Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Review of The Water Carrying Capacity and Water Flow at RDTR of The Spatial Planning of Tegalluar Residential Integrated Area in Bandung Regency Budi Heri Pirngadi; Deden Syarifudin; M. Zaenal Ramdhani As Siddiq
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 7 No. 2 (2023): Vol. 7 No.2, September 2023
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v7i2.10211

Abstract

The development of Tegalluar area as a strategically planned integrated residential center, potentially serving as the new provincial government center for West Java, stands as a top priority for the Bandung Regency Government. To support this vision, the Regional Detailed Spatial Plan (RDTR) for Tegalluar Integrated Settlement Area and the Planning Area (BWP) of Bojongsoang have been formulated. Concurrently, the region has grappled with persistent water resource management challenges, marked by annual flooding during the rainy season and water shortages in the dry season. This research aims to comprehensively analyze the water flow cycle within the area and explore potential scenarios for water management in alignment with the RDTR. The research findings reveal that, in the development scenario, the water flow pattern remains largely unchanged, with limited efforts to harness rainfall or manage wastewater. Precipitation and surface water predominantly contribute to the water inflow in the research area. Furthermore, the provision of clean water heavily relies on external sources. Based on this water flow analysis, there exists an opportunity to implement water-sensitive urban design principles in the research area. This involves capturing rainwater through effective harvesting techniques and adopting wastewater reuse strategies, focusing on non-potable applications. Such measures can enhance water sustainability and mitigate the region's water-related challenges.
PENERAPAN KONSEP TEKNOLOGI BAHAN BAKAR JUMPUTAN PADAT (BBJP) SEBAGAI UPAYA MENGURANGI KEBUTUHAN LAHAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR SAMPAH CILOWONG, SERANG, BANTEN Pirngadi, Budi Heri; Ramdhani, Zaenal; Pangestu, Reza
Jurnal Pengembangan Kota Vol 11, No 2: Desember 2023
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpk.11.2.211-224

Abstract

Timbulan sampah yang tidak sebanding dengan ketersediaan lahan TPA telah menjadi masalah utama pengelolaan sampah di perkotaan. Hal tersebut juga terjadi di Kota dan Kabupaten Serang Provinsi Banten. TPA yang melayani Sampah dari kedua daerah tersebut yaitu TPA Cilowong saat ini sudah melebihi kapasitas. Di sisi lain sampah dari dua daerah tersebut berpotensi untuk dibuat Bahan Bakar Jemputan Padat (BBJP) atau bahan bakar jumputan padat (BBJP).  Penelitian ini bertujuan untuk membahas upaya mengurangi kebutuhan lahan TPA dengan mengolah sampah yang masuk ke TPA menjadi BBJP. Metodologi yang digunakan adalah menggunakan metoda kuantitatif.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui potensi kalor sampah yang masuk ke TPA Cilowong dalam keadaan kering yaitu 5.626,67 kCal/Kg layak untuk dijadikan BBJP.  Dengan jumlah sampah setiap hari sebanyak 454 ton/hari maka dapat dihasilkan BBJP sebanyak 136–181 ton setiap harinya. Selain itu, di Kota dan Kabupaten Serang terdapat potensi pemanfaatan BBJP pada lima PLTU dan dua pabrik semen yang saat ini menggunakan batu bara.  Dengan mengolah sampah yang masuk ke TPA Cilowong menjadi BBJP maka dapat mengurangi kebutuhan lahan TPA untuk 10 tahun ke depan seluas 67 Ha. Artikel ini memiliki kontribusi bagi bidang ilmu teknik lingkungan dan perencanaan wilayah  terutama perencanaan infrastruktur pengelolaan sampah.
IDENTIFIKASI TINGKAT VITALITAS KAMPUNG ADAT KUTA-CIAMIS syarifudin, deden; Djatmiko, Ari; Solehudin, Rio Marsel; Pirngadi, Budi Heri
Journal of Management Review Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Magister Manajement Studies Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmr.v7i3.12829

