Claim Missing Document
Check
Articles

PENGADUAN PELAYANAN KESEHATAN DI UNIT PELAYANAN INFORMASI DAN KELUHAN (UPIK) Gerry Katon Mahendra
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 1, No 1: Maret 2017
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.204 KB) | DOI: 10.31101/jhes.183

Abstract

Abstract :Complaint management in the City of Yogyakarta has been integrated through a program called UPIK (Unit Pelayanan Informasi dan Keluhan/Information and Complaint Service), in which all kinds of complaint, health issues included, can be submitted through the government web page. This research aims to describe, analyse, in order to provide recommendations for further improvements of UPIK service management. Using descriptive and qualitative methods, this research analyse complaints submitted to UPIK during 2016. It shows that UPIK significantly helpful in making it easy for government services to manage, categorize, dristributes, as well as monitor the follow up of the submitted complaints.Keywords: public services, health services. Public complaints, upik
Development of MSME potential through branding and digital marketing Muhammad Eko Atmojo; Gerry Katon Mahendra; Vicky Alfitra Perdana
Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Vol 8, No 3 (2023): August 2023
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/abdimas.v8i3.10468

Abstract

The outbreak of the COVID-19 pandemic has had a major impact, particularly on the economic sector, including Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). These businesses have a very important role in the economy, especially in the Hargorejo Village area. A strong branding strategy with a focus on quality is essential to increase product reach and competitiveness. This community service aims to improve the community's economy and support the community by actively providing assistance to MSMEs in Hargorejo Village, Kokap District, Kulonprogo Regency, Yogyakarta Special Region. The methods used in this community service include outreach, training, and evaluation for MSME participants. The training curriculum covers topics such as the use of technology in MSME products, branding, packaging, and the use of online markets. After completing the training, MSME participants gain a deeper understanding of the importance of using technology in marketing their products. In addition, real improvements can be seen in the branding and packaging of MSME products. This positive transformation can be seen from the post-training assessment which shows that 64% of MSME participants now understand the importance of integrating IT, branding, packaging, and effective online markets into their business strategy. It is hoped that this increased awareness can provide significant benefits for MSME players, especially by strengthening product marketing efforts and improving the overall welfare of MSME stakeholders.
Evaluasi Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Program Desa Prima Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman Rizky Melliana Devi Mellian; Gerry Katon Mahendra
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 1 (2023): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v4i1.300

