Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

The contribution of vegetation stratification and soil quality index in post-coal mining lands Herman, Welly; Iskandar, Iskandar; Budi, Sri Wilarso; Pulunggono, Heru Bagus; Kurniati, Kurniati; Rahmayuni, Erlina
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 5 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.125.8647

Abstract

Open-pit coal mining causes environmental degradation, disrupting ecosystem functions and reducing soil quality. This study evaluated the contribution of vegetation stratification and the Soil Quality Index (SQI) in supporting the recovery of post-coal mining land. The research was conducted on revegetated sites of varying ages (2006-2022) within the PT Allied Indo Coal Jaya mining area in Sawahlunto, West Sumatra. Vegetation structure was analyzed based on five vertical strata: trees, poles, saplings, seedlings, and understory. Concurrently, soil quality was assessed using the SQI, which incorporates physical, chemical, and biological soil parameters. They showed that revegetated sites older than 10 years exhibited more complex vegetation structures and significantly higher SQI values. Among the strata, understory frequency showed the strongest correlation with SQI (r = 0.907), followed by tree density (r = 0.530), reflecting the crucial role of these two layers in enhancing organic matter, microbial activity, and soil stability. Principal Component Analysis (PCA) identified soil pH, organic carbon, total nitrogen, microbial biomass, and soil permeability as the key indicators contributing to SQI formation. These findings confirm that the interaction between vegetation stratification and soil quality plays a central role in accelerating ecosystem recovery and supporting the long-term sustainability of post-mining land revegetation.
Pendampingan Budidaya Sayuran Microgreens dan Hidroponik Untuk Ketahanan Pangan dan Pendapatan Alternatif Keluarga ‘Aisyiyah Jakarta Puspitasari, Rita; Sumiahadi, Ade; Rahmayuni, Erlina; Tanjung, Dian; Putri, Dirgahani; Meisanti; Putri, Dessy; Sugiatmi; Muksin, Nani; Maulana, Ragil; Rifqi, Muhammad; Cecilia, Sabina
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.7804

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan urbanisasi yang pesat di Jakarta menyebabkan berkurangnya lahan pertanian serta meningkatnya risiko ketergantungan pangan dari luar wilayah. Upaya untuk mengatasi tantangan ini, dilakukan program pelatihan dan pendampingan budidaya microgreens dan hidroponik kepada anggota PWA ‘Aisyiyah Jakarta. Rangkaian kegiatan dilaksanakan sekitar 3 bulan yaitu April-Juni 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga serta mendorong kemandirian pangan masyarakat perkotaan, khususnya ibu-ibu. Sebanyak 20 peserta terpilih dari enam wilayah Jakarta mengikuti program ini setelah melalui tahap seminar dan seleksi. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu survei awal, pelaksanaan, evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa 53,8% peserta tertarik mengembangkan kedua teknik budidaya, dan 80% menyatakan keinginan untuk terus menanam sayuran sehat di rumah. Sebagian besar peserta berhasil memanen microgreens dan mengolahnya menjadi makanan bergizi, meskipun masih ditemukan kendala teknis yang memerlukan pendampingan lanjutan. Program ini terbukti meningkatkan pengetahuan, motivasi, serta peluang pendapatan alternatif melalui budidaya sayuran di lahan sempit.
PENDAMPINGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DI DESA MALANGNENGAH KECAMATAN PAGEDANGAN KABUPATEN TANGERANG Rahmayuni, Erlina; Elfarisna, Elfarisna; Herman, Welly; Nauly, Dahlia; Ramadona, Lola; Diani Tanjung, Dian; Sumiahadi, Ade; Sularno, Sularno; Litdia, Litdia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1794-1801

Abstract

Kegiatan pendampingan aplikasi pupuk organik dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Pendampingan ini bertujuan untuk memperkenalkan pupuk organik padat dan cair serta cara pengaplikasiannya sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta produktivitas pertanian. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi pengenalan pupuk organik (padat dan cair), demonstrasi aplikasinya, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan setelah kegiatan melalui kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 10%-95% sebelum kegiatan menjadi 90%-100% setelahnya. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam memanfaatkan limbah organik untuk pembuatan pupuk maupun dalam aplikasinya di lahan pertanian. Kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan aplikasi pupuk organik padat dan cair yang berasal dari biomassa pertanian secara optimal.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DAN MIKROORGANISME LOKAL DARI SAMPAH ORGANIK PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MALANG NENGAH, KECAMATAN PAGEDANGAN Elfarisna, Elfarisna; Rahmayuni, Erlina; Kurniati, Kurniati; Herman, Welly; Nauly, Dahlia; Ramadona, Lola
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1802-1808