Abstract

merupakan bagian dari kekayaan bangsa yang harus dilestarikan. Salah satu cara untuk melestarikannya adalah dengan revitalisasi. Kampung Kuta merupakan salah satu desa di Kabupaten Ciamis yang berpotensi untuk dikembangkan, namun terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab menurunnya tingkat vitalitas di Kampung Kuta, salah satunya adalah faktor sosial budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat vitalitas di Kampung Kuta. Hal tersebut dapat diidentifikasi dari beberapa faktor yaitu lingkungan fisik, sosial budaya dan ekonomi. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif yang mengacu pada variabel-variabel tertentu. Penurunan vitalitas tersebut dianalisis berdasarkan indeks yang telah ditentukan dan didukung oleh beberapa pernyataan dari para pelaku adat seperti tokoh adat dan masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat vitalitas yang disebabkan oleh produktivitas ekonomi, kerusakan lingkungan dan kerusakan cagar budaya. Kampung Kuta dapat dikembangkan dengan meningkatkan dan melestarikan kearifan lokal yang ada sehingga dapat meningkatkan nilai vitalitasnya.
PENINGKATAN PERAN PEMERINTAH PROVINSI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI PROVINSI BANTEN Marjan, Arlan; Taufik, Isvan; Nugraha, Windu Iwan; Pirngadi, Budi Heri; Fatah, Fajar
Journal of Management Review Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Magister Manajement Studies Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan penduduk dan perkembangan kegiatan di Provinsi Banten berkonsekuensi pada timbulan sampah yang semakin meningkat. Saat ini pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah kota dan kabupaten masih sangat terbatas. Tingkat pelayanan persampahan provinsi rata-rata 62%, bahkan terdapat kabupaten yang tingkat pengelolaan sampahnya masih di bawah 10%. Terdapat daerah yang yang tingkat pengelolaaanya tergolong tinggi, namun tingkat pengurangan sampahnya masih rendah. Beberapa wilayah belum memenuhi target Jakstranas dan Jakstrada Provinsi Banten yang mengamanatkan di tahun 2025 tingkat pelayanan harus 100% dengan 30% diantaranya adalah dari upaya pengurangan. Dengan fenomena tersebut Pemerintah Provinsi Banten perlu meningkatkan perannya dengan cara melakukan kerjasama dengan pemerintah kota dan kabupaten dengan upaya mengembangkan TPS 3R di Kawasan Strategis Provinsi dan mengembangkan TPA/TPST Regional. Untuk penimgkatan peran tersebut terlebih dahulu diperlukan kesepakatan kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten, penyiapan aturan pendukung dan penyiapan Lembaga pengelolaa sampah tingkat provinsi
The Concept of Sustainable Groundwater Management in Supporting Industrial Estates Amalia, Ghina; Pirngadi, Budi Heri; Siddiq, M. Zaenal Ramdhani A.
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 2 (2025): March 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.2.326-338

Abstract

Water needs in industrial areas can be met by using surface water and groundwater sources. However, this can cause its own problems for the region due to increased water demand. The area of the industrial area in Sumberjaya Sub-district which reaches 329,700 m² will require water for industry amounting to 8,534,678 m3/ year, with no direction in sustainable groundwater management it is feared that it will have an impact on the loss of groundwater resources and the occurrence of a crisis or scarcity of water resources. This research aims to find out directions in sustainable groundwater management that are appropriate, integrated, and can be applied to supporting industrial estates in Sumberjaya District, Majalengka Regency. This analysis was conducted using descriptive qualitative and descriptive quantitative approaches. We conducted this analysis using observation, interview, and secondary data collection methods. The analysis method in this research is the calculation method of rainwater harvesting (PAH) and the calculation of the recharge concept. From the results of the analysis of the potential and problems that exist in Sumberjaya Subdistrict, in helping to fulfil industrial water needs other than groundwater, can apply concept direction in groundwater conservation using the Rainwater Harvesting calculation method and recharge wells.
PENERAPAN TEKNOLOGI MANAJEMEN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAMPUNG INSPIRASI JATIBARU DESA JATIENDAH, KABUPATEN BANDUNG Raharja, Apriadi Budi; Pirngadi, Budi Heri; Darmawan, Fajar
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1930

Abstract

The active participation of all community members in managing waste in the RW 17 neighborhood of Jariendah Village, Cilengkrang District, Bandung Regency, is like an "oasis" of community-based waste management in 2010. It has become an inspiration for all levels of society to gain experience in waste management. However, one of the partners' problems includes data and recording problems that have not been properly structured. For this reason, the dedication to the partners we appoint is the need to improve the efficiency of digital-based waste management. Digitalization in waste management is important for partners to increase effectiveness in recording transactions, reporting changes in the price of waste commodities, and increasing customer data. The method chosen for implementing Community Service to solve this institutional problem is the Focus Group Discussion (FGD) method and mentoring, which consists of five stages of activities. At the end of this service activity, UPK has a waste management application. Users can already use waste management applications that benefit from data and information for community-based waste management activity programs.
ANALISIS KEBERLANJUTAN PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM AIR MINUM DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH DI PROVINSI BANTEN Taufik, Isvan; Pirngadi, Budi Heri; Apriliani, Karvina Budiwati
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 No. 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i2.44582

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keberlanjutan program SPAM dan SPAL di Provinsi Banten, dengan mempertimbangkan berbagai aspek keberlanjutan yang relevan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan melalui tahapan inventarisasi data data perencanaan dan penilaian Keberlanjutan Program. Berdasarkan pasil penelitian, program keciptakaryaan secara umum dalam kategori berkelanjutan pada skala 64,63%. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu program bidang air minum perlu adanya peningkatan program terkait dengan aspek kemitraan, dengan sub indikator salah satunya kerkait dengan pembentukan lembaga pengelola SPAM regional sebagai operator penyelenggaraan SPAM lintas kabupaten/kota. Indikator dukungan lingkungan dan kemitraan menjadi nilai terendah dan termasuk kedalam kualifikasi tidak keberlanjutan. Sub indikator kesiapan lembaga pengelola (kemitraan) dan Sumber Daya Manusia (dukungan lingkungan) pada skala provinsi menjadi masukan prioritas dalam program air limbah kedepan agar dapat berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan program penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah di Provinsi Banten, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat memastikan keberlanjutan program-program tersebut dalam jangka panjang.
The Social Dynamics of Village Communities: A Case Study on the Implementation of Improved Access to Clean Water in Wargasaluyu Village Khutomah, Dewi Ajeng; Pirngadi, Budi Heri; Syarifudin, Deden
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v8i2.15883

