Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva ikan tawes (Barbonymus gonionotus) serta konsentrasi optimal dari ekstrak daun pepaya. Penelitian ini dilakukan di Balai Benih Ikan Krueng Batee, Kec. Kuala Batee, Kab. Aceh Barat Daya pada bulan Juni 2022. Data dianalisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 kali ulangan yaitu: Perlakuan A dengan konsentrasi 0 ml/L (kontrol), Perlakuan B dengan konsentrasi 2 ml/L, Perlakuan C dengan konsentrasi 4 ml/L, Perlakuan D dengan konsentrasi 6 ml/L, dan Perlakuan E dengan konsentrasi 10 ml/L. Sampel yang digunakan adalah telur ikan tawes, kemudian direndam dengan ekstrak daun pepaya (Carica papaya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan ekstrak daun pepaya berpengaruh nyata (P0,05) terhadap Hatching Rate (daya tetas) dan Survival Rate (kelangsungan hidup) telur ikan tawes. Untuk nilai Hatching Rate dan Survival Rate tertinggi terdapat pada perlakuan C (4 ml/L), masing-masing 76,75% dan 93,11%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perendaman dengan daun pepaya pada konsentrasi 4 ml/L dapat meningkatkan daya tetas telur dan kelangsungan hidup larva ikan tawes.