina; Siti Aisyah; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1499

Abstract

Kemajuan ilmu kedokteran berbanding lurus dengan meningkatnya keragaman obat yang beredar di masyarakat. Beberapa jenis obat menggunakan bahan baku yang berasal dari unsur non-halal, seperti turunan babi, alkohol, dan enzim tertentu. Hal ini menimbulkan persoalan hukum bagi umat Islam yang berkewajiban mengonsumsi produk halal. Penelitian ini bertujuan menganalisis ketentuan hukum Islam mengenai penggunaan obat dengan kandungan non-halal melalui pendekatan normatif yang merujuk pada al-Qur’an, hadis, fatwa ulama, dan maqāṣid al-syarī‘ah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan penelaahan literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum asal mengonsumsi bahan non-halal adalah haram; namun, dalam kondisi darurat atau kebutuhan mendesak, hukumnya menjadi boleh selama tidak terdapat obat halal yang sebanding, ditetapkan oleh ahli medis, dan digunakan sebatas kebutuhan. Ketentuan ini sejalan dengan tujuan syariat dalam menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs). Kesimpulan dari kajian ini menegaskan adanya fleksibilitas hukum Islam dalam merespons perkembangan farmasi modern melalui mekanisme rukhsah dan prinsip maslahah.
Optimalisasi Pelayanan Kesehatan Melalui Administrasi Kesehatan yang Efektif Indah Pemberiani; Ilin; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1500

Abstract

Administrasi kesehatan merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang dapat menentukan efektivitas, efisiensi, dan kualitas layanan. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana administrasi kesehatan yang efektif dapat mengoptimalkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian menganalisis faktor‐faktor administratif seperti manajemen sumber daya manusia, sistem informasi kesehatan, proses triase dan alur layanan, serta manajemen mutu yang berkontribusi terhadap performa pelayanan kesehatan. Temuan menunjukkan bahwa administrasi yang terstruktur dengan baik, didukung oleh sistem informasi digital, pelatihan SDM yang memadai, dan pengawasan kinerja yang konsisten, mampu meningkatkan kepuasan pasien, mengurangi waktu tunggu, dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data. Sebaliknya, administrasi yang lemah atau terfragmentasi menghambat alur pelayanan, menurunkan kualitas layanan, dan memperbesar risiko ketidakpuasan pasien. Artikel ini merekomendasikan penguatan struktur administrasi, digitalisasi sistem, serta pengembangan kompetensi tenaga administrasi sebagai strategi kunci optimalisasi pelayanan kesehatan.
Etika Profesi Tenaga Kesehatan dalam Perspektif Islam Ilham; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1508

Abstract

Etika profesi dalam bidang kesehatan menjadi aspek krusial yang menentukan kualitas pelayanan medis dan kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan. Dalam konteks Muslim, etika profesi tenaga kesehatan memiliki landasan nilai‑nilai Islam yang kuat, seperti amanah (kepercayaan), ihsan (berbuat sebaik‑baiknya), tadbir (pengelolaan), taʿawun (tolong‑menolong), dan keadilan (ʿadl). Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana perspektif Islam membentuk kerangka etika profesi tenaga kesehatan serta implikasinya bagi praktik modern di fasilitas kesehatan. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis terhadap artikel‑jurnal terkini dan dokumen keilmuan yang relevan. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: (1) prinsip‑prinsip etika profesi tenaga kesehatan dalam Islam, (2) penerapan nilai Islam dalam praktik pelayanan kesehatan modern, dan (3) tantangan dan strategi pembumian etika Islam dalam profesi kesehatan. Perspektif Islam terbukti selaras dengan prinsip bioetika modern beneficence, non‑maleficence, autonomy, dan justice namun menambahkan dimensi spiritual dan tanggung jawab moral yang lebih luas. Kendati demikian terdapat hambatan seperti rendahnya literasi nilai Islam di kalangan tenaga kesehatan, kelemahan regulasi institusional, dan tekanan teknologi serta komersialisasi kesehatan. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian etika Islam dalam profesi kesehatan tidak sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis untuk meningkatkan mutu pelayanan, kepercayaan pasien Muslim, serta pembentukan karakter tenaga kesehatan yang berintegritas.
Ketuhanan dan Kesehatan Mental: Pengaruh Praktik Spiritual terhadap Kesejahteraan Psikologis di Era Digital Siti Rahmah; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1509

Abstract

Perkembangan teknologi digital secara pesat telah mengubah pola komunikasi, gaya hidup, dan sistem nilai masyarakat global. Meski menawarkan berbagai kemudahan, era digital juga meningkatkan tantangan psikologis seperti kecemasan, depresi, stres, dan kesepian. Praktik spiritual merupakan salah satu instrumen yang diyakini mampu memperkuat kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh spiritualitas dan praktik keagamaan terhadap kesehatan mental di era digital, dengan menekankan bagaimana ritual ibadah, kontemplasi, doa, zikir, dan komunitas religius meningkatkan ketahanan emosional serta kepuasan hidup. Dengan metode deskriptif kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual baik institusional maupun individual berfungsi sebagai faktor protektif melalui pemberian makna hidup, regulasi emosi, kerangka moral, serta dukungan sosial. Digitalisasi menyediakan peluang baru dalam memperluas akses terhadap praktik keagamaan melalui ibadah daring, kajian virtual, dan platform meditasi, meskipun menghadirkan tantangan terhadap keotentikan pengalaman spiritual. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa praktisi spiritual yang aktif memiliki tingkat stres dan depresi lebih rendah, optimisme lebih kuat, serta kemampuan koping yang lebih baik. Studi ini menyimpulkan bahwa praktik spiritual merupakan dimensi penting dalam kesehatan mental holistik dan perlu diintegrasikan ke dalam upaya promosi kesehatan mental di era digital.
Konsep Kesehatan dalam Perspektif Islam dan Implementasinya pada Pelayanan Kesehatan Modern Dhea Khafifah; Nisa Fauziah Rahmadani; Latifah
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v4i1.1515

Abstract

Kesehatan dalam pandangan Islam mencakup dimensi fisik, mental, dan spiritual, serta dipahami sebagai salah satu nikmat yang wajib dijaga oleh individu Muslim. Konsep ini bukan hanya berfokus pada penyembuhan penyakit, tetapi juga pencegahan, pemeliharaan, serta pelayanan yang beretika dan berkeadaban. Artikel ini bertujuan mengeksplorasi konsep kesehatan dalam perspektif Islam dan bagaimana konsep tersebut diimplementasikan dalam pelayanan kesehatan modern. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis terhadap artikel-artikel keilmuan terkait dan dokumen kebijakan pelayanan kesehatan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat keselarasan antara ajaran Islam dan praktik pelayanan kesehatan modern dalam hal promotif, preventif, dan rehabilitatif termasuk pengembangan layanan halal, etik profesi, dan pendekatan holistik. Namun demikian, tantangan implementasi seperti kurangnya literasi keislaman di kalangan tenaga kesehatan, regulasi yang belum sepenuhnya ramah nilai Islam, dan kesenjangan antara teori dan praktik masih terdapat. Artikel ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep Islam dalam pelayanan kesehatan modern dapat meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pasien, asalkan ada pelatihan nilai, pedoman operasional, serta kerangka evaluasi yang jelas.