Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Dukungan Sosial Keluarga Dan Status Identitas Achievement Pada Remaja Akhir Putri, Marsyanda; Siregar, Nani Restati; Qalbi, Laode Surazal
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.47410

Abstract

Status identitas achievement adalah status yang menggambarkan bahwa remaja telah melewati masa krisisnya seperti kebingungan, atau telah melakukan eksplorasi dan telah menentukan satu pilihan serta komitmen terhadap pilihan tersebut. Salah satu faktor yang mempengaruhi status identitas achievement adalah dukungan sosial keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dukungan sosial dengan status identitas achievement pada remaja akhir di SMAN 2 Kendari. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 457 siswa. Sampel dalam penelitian diambil menggunakan teknik Random Sampling. yang menghasilkan jumlah subjek sebanyak 82 siswa yang merupakan remaja akhir. Instrumen penelitian ini menggunakan skala status identitas achievement dan skala dukungan sosial keluarga. Teknik analisis data menggunakan metode Pearson's Product Moment correlation. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan terdapat hubungan positif antara dukungan sosial keluarga dengan status identitas achievement pada remaja akhir di SMAN 2 Kendari nilai koefisien korelasi sebesar 0,582 dan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p
Self Esteem dan Workplace Bullying pada Karyawan Safaruddin, Safaruddin; Siregar, Nani Restati; Herik, Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.43309

Abstract

Self esteem adalah penilaian pribadi dan orang lain, mengenai perasaan berharga dari diri sendiri, kepercayaan dari seseorang tentang keterampilan, kemampuan, dan hubungan sosialnya. Sedangkan Workplace bullying merupakan tindakan kekerasan atau perundungan verbal maupun non verbal yang bertujuan untuk membuat korban merasa tidak nyaman ditempat kerja. Sampel penelitian ini adalah 52 karyawanPT Aneka Gas Industri Tbk. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala self esteem yang disusun menurut aspek-aspek Minchinton dan skala wokplace bullying berdasarkan aspek-aspek Einarsen oleh peneliti yang disusun menggunakan metode skala likert. Skala Self esteemmemiliki reliabilitas (rxy)= 0,883 terdiri dari 44 aitem, sedangkan skala wokplace bullying memiliki nilai reliabilitas (rxy)= 0,857 dan terdiri dari 18 aitem. Analisa penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil Analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara self esteem dengan Workplace bullying dengan nilai r = -0,297, dan sig = 0,033. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self esteem, maka semakin rendah Workplace bullying.
Self-Esteem dengan Status Identitas Ego pada Siswa Madjid, Misra Damayanti; Siregar, Nani Restati; Pambudhi, Yuliastri Ambar
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.47381

Abstract

Self-esteem merupakan sikap seseorang berdasarkan persepsi tentang bagaimana individu menghargai dan menilai dirinya sendiri secara keseluruhan, yang berupa sikap positif atau negatif terhadap dirinya. Self-esteem memiliki peranan penting dalam upaya pembentukan status identitas ego siswa, pembentukan status identitas ego siswa tidak terlepas dari tinggi rendah self-esteem yang dimiliki, yang dimana siswa yang telah berhasil memahami dirinya, peran-perannya, dan makna hidup beragama akan mempengaruhi status identitas ego siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan status identitas ego pada siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling, sehingga diperoleh partisipan berjumlah 65 siswa dari 193 populasi siswa kelas XI SMAN 1 Sampara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menggunakan skala self-esteem dan juga skala status identitas ego. Analisis data menggunakan korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat hubungan positif antara self-esteem dengan status identitas ego pada siswa kelas XI SMAN 1 Sampara. dengan nilai korelasi sebesar 0,594 dan nilai signifikansi sebesar 0,000.
Konformitas Teman Sebaya dengan Perilaku Bullying pada Peserta Didik SMP Jasmani, Jasmani; Siregar, Nani Restati; Herik, Eva
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.44949

Abstract

Abstrak : Perilaku bullying adalah sebuah hasrat individu untuk menyakiti individu lainnya. Hasrat ini dapat diperlihatkan dengan berbagai aksi yang mengakibatkan korban menderita. Salah satu hal yang menjadi faktor terjadinya bullying adalah kelompok teman sebaya atau konformitas teman sebaya yang ada disebuah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik di SMP Negeri 3 Kendari. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying. Artinya semakin tinggi konformitas teman sebaya maka semakin tinggi perilaku bullying. Subjek dalam penelitian ini adalah 50 peserta didik SMP Negeri 3 Kendari, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala konformitas teman sebaya yang terdiri dari 20 aitem dan skala perilaku bullying yang terdiri dari 31 aitem. Teknik analisis menggunakan metode korelasi product moment dan diperoleh nilai (r)= 0,447 dengan p< 0,05. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada peserta didik SMP Negeri 3 Kendari. Kata kunci : konformitas teman sebaya; perilaku bullying; peserta didik
Konsep Diri dengan Perilaku Bullying pada Mahasiswa Bidikmisi yang Menjadi Korban Aprianti, Sri; Siregar, Nani Restati; Sah, Maolana Mohammad
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.42484