Abstract

Wargasaluyu Village, located in Gununghalu District, West Bandung Regency, has historically faced limited access to clean water. In mid-2023, a group of students participating in the Perguruan Tinggi Mandiri Membangun Desa (PTM2D) program initiated a project to improve clean water access for the Wargasaluyu village community. This research examines the short-term outcomes of implementing improved clean water access on the social dynamics of the Wargasaluyu Village community. The study aims to identify the social dynamics that have emerged in the Wargasaluyu Village community as a short-term outcome of this implementation. The analytical methods employed were triangulation and descriptive-analytical approaches. Results indicate that the quality, quantity, and continuity of clean water underwent significant improvements, becoming feasible and safe, and subsequently effecting changes in the community's social dynamics. Significant direct changes experienced by the community include shifts in mindset and participation, increased spirit of cooperation, enhanced community organization, and improved utilization of social infrastructure through mutual care, thereby facilitating the implementation of improved welfare levels. These direct changes contribute to indirect changes, namely alterations in employment, income levels, community welfare, and village independence. The social dynamics occurring in the Wargasaluyu Village community affect not only social aspects but also will give impact educational, health, economic, cultural, and environmental dimensions. This research provides insights not only for more effective improvements in clean water access but also for holistic village water management that addresses community needs and aspirations, aiming to achieve sustainable and inclusive rural development in Wargasaluyu Village.
REUSE OF TREATED WATER FROM BOJONGSOANG DOMESTIC WASTEWATER TREATMENT INSTALLATION AS WATER FOR INDUSTRIAL PURPOSES Pirngadi, Budi Heri; Syarifudin, Deden; Octaviani, Viera Mustika
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 12, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.12.1.28-36

Abstract

Subdistrict Bojongsoang and its surroundings are based on the 2016-2036 Bandung Regency Spatial Planning, the designated area where the industry is. Currently, there are 125 existing industries operating. The area is also included in groundwater withdrawal through well artesian on a massive scale, including into the national protected area (CAT: Groundwater Basin) Bandung - Soreang Area. Excessive groundwater extraction poses challenges coupled with significant water demand from society and industry. This will result in deteriorated groundwater conditions that require prompt restoration, having already suffered damage. On the other hand, there is Bojongsoang WWTP, which can treat wastewater at 2800 l/s; meanwhile, at the moment, this capacity processing is utilized about 37-40% or about 100m3/day. This research uses a descriptive method. The research results prove that reusing water from Bojongsoang WWTP could produce raw water for the necessity industry of 300 l/s.
PENDAMPINGAN POKDARWIS DAN LEMBAGA MASYARAKAT DALAM MENGEMBANGKAN DESA WISATA LAMAJANG KECAMATAN PANGALENGAN KABUPATEN BANDUNG Syarifudin, Deden; Ishak, Riza Fathoni; Firmansyah, Firmansyah; Pirngadi, Budi Heri; Dior, Renaldy Dwi Putra; Hermawan, Riyadh Syahrir
Abdimas Galuh Vol 5, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i2.11478

Abstract

Desa wisata Lamajang, yang terletak di Kabupaten Bandung, telah menjadi tujuan wisata populer bagi wisatawan lokal dari berbagai daerah dalam kunjungan budaya dan spiritual karena terdapat rumah adat Cikondang. Dalam upaya sebagai desa mandiri pariwisata yang ditetapkan oleh pemerintah daerah, Desa lamajang telah berhasil membangun objek wisata lainnya sesuai dengan keunikan dan potensi yang dimilikinya. Namun, untuk mempertahankan dan meningkatkan daya tarik wisata desa tersebut, penting untuk memperkuat Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan kelembagaan masyarakatnya sebagai pengelola yang efektif. Artikel ini bertujuan untuk memberikan pendampingan bagi Pokdarwis dan Lembaga Masyarakat dalam mengembangkan Desa Wisata Lamajang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan adalah pendampingan yang meliputi pelatihan, simulasi dan penguatan pengetahuan kepariwisataan desa. Hasil pelaksanaan kegiatan  menunjukkan bahwa kelembagaan Desa Wisata Lamajang menjadi aspek yang sangat penting dibandingkan dengan aspek lain seperti objek wisata oleh sebab itu kegiatan ini  membantu kelompok sasaran menyusun struktur organisasi dengan memastikan adanya divisi dan tugas yang jelas untuk setiap anggota.Membantu meningkatkan koordinasi dan efisiensi pengelolaan desa wisata. Disisi lain membantu mengembangkan sistem manajemen yang terintegrasi, termasuk penggunaan teknologi informasi untuk mengelola data wisatawan, perizinan dan pemasaran. Pada akhirnya meningkatkan motivasi keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan desa wisata disamping menciptakan rasa memiliki dan keberlanjutan dalam pengembangan desa wisata.