Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PANTANGAN MAKAN IKAN LELE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKUATIK DI LAMONGAN Dwi Santika, Annyla; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4578

Abstract

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang membentuk nilai dan kepercayaan masyarakat. Di Lamongan, terdapat mitos larangan mengonsumsi ikan lele yang berasal dari kisah Boyopatih, santri Sunan Giri yang diselamatkan ikan lele dan bersumpah tidak memakannya. Penelitian ini mengkaji hubungan mitos ini dengan dinamika sosial, budaya, dan konservasi sumber daya alam menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa mitos ini menciptakan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan berhubungan dengan tradisi ziarah ke makam Boyopatih. Dari aspek ekologi, mitos ini berkontribusi terhadap konservasi ikan lele dengan mengurangi eksploitasi. Meskipun modernisasi mengubah cara pandang masyarakat, nilai kearifan lokal tetap penting dalam menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengharmoniskan tradisi dan rasionalitas demi keberlanjutan ekosistem serta identitas budaya Lamongan.
Umbul Square: Perpaduan Eksotis Wisata Alam dan Konservasi yang Memikat Prisca Putri Anjani; Fikky Dian; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4717

Abstract

Umbul Square adalah salah satu tempat wisata di Madiun yang menggabungkan tempat wisata serta konservasi alam. Tempat yang merupakan bekas peninggalan zaman Belanda membuat Umbul Square juga menyimpan banyak mitos di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi pariwisata sebagai sektor unggulan yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan wisata buatan dan sumber daya alam. Mengidentifikasi dampak pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, pengurangan pengangguran, pelestarian budaya dan lingkungan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah yang membahas tentang teori konservasi alam, pengelolaan tempat pariwisata, kearifan lokal, serta peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan alam di wisata Umbul Square. Dengan konsep yang unik yaitu rekreasi dan konservasi alam, Umbul Square ini dapat memberi konsep wisata yang berkelanjutan dan dampak positif di keseimbangan ekonomi. Umbul Square terletak di lingkungan yang asri sehingga cukup memberi dampak yang sangat signifikan terhadap keberlangsungan hidup  makluk hidup. Artikel ini mengulas berbagai aspek yang dipengaruhi oleh tempat wisata dan konservasi Umbul Square sebagai destinasi unggulan di Kota Madiun.  
SEDEKAH BUMI SEBAGAI WUJUD INTEGRASI SOSIAL-BUDAYA DAN KONSERVASI ALAM DALAM MASYARAKAT JAWA Aulia, Lintang Metha; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12692

Abstract

Upacara Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan rezeki yang diberikan. Lebih dari sekadar acara adat, tradisi ini mengandung nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap alam, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan seperti doa bersama, pertunjukan seni tradisional, dan makan bersama, masyarakat tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Tradisi ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, karena menanamkan nilai-nilai keimanan, sosial, moral, dan budaya. Namun, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing, Sedekah Bumi mulai kehilangan maknanya, terutama di kalangan anak muda. Tradisi ini dianggap kuno dan tidak lagi relevan. Padahal, jika dipertahankan, Sedekah Bumi bisa menjadi bagian dari solusi pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah, untuk terus melestarikan dan memperkenalkan tradisi ini agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
ETIK “SEDULUR SIKEP”: BAGAIMANA SUKU SAMIN MELESTARIKAN ALAM TANPA EKSPLOITASI Agresza, Churnelia; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12768

