Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : cemara

EFEK APLIKASI CANGKANG KERANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Elfarisna, Elfarisna; Budiawan, Mahfudin; Fitriah, Nurul; Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; Kurniati, Kurniati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3869

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji efek aplikasi limbah Cangkang Kerang Hijau (CKH) sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Dilakukan di kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Jakarta (Januari–April 2022), penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan CKH (0, 5, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta pupuk dasar (urea, SP-36, KCl). Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian CKH tidak memberikan pengaruh signifikan, namun CKH 20 g/tanaman menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ANORGANIK (N, P, K) DAN PUPUK KASCING TERHADAP TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Rahmayuni, Erlina; Syadiyah, Tsasya Halimatu; Herman, Welly
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 22 No 2 (2025): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v22i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh kombinasi pupuk anorganik (N, P, K) dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung (Solanum melongena L.). Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima dosis pupuk kascing (0, 50, 100, 150, dan 200 g/tanaman) dikombinasikan dengan pupuk anorganik 100% dan diulang sebanyak lima kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, umur berbunga, diameter buah, panjang buah, jumlah buah, dan bobot buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pupuk kascing meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman terung. Dosis 200 g kascing per tanaman menghasilkan pertumbuhan terbaik, dengan tinggi tanaman rata-rata 71,20 cm, jumlah daun 57,47 helai, jumlah buah 6 buah, dan bobot buah rata-rata 109,71 g atau setara 3,13 ton/ha. Meskipun secara statistik tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, tren peningkatan berbagai parameter mengindikasikan adanya efek sinergis antara pupuk anorganik dan kascing dalam meningkatkan produktivitas tanaman serta kesuburan tanah pada lahan Oxisol. Kombinasi pupuk anorganik dan kascing direkomendasikan sebagai strategi pemupukan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura di lahan masam.
Efektivitas Vermikompos sebagai Substitusi Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Edamame (Glycine max (L.) Merrill) pada Oxisol Welly Herman; Erlina Rahmayuni; Aini Novita Murwani; Sukrianto Sukrianto
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5237

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merrill) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya pada tanah Oxisol masih rendah akibat rendahnya kesuburan tanah dan ketersediaan unsur hara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas vermikompos sebagai substitusi 50% pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produktivitas edamame pada tanah Oxisol serta menentukan dosis yang paling efektif. Penelitian dilaksanakan pada September–Desember 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan, yaitu 100% NPK dan kombinasi 50% NPK dengan vermikompos sebanyak 25, 50, 75, dan 100 g/polibag, masing-masing lima ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, perkembangan akar, jumlah bintil akar, serta komponen hasil. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi vermikompos berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bintil akar, jumlah polong bernas, jumlah polong hampa, berat biji per tanaman, dan berat 100 biji, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah akar. Kombinasi 50% NPK dan 100 g vermikompos/polibag memberikan hasil terbaik pada sebagian besar komponen hasil, sedangkan dosis 75 g/polibag menghasilkan jumlah cabang dan bintil akar tertinggi. Vermikompos berpotensi mensubstitusi sebagian (50%) dosis pupuk NPK dalam sistem pemupukan dan meningkatkan produktivitas pada kondisi percobaan ini.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT NANAS Erlina Rahmayuni; Putri Zahra Prisilia; Welly Herman
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 23 No 1 (2026): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v23i1.5173

Abstract

Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi, namun produktivitasnya sering terhambat oleh penurunan kualitas tanah, terutama pada tanah masam dengan pH rendah dan ketersediaan hara terbatas seperti oksisol. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) limbah kulit nanas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Perlakuan yang digunakan adalah konsentrasi POC 0, 80, 120, 140, dan 160 mL L⁻¹. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan vegetatif, komponen hasil, dan pH tanah. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji BNJ taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa POC tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif, namun berpengaruh nyata terhadap diameter buah dan berat buah per tanaman. Secara deskriptif, dosis 80–120 mL L⁻¹ cenderung mendukung pertumbuhan, sedangkan dosis 160 mL L⁻¹ menghasilkan komponen hasil tertinggi. Selain itu, POC meningkatkan pH tanah dari 5,0 menjadi 6,4–6,7, dengan efektivitas tertinggi pada dosis 140 mL L⁻¹. Secara keseluruhan, POC limbah kulit nanas berpotensi sebagai amelioran tanah dan pendukung produksi tanaman, meskipun efektivitasnya dipengaruhi kondisi lingkungan dan faktor biotik.