Abstract

Perilaku bullying merupakan tindakan intimidasi yang dilakukan secara berulang-ulang oleh pihak yang lebih kuat terhadap pihak yang lebih lemah, dilakukan dengan sengaja dan bertujuan untuk melukai korbannya secara fisik maupun emosional. Perilaku bullying ini biasanya bersumber dari berbagai faktor, salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan perilaku bullying adalah konsep diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara konsep diri dan perilaku bullying pada Mahasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 38 mahasiswa bidikmisi dan menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan dua skala, yaitu skala konsep diri dan skala perilaku bullying. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat konsep diri dan prilaku bullying pada Mahasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo sebagian besar berada pada kategori sedang. Data dianalisis dengan menggunakan teknik Pearson's Product Moment correlation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien korelasi yang diperoleh sebesar -0,483 dengan taraf signifikansi 0,002 (ρ>0,05). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dan perilaku bullying pada Mahasiswa Bidikmisi Universitas Halu Oleo. Kata kunci : konsep diri;mahasiswa bidikmisi;perilaku bullying
Regulasi Diri Dengan Perilaku Bullying Peserta Didik di SMK Negeri 4 Kendari Sukma, Melani; siregar, nani restati; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.44159

Abstract

Bullying adalah sebuah tindakan atau perilaku agresif dan negatif yang di lakukan seseorang untuk menyakiti orang lain dan mengganggu orang lain demi kepuasan tersendiri. Pembentukan regulasi diri sangat dibutuhkan bagi siswa yang termasuk dalam berperilaku bullying. Sedangkan Regulasi diri adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan pikiran, perasaan dan tindakan untuk mencapai tujuan hidup. Regulasi diri sangat penting bagi siswa untuk mengontrol dan memotivasi dirinya dalam menghadapi situasi apapun yang ditemukan di sekolah agar dapat mencapai suatu tujuan yang dinginkan seperti melakukan proses belajar dengan menyenangkan dan berperilaku sesuai dengan peraturan norma dan sekolah. Sampel penelitian ini adalah 33 siswa/I SMK Negeri 4 Kendari. Adapun lat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu skala bullying yang disusun menurut aspek-aspek Coloroso dan skala regulasi diri yang berdasarkan aspek-aspek Zimmerman disusun oleh peneliti menggunakan metode skala likert. Skala Bullying memiliki reliabilitas (rxy) = terdiri dari 34 aitem, sedangkan skala regulasi diri memiliki nilai reliabilitas (rxy) = dan terdiri dari 30 aitem. Analisa penelitian ini menggunakan korelasi pearson product moment. Berdasarkan hasil Analisa ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif antara bullying dengan regulasi diri dengan nilai r = -0,435, dan signifikansi = 0,011. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Regulasi diri, maka semakin rendah Perilaku bullying
Antara Konsep Diri Dengan Interaksi Sosial Mahasiswa Yuniasih, Ni Luh Komang; Siregar, Nani Restati; Marhan, Citra
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.43423

Abstract

Konsep diri merupakan faktor penting dalam berinteraksi, konsep diri sebagai cermin bagi individu dalam memandang dirinya. Reaksi individu terhadap lingkungan dipengaruhi oleh konsep dirinya. Konsep diri merupakan bagian dari yang mempengaruhi setiap aspek pengalaman, baik itu pikiran, perasaan, persepsi maupun tingkah laku individu. Pembentukan konsep diri memudahkan interaksi sosial sehingga individu dapat mengantisipasi reaksi orang lain. Konsep diri menjadi salah satu faktor kurangnya interaksi sosial pada mahasiswa, sebab dalam berinteraksi dan bertingkah laku individu sedapat mungkin menyesuaikan dengan konsep dirinya. Oleh karena iu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial mahasiswa FKIP UHO dari luar Kota Kendari. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling, sehingga diperoleh jumlah sampel sebesar 100 orang dari 1.276 populasi mahasiswa baru yang berasal dari luar Kota Kendari. Metode pengumpulan data menggunakan skala konsep diri dan skala interaksi sosial. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep diri dan interaksi sosial pada mahasiswa baru FKIP UHO dari luar kota Kota Kendari.
Konsep Diri dengan Interaksi Sosial pada Remaja Pracilia, Suci Risky; Siregar, Nani Restati; Kaimuddin, Sitti Mikarna
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 2 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i2.44543