Abstract

Berbicara mengenai pemberdayaan ekonomi, merupakan salah satu upaya pengentasan kemiskinan. Kemiskinan merupakan sebuah permasalah sosial yang relevan untuk dikaji. Oleh karena itu secara khusus, pemerintah mempunyai komitmen dalam menanggulangi kemiskinan di kalangan perempuan dengan menekankan peran aktif perempuan dalam pembangunan perekonomian. Penelitian ini akan membahas tentang evaluasi program pemberdayaan ekonomi perempuan melalui program Desa Prima di Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui apakah tujuan dari program Desa Prima sudah tercapai. (2) mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat. (3) Mengukur capaian kinerja program Desa Prima. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, studi dokumentasi dan observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Desa Prima memenuhi indikator efektivitas (peningkatan pendapatan perempuan, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan), kecukupan (meningkatnya kesejahteraan terhadap peningkatan aspek sosial, ekonomi) responsivitas (peningkatan ekonomi dari segi keluarga dan lingkungan) ketepatan (sesuai dengan kebutuhan, minat dan keinginan anggota Desa Prima Mulya Mandiri). Namun program ini belum optimal terhadap indikator efisensi (kurangnya dalam pengelolaan SDM/SDA), pemerataan (terbatasnya anggaran pelatihan). Saran yang diberikan adalah, dalam pelaksanaan program, alokasi anggaran untuk pelatihan perlu ditingkatkan guna mendukung pencapaian tujuan program secara maksimal.
Partisipasi Masyarakat dalam Program Kampung Keluarga Berencana di Kalurahan Sendangagung Adi Sukrianto; Gerry Katon Mahendra
TheJournalish: Social and Government Vol. 4 No. 4 (2023): Social and Government
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kampung Keluarga Berencana yang dicanangkan oleh Pemerintah merupakan inovasi dari lembaga pemerintah yakni BKKBN. Untuk dapat mencapai tujuan dari program tentunya harus ada keterlibatan dan kolaborasi lewat beberapa pihak baik masyarakat, pemerintah ataupun swasta,. Partisipasi publik jadi kunci penting untuk menyelenggarakan program yang sudah direncanakan. Penelitian ini bertujuan guna mengetahui partisipasi publik dalam program Kampung Keluarga Berencana di Kalurahan Sendangagung dengan menggunakan teori dari John M. Cohen dan Norman T. Uphoff. Partisipasi masyarakat yang diteliti yakni partisipasi pada penetapan keputusan, penyelenggaraan program, pemanfaatan hasil, serta evaluasi. Penelitian ini ialah riset kualitatif yang memakai pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipakai pada riset ini ialah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil riset ini memberikan bukti bahwa partisipasi publik pada penentuan keputusan telah terlibat dengan baik, meskipun dalam keputusan awal belum terlibat. Dalam pelaksanaan, partisiapsi masyarakat sudah cukup aktif terlibat dalam kelompok kegiatan yang ada, tetapi belum semua wilayah di kalurahan memiliki kelompok kegiatan. Dalam pemanfaatan hasil, masyarakat telah merasakan banyak manfaat lewat tersedianya program Kampung Keluarga Berencana. Dan dalam evaluasi, masyarakat sudah ikut berpartisipasi baik secara langsung ataupun tak langsung. Saran yang diberi ialah perlu adanya kerjasama semua pihak agar partisipasi masyarakat dapat menjangkau diseluruh wilayah kalurahan dalam pelaksanaan program Kampung Keluarga Berencana.
Internalisasi semangat go green serta peningkatan produktivitas warga Desa Agrowisata Salak Ledoknongko melalui program PESPA MATIK (pengolahan sampah plastik menjadi media tanam estetik) Arif Bimantara; Gerry Katon Mahendra
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.764

Abstract

Sampah plastik masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan limbah di Indonesia dan semakin meningkat volumenya pada saat pandemi COVID-19. Pengelolaan sampah menjadi komponen penting yang perlu diprioritaskan termasuk bagi pengelola destinasi wisata setelah keluarnya kebijakan sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainibility) yang dikeluarkan oleh Kemenparekraf sejak tahun 2020. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya untuk mengolah sampah terutama sampah plastic tersebut. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Desa Wisata Agrosalak Ledoknongko yang terletak di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Permasalahan utama yang dialami mitra adalah belum memiliki pemahaman mengenai kebijakan pemerintah daerah terkait pengelolaan sampah dan belum memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk mengolah limbah plastik. Solusi yang ditawarkan dari kegiatan pengabdian ini yaitu pemberian edukasi kepada mitra mengenai kebijakan pemerintah daerah mengenai pengelolaan sampah serta pelatihan pembuatan media tanam dari limbah plastik hingga teknis penanamannya. Program-program tersebut diharapkan mampu menginternalisasikan semangat Go Green terutama untuk mendukung sertifikasi CHSE sebagai syarat dibukanya kembali desa wisata tersebut. Kegiatan pengabdian dimulai dari perizinan, konsolidasi, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Pelaksanaan kegiatan didahului dengan pemaparan kebijakan pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Sleman DIY. Kemudian dilakukan pelatihan pengolahan sampah plastik menjadi media tanam. Monitoring dilakukan pada hari ke tujuh setelah dilakukan pelatihan. Lalu evaluasi dilaksanakan setelah dua minggu pasca pelatihan untuk mengetahui keberhasilan pembuatan media tanam yang dilakukan. Hasil yang didapatkan adalah dari tiga kelompok peserta, hanya karya satu kelompok yang dapat hidup dengan baik. Beberapa faktor penyebabnya adalah kepadatan plastik yang berbeda, pengeringan yang tidak sempurna serta pencucian akar yang kurang bersih. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah warga sudah memiliki pemahaman yang baik terhadap kebijakan pengelolaan sampah yang berlaku di Kabupaten Sleman DIY serta berdasarkan hasil evaluasi telah memiliki keterampilan yang baik dalam membuat media tanam dengan memanfaatkan sampah plastik kresek
Aksesibilitas Lembaga Think Tank Dalam Upaya Pengarusutamaan Gender Di Daerah Istimewa Yogyakarta Nurpini Sulistya; Gerry Katon Mahendra
Jurnal Ranah Publik Indonesia Kontemporer (Rapik) Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rapik.v2i2.29

