Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

FROM PLANTATION TO CONGREGATION: GOVERNANCE AND ACCOUNTABILITY OF A MOSQUE-MANAGED PALM OIL BUSINESS AT DARUSSALAM MOSQUE, INDONESIA Agusti, Netta; Setia Wahyudi, Bagus; Cahyadi, Ashadi
JURNAL MANAJEMEN DAKWAH Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jmd.2025.112.02

Abstract

Mosques in Indonesia have historically relied on traditional philanthropic sources: infaq, sedekah, waqf and grants from government and private entities. Conversely, productive funding models have remained systematically underdeveloped. This study aims to analyze the dynamics and accountability of a mosque funding model based on a palm oil plantation. It further evaluates the scheme's potential as an alternative for fulfilling the mosque's religious, economic, and social functions. The study employs a qualitative approach, utilizing a single case study methodology focused on Darussalam Mosque in Mukomuko Regency, Indonesia. Data were collected through in-depth interviews, passive-participant observation, and analysis of local archival documentation. The findings indicate that the SSTBS (Sedekah Satu Tanda Buah Sawit) scheme, combined with plantation management, successfully established a sustainable funding source that supports the mosque's physical infrastructure development. However, accountability for this management remains informal, relying heavily on trust-based relationships rather than a documented administrative system. Despite this limitation, the model demonstrates significant potential for replication by other mosques, particularly those within agrarian communities, contingent upon the strengthening of institutional and financial governance. This study contributes to the discourse on productive asset-based mosque financing, a topic largely unexplored within the field of da'wah management.
PEMBANGUNAN DAN PEMBERDAYAAN MANUSIA MELALUI DANA DESA: POLA DARI MASA LALU HINGGA SINERGITAS YANG RANCU Cahyadi, Ashadi
Jurnal Ilmiah Syi'ar Vol 19, No 1 (2019): June 2019
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/syiar.v19i1.10535

Abstract

Nawa Cita membutuhkan desa sebagai inti pembangunan. Danadigulirkan untuk setiap desa untuk mendukung pembangunan,pemberdayaan, dan kesejahteraan beberapa mata pelajaran desa.Asumsi utama adalah bahwa sinergi infrastruktur yang diikuti olehpemberdayaan masyarakat akan menghasilkan kesejahteraan yangberkelanjutan. Rasionalitas ini dianggap tidak berjalan bersama karenamenyediakan sebagian besar infrastruktur dan mengecilkanpemberdayaan manusia. Studi ini mencoba membahas dana desadengan meninjau pola pembangunan masa lalu, pengembanganmasyarakat, dan mengoreksi pembangunan berbasis infrastruktur.Diskusi dalam makalah ini telah didukung oleh berbagai jurnal, tokoh,  dan berita dari media online. Semua bahan dibaca secara interaktif, dikurangi, kemudian esensi bacaan dikembangkan sesuai dengan penalaran induktif. Ditemukan bahwa dari masa lalu, program desa selalu mengacu pada ketentuan pemerintah pusat. Padahal masalah dan kebutuhan masing-masing desa sangat berbeda. Kemudian, kurangnya pemahaman aparatur desa tentang program tersebut, tidak jarang program yang akan digulirkan menjadi replika dari desa lain. Makalah ini juga membahas pembangunan berbasis masyarakat sebagai solusi untuk masalah dana desa.