Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

PEWARNA ALAMI BATIK SENDANG LAMONGAN: SOLUSI RAMAH LINGKUNGAN DALAM UPAYA KONSERVASI ALAM Naurah Fakhrina; Enny Susiyawati; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4443

Abstract

Batik Sendang Lamongan merupakan batik yang diproduksi oleh masyarakat Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan. Batik tersebut merupakan warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan identitas yang khas melalui corak dan tata warna yang digunakan. Penggunaan pewarna alami yang diperoleh dari tumbuhan seperti pohon mengkudu, pohon thom, babakan tinggi, babakan kulit mahoni, dan lainnya nenjadi alternatif ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan pewarna sintesis yang sering berdampak pada penjemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara untuk menggali persepsi dan tantangan pada proses produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pewarna alami tidak hanya menjaga keaslian tradisi batik, tetapi juga mendukung konservasi keanekaragaman hayati dan lingkungan secara signifikan. Keberlanjutan sumber daya diperkuat dengan budidaya dan penanaman kembali tanaman pewarna, serta edukasi menyeluruh mengenai batik pewarna alami. Meskipun terdapat tantangan pada proses produksinya seperti warna alami yang dihasilkan tidak akan bisa sama dan biaya produksi yang lebih tinggi, penggunaan pewarna alami ini terbukti dapat meningkatkan kualitas produk dan memberikan dampak positif bagi lingkungan, sehingga inovasi tersebut juga dapat menjadi sumber acuan bagi daerah lain.
Peran Pemuda dalam Konservasi Berbasis Kearifan Lokal: Studi Kasus Upacara Larung Sembonyo di Trenggalek Shalkha Hanifi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4481

Abstract

Upacara Larung Sembonyo merupakan tradisi tahunan masyarakat pesisir Trenggalek yang memadukan nilai spiritual, sosial, dan ekologis, namun korelasi empiris antara ritual ini dengan efektivitas konservasi sumber daya pesisir masih sangat minim. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran Larung Sembonyo sebagai mekanisme sosial-ekologis dalam meningkatkan konservasi sumber daya alam. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode campuran dengan menggabungkan metode kualitatif yang didapatkan melalui wawancara dengan pemuda yang aktif mengikuti kegiatan upacara untuk melakukan analisis dalam mengidentifikasi persepsi dan makna konservasi, dan metode kuantitatif yang didapatkan melalui kuisioner kepada 25 pemuda di Kabupaten Trenggalek untuk mengukur pengetahuan dan sikap mereka terhadap upacara ini. Berdasarkan hasil yang didapatkan melalui penelitian ini diketahui bahwa Upacara Larung Sembonyo memiliki hubungan keterkaitan antara budaya dengan kearifan lokal yang ada di Trenggalek. Implikasinya adalah masyarakat di Trenggalek dapat melaksanakan budaya ini dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak terutama generasi muda untuk dapat meningkatkan nilai – nilai budaya dan wisata yang ada di sana.
NYADRAN SEBAGAI SARANA PELESTARIAN LINGKUNGAN : STUDI NILAI LINGKUNGAN DALAM TRADISI BUDAYA MASYARAKAT SIDOARJO Aliya Rachma Firdauzi; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4495

Abstract

Nyadran merupakan tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat pesisir di Sidoarjo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual spiritual, tetapi juga mengandung nilai-nilai konservasi lingkungan yang tercermin dalam berbagai praktik budaya yang dilakukan masyarakat. Namun, modernisasi menyebabkan pergeseran makna ekologis dalam pelaksanaannya. Diperlukan strategi pelestarian melalui edukasi, program konservasi, dan kolaborasi diperlukan agar Nyadran tetap berperan dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana tradisi Nyadran berperan dalam pelestarian lingkungan serta nilai-nilai ekologis yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah systematic literature review (SLR) dengan menggunakan data basis Google Scholar dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini berkontribusi dalam konservasi lingkungan melalui kegiatan pembersihan lingkungan, ungkapan syukur atas hasil laut, dan edukasi ekologis tetapi terdapat pengaruh modernisasi pada aspek perayaan dan hiburan yang lebih dominan.
PANTANGAN MAKAN IKAN LELE DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI AKUATIK DI LAMONGAN Annyla Dwi Santika; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4578