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak pada peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik yang mencapai 50-70% dari total sampah di Indonesia. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan pembuatan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi melalui metode sosialisasi dan praktik langsung. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang manfaat kompos dan MOL, sedangkan praktik langsung memfasilitasi peserta untuk mengolah sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu KWT dalam mengolah limbah organik menjadi kompos dan MOL yang bermanfaat bagi kesuburan tanah serta ramah lingkungan. Program ini memberikan solusi praktis untuk mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendukung kemandirian petani di Desa Malangnengah.
Optimalisasi Pemanfaatan Pupuk Kandang Sapi terhadap BudidayaJagung Ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh) / Optimization of Cow Manure Utilization for Purple Corn Cultivation(Zea mays L. ceratina Kulesh) Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; risna, Elfa
JURNAL PANGAN Vol. 34 No. 2 (2025): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v34i2.893

Abstract

Indonesia berpotensi dalam pengembangan pertanian melalui pemanfaatan tanaman lokal bernilai ekonomi tinggi, salah satunya adalah jagung ungu (Zea mays L. ceratina Kulesh). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan pupuk kandang sapi terhadap sifat kimia tanah, pertumbuhan, dan hasil produksi jagung ungu. Penggunaan pupuk kandang sapi terbukti meningkatkan pH tanah dari 4,95 menjadi 5,59, menurunkan kadar Al-dd hingga 0,00 me/100 g, serta meningkatkan kadar fosfor tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), dan kandungan karbon organik tanah. Sementara itu, kadar nitrogen total tidak mengalami perubahan berarti. Pemberian pupuk kandang sapi sebanyak 150 g per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman mencapai 197,48 cm, jumlah daun 12,24 helai, dan diameter batang 2,65 cm. Pemanenan menunjukkan adanya peningkatan panjang dan diameter tongkol tanpa kelobot, dengan dosis optimal antara 150 hingga 200 g. Secara keseluruhan, pupuk kandang sapi terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan hasil jagung ungu, serta menawarkan solusi berkelanjutan sebagai alternatif pupuk anorganik.   Indonesia has the potential for agricultural development by utilizing local plants with high economic value, including purple corn (Zea mays L. ceratina Kulesh). This study aimed to evaluate the effect of cow manure on soil chemical properties, growth, and yield of purple corn. The use of cow manure was proven to increase soil pH from 4.95 to 5.59, reduce Al-dd levels to 0.00 me/100 g, and increase available phosphorus levels, cation exchange capacity (CEC), and soil organic carbon content. Meanwhile, total nitrogen levels did not change significantly. Application of 150 g of cow manure per plant resulted in the best growth, with plant height reaching 197.48 cm, having 12.24 leaves, and a stem diameter of 2.65 cm.. Harvesting showed an increase in the length and diameter of the cob without husk, with an optimal dose between 150 and 200 g. Overall, cow manure has proven effective in improving soil quality and increasing purple corn yields, and it offers a sustainable alternative to inorganic fertilizers.
Evaluation of the Fertility Status of Rice Fields in Giri Jaya Village, Nagrak District, Sukabumi Regency Rahmayuni, Erlina
Jurnal Solum Vol. 21 No. 1 (2024)
Publisher : Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsolum.21.1.22-29.2024

