Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP PEDULI LINGKUNGAN SISWA SEKOLAH ADIWIYATA Jannah, An-Nisa Mutiara Rizky; Sari, Dhita Ayu Permata; Puspitarini, Sapti
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v4i2.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sikap peduli lingkungan siswa melalui keterlaksanaan pembelajaran IPA di salah satu sekolah adiwiyata. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus tunggal (single case study). Teknik pengumpulan data melalui observasi, analisis dokumen, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran IPA dalam menumbuhkan sikap peduli lingkungan dilakukan dengan menerapkan 1) tujuan pembelajaran berlandaskan lingkungan yang dibuat sesuai dengan capaian pembelajaran, 2) bahan ajar dan media pembelajaran dikaitkan dengan isu lingkungan 3) model pembelajaran menggunakan pendekatan yang menekankan keaktifan siswa atau Student Centered Learning, 4) pembelajaran yang memadukan pengetahuan konseptual serta prosedural dalam memecahkan masalah lingkungan, 5) penugasan berkaitan dengan lingkungan, 6) pembuatan karya dilakukan sesuai dengan tujuan pembelajaran, 7) pengetahuan lingkungan hidup yang didapat untuk mengatasi permasalahan lingkungan di kehidupan. Hal ini didukung data wawancara bersama guru IPA yang menyatakan bahwa membiasakan siswa terlibat langsung dengan lingkungan sehingga memiliki kemampuan berpikir kritis terhadap pengelolaan lingkungan hidup.
Piper betle L. Leaves Extract Potentially Reduce the Nitric Oxide Production on LPS-Induced RAW 264.7 Cell Lines Dwijayanti, Dinia Rizqi; Puspitarini, Sapti; Widodo, Nashi
The Journal of Experimental Life Science Vol. 13 No. 2 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jels.2023.013.02.02

Abstract

Chronic inflammation can lead to several diseases that represent the leading causes of mortality worldwide. Conventional treatment of inflammation can carry some risks. Therefore, research on herbal medicine that are suspected of having anti-inflammatory effects, such as Piper betle L., is important. This study aims to investigate the effect of P. betle L. extract on nitric oxide as a pro-inflammatory mediator. The dried leaves of P. betle L. were extracted by ethanol. RAW 264.7 cells were treated with LPS and P. betle L. extract (PBE). Nitric oxide was measured by the Griess method. Antioxidant activity was determined using 2,2–Diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) method. Total flavonoids and phenolic content were also identified by aluminium chloride and Folin–Ciocalteu colorimetric assay, respectively. This study demonstrated that the PBE has excellent NO suppression activity with the IC50 56.22±16.41 μg.mL-1, without cytotoxicity. PBE also has DPPH inhibitory concentration IC50 values of 279.67±11.36 ppm. Interestingly, PBE has a flavonoid content of 50.17±3.14 mg QE.g-1 and phenolic content of 128.92±1.2 mg GAE.g-1. These compounds are thought to be responsible for its anti-inflammatory as well as antioxidant. This study proved that P. betle L. leaves extract could be used as a candidate for anti-inflammatory drugs. Nevertheless, further research about the biological activity mechanism and their bioactive compounds' purification is still required. Keywords: Inflammation, lipopolysaccharide, Macrophage, Nitric Oxide, Piper betle. 
Preparation of Virgin Coconut Oil (VCO) Using the Pineapple Enzymatic Method Nisa, Alyyah Fikrotun; Fauziyah, Iffah Nur; Aini, Ika Nur; Wardhani, Raden Eliza; Astriani, Dyah; Puspitarini, Sapti
BIOTIK: Jurnal Ilmiah Biologi Teknologi dan Kependidikan Vol 13, No 1 (2025): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v13i1.23682

