Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pendampingan Pemetaan Sosial Masyarakat Pekon Kiluan Negeri, Kec. Kelumbayan, Kab. Tanggamus dalam Mendukung Pencapaian SDSs Desa Yulianto Yulianto; Astiwi Inayah; Teuku Fahmi; Dewi Ayu Hidayati; Selvi Diana Meilinda
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 3, No 3 (2022): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v3i3.321

Abstract

Pekon Kiluan Negeri merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus yang status Indeks Desa Membangun (IDM)-nya di tahun 2022 berada pada kategori “Berkembang”. Hal ini dapat dikatakan cukup ironi mengingat desa di wilayah pesisir Lampung ini memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Pembangunan Pekon Kiluan Negeri dengan mengedepankan SDGs Desa sebagai "arus utama" diharapkan mampu meningkatkan kualitas masyarakat desa setempat.  Hal tersebutlah yang melatarbelakangi aktivitas pengabdian oleh Tim PkM Desa Binaan Universitas Lampung dalam melakukan pendampingan pemetaan sosial aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat Pekon Kiluan Negeri dalam mendukung pencapaian SDGs Desa. Metode kegiatan yang dilakukan mencakup aktivitas sosialisasi, penyuluhan, hingga pendampingan pemetaan sosial yang dilakukan secara bersama-sama dengan para partisipan. Secara khusus kegiatan pengabdian ini telah mengarah pada beberapa capaian tujuan yang diharapkan. Tim PkM Desa Binaan bersama masyarakat lokal telah berhasil memetakan potensi Pekon Kiluan Negeri yang mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan bahwa potensi Pekon Kiluan Negeri cukup menunjang dalam mendukung pencapaian SDGs Desa.
PENDAMPINGAN PEMETAAN POTENSI DESA DONO ARUM BERBASIS ASSET BASED COMMUNITY DEVELOPMENT GUNA MEWUJUDKAN DESA WISATA YANG BERKARAKTER DAN SMART VILLAGE Ifaty Fadliliana Sari; Dewi Ayu Hidayati; Yuni Ratnasari; Siti Habibah
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 4 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i4.731

Abstract

Village development is one of the main focuses of national development in line with the Nawacita program and the Village SDGs. In order to make villages independent, the government provides village funds that can be used for village progress. Every village has potential that can be developed optimally. Efforts are needed to identify the potential of the village as a whole. Therefore, the organization of this activity aims to increase the insight and capacity of the community in identifying the potential of an asset-based village or village based on community development in Dono Arum village, Seputih Agung District, Central Lampung Regency. Activities include training, focus group discussions (FGD), and assistance in identifying village potential and increasing institutional or community capacity. The method used in this service activity is the state analysis stage, object intervention, and evaluation or reflection. In particular, this community service activity has provided an overview to the local community on how to properly and correctly map village potentials. Provide an understanding of smart village-based village development. In addition, this activity refers to several achievements, including; the formation of a joint commitment between village government officials, institutions, and the community to focus on village development in the three potentials that characterize Dono Arum Village. The potentials that are the main focus include (1) the potential for natural resources, (2) the potential for human resources and technology, and (3) the tourism potential. This community empowerment activity has provided understanding and increased the capacity of the Dono Arum village community in mapping the potential of an asset-based village with a 4% increase in knowledge percentage.
TINGKAT KAPASITAS KETAHANAN ADAPTIF DALAM MEMINIMALISIR RESIKO BENCANA COVID Dewi Ayu Hidayati; Asnani Asnani; Susetyo Susetyo
SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya Vol 25 No 1 (2023): SOSIOLOGI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Sosial dan Budaya
Publisher : Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/sosiologi.v25i1.515

Abstract

Secara sosiologis, Covid 19 telah membawa pada perubahan secara cepat, tidak direncanakan dan tidak dinginkan kehadirannya oleh masyarakat. Perubahan pada hakikatnya dapat terjadi secara cepat, tidak direncanakan dan tidak diinginkan. Bahkan keberadaannya menimbulkan kekacauan di berbagai bidang kehidupan. Ketidaksiapan masyarakat akan perubahan tersebut dapat berdampak pada terjadinya disorganisasi sosial di berbagai bidang kehidupan. Ketidaksiapan masyarakat akan perubahan yang terjadi dikarenakan antara lain kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya adaptasi untuk meminimalisir resiko bencana Covid 19. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui tingkatan kapasitas ketahanan masyarakat dalam meminimalisir resiko bencana Covid-19 di Kecamatan Labuhan Ratu kota Bandar Lampung. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data utama yaitu dengan penyebaran kuesioner atau angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tingkat kapasitas ketahanan masyarakat di Kecamatan Labuhan Ratu tergolong tinggi dengan nilai lebih dari sama dengan 120 sebanyak 39 orang atau 97 persen. Dengan begitu kapasitas ketahanan adaptif yang dilakukan masyarakat juga tinggi.
Perbedaan Peran Gender dalam Tradisi Suraan pada Masyarakat Adat Cireundeu Bagio Alief; Aafiyah Hanuun; Dewi Ayu Hidayati; Feby Afri Yulindra; Rista Aulya Panestika; Sopfi Putri Marlina
Wacana Publik Vol. 16 No. 2 (2022): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v16i2.127

