Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PEMANFAATAN PEWARNA ALAMI MERBAU GAMA INDIGO ND SEBAGAI CAT LUKIS TEKSTIL DAN PENERAPANNYA PADA PRODUK TEKSTIL Yovalzy, Thifani; Hendrawan, Aldi; Siagian, Marissa Cory Agustina
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna alami konvensional memiliki banyak tahapan yang perlu dilakukan seperti mengekstraksi pewarna alami tekstil, dikarenakan proses tersebut mampu menghabiskan waktu dan tenaga. Dan dengan kemunculan brand Gama Indigo ND yang menawarkan pewarna alami tekstil siap pakai berbentuk bubuk atau cairan hasil dari ekstraksi tanaman. Dalam penelitian ini akan memanfaatkan pewarna alami Gama Indigo ND sebagai cat pasta pengaplikasian dengan teknik lukis. Teknik lukis dipilih karena hasil produk Gama Indigo ND yang umumnya menggunakan teknik batik atau teknik shibori. Dengan begitu, peneliti melihat adanya adanya peluang pengembangan pada bidang teknik lukis. Pada pelaksanaan pembuatan pewarna alami tekstil menjadi cat lukis atau pasta, memerlukan alginat yang berperan penting dalam menghasilkan kekentalan. Metode yang digunakan berupan eksperimental dengan cara pengumpulan data melalui wawancara, studi literatur, dan eksplorasi. Hasil eksplorasi yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa cat pasta merbau dapat terlihat pekat atau muda tergantung jumlah air yang diberikan. Bentuk goresan kuas terlihat rapih jika menggunakan teknik masking tape sehingga tidak banyak cat meluber. Serta apabila cat pasta terlalu kental maka pewarna tidak akan menyerap ke dalam serat.Keywords: Natural dye, Gama Indigo ND, formula, painting technique, textile product 
PENGAPLIKASIAN PEWARNA ALAMI TINGI GAMA INDIGO ND DENGAN TEKNIK SHIBORI PADA BUSANA SEMI FORMAL Maharani, Salsa Putri; Hendrawan, Aldi; Siagian, Marissa Cory Agustina
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prof. Dr. Ir. Edia Rahayuningsih, M.S. menciptakan Gama Indigo ND sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang timbul dari penggunaan pewarna alamitekstil yaitu faktor efisiensi dan standarisasi hasil. Gama Indigo ND diciptakan untuk mewarnai kain pada teknik surface design salah satunya teknik shibori. Teknik shibori banyak dipakai oleh beberapa brand mode lokal yang saat ini cukup berkembang pesat pada 4 tahun silam, salah satunya urban fashion bagi masyarakat urban. Dinamika masyarakat urban yang mengedepankan urusan pekerjaan mengharuskan mereka untuk berpenampilan baik pada saat di tempat kerja maupun tidak sehingga muncullah kebutuhan busana semi formal. Berangkat dari fenomena diatas, penelitian ini bertujuan untuk merancang pakaian semi formal dengan teknik shibori dan proses pencelupan menggunakan Gama Indigo ND. Metode penelitian yang dilakukan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data yaitu studi literatur, observasi, wawancara, dan eksplorasi. Luaran dari penelitian ini adalah set busana semi formal dengan teknik shibori dan pewarnaan penggunakan Gama Indigo ND.Kata kunci: Gama Indigo ND, Shibori & Busana semi formal
PENGEMBANGAN PRODUK URBAN FASHION SEMI FORMAL DENGAN PENGAPLIKASIAN PEWARNA ALAMI Megavitri, Megavitri; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup masyarakat perkotaan yang beragam membuat minat dan kebutuhan masyarakat urban pada pakaian semi-formal meningkat. Hal ini dibuktikan oleh eksistensi brand Lanivatti, Mashhiro, dan co, Lafiye yang menjual produk semi-formal yang ramah lingkungan dengan menggunakan material serat biograde. Peneliti terinspirasi untuk mengembangkan produk fashion semi-formal yang ramah lingkungan namun dengan pengaplikasian pewarna alami untuk menciptakan palet warna netral yang mendukung karakteristik pakaian semi-formal. Metode dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara dan eksplorasi. Hasil akhir dari penelitian ini adalah menciptakan produk busana semi-formal yang ramah lingkungan dengan penerapan pewarna alami tingi dan ketapang, serta memenuhi minat dan kebutuhan masyarakat urban.Kata Kunci: Urban, Semi-formal, Pewarna Alami
PERANCANGAN PRODUK FASHION MASYARAKAT URBAN DENGAN TEKNIK JUMPUTAN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAM KETAPANG Ashila, Khalishah Maretha; Hendrawan, Aldi; Febriani, Rima
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobilitas masyarakat urban yang tinggi sehingga membutuhkan pakaian yang dapat digunakan untuk formal maupun casual. Berangkat dari fenomena tersebut, brand Brilianto Officials menciptakan pakaian jumputan dan berhasil mengenalkan jumputan kepada masyarakat urban. Adanya potensi untuk pengaplikasian teknik jumputan pada produk fashion masyarakat urban menggunakan pewarna alam daun ketapang. Pewarna alami menghasilkan nilai tinggi karena warna yang khas dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria pakaian semi-formal yang dibutuhkan masyarakat urban dan menghasilkan pakaian semi-formal dengan mengaplikasikan pewarna alam ketapang. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dengan metode pengumpulan data secara studi literatur, observasi, wawancara dan eksplorasi. Hasil dari penelitian ini yaitu produk fashion berupa pakaian semi-formal dengan teknik jumputan dan pewarna alam ketapang.Kata kunci: Urban, Jumputan, Ketapang, Produk Fashion
Pengolahan Material Sisa Produksi Konfeksi Kaos Jalan Suci Kota Bandung Arini Arumsari; Chicka Jauhari; Ahda Yunia Sekar; Aldi Hendrawan
Charity : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2026): Charity-Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PPM Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/charity.v9i2.10385

Abstract

Industri konfeksi semakin berkembang pesat dan konfeksi Bandung menjadi pusat produksi pakaian yang terkenal terutama mencapai puncaknya pada era menjamurnya distro. Pada awalnya, konfeksi Bandung hanya melayani permintaan lokal. Namun, seiring berkembangnya waktu, konfeksi Bandung mulai mendapat permintaan dari luar kota dan bahkan luar negeri. Hal ini membuat konfeksi di Bandung semakin berkembang dan menjadi pusat produksi pakaian yang terkenal hingga saat ini. Konfeksi kaos ini tersebar di seluruh penjuru Bandung Raya (Kota Bandung – Kabupaten Bandung – Kabupaten Bandung Barat – Kota Cimahi). Namum berdasarkan pengamatan yang dilakukan, terdapat beberapa area di Bandung yang menjadi sentra konfeksi kaos, salah satunya yaitu daerah Jalan Surapati atau disebut juga Jalan Suci. Pada berbagai konfeksi kaos di Jalan Suci ini ditemukan banyak limbah atau kain sisa produksi yang dihasilkan. Limbah sisa produksi ini dinilai masih bisa diolah lebih lanjut daripada hanya ditumpuk dan dibuang ke tempat pembuangan sampah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengetahui kondisi perkembangan konfeksi kaos di Jalan Suci, lalu memetakan potensi material sisa produksi yang maish bisa diolah dengan metode upcycle. Metode upcycle digunakan dalam pengolahan limbah konfeksi kaos untuk meningkatkan nilai estetika, ekonomi, dan fungsional dari limbah tersebut.