Abstract

“Sedulur Sikep” yang dianut oleh Suku Samin merupakan bentuk kearifan lokal yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam. Masyarakat ini memiliki prinsip ngajeni (menghormati), ngopeni (merawat), dan demunung (memahami sifat alam tanpa eksploitasi berlebihan) dalam pengelolaan sumber daya alam, yang tercermin dalam praktik pertanian organik, konservasi hutan, serta perlindungan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis konsep etika Sedulur Sikep dalam konservasi lingkungan, dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, serta laporan penelitian yang membahas praktik keberlanjutan komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip lingkungan yang diterapkan Sedulur Sikep mampu menjaga kelestarian alam tanpa eksploitasi berlebihan. Namun, praktik ini menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi, tekanan ekonomi, alih fungsi lahan, serta minimnya dukungan kebijakan pemerintah terhadap kearifan lokal. Meskipun demikian, etika Sedulur Sikep memiliki relevansi yang kuat dalam konservasi modern, terutama dalam upaya mengatasi krisis lingkungan global. Prinsip mereka dapat diintegrasikan dalam konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, khususnya dalam pertanian berbasis agroekologi serta sistem pengelolaan sumber daya alam yang inklusif. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Sedulur Sikep dalam kebijakan lingkungan modern menjadi langkah strategis untuk memastikan kelestarian ekosistem bagi generasi mendatang.
Tradisi Mendhak Sanggring: Potret Pelestarian Budaya dan Konservasi Alam Serta Lingkungan di Desa Tlemang, Lamongan Eva Widya Puspita Sari; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4664

Abstract

Tradisi Mendhak Sanggring di Desa Tlemang, Lamongan, merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur yang tinggi. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih jelas mengenai tradisi Mendhak Sanggring sebagai potret pelestarian budaya dan konservasi alam dan lingkungan, serta mengungkap tujuan dan nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa Tradisi Mendhak Sanggring merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang ada di Desa Tlemang, Lamongan. Tradisi ini, yang telah diwariskan secara turun-temurun, bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah manifestasi kearifan lokal yang menjaga identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat. Di samping perannya sebagai pelestari budaya, Tradisi Mendhak Sanggring juga memiliki kontribusi signifikan dalam upaya konservasi lingkungan. Aktivitas "dhuduk sendang", yang melibatkan pembersihan mata air, bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan kesadaran ekologis yang mendalam. Melalui tradisi ini, masyarakat secara aktif diajak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam, khususnya air sebagai kebutuhan pokok.
Labuh Sesaji sebagai Bentuk Ekologi Spiritual dalam Konservasi Alam Kabupaten Magetan Annastasya Shofi Muliani; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4666

Abstract

Ritual Labuh Sesaji di Telaga Sarangan merupakan tradisi budaya yang kaya akan nilai-nilai ekologi spiritual dan konservasi alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ritual Labuh Sesaji dalam membangun kesadaran ekologi spiritual dan mendukung upaya konservasi alam di Kabupaten Magetan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber tertulis dengan kata kunci “Labuh Sesaji”, “Larung Sesaji Magetan”, “Kearifan Lokal Magetan”, “Konservasi Alam”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labuh Sesaji bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga wujud nyata dari ekologi spiritual yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Dalam aspek konservasi alam, Labuh Sesaji berperan melalui gotong royong, pelarungan sesaji, dan ekowisata, di mana masyarakat diajarkan menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab spiritual dan sosial. Meskipun demikian, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti modernisasi, globalisasi, dan berkurangnya minat generasi muda. Untuk menjaga keberlangsungan Labuh Sesaji, diperlukan upaya berkelanjutan seperti meningkatkan pengalaman budaya, menyebarkan pengetahuan budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan lokal, serta dukungan pemerintah dan pemanfaatan budaya sebagai daya tarik wisata.
Dampak Sedekah Laut yang Bisa menjadi Gerakan Konservasi Lingkungan di Rembang Liliana, Sal Sabila; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4771

Abstract

Tradisi di dalam sebuah desa, perkumpulan atau sebagainya yang mana pasti melekat pada diri warga untuk melakukannya setiap tahun, bulan ataupun hari. Sedekah laut sangat berhubungan dengan tradisi yang dilakukan oleh warga Rembang untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada Tuhan yang maha ESA atas hasil laut yang melimpah. Indonesia yang memiliki ragam budaya, tradisi, bahasa, suku, golongan dan lainya dalam proses sedekah laut ini lebih cenderung ke bentuk ritual adat yang dilakukan masyarakat pesisir pantai umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan banyak informasi tentang konservasi lingkungan yang berkaitan dengan sedekah laut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan studi literatur yang mana mencari berbagai informasi mengenai sedekah laut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa dalam sebuah tradisi sedekah laut terdapat sisi positif dan negatifnya. Dampak positif dari sedekah laut ini astinya tidak jauh dari dampak konservasi bagi lingkungan. Dampak negative dari sedekah laut merupakan sebuah acuan dari leluhur yang telah dilaksanakan sejak puluhan tahun yang lalu.
Think-Aloud Protocol as a Method for Exploring and Understanding the Argumentation Skills of Pre-Service Science Teachers Hendratmoko, Ahmad Fauzi; Puspitarini, Sapti; Budiyanto, Mohammad; Rahman, Nanang; Septaria, Kiki; Marpuah, Siti
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 13, No 2: April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v13i2.15214