Abstract

Rice field management plays a crucial role in successfully increasing rice production. This research aims to assess the fertility status of rice fields situated at varying altitudes in Giri Village, Nagrak District, Sukabumi Regency. The research comprises three stages, which include: Field research, Laboratory research, encompassing the analysis of soil chemical properties. Data analysis, conducted both descriptively and quantitatively. Composite soil samples from rice fields were collected at three different elevations (top, middle, and bottom) at a depth of 1-20 cm in the surface layer of the rice field soil. Analysis of paddy soil samples involved measuring pH H2O using the electrometric method, total N, and cation exchange capacity (CEC) using the titrimetric method, potential K2O using the flame photometric method, potential P2O5 and organic C using the spectrophotometric method, K-dd and Na-dd using the flame photometric method, and Ca-dd and Mg-dd using the AAS method. Data obtained from soil analysis at different elevations were compared based on soil type for each observed parameter. The research results indicate that the evaluation of nutrient status is influenced by altitude. Land situated at lower elevations exhibits better soil fertility status, followed by land at the upper and middle elevations. Keywords: Altitude, Andisols, Erosion, Rice fields, Soil fertility.
Rice Husk Biochar as an Amendment to Improve Sweet Corn Performance on Bengkulu Entisols Herman, Welly; Salamah, Umi; Rahmayuni, Erlina; Zulkarnain, Zulkarnain
Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAES) Vol. 1 No. 3 (2025): Indonesian Journal of Sustainable Agriculture and Environmental Sciences (IJSAE
Publisher : CV. Truly Science Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Entisol soil in the coastal area of ​​Bengkulu has low fertility with limited organic matter and nutrient contents, so it requires soil amendments to increase plant productivity. Aim: This study aims to evaluate the effectiveness of rice husk biochar on improving soil chemical properties and increasing sweet corn (Zea mays saccharata) yield. Methods: The experiment was conducted on a polybag scale (10 kg of soil per polybag) using a Completely Randomised Design (CRD) with four doses of rice husk biochar (0, 5, 10, and 15 t/ha), with each treatment repeated six times. Biochar was produced through indirect pyrolysis at a temperature of approximately 400 °C, incubated for four weeks, and applied to the soil at 50% of the recommended fertilizer dose. Results: The analysis results showed that the application of rice husk biochar had a significant effect (p < 0.05) on increasing soil pH, organic carbon (C), total nitrogen (N), and cation exchange capacity (CEC). A dose of 10 t/ha increased soil pH from 6.01 to 6.61, organic C from 2.09% to 2.81%, total N from 0.11% to 0.17%, and CEC from 4.98 to 5.64 cmol(+)/kg, significantly higher than the control (p < 0.05). This increase in fertility directly impacted the growth and yield of sweet corn, with cob weight reaching 437.5 g, significantly greater than the control at p < 0.05, but not significantly different from the dose of 15 t/ha. Conclusion: Thus, rice husk biochar at a dose of 10 t/ha effectively improves Entisol soil quality and increases sweet corn yields, and has the potential to be applied as a sustainable agricultural innovation in tropical marginal lands.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KWT GANDARIA MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA ANGGUR DENGAN TEKNIK PRUNING DAN GRAFTING Tanjung, Dian Diani; Puspitasari, Rita Tri; Bustomi, Muhamad Yazid; Sularno; Sukrianto; Rahmayuni, Erlina
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i2.4993

Abstract

Kelurahan Gandaria Selatan, kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan memiliki beberapa KWT aktif, khususnya pemanfaatan lahan tidur untuk pertanian. Akan tetapi, sebagian besar anggotanya sebagaian besar merupakan ibu rumah tangga, sehingga pengetahuan dan keterampilan budidaya anggur masih terbatas. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk dapat meningkatkan soft skill dan hard skill mitra dalam budidaya anggur. Pelatihan dikemas dalam program Pengadian Masyarakat oleh Fakultas Pertanian UMJ dimana mitra adalah KWT dilingkungan kelurahan Gandaria, Cilandak-Jakarta Selatan yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari berbagai latar belakang profesi. Program dimulai dengan survei lokasi kebun mitra, memetakan permasalahan, dan merancang solusi bagi mitra. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan pelatihan budidaya dasar anggur. Pemberian pelatihan dan penyuluhan dalam bentuk menghasilkan bibit anggur melalui grafting (sambung pucuk dan sambung sisip), dan pemeliharaan tanaman anggur dengan teknik pruning. Tingkat keberhasilan program diukur menggunakan metode kuesioner (pre-test dan post-test), data dianalisis dengan Uji t Sampel Berpasangan. Analisis data menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan peserta antara sebelum dan sesudah pelatihan. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah pelatihan sebesar 34.8 persen. Kegiatan ini selain memberikan solusi praktis terhadap keterbatasan pengetahuan KWT juga berkontribusi pada pengembangan soft skill dan hard skill anggota KWT dalam pemanfaatan lahan tidur melalui budidaya anggur.