Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Innovative: Journal Of Social Science Research

Efektivitas UU No 16 Tahun 2019 Tentang Batas Usia Minimal Pernikahan Terkait Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun ( Studi Kasus: Desa Banyuanyar Tengah ) Marwiyah, Siti; Septiandika, Verto; Maulaya, Nadilah Iskina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13622

Abstract

Manusia sebagai salah satu makhluk paling tinggi yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, yang secara kodrati bersifat monodualistik, yaitu makhluk rohani sekaligus makhluk jasmani, dan makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Sebagai makhluk individu, manusia memiliki emosi yang memerlukan perhatian, kasih sayang, harga diri, pengakuan, dan tanggapan emosional dari orang lain. Peristiwa penting yang dirasakan manusia salah satunya pernikahan sebagai sebuah tahapan dalam menjalani salah satu proses kehidupan untuk mengarungi bahtera rumah tangga dengan membentuk sebuah keluarga baru di kalangan masyarakat. Dalam undang-undang perkawinan negara kita UU no 16 tahun 2019, ada pasal yang mengatur usia yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan menikah. Sebagian besar remaja perempuan di seluruh dunia menikah di bawah 20 tahun, terutama di negara-negara berkembang. Tujuan dibentuknya Undang-undang tentang batas usia minimal pernikahan ini agar mengurangi tingkat pernikahan dini pada kalangan remaja. Tujuan dari penelitian ini Untuk mendeskripsikan, menganalisis, dan mengetahui hal apa saja yang mempengaruhi Efektivitas UU No 16 Tahun 2019 Tentang Batas Usia Minimal Pernikahan Terkait Kebijakan Wajib Belajar 12 Tahun di Desa Banyuanyar Tengah Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pernikahan dini di Desa Banyuanyar Tengah masih menjadi masalah yang perlu ditangani melalui upaya yang menyeluruh. Tujuannya bukan hanya mengubah kebiasaan, tetapi juga menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak. Desa ini dapat menjadi contoh bagi desa lain untuk menghindari pernikahan dini dengan komitmen, kerja sama, dan pantang menyerah. Pentingnya pendidikan seksual dan kesadaran akan bahaya hubungan seksual untuk mencegah pernikahan dini harus disosialisasikan. Oleh karena itu, pernikahan dini yang disebabkan oleh perjodohan seringkali memiliki konsekuensi negatif bagi anak perempuan.
Implementasi Kinerja Pegawai dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Marwiyah, Siti; Septiandika, Verto; Rismanda, Adelia
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.13818

Abstract

Masyarakat berhak atas pelayanan publik yang berkualitas, sementara pemerintah memiliki kewajiban untuk menyelenggarakan pelayanan publik yang berkualitas. Pelaksanaan layanan sektor publik berkaitan dengan peran dari sumber daya manusia, khususnya peran kinerja dari pegawai. Aparatur sebagai pelayanan harus menunjukkan hubungan pada lingkup layanan publik khususnya pada mutu layanan dari pegawai pada masyarakat. Pegawai pemerintah harus mengedapankan kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok. Hal ini menarik untuk diteliti, khususnya pada lingkup Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo yang dituntut untuk bekerja dan melayani dengan baik dan jujur. Riset ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Tujuan riset guna mengetahui Kinerja Pegawai dalam peningkatan Kualitas Layanan Publik Di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo. Hasil riset memaparkan bahwa aparatur mengoptimalkan sarana dan prasana untuk meningkatkan kinerja sesuai dengan indicator pelayanan meliputi tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy.
Implementasi peran pemerintah kota Probolinggo dalam mendukung pelaksanaan program OPOP ( one pesantren one produk) Septiandika, Verto; Yudianto, Eko; Putri, Nur Adinda
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 3 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i3.19401

Abstract

Abstrak Studi ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana implementasi kebijakan terkait peran Pemerintah Kota Probolinggo dalam mendorong keberhasilan Program One Pesantren One Product (OPOP), yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan peran pesantren dan UMKM lokal. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, memanfaatkan wawancara mendalam terhadap 12 informan kunci serta observasi lapangan yang berlangsung selama tiga bulan. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pemerintah daerah telah mengambil langkah-langkah strategis dalam mendukung implementasi program, sejumlah kendala masih menghambat efektivitas pelaksanaan, seperti lemahnya koordinasi dan minimnya pelatihan kewirausahaan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa perlu ada penguatan peran pemerintah dalam memberikan pendampingan berkelanjutan dan fasilitasi pelatihan bagi pelaku pesantren dan UMKM. Rekomendasi utama mencakup pengembangan kapasitas institusi pelaksana dan perbaikan sinergi antar pemangku kepentingan guna mengoptimalkan program OPOP. Kata Kunci: implementasi kebijakan, Peran Pemerintah, OPOP, Pemberdayaan Pesantren, UMKM.
Co-Authors -Fr, Jalal Ludin Aderovi, Mariatul Khiptia Agis Agis, Mariatul Khiptia Agustiani, Vivi Ahmad Maman Ahmad Mustofa Amir Wahid, Fariz Amrullah, Muhammad Januar Andhi Nur Rahmadi, Andhi Nur Anggraini, Dewi Sinta Anindita, Diva Putri Astuti, Veronica Sri Astutik, Dita Ayu Tantri, Revanggi Busthomi, Ach Noor Candradewi Puspitarini, Renny Candradewi, Renny Chandra Dewi, Renny Dewi, Renny Candra Dewi, Renny Chandra Fadilah, Siti Nur Faizzah, Nurul Fathur Rahman Fitria, Syarla Fian Fitrianti, Deistiara Fitrianti, Mia Putri Hidayatullah, M. Rizky Husni Mubarok Ikhsan, Moh. Taufik Khoiril Imam Sucahyo Istiqomah, Riska Nur Iswanto, Prandy Jailani, Mahfudz Kristiyono, Kristiyono Lailatul Fitria, Nurul Jannah Lestari, Maulidia Gita Maksin, Mastina Maulaya, Nadilah Iskina Maulidin, Alifia Megayana, Dwi Fitri Mubaroq, Alvan Mubaroq, Husni Muhammad Hasan6 Mulkan Andika Situmorang Nawangsih, Veronica Sri Nourma Ulva Kumala Devi Novita Wulandari Nur Fadilah, Siti Nurrahmana, Alda P, Renny Candra Priastutik, Widia Sari Priyandono, Wawan Eko Puspitarini, Renny Candra Puspitarini, Renny Candradewi Putri Aalia Putri, Nur Adinda R, Andhi Nur Rahmadhi, Andi Rahmadi, Andhi Rismanda, Adelia Risqina, Venanda Octa Rosyidah, Safitri Salsabilla, Sabrina Ratu Septiana, Mega Dwi Siti Aisyah Siti Marwiyah Supriyanto Supriyanto Supriyanto Syamsya Q, Mareta Tantri, Revanggi Ayu Trismawati Ummi Kulsum Veredila, Diska Cintya Vivi Yunika Sari Wahyu, Fitriana Wardatus, Alvia Widiastuti, Nike Yudianto Yunus, Eko Yudianto, Eko Yudianto, Eko Yunus Yunus, Eko Yudianto Yunus, Eko Yudiyanto