Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Es Krim Kelor sebagai Inovasi Cerdas Olahan Pangan Lokal Solusi Pencegahan Stunting Menuju Ekonomi Berdaya Agustina Nurul Fajriah; Asnidar Asnidar; Rizky Nafaida; Mayang Murni; Mochammad Iswan Perangin-angin; Fathia Rahma
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v7i1.7555

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan. Anak-anak yang mengalami stunting cenderung memiliki gangguan perkembangan dan daya tahan tubuh, yang pada akhirnya memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa. Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu daerah dengan prevalensi stunting tinggi, kondisi ini diperburuk oleh rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu dan kurangnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal bergizi; (2) memberikan keterampilan kepada masyarakat dalam mengolah daun kelor menjadi es krim sehat; dan (3) menciptakan peluang usaha mikro melalui inovasi pangan lokal sebagai upaya mendukung ekonomi berdaya. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan praktik langsung (demo).  Metode evaluasi dalam kegiatan ini menggunakan kuesioner pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan kader posyandu. Peserta mampu membuat es krim kelor secara mandiri dan memahami manfaatnya bagi pencegahan stunting. Selain itu, inovasi ini berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap kegiatan posyandu karena produk es krim kelor menjadi daya tarik bagi anak-anak. Selain aspek kesehatan, inovasi ini juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan modal yang relatif rendah dan bahan baku yang tersedia secara lokal, es krim kelor berpotensi dipasarkan di sekolah-sekolah dan warung desa. Pendekatan ini sejalan dengan konsep ekonomi berdaya, dimana masyarakat diberdayakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan nilai tambah. Dampak ini diharapkan mampu membantu masyarakat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga
BoSanTi (aBOn aSAm sunTI): Pelestarian Warisan Kuliner Aceh dan Ekonomi Produktif di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur Agustina Nurul Fajriah; Mayang Murni; Rizky Nafaida; Asnidar; Fathia Rahma; Annisa Wahyudi Manaf
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.28350

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi belimbing sayur yang melimpah di Gampong Alue Bu Tuha, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, belimbing sayur hanya diolah secara tradisional menjadi asam sunti, tetapi hasilnya sering gagal, tidak higienis, dan hanya untuk konsumsi pribadi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah belimbing sayur menjadi produk kuliner khas Aceh bernilai ekonomi, yaitu abon asam sunti (BoSanTi). Kontribusi kegiatan ini adalah pemberdayaan kelompok IRT agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pelestarian warisan kuliner Aceh. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi, penyuluhan tentang potensi ekonomi belimbing sayur, pelatihan modernisasi produksi menggunakan oven dehydrator dan grinder, serta pelatihan packaging dan branding. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta yaitu 10%-35%. Produk BoSanTi yang dihasilkan lebih higienis, praktis, tahan lama, dengan kemasan kedap udara dan branding yang menarik, sehingga memiliki potensi dipasarkan di pasar lokal maupun regional. Prospek pengembangan BoSanTi masih terbuka luas melalui diversifikasi produk, penguatan jaringan pemasaran digital, serta dukungan legalitas usaha.
KOPACE (KOPI KELOR ACEH) TRANSFORMASI USAHA GEURUBAK KUPI MELALUI INOVASI KOPI KELOR Asnidar, Asnidar; Fajriah, Agustina Nurul; Dwitya, Yonadiah; Murni, Mayang; Nafaida, Rizky; Nabila, Rozana; Khaira, Cut Ulviatul
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.66934

Abstract

This Community Service (PKM) program was implemented to address the stagnation of the Geurubak Kupi micro-business in Langsa City, caused by products lacking distinctive characteristics, unsystematic financial management, and conventional marketing strategies. This partnership program involved a series of stages, including outreach, training, technology implementation, mentoring, and evaluation. The main innovation was the development of Acehnese Moringa Coffee (KOPACE), a specialty beverage that combines the flavor of Acehnese coffee with the health benefits of moringa leaves. The implementation of technologies such as a dehydrating oven, a coffee grinder, and a flour grinder ensured product quality and hygiene. Furthermore, financial management training based on simple bookkeeping and production cost calculations helped partners manage their businesses more efficiently. Marketing aspects were also strengthened through training in branding, packaging design, and digital promotion strategies. Evaluation results showed a significant increase in the partners' understanding, with an average improvement of more than 10%–15% in knowledge of moringa coffee processing, financial management, and marketing strategies. KOPACE products are now a new signature product of the Geurubak Kupi business, adding economic value, increasing competitiveness, and opening up broader market opportunities. Thus, this PKM program contributes to the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs), specifically Decent Work and Economic Growth, Responsible Consumption and Production, and Good Health and Well-being.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan stagnasi usaha mikro Geurubak Kupi di Kota Langsa yang disebabkan oleh produk tanpa ciri khas, manajemen keuangan yang tidak tersistematis, serta strategi pemasaran yang masih konvensional. Melalui program kemitraan ini, dilakukan serangkaian tahapan meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Inovasi utama kegiatan adalah pengembangan produk Kopi Kelor Aceh (KOPACE) sebagai minuman khas yang menggabungkan cita rasa kopi Aceh dengan manfaat kesehatan dari daun kelor. Penerapan teknologi seperti oven dehydrated, mesin grinder kopi, dan mesin grinder tepung memastikan kualitas dan higienitas produk. Selain itu, pelatihan manajemen keuangan berbasis pencatatan sederhana dan perhitungan harga pokok produksi membantu mitra lebih efisien dalam mengelola usaha. Aspek pemasaran juga diperkuat melalui pelatihan branding, desain kemasan, serta strategi promosi digital. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman mitra, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 10% pada pengetahuan pengolahan kopi kelor, manajemen keuangan, dan strategi pemasaran. Produk KOPACE kini hadir sebagai ciri khas baru usaha Geurubak Kupi sekaligus memberi nilai tambah ekonomi, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang pasar lebih luas. Dengan demikian, program PKM ini berkontribusi pada pencapaian SDGs, khususnya tujuan pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi-produksi yang bertanggung jawab, serta peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.