Abstract

Ketimpangan gender menjadi salah satu isu strategis di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan berbagai keberagaman karakteristik dan sosial. Berbagai macam bentuk isu yang muncul meliputi kekerasan, yang mana seringkali terjadi pada perempuan. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya tingkat Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang terjadi di kelompok masyarakat DIY. Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah, dimana salah satunya adalah Gender Corner. Meskipun demikian, upaya pemerintah tidak berbuah hasil yang optimal. Dengan ini, hipotesis dari penelitian yakni bahwasanya organisasi think thank mampu mengoptimalkan rencana strategis pemerintah dengan strategi PUG (Pengarusutamaan Gender). Penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode pengambilan data berupa wawancara mendalam dan dokumentasi. Obyek penelitian merupakan lembaga think tank di DIY yaitu CV. Multi Lisensi dan PT. Sinergi. Kedua lembaga tersebut telah menjadi pakar terhadap implementasi strategi PUG. Penelitian berfokus pada empat poin aksesibilitas lembaga think thank dalam upaya PUG yang meliputi akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat. Sebagai hasilnya, didapatkan bahwa aksesisibilitas lembaga terhadap keempat poin penting tersebut dapat dikatakan cukup baik terkecuali pada poin manfaat. Akses, partisipasi, dan kontrol dalam pelaksanaan PUG di daerah DIY oleh lembaga think tank dikatakan baik dengan adanya transaparansi data hingga penyediaan fasilitas oleh pemerintah. Meskipun demikian, manfaatnya masih belum terwujud, dimana kesetaraan gender masih belum tercapai di wilayah DIY. Dengan demikian, penelitian merekomendasikan kepada berbagai pemangku kepentingan termasuk lembaga think tank sekaligus pemerintah untuk menggencarkan kembali agenda PUG. Berbagai kegiatan tambahan pun diperlukan mencakup sosialisasi, pendampingan, hingga pengarahan.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KELUARGA BERENCANA DI KAMPUNG KB KALURAHAN AMBARKETAWANG (Studi Kasus Padukuhan Bodeh Kalurahan Ambarketawang Kepanewon Gamping Kabupaten Sleman) Eryan Prasetya; Gerry Katon Mahendra
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 10, No 3 (2023): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dak.v10i3.12209

Abstract

Program Keluarga Berencana sudah diakui menjadi satu dari beberapa program yang sukses pad aaspek hal kesehatan reproduksi serta berdampak signifikan pada pertumbuhan penduduk di Indonesia. riset ini memiliku tujuan guna melihat deskripsi kualitas pelayanan KB di Kampung KB Padukuhan Bodeh Kalurahan Ambarketawang Gamping Sleman. Tipe riset ini ialah riset deskriptif kuantitatif mengunakan metode cross sectional. Sampel adalah bapak dan ibu peserta KB di Kampung KB Padukuhan Bodeh Ambarketawang Gamping Sleman. Pengukuran kualitas pelayanan menggunakan aspek kualitas pelayanan tangible, reliability, responsiveness, assurance dan empathy dengan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan deskripsi kategorik. Hasil riset ini memiliki tujuan guna melihat kualitas pelayanan KB yang melingkupi aspek tangible, reliability, responsiveness, assurance dan emphaty di Kampung KB Padukuhan Bodeh Kalurahan Ambarketawang.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kampung KB, Kalurahan Ambarketawang
Pelatihan Pembuatan Minuman Nata De Aloe dalam Meningkatkan Perekonomian dan UMKM di Padukuhan Plumbon Adhika Yulia Nurwesti; Faza Ashila Jannah; Fatur Roza Riandara; Itna Husnatul Habibah; Lastriana Nasichatun Rodziah; Nabila Nur Islamyah; Novia Widayanti; Yoga Insan Wicaksana; Yuping Safitri; Gerry Katon Mahendra
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 8 NOMOR 1 MARET 2024 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v8i1.19384