Abstract

The Suraan tradition is a tradition to commemorate one sura performed by the Cireundeu community. This tradition of one sura is an expression of gratitude to the Almighty Creator for all the blessings and gifts, blessings in life as well as physical and mental health given by Him for the sake of survival. This study aims to look at the differences in gender roles in the suraan tradition in the Cireundeu community. Gender role analysis is not only aimed at biological matters, but can also be seen from the gender relations used in a society. This research was conducted using a qualitative approach with data collection techniques in the form of interviews and documentation conducted in the Cireundeu Traditional Village, Leuwigajah Village, Cimahi Selatan District, Cimahi City with several traditional leaders as informants. speech in the Cireundeu Traditional Village community.
FENOMENA PERNIKAHAN DINI DI PERKOTAAN Atma Aulia Alviola; Sopfi Putri Marlina; Dewi Ayu Hidayati; Yuni Setya Ningsih; Rahma Aulia Jannati
Wacana Publik Vol. 17 No. 1 (2023): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v17i1.2

Abstract

Perkawinan anak atau sering disebut pernikahan dini merupakan fenomena di tengah masyarakat yang berkaitan dengan pernikahan remaja yang belum memiliki kesiapan untuk memulai kehidupan rumah tangga. Komnas Perempuan melaporkan bahwa selama tahun 2021, ada 59.709 kasus pernikahan dini yang mendapat dispensasi dari pengadilan. Angka ini menunjukkan masih maraknya pernikahan dini yang dilakukan baik didesa, maupun di kota. Eksistensi fenomena pernikahan dini harus dikaji lebih dalam untuk kemudian mencari faktor penyebab dan dampak yang dihasilkan, sehingga fenomena sosial pernikahan dini dapat dikurangi dan lambat laun di berantas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu berdampingan dengan budaya dan lingkungan masyarakat yang terbentuk dari berbagai faktor yang melatarbelakanginya.
KAPASITAS MITIGASI SEBAGAI BENTUK RESILIENSI MASYARAKAT MISKIN PERKOTAAN DALAM MENGHADAPI BENCANA COVID-19 Dewi Ayu Hidayati; Handi Mulyaningsih; Anita Damayanti
Wacana Publik Vol. 17 No. 1 (2023): Wacana Publik
Publisher : P3M STISIPOL Dharma Wacana Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/wp.v17i1.3

Abstract

Penelitian ini hendak mengkaji kapasitas mitigasi yang dilakukan oleh kompnen masayraakat miskin perkotaan di Kecamatan Panjang dalam meminimalisir penyebaran bencana covid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi fenomenologi, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik purposive untuk menentukan informan. Hasil dari penelitian ini yaitu masyarakat miskin dalam melakukan kapasitas mitigasi dibantu serta didukung oleh komponen masyarakat internal seperti pamong, tokoh dan satgas covid setempat, dan bentuk kapasitas mitigasi yang dilakukan yaitu dengan melakukan melakukan pembangunan fisik berupa fasilitas pencucian tangan dilingkungan rumah, membuat masker dari kain sehingga bisa digunakan berulang ulang, pembangunan non fisik berupa keperduliaan masyarakat miskin terhadap masyarakat miskin lainnya yang terpapar covid, baik dalam bentuk memberikan bantuan makanan bagi masyarakat yang sedang menjalankan isoman, mengantarkan warga yang sedang bergejala covid ke puskeskel atau puskesmas,melaporkan masyarakat yang terdeteksi bergejala covid kepada RT atau satgas covid setempat, serta peningkatan pengetahuan dalam menghadapi bencana covid dalam bentuk mengikuti sosialisasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah
Analysis of Presupposition in John Mulaney’s Stand Up Comedy Mohammad Muhassin; M. Zaki Dwidandi; M. Ridho Kholid; Dewi Ayu Hidayati
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10 No 2 (2023): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpendidikanbahasa.v10i2.4768