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak nabati yang diekstrak dari endosperma kelapa segar dan matang tanpa penyulingan kimia atau panas tinggi. VCO dapat diproduksi dengan beberapa metode, salah satunya adalah metode enzimatik nanas. Hasil produksi VCO enzimatik nanas memiliki keunggulan dibandingkan metode lainnya. Nanas merupakan tanaman yang relatif mudah dibudidayakan di Indonesia, namun pemanfaatan nanas masih belum maksimal, biasanya hanya sebagai olahan makanan atau minuman yang dapat dikonsumsi langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara produksi VCO menggunakan metode enzimatik dari buah nanas dan parameter fisik VCO yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran. Hasil penelitian ini menghasilkan minyak sebanyak 40 ml dengan kejernihan bening, aroma sedikit menyengat khas kelapa, dan memiliki rasa khas minyak kelapa.
Pelatihan Guru IPA SMP dalam Membuat Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Culturally Responsive Teaching: Upaya Mewujudkan Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai Kurikulum Nasional Tutut Nurita; Erman Erman; Enny Susiyawati; Ahmad Fauzi Hendratmoko; Sapti Puspitarini
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 4 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i4.2173

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru IPA SMP dalam menyusun Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka. Pelaksanaan melibatkan 45 guru anggota MGMP IPA Kabupaten Pasuruan menggunakan desain one-group pretest-posttest. Metode pelatihan terdiri dari blended learning yang mencakup workshop luring dan pendampingan daring melalui Google Classroom. Kegiatan melibatkan pengenalan CRT, praktik penyusunan LKPD, hingga pengunggahan karya di Platform Merdeka Mengajar. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan guru, dengan skor rata-rata posttest berada di kategori sangat baik (55,56%). Keterampilan guru dalam menyusun LKPD berbasis CRT juga meningkat, terutama dalam aspek integrasi budaya lokal dan strategi pembelajaran. Pembahasan mengungkapkan perlunya pendampingan berkelanjutan untuk penguasaan prinsip CRT. Rekomendasi mencakup penguatan pelatihan pada aspek integrasi budaya dan kolaborasi guru-peserta didik untuk efektivitas pembelajaran berbasis budaya. Training of Junior High School Science Teachers in Creating Student Worksheets Based on Culturally Responsive Teaching: Efforts to Realize the Implementation of the Independent Curriculum as a National Curriculum Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru IPA SMP dalam This program aimed to enhance junior high school science teachers' knowledge and skills in developing Student Worksheets (LKPD) based on Culturally Responsive Teaching (CRT) to support the implementation of the Independent Curriculum. The program engaged 45 teachers from the MGMP IPA in Pasuruan Regency, using a one-group pretest-posttest design. The training method combined blended learning, including face-to-face workshops and online mentoring via Google Classroom. Activities included CRT introduction, LKPD design practice, and uploading teacher-created worksheets to the Merdeka Mengajar Platform. The results showed a significant improvement in teachers’ knowledge, with an average posttest score categorized as excellent (55.56%). Teachers’ skills in developing CRT-based LKPD also improved, especially in integrating local cultural values and implementing teaching strategies. The discussion highlighted the need for continuous mentoring to deepen understanding of CRT principles. Recommendations include strengthening training in cultural integration aspects and fostering teacher-student collaboration for more effective culturally-based learning.  
SEDEKAH BUMI SEBAGAI WUJUD INTEGRASI SOSIAL-BUDAYA DAN KONSERVASI ALAM DALAM MASYARAKAT JAWA Aulia, Lintang Metha; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12692

Abstract

Upacara Sedekah Bumi merupakan tradisi masyarakat Jawa sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen dan rezeki yang diberikan. Lebih dari sekadar acara adat, tradisi ini mengandung nilai-nilai penting seperti kepedulian terhadap alam, gotong royong, dan pelestarian budaya lokal. Melalui kegiatan seperti doa bersama, pertunjukan seni tradisional, dan makan bersama, masyarakat tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Tradisi ini menjadi sarana pendidikan karakter bagi generasi muda, karena menanamkan nilai-nilai keimanan, sosial, moral, dan budaya. Namun, di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya asing, Sedekah Bumi mulai kehilangan maknanya, terutama di kalangan anak muda. Tradisi ini dianggap kuno dan tidak lagi relevan. Padahal, jika dipertahankan, Sedekah Bumi bisa menjadi bagian dari solusi pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai lokal. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak, termasuk masyarakat dan pemerintah, untuk terus melestarikan dan memperkenalkan tradisi ini agar nilai-nilai kearifan lokal tetap hidup dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
ETIK “SEDULUR SIKEP”: BAGAIMANA SUKU SAMIN MELESTARIKAN ALAM TANPA EKSPLOITASI Agresza, Churnelia; Roqobin, Fikky Dian; Puspitarini, Sapti; Susiawati, Enny
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 8 No. 1 (2025): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v8i1.12768