Abstract

Argumentation is a core component of critical thinking, one of the essential 21st-century skills. However, exploring this skill remains a challenge, often due to limitations in the available assessment methods. This study aims to offer a solution by utilizing the think-aloud protocol to explore and better understand the argumentation skills of Pre-Service Science Teachers (PSTs). A total of 30 PSTs from a state university in Indonesia participated in the research. Data collection and analysis through the think-aloud protocol were conducted in several stages: procedural briefing, implementation, coding and video analysis, and data interpretation. The findings revealed that the think-aloud protocol was effective in providing deeper insights into argumentation skills and yielded more detailed and accurate data across five key components: claims, evidence, reasoning, counterarguments, and rebuttals. On average, the PSTs demonstrated beginner-level argumentation skills, with the strongest performance in the claim component and weaker results in supporting aspects. Specifically, 5 participants were categorized as proficient, 9 as advanced, 6 as intermediate, and 10 as beginners. These results highlight the need for more effective learning strategies that provide PSTs with greater opportunities to practice constructing and critiquing arguments.
Preparation of Virgin Coconut Oil (VCO) Using the Pineapple Enzymatic Method Nisa, Alyyah Fikrotun; Fauziyah, Iffah Nur; Aini, Ika Nur; Wardhani, Raden Eliza; Astriani, Dyah; Puspitarini, Sapti
Biotik Vol 13 No 1 (2025): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v13i1.23682

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak nabati yang diekstrak dari endosperma kelapa segar dan matang tanpa penyulingan kimia atau panas tinggi. VCO dapat diproduksi dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode enzimatik nanas. Hasil produksi VCO enzimatik nanas memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya. Nanas merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia, namun pemanfaatan nanas masih belum maksimal, biasanya hanya sebagai olahan makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara produksi VCO menggunakan metode enzimatik dari buah nanas dan parameter fisik VCO yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran. Hasil penelitian ini menghasilkan minyak sebanyak 40 ml dengan kejernihan bening, aroma sedikit menyengat khas kelapa, dan memiliki rasa khas minyak kelapa.
Increasing Pre-service Science Teacher Creativity Through STEM Problem-Solving Nurita, Tutut; Yuliati, Lia; Mahdiannur, Muhamad Arif; Ilhami, Fasih Bintang; Fauziah, An Nuril Maulida; Hendratmoko, Ahmad Fauzi; Puspitarini, Sapti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 1 (2024): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i1.6335

Abstract

Creativity is one of the skills that must be possessed in the 21st century, especially by pre-service science teachers. However, in fact, the quality of pre-service science teacher creativity still needs to be improved. Therefore, this research aims to increase the creativity of pre-service science teachers through STEM Problem-Solving. This research uses a one group pretest posttest design. The sample in this study was 53 pre-service science teachers in the science education department at Universitas Negeri Surabaya. Increasing the quality of pre-service science teacher creativity is measured based on pretest and posttest scores. The pretest and posttest scores were then analyzed using N-Change. Apart from that, it was also analyzed statistically using paired t-test. This is used to ensure that STEM Problem-Solving really has an effect on increasing the creativity of pre-service science teachers. The research results show that STEM Problem-Solving is proven to significantly increase the creativity of pre-service science teachers. The category of increasing pre-service science teacher creativity is in the medium category. The majority of pre-service science teachers' final creative quality is in the creative category.