Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Communication Management

Pesan Kritis dalam Lirik Lagu "Tak Ada Garuda di Dadaku" Amanda Fauzan Rifqy; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i1.10216

Abstract

Abstract. This research semiotically analyzes the lyrics of the song "Tak Ada Garuda di Dadaku" written and performed by the hip-hop group Bars of Death. The aim of this study is to identify the meanings of denotation, connotation, and myth in the lyrics of "Tak Ada Garuda di Dadaku." The research employs semiotic analysis, specifically using Roland Barthes' model, to examine the lyrics of the hip-hop song. The research methodology involves observation, document analysis, and interviews with group members. The findings reveal the main denotative meaning, criticizing various aspects of economic governance and national values deemed detrimental to justice. Additionally, identified connotative meanings include criticism of social injustice, harmful foreign domination, manipulation of social values, and anomalies in the interpretation of freedom and national symbols. Lastly, the overarching mythical meaning suggests that Indonesia has lost its identity and is ensnared in injustice and foreign domination, transforming it from a prosperous nation into an oppressed one. Abstrak. Penelitian ini menganalisis secara semiotika lirik lagu “Tak Ada Garuda di Dadaku” yang ditulis dan dilantunkan oleh grup hip-hop Bars of Death. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam lirik lagu “Tak Ada Garuda di Dadaku”. Penelitian ini menganalisis semiotika lirik lagu “Tak Ada Garuda di Dadaku” dari grup hip-hop Bars of Death dengan menggunakan model Roland Barthes. Metode penelitian dan pendekatan. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, analisis dokumen, dan wawancara dengan anggota grup. Hasil dari penelitian ini mengungkap makna denotasi utama mengenai kritik terhadap berbagai aspek pemerintahan ekonomi, nilai-nilai nasional yang dianggap merugikan keadilan, sedangkan makna konotasi yang dapat diidentifikasi adalah kritik terhadap ketidakadilan sosial, dominasi asing yang merugikan, manipulasi, nilai-nilai sosial, serta kejanggalan dalam pemaknaan kemerdekaan dan simbol-simbol kebangsaan. Terakhir, makna mitos utama bahwa Indonesia telah kehilangan identitas dan terperangkap dalam ketidakadilan serta dominasi asing, mengubahnya dari negara makmur menjadi negara tertindas.
Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia pada Program Summer Course di Thailand Muhammad Rangga Pratama; Andalusia Neneng Permatasari
Bandung Conference Series: Communication Management Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Communication Management
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcscm.v4i2.14674

Abstract

Abstract. This research is motivated by the activities of the Summer Course program of Indonesian students in Thailand. As social beings, we must know the importance of intercultural communication that must be done to create harmony and togetherness. Differences in culture, language and culture become a problem faced when entering a new environment. Intercultural communication is communication that occurs between people who have different cultural backgrounds. This research will focus on Indonesian students who carry out IC-RMUTK Summer Course program activities. This research uses qualitative research methods with a phenomenological study approach that uses interview techniques, observation, and documentation. Data analysis techniques, data reduction, data presentation, conclusion drawing. The result of this research is the meaning of Indonesian students in intercultural communication in Summer Course activities in Thailand has the motive of learning experience abroad, and getting the conversion value of the course. Then, the experience and adaptation gained communicating with Thai students using foreign languages in the context of Thai culture. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi dari kegiatan program Summer Course mahasiswa Indonesia di Thailand. Sebagai makhluk sosial, kita harus mengetahui pentingnya komunikasi antar budaya yang harus dilakukan untuk menciptakan keselarasan dan kebersamaan. Perbedan kultur, bahasa dan budaya menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi jika masuk ke lingkungan yang baru. komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini akan difokuskan kepada mahasiswa Indonesia yang melaksanakan kegiatan program Summer Course IC-RMUTK. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data, Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan mahasiswa Indonesia dalam komunikasi antarbudaya pada kegiatan Summer Course di Thailand memiliki motif pengalaman belajar di luar negeri,dan mendapatkan nilai konversi mata kuliah. Kemudian, pengalaman dan adaptasi yang diperoleh berkomunikasi dengan mahasiswa Thailand menggunakan bahasa asing dalam konteks kebudayaan Thailand.