Abstract

Mitos merupakan bagian dari warisan budaya yang membentuk nilai dan kepercayaan masyarakat. Di Lamongan, terdapat mitos larangan mengonsumsi ikan lele yang berasal dari kisah Boyopatih, santri Sunan Giri yang diselamatkan ikan lele dan bersumpah tidak memakannya. Penelitian ini mengkaji hubungan mitos ini dengan dinamika sosial, budaya, dan konservasi sumber daya alam menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Hasil kajian menunjukkan bahwa mitos ini menciptakan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun dan berhubungan dengan tradisi ziarah ke makam Boyopatih. Dari aspek ekologi, mitos ini berkontribusi terhadap konservasi ikan lele dengan mengurangi eksploitasi. Meskipun modernisasi mengubah cara pandang masyarakat, nilai kearifan lokal tetap penting dalam menjaga keseimbangan budaya dan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang mengharmoniskan tradisi dan rasionalitas demi keberlanjutan ekosistem serta identitas budaya Lamongan.
Umbul Square: Perpaduan Eksotis Wisata Alam dan Konservasi yang Memikat Prisca Putri Anjani; Fikky Dian; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 4 (2025): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i4.4717

Abstract

Umbul Square adalah salah satu tempat wisata di Madiun yang menggabungkan tempat wisata serta konservasi alam. Tempat yang merupakan bekas peninggalan zaman Belanda membuat Umbul Square juga menyimpan banyak mitos di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki potensi pariwisata sebagai sektor unggulan yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya melalui pemanfaatan wisata buatan dan sumber daya alam. Mengidentifikasi dampak pariwisata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal, pengurangan pengangguran, pelestarian budaya dan lingkungan adalah tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menganalisis berbagai jurnal ilmiah yang membahas tentang teori konservasi alam, pengelolaan tempat pariwisata, kearifan lokal, serta peran masyarakat dalam pelestarian lingkungan alam di wisata Umbul Square. Dengan konsep yang unik yaitu rekreasi dan konservasi alam, Umbul Square ini dapat memberi konsep wisata yang berkelanjutan dan dampak positif di keseimbangan ekonomi. Umbul Square terletak di lingkungan yang asri sehingga cukup memberi dampak yang sangat signifikan terhadap keberlangsungan hidup  makluk hidup. Artikel ini mengulas berbagai aspek yang dipengaruhi oleh tempat wisata dan konservasi Umbul Square sebagai destinasi unggulan di Kota Madiun.  
Increasing Pre-service Science Teacher Creativity Through STEM Problem-Solving Tutut Nurita; Lia Yuliati; Muhamad Arif Mahdiannur; Fasih Bintang Ilhami; An Nuril Maulida Fauziah; Ahmad Fauzi Hendratmoko; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 1 (2024): January
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i1.6335

Abstract

Creativity is one of the skills that must be possessed in the 21st century, especially by pre-service science teachers. However, in fact, the quality of pre-service science teacher creativity still needs to be improved. Therefore, this research aims to increase the creativity of pre-service science teachers through STEM Problem-Solving. This research uses a one group pretest posttest design. The sample in this study was 53 pre-service science teachers in the science education department at Universitas Negeri Surabaya. Increasing the quality of pre-service science teacher creativity is measured based on pretest and posttest scores. The pretest and posttest scores were then analyzed using N-Change. Apart from that, it was also analyzed statistically using paired t-test. This is used to ensure that STEM Problem-Solving really has an effect on increasing the creativity of pre-service science teachers. The research results show that STEM Problem-Solving is proven to significantly increase the creativity of pre-service science teachers. The category of increasing pre-service science teacher creativity is in the medium category. The majority of pre-service science teachers' final creative quality is in the creative category.
KONSERVASI SUMBER AIR PANAS PADUSAN: SOLUSI BERKELANJUTAN DALAM UPAYA PELESTARIAN ALAM Mayada; Enny Susiyawati; Sapti Puspitarini
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 3 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v3i4.7829