Abstract

“Sedulur Sikep” yang dianut oleh Suku Samin merupakan bentuk kearifan lokal yang menekankan keseimbangan antara manusia dan alam. Masyarakat ini memiliki prinsip ngajeni (menghormati), ngopeni (merawat), dan demunung (memahami sifat alam tanpa eksploitasi berlebihan) dalam pengelolaan sumber daya alam, yang tercermin dalam praktik pertanian organik, konservasi hutan, serta perlindungan sumber daya air. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis konsep etika Sedulur Sikep dalam konservasi lingkungan, dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, serta laporan penelitian yang membahas praktik keberlanjutan komunitas ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip lingkungan yang diterapkan Sedulur Sikep mampu menjaga kelestarian alam tanpa eksploitasi berlebihan. Namun, praktik ini menghadapi berbagai tantangan, seperti modernisasi, tekanan ekonomi, alih fungsi lahan, serta minimnya dukungan kebijakan pemerintah terhadap kearifan lokal. Meskipun demikian, etika Sedulur Sikep memiliki relevansi yang kuat dalam konservasi modern, terutama dalam upaya mengatasi krisis lingkungan global. Prinsip mereka dapat diintegrasikan dalam konsep pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, khususnya dalam pertanian berbasis agroekologi serta sistem pengelolaan sumber daya alam yang inklusif. Oleh karena itu, integrasi nilai-nilai Sedulur Sikep dalam kebijakan lingkungan modern menjadi langkah strategis untuk memastikan kelestarian ekosistem bagi generasi mendatang.
Tradisi Mendhak Sanggring: Potret Pelestarian Budaya dan Konservasi Alam Serta Lingkungan di Desa Tlemang, Lamongan Eva Widya Puspita Sari; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4664

Abstract

Tradisi Mendhak Sanggring di Desa Tlemang, Lamongan, merupakan warisan budaya yang memiliki nilai luhur yang tinggi. Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga memiliki peran penting dalam konservasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti lebih jelas mengenai tradisi Mendhak Sanggring sebagai potret pelestarian budaya dan konservasi alam dan lingkungan, serta mengungkap tujuan dan nilai yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa Tradisi Mendhak Sanggring merupakan salah satu upaya pelestarian budaya yang ada di Desa Tlemang, Lamongan. Tradisi ini, yang telah diwariskan secara turun-temurun, bukan sekadar ritual biasa, melainkan sebuah manifestasi kearifan lokal yang menjaga identitas dan nilai-nilai luhur masyarakat. Di samping perannya sebagai pelestari budaya, Tradisi Mendhak Sanggring juga memiliki kontribusi signifikan dalam upaya konservasi lingkungan. Aktivitas "dhuduk sendang", yang melibatkan pembersihan mata air, bukan sekadar simbolis, melainkan cerminan kesadaran ekologis yang mendalam. Melalui tradisi ini, masyarakat secara aktif diajak untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber daya alam, khususnya air sebagai kebutuhan pokok.
Labuh Sesaji sebagai Bentuk Ekologi Spiritual dalam Konservasi Alam Kabupaten Magetan Annastasya Shofi Muliani; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4666