Abstract

This study aims to analyze the types of presupposition used in Stand Up Comedy “There's a Horse in The Hospital” By John Mulaney on YouTube and to describe the most dominant type of presupposition by using Yule’s theory. This research used descriptive qualitative method. The data were examined in the form of words, sentences or utterances that contain presuppositions. The findings showed that there were 31 data of presuppositions which consisted of 18 existential presuppositions, 4 factive presuppositions, 4 lexical presuppositions, 2 structural presuppositions, 1 non-factive presupposition, and 2 counterfactual presuppositions. Existential presupposition is the most dominant type which can be seen from the larger amount and percentage of data than others.
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA EKOWISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DI PEKON KILUAN NEGERI, TANGGAMUS, LAMPUNG Yulianto; Dewi Ayu Hidayati; Teuku Fahmi; Ashara Putri; Laras Marvenda; Astiwi Inayah
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1280

Abstract

The community service activity entitled "Assistance in the Development of Ecotourism Village Based on Community Based Tourism (CBT) in Kiluan Negeri Village, Kelumbayan District, Tanggamus District, Lampung" is a follow-up to previous research that has been carried out by the community service team in 2022. Reflecting on the study, a community partnership empowerment program or Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat was carried out with funding from the DRTPM of the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research and Technology related to the development of ecotourism villages in Kiluan Negeri Village. This community service aims to empower local communities in developing and managing ecotourism villages in Kiluan Negeri Village, covering aspects of skills, knowledge, and experience referring to the community-based tourism/CBT approach. In this community service, several methods of activities were combined, including socialization activities targeting civil servants and village institutional administrators by involving local communities. Then counseling and assistance for Kelompok Sadar Wisata or Pokdarwis administrators, to providing material/equipment assistance for Pokdarwis. The implementation of community service programs in Kiluan Negeri Village has been carried out thoroughly and received excellent support from all components of the village community. The results of the community service implementation show that there has been an increase in the knowledge and experience of local communities in managing the development of tourism villages. In this case, local communities have been equipped with skills in managing the potential of ecotourism villages in Kiluan Negeri Village referring to the CBT approach. The provision of supporting materials/tools for Pokdarwis equipment is also very beneficial in supporting the development of ecotourism villages in Kiluan Negeri. In the end, the presence of the community service team from University of Lampung brought a new understanding of the development of CBT-based ecotourism villages.
Fenomena Korean Wave: Remaja dalam Pusaran Gelombang Budaya Korea Dewi Ayu Hidayati; Fitri Kalla
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.9335

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji faktor pendorong, perilaku konsumsi, dan dampak menggemari Korean Wave bagi remaja Tanggerang. Metode penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pengolahan data melalui reduksi, penyajian, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu ada dua faktor pendorong para remaja Tanggerang menggemari Korean Wave, yaitu faktor internal berasal dari sikap, pengamatan, persepsi para remaja terhadap Korean Wave sementara faktor eksternal didapatkan dari keluarga, lingkungan dan teman sepermainan, serta media massa. Bentuk perilaku konsumsi para remaja penggemar Korean Wave yaitu berlangganan platform musik, mengoleksi merchandise, mendatangi acara pertemuan sesama komunitas, mendatangi konser grup band idola serta mengonsumsi produk-produk Korea. Dampak yang ditimbulkan dari menggemari Korean wave yaitu dampak positif berupa rajin menabung, mampu mengatur keuangan, mengasah hobi, meningkatkan kemampuan berbahasa asing, lebih gemar membaca, memberikan motivasi serta hiburan, mendapatkan banyak teman dan melakukan kegiatan berwirausaha. Sedangkan dampak negatif yaitu konsumtif, membuang waktu, tidak fokus belajar, sulit bersosialisasi, terganggu kesehatan fisik dan psikologi, dan terjadi perundungan.
Single Mom: Pemenuhan Fungsi Afeksi dan Ekonomi pada Anak Rositah, Rositah; Hidayati, Dewi Ayu
Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (TIPS) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/moderasi.Vol4.Iss2.212

Abstract

This research aims to analyze the fulfillment of economic and affectional functions for children carried out by single mothers who work as small traders in the Tamin market, Bandar Lampung city. This research is important to carry out so that single mothers continue to provide affection and economic functions even though they come from incomplete families. This research was carried out using a qualitative approach to analyze in depth the phenomena related to single mothers as well as the fulfillment of the affection and economic functions carried out by single mothers for his children. The research informants were 5 people who were single mothers who worked as small traders. Data collection techniques include observation, in-depth interviews and documentation. Data analysis was carried out in stages of reduction, data presentation and data verification. The research results show that the economic function carried out by single mothers who work as small traders is by doing side jobs, extending working hours, asking family members for help, borrowing, saving money and taking advantage of assistance from the government. Meanwhile, the affection function is carried out by spending time, controlling relationships, providing religious knowledge, giving advice