Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Anthocyanin, Antioxidant and Metabolite Content of Butterfly Pea Flower (Clitoria ternatea L.) Based on Flowering Phase Juswardi, Juswardi; Yuliana, Rina; Tanzerina, Nina; Harmida, Harmida; Aminasih, Nita
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 9, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus July 2023
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v9i2.4064

Abstract

The butterfly flowers (Clitoria ternatea L.) are used as natural dyes and herbal medicines because they contain metabolites, anthocyanins and antioxidants. The content of these metabolites is influenced by the phase of flower development. This study aims to determine the levels of anthocyanins, antioxidants and metabolites of butterfly pea flowers from different flowering phases. The Butterfly flower collection was taken from the village of Mulyaguna, Teluk Gelam, Ogan Komering Ilir, South Sumatra. The extraction was carried out with 70% ethanol solvent, and determination of the amount of anthocyanin content by spectrophotometry, antioxidant content by DPPH method, and metabolite compounds by GC-MS. Data on anthocyanin and antioxidant content were analyzed with averages and standard deviations, and GC-MS chromatograms were traced for compounds with reference to the PubChem, KEGG, ChEBI, PlantCyc, and Spectrabase websites, which then determined the dominant compound group. The results of the study on blooming butterfly pea flowers found that the antioxidant content was 6.58 ppm, higher than that of bud flowers, which were 2.55 ppm, and wither flowers, which were 1.74 ppm. The anthocyanin content of the blooming butterfly pea flower was 40.33 ppm, the withering flower was 4.36 ppm, and the bud flower was 3.60 ppm. The dominant metabolites were identified as fatty acids, organic acids, aromatics and flavanoids, followed by differences in antioxidant and anthocyanin content in the flowering phase of the butterfly pea flower
Keragaman dan Potensi Tumbuhan Pakan Kerbau Rawa (Bubalus bubalis L.) di Tanjung Senai Ogan Ilir, Sumatera Selatan Kartikawati, Putri; Indriani, Dwi Puspa; Juswardi, Juswardi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 1 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i1.112

Abstract

Rawa lebak di Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan memiliki fauna yang menjadi daya tarik karena keunikannya ialah kerbau rawa. Untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata keberadaan dari kerbau rawa perlu dipertahankan, sehingga ketersediaan pakan penting untuk diketahui sebagai upaya mengetahui daya dukung kawasan penggembalaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan kerbau rawa, sebagai upaya pengembangan ekowisata terkait dengan daya dukung kawasan penggembalaan kerbau rawa di Tanjung Senai. Penentuan lokasi pengamatan dilakukan secara purposive sampling dengan membuat 10 plot berukuran 1x1 m yang terbagi menjadi 5 plot pada lokasi rawa dan 5 plot pada lokasi darat. Analisis data meliputi keanekaragaman, kelimpahan dan potensi tumbuhan pakan. Berdasarkan hasil penelitian, jenis tumbuhan pakan kerbau rawa di Tanjung Senai berasal dari famili Cyperaceae yaitu Eleocharis geniculata (L.) Roem. & Schult., Eleocharis dulcis (Burm. f.) Trin. ex Hensch., dan Fimbristylis schoenoides (Retz.) Vahl., dan Poaceae adalah Paspalum eglume Morrone & Zuloaga dan Paspalum vaginatum Sw. Nilai kerapatan pada jenis tumbuhan E. geniculata, E. dulcis, F. schoenoides, dan P. eglume pada lokasi rawa dalam kategori melimpah, kecuali jenis P. vaginatum pada lokasi rawa memiliki nilai kerapatan dalam kategori sesekali, sedangkan pada lokasi darat memiliki nilai dalam kategori melimpah. Nilai indeks keanekaragaman, indeks kekayaan, dan indeks kemerataan tumbuhan pakan kerbau rawa pada lokasi rawa lebih tinggi dari lokasi darat. Tumbuhan pakan kerbau rawa pada musim kemarau cukup tersedia dengan jumlah total ketersediaan 5.481,1kg/ha dengan produksi 1.165,1kg/ha. Berdasarkan kerapatan, indeks keanekaragaman, kekayaan, kemerataan, ketersediaan dan produksi tumbuhan pakan kerbau rawa maka jenis tumbuhan yang ada di Tanjung Senai cukup berpotensi sebagai pakan kerbau rawa.
Komposisi, Keragaman dan Struktur Vegetasi Rawa Lebak Tanjung Senai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan Afriani, Putri; Juswardi, Juswardi; Marisa, Hanifa
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 4 No 2 (2023): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v4i2.167

Abstract

Tanjung Senai Ogan Ilir Sumatera Selatan merupakan kawasan rawa lebak musiman yang unik, mempunyai banyak potensi seperti perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan dan ekowisata. Potensi yang menarik untuk dikembangkan pada kawasan ini salah satunya yaitu potensi ekowisata dengan aspek flora, fauna dan landscape. Upaya untuk mempertahankan fungsi ekologis dan memanfaatkan potensi yang ada di rawa kawasan Tanjung Senai Ogan Ilir secara berkelanjutan maka aspek flora perlu dikaji lebih lanjut dengan penelitian, karena keanekaragaman flora belum banyak dieksplorasi pada kawasan rawa dengan karakteristik tergenang secara musiman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi, keragaman dan struktur jenis-jenis tumbuhan penyusun rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir. Komposisi vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir disusun oleh 9 spesies tumbuhan yang terdiri dari 6 famili diantaranya famili Cyperaceae terdapat 3 spesies, Poaceae terdapat 2 spesies, Loganiceae, Myrtaceae, Phyllanthaceae, dan Rubiaceae masing-masing terdapat 1 spesies. Keragaman vegetasi rawa lebak Tanjung Senai Ogan Ilir termasuk kategori rendah dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) 0.72. Struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai dikuasai oleh tumbuhan tingkat tiang yaitu Melaleuca cajuputi Powell (dengan nilai penting 218,6%), tingkat pancang Hymenocardia punctata Wall. ex Lindl. (178,5%) dan tingkat semai Fimbristylis acuminata Valh. (150,1%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan komposisi, keragaman dan struktur vegetasi rawa lebak Tanjung Senai maka dalam pengelolaan, pengembangan dan pemanfaatannya harus memperhatikan fungsi ekologis kawasan tersebut.