Abstract

Ritual Labuh Sesaji di Telaga Sarangan merupakan tradisi budaya yang kaya akan nilai-nilai ekologi spiritual dan konservasi alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ritual Labuh Sesaji dalam membangun kesadaran ekologi spiritual dan mendukung upaya konservasi alam di Kabupaten Magetan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan menganalisis berbagai sumber tertulis dengan kata kunci “Labuh Sesaji”, “Larung Sesaji Magetan”, “Kearifan Lokal Magetan”, “Konservasi Alam”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Labuh Sesaji bukan hanya sekadar tradisi budaya, tetapi juga wujud nyata dari ekologi spiritual yang menekankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Dalam aspek konservasi alam, Labuh Sesaji berperan melalui gotong royong, pelarungan sesaji, dan ekowisata, di mana masyarakat diajarkan menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab spiritual dan sosial. Meskipun demikian, pelestarian tradisi ini menghadapi tantangan seperti modernisasi, globalisasi, dan berkurangnya minat generasi muda. Untuk menjaga keberlangsungan Labuh Sesaji, diperlukan upaya berkelanjutan seperti meningkatkan pengalaman budaya, menyebarkan pengetahuan budaya, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan lokal, serta dukungan pemerintah dan pemanfaatan budaya sebagai daya tarik wisata.
Dampak Sedekah Laut yang Bisa menjadi Gerakan Konservasi Lingkungan di Rembang Liliana, Sal Sabila; Fikky Dian Roqobih; Sapti Puspitarini; Enny Susiyawati
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4771

Abstract

Tradisi di dalam sebuah desa, perkumpulan atau sebagainya yang mana pasti melekat pada diri warga untuk melakukannya setiap tahun, bulan ataupun hari. Sedekah laut sangat berhubungan dengan tradisi yang dilakukan oleh warga Rembang untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada Tuhan yang maha ESA atas hasil laut yang melimpah. Indonesia yang memiliki ragam budaya, tradisi, bahasa, suku, golongan dan lainya dalam proses sedekah laut ini lebih cenderung ke bentuk ritual adat yang dilakukan masyarakat pesisir pantai umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan banyak informasi tentang konservasi lingkungan yang berkaitan dengan sedekah laut. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan studi literatur yang mana mencari berbagai informasi mengenai sedekah laut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan bahwa dalam sebuah tradisi sedekah laut terdapat sisi positif dan negatifnya. Dampak positif dari sedekah laut ini astinya tidak jauh dari dampak konservasi bagi lingkungan. Dampak negative dari sedekah laut merupakan sebuah acuan dari leluhur yang telah dilaksanakan sejak puluhan tahun yang lalu.
Think-Aloud Protocol as a Method for Exploring and Understanding the Argumentation Skills of Pre-Service Science Teachers Hendratmoko, Ahmad Fauzi; Puspitarini, Sapti; Budiyanto, Mohammad; Rahman, Nanang; Septaria, Kiki; Marpuah, Siti
Prisma Sains : Jurnal Pengkajian Ilmu dan Pembelajaran Matematika dan IPA IKIP Mataram Vol 13, No 2: April 2025
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/j-ps.v13i2.15214

Abstract

Argumentation is a core component of critical thinking, one of the essential 21st-century skills. However, exploring this skill remains a challenge, often due to limitations in the available assessment methods. This study aims to offer a solution by utilizing the think-aloud protocol to explore and better understand the argumentation skills of Pre-Service Science Teachers (PSTs). A total of 30 PSTs from a state university in Indonesia participated in the research. Data collection and analysis through the think-aloud protocol were conducted in several stages: procedural briefing, implementation, coding and video analysis, and data interpretation. The findings revealed that the think-aloud protocol was effective in providing deeper insights into argumentation skills and yielded more detailed and accurate data across five key components: claims, evidence, reasoning, counterarguments, and rebuttals. On average, the PSTs demonstrated beginner-level argumentation skills, with the strongest performance in the claim component and weaker results in supporting aspects. Specifically, 5 participants were categorized as proficient, 9 as advanced, 6 as intermediate, and 10 as beginners. These results highlight the need for more effective learning strategies that provide PSTs with greater opportunities to practice constructing and critiquing arguments.