Abstract

Lidah buaya (nata de Aloe) merupakan jenis tanaman hias yang juga memiliki manfaat sebagai tanaman obat yang mampu mengatasi berbagai penyakit diantaranya diabetes, kolesterol dan radang lambung. Tanaman lidah buaya tengah banyak mendapat perhatian publik karena pemanfaatannya, contohnya sebagai produk kecantikan dan makanan. Lidah buaya yang dibudidayakan KWT di padukuhan Plumbon belum dimanfaatkan menjadi produk olahan yang bernilai ekonomis. Kesibukan dan keterbatasan pemahaman pengolahan lidah buaya menjadi salah satu permasalahan bagi masyarakat sehingga mereka hanya berfokus pada penanaman dan penjualan mentahnya. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan pengelolaan lidah buaya yang bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan anggota KWT dalam mengelola nata de aloe dan menciptakan produk dari tanaman lidah buaya sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat di Padukuhan Plumbon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan program pelatihan sosialisasi kepada ibu-ibu KWT dan Karang Taruna melalui pemberian penyuluhan mengenai pelatihan pembuatan minuman nata de aloe di wilayah padukuhan Plumbon RT 10 RW 05. Pada tanaman lidah buaya, pengelolaan lidah buaya menjadi nata de aloe serta cara pemasaran produk dengan pemasaran digital. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan pelatihan ini adalah para masyarakat peserta pelatihan mengalami peningkatan wawasan dan kemampuannya terkait pengolahan nata de aloe sehingga dapat membuat produk olahan dari lidah buaya yang bernilai ekonomis.
Analisis Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Margoagung, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman Ria Saputri Rejeki; Gerry Katon Mahendra
Journal of Social and Policy Issues Volume 3, No 3 (2023): July - September
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v3i3.202

Abstract

The prevalence of stunting in Margoagung Village reached 10.14%, making it the Village with the highest prevalence rate in Kapanewon Seyegan. As a result, a stunting prevention program is required, and it is inextricably linked to the role of cadres, because cadres can influence the success of the Posyandu program, particularly in monitoring the growth and development of toddlers. Based on this, the purpose of this study is to examine the role of Posyandu cadres in preventing stunting in Margoagung Village. The method used in this study is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation and documentation. This study involved 12 respondents, namely representatives of community cadres in the Margoagung Village. The findings of this study show that the Posyandu cadres in Margoagung Village have made a positive contribution to the local community in terms of health because they have carried out their duties well. It has also been demonstrated that the community feels the benefits of regularly visiting the Posyandu, one of which is that the community, particularly mothers of toddlers, can detect early and pay more attention to the health of their respective toddlers. Furthermore, despite not carrying out the program optimally, the cadres have successfully implemented a stunting prevention program through specific and sensitive nutrition interventions. According to the study's findings, several barriers to implementation were discovered, including cadres' lack of knowledge about nutrition and toddler health, so they relied on health workers at the Puskesmas
Analisis Implementasi Kampung KB (Keluarga Berkualitas) di Kalurahan Bimomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman Delta Lucyanita; Mahendra, Gerry Katon
Journal of Social and Policy Issues Volume 4, No 1 (2024): January - March
Publisher : Pencerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58835/jspi.v4i1.218

Abstract

Bimomartani Quality Family Village is one of the Family Planning Villages in Sleman Regency. The implementation of this policy is based on supporting the government's efforts to ensure good and quality family planning and reducing the number of unplanned births. In its implementation over the past 2 years, there are still problems, namely lack of facilities, budget and low number of family planning users. This research aims to find out how the Kampung KB program is implemented in Bimomartani Village. This research uses qualitative methods by prioritizing primary data from interviews with informants, with the application of George C. Edward III's theory. Data collection techniques use interviews and observation. The research results show (1) transition communication, clarity of information and consistency are implemented effectively. (2) the disposition shows an attitude of commitment and meets the expectations and incentives provided. (3) The bureaucratic structure has clear SOPs and fragmentation. (4) Resources including facilities, human resources and budget are insufficient.