Abstract

Konsep diri merupakan gambaran atau pandangan individu mengenai diri sendiri yang didapatkan dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Interaksi sosial merupakan hubungan timbal balik antara individu satu dengan lainnya yang saling memberi pengaruh baik dalam hal positif maupun negatif dalam kehidupan sehari-hari. Remaja di lingkungannya diharapkan mampu menjalin interaksi sosial dengan baik untuk dapat membentuk konsep diri yang baik pula. Konsep diri terbentuk karena adanya interaksi dengan individu lain disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 1 Kendari. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, sehingga diperoleh sampel sebanyak 87 orang dari 650 populasi remaja kelas VII dan VIII di SMP Negeri 1 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan skala interaksi sosial dan skala konsep diri. Teknik analisis ini menggunakan metode korelasi pearson’s product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara konsep diri dengan interaksi sosial pada remaja di SMP Negeri 1 Kendari dengan nilai korelasi sebesar 0,394 dan taraf signifikan 0,00
Status Identitas Ego dengan Pengambilan Keputusan Karir pada Siswa Azzahra, Dinayah Shakira; Siregar, Nani Restati; Sunarjo, Ida Sriwaty
Jurnal Sublimapsi Vol 5, No 1 (2024):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v5i1.43504

Abstract

Identitas ego adalah perasaan subjektif mengenai diri yang konsisten dan berkembang dalam realitas sosial. Individu diklasifikasikan menurut empat status identitas berdasarkan ada tidaknya eksplorasi (krisis) dan komitmen. Empat status identitas tersebut adalah status identitas diffusion, foreclosure, moratorium dan achievement. Status identitas ego memiliki pengaruh terhadap pengambilan keputusan karir, terdapat keterkaitan antara pengambilan keputusan karir yang sukses dengan pembentukan status identitas ego yang yang baik, dimana semakin banyak individu melakukan eksplorasi dan berkomitmen dalam domain-domain kehidupannya, memiliki implikasi positif bagi tingkat keyakinan individu untuk melakukan tugas-tugas yang berkaitan dengan keputusan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status identitas ego dengan pengambilan keputusan karir pada siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling, sehingga diperoleh partisipan berjumlah 82 siswa dari 457 populasi siswa kelas XI SMAN 2 Kendari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menggunakan skala status identitas ego dan juga skala pengambilan keputusan karir. Analisis data menggunakan korelasi Pearson’s Product Moment. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara status identitas ego dengan pengambilan keputusan karir pada siswa kelas XI SMAN 2 Kendari dengan nilai korelasi sebesar 0,594 dan nilai signifikansi sebesar 0,000.
Pola Asuh Demokratis dengan Status Identitas Ego pada Siswa Nisa, Al Aden Azzahra; Siregar, Nani Restati; Fajriah, Linda
Jurnal Sublimapsi Vol 4, No 3 (2023):
Publisher : Jurusan Psikologi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/sublimapsi.v4i3.42075

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang dihadapkan pada berbagai tantangan dan masalah perkembangan. Tugas perkembangan pada masa remaja adalah menyesuaikan diri dengan perubahan dirinya baik fisik maupun psikologis, salah satunya adalah memantapkan identitas ego. Identitas ego akan diraih oleh remaja melalui adanya eksplorasi dan komitmen yang dipengaruhi salah satunya oleh pola asuh orang tua terutama pola asuh demokratis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis dengan status identitas ego pada siswa. Teknik pengambilan partisipan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, sehingga dilakukan screening populasi dari 418 siswa kelas XI MAN 1 Kendari diperoleh partisipan berjumlah 125 siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menggunakan skala pola asuh demokratis dan juga skala status identitas ego. Teknik analisis data menggunakan metode korelasi Pearson’s Product Moment. Pada penelitian ini hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan positif antara pola asuh demokratis dengan status identitas ego pada siswa kelas XI MAN 1 Kendari, dengan nilai r= 0,222. Signifikan positif memiliki arti semakin tinggi pola asuh demokratis yang didapatkan oleh siswa maka siswa akan semakin mampu mencapai status identitas ego achievement.