Abstract

Padusan merupakan wilayah dengan potensi wisata alam dan budaya yang berhulu di lereng Gunung Welirang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang terbentuk melalui interaksi historis panjang antara manusia dan lingkungannya. Kawasan tersebut memiliki daya tarik ekologis dan identitas yang khas berupa sumber air panas alami, yang suhu panasnya dihasilkan dari aktivitas vulkanik berunsur belerang. Pengaliran air murni yang didistribusikan secara langsung menggunakan tarikan pipa menuju kolam wisata dan lahan pertanian merupakan langkah empiris untuk menjaga kemurnian tata air dan kelestarian lingkungan secara alami. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan wawancara untuk menggali strategi tata kelola konservasi alam dari ekosistem tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pelindungan alam didukung oleh kegiatan reboisasi, berupa penanaman pohon kayu maupun pohon produksi, yang dilaksanakan secara periodik setiap satu bulan sekali. Selain itu, keberlanjutan sumber daya alam diperkuat secara signifikan oleh kearifan lokal melalui tradisi ruwatan dan seserahan hasil bumi yang terus dijaga teguh oleh masyarakat setempat yang rutin dilaksanakan setiap malam 1 Suro dalam kalender Jawa. Sinergi antara pelibatan tradisi budaya dan komitmen pelestarian lingkungan secara rutin tersebut terbukti berdampak positif dalam menjaga keaslian ekosistem, sehingga pola pelestarian terpadu ini dapat menjadi sumber acuan bagi daerah pariwisata alam lainnya.
Think-Aloud Protocol as a Method for Exploring and Understanding the Argumentation Skills of Pre-Service Science Teachers Ahmad Fauzi Hendratmoko; Sapti Puspitarini; Mohammad Budiyanto; Nanang Rahman; Kiki Septaria; Siti Marpuah
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol. 13 No. 2: April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v13i2.15214

Abstract

Argumentation is a core component of critical thinking, one of the essential 21st-century skills. However, exploring this skill remains a challenge, often due to limitations in the available assessment methods. This study aims to offer a solution by utilizing the think-aloud protocol to explore and better understand the argumentation skills of Pre-Service Science Teachers (PSTs). A total of 30 PSTs from a state university in Indonesia participated in the research. Data collection and analysis through the think-aloud protocol were conducted in several stages: procedural briefing, implementation, coding and video analysis, and data interpretation. The findings revealed that the think-aloud protocol was effective in providing deeper insights into argumentation skills and yielded more detailed and accurate data across five key components: claims, evidence, reasoning, counterarguments, and rebuttals. On average, the PSTs demonstrated beginner-level argumentation skills, with the strongest performance in the claim component and weaker results in supporting aspects. Specifically, 5 participants were categorized as proficient, 9 as advanced, 6 as intermediate, and 10 as beginners. These results highlight the need for more effective learning strategies that provide PSTs with greater opportunities to practice constructing and critiquing arguments.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN OTENTIK YANG MENDUKUNG PEMBELAJARAN MENDALAM UNTUK GURU-GURU IPA MTS KABUPATEN TUBAN Wahyu Budi Sabtiawan; Elok Sudibyo; Hasan Subekti; Dhita Ayu Permata Sari; Aris Rudi Purnomo; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Gita Bella Aprilia
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v11i2.46770

Abstract

The current challenge is requiring teachers to be able to implement authentic assessments that support in-depth learning. One of the tools in this implementation is assessment. The problem is that the partner, the MGMP Science Teachers of MTs in Tuban Regency, is not yet accustomed to implementing authentic assessments that support in-depth learning and therefore requires training and mentoring. Based on this, training and mentoring are needed to implement assessments that support in-depth learning. Through this activity, it is hoped that partners can improve their skills in implementing authentic assessments that support in-depth learning. The implementation method is divided into four stages, namely preparation, material presentation, training and mentoring, and evaluation. Participants in this PKM activity were 67 MTs science teachers in Tuban Regency. The results of the mentoring and training showed that (1) there was an increase in the PKM participants' understanding regarding authentic assessments based on pre- and post-test scores; (2) the level of skills of the training participants in planning and implementing authentic assessments was still lacking (thus, more intensive mentoring for participants regarding planning and implementing authentic assessments was needed); and (3) the training participants showed a positive response to the PKM activity.
PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBASIS PERMAINAN SHUFFLE AND RECALL PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP Novela Pramudya, Vinda; Puspitarini, Sapti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 Nomor 02, Juni 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.44823

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) cooperative learning model in improving students’ learning outcomes and social skills. The primary issue addressed is the low level of active participation and academic achievement in the digestive system curriculum. Using a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest design, this study involved 32 eighth-grade students from Class VIII-G at SMP Negeri 2 Krian as the subjects of observation. The social skills measured included cooperation, assertiveness, responsibility, and friendliness. Data were collected to determine the extent to which the TGT model, integrated with the “shuffle and recall” game, could alter classroom dynamics and students’ cognitive achievements. The results of the analysis show that this model is significantly effective in improving learning outcomes, with N-Gain results indicating that 59% of students achieved the high category and 41% fell into the moderate category. Additionally, there was an improvement in students’ social skills, moving from the good category to the very good category. The entire instructional sequence was implemented optimally and received a very positive response from the students. Thus, this game-based TGT model has proven effective as a solution for enhancing both students’ academic competencies and social skills in the digestive system curriculum.