Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN MEDIA DALAM MELESTARIKAN BUDAYA LOKAL (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Kabupaten Ponorogo dalam Program Acara Dangdut Ponoragan di Radio Duta Nusantara) Purwati, Eli
ARISTO Vol 1 No 2 (2013): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v1i2.26

Abstract

Suatu informasi dapat menimbulkan sistem sosial dalam kehidupan masyarakat ataupun suatu bangsa. Informasi pula yang mejadi unsur dinamis dalam masyarakat baik di lingkup nasional maupun internasional. Radio merupakan suatu alat komunikasi yang proses penyampaian pesan atau informasi yang disiarkan tanpa melalui proses – proses yang rumit.Radio dapat menyampikan suatu informasi kepada khalayak secara langsung dan lebih efektif. Begitu suatu pesan di ucapkan oleh seorang penyiar atau operator, pada saat itu juga dapat diperoleh dan di terima oleh khalayak secara langsung, bagaimana pun jauhnya sasaran yang dituju radio dapat menjangkaunya. Hal itulah yang menjadi daya tarik suatu radio yang mana merupakan suatu media yang tepat dalam penyampaian suatu infomasi  atau pesan. Dalam hal ini masyarakat kabupaten Ponorogo yang mayoritas penduduknya adalah penggemar Radio yang mampu merespon program-program acara yang telah di  rancang. Mulai dari berbagaiinformasi, hiburan dan pendidikan. Melihat dan mengamati beberapa Radio swasta yang ada di Kabupaten Ponorogo belum ada yang mengemas dan mengenalkan Budaya  ponorogo kepada masyarakat, maka tim kreatif Radio Duta  usantara ingin menciptakan program acara yang mengedepankan sentuhan budaya Reog Ponorogo, dengan memberikan nama program acara tersebut adalah “DANGDUT  PONORAGAN” ,  yang tak lepas dari  slogan yang dibuatnya. Dari latar belakang yang telah di uraikan tersebut penulis ingin meneliti bagaimana perubahan prilaku masyarakat di di Kabupaten Ponorogo terhadap program acara DANGDUT PONORAGAN yang mana program acara tersebut merupakan program unggulan radio Duta  Nusantara yang di siarkan setiap hari pada jam 14.00-16.00 Wib. Sedangkan metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Dan untuk informan nya adalah dari pihak radio dan pendengar program acara dangdut ponoragan. Maka dari itu dapat di simpulkan Melalui program acara dangdut Ponoragan  maka Media local yaitu Duta Nusantara dapat melestarikan budaya Lokal, dan dapat melestarikan Identitas warok dengan menggunakan bahasa dialeg Ponorogoan atau bahasa Warok yang identik bernada Tinggi, dan kental dengan bahasa  jawa nya. Selain itu juga materi yang dibawakan saat acara berlangsung juga terkait kesenian reog,. Sapaan pendengar dan penyiar juga sangat khas dengan nama-nama jawa misalnya saja laki-laki di sebut Kang Suro sedangkan perempuan disebut Mbok Suro, atau bias juga Thole dan Genduk. Sehingga acara Dangdut Ponoragan ini adalah acara untuk Melestarikan Bahasa daerah “karakteristik warok Ponorogo” Menumbuhkan rasa cinta kesenian reog Ponorogo mulai anakanak., Mengembangkan music trasional yang merangsang munculnya lagu-lagu ala Ponorogoan, dengan karakteristik musik yang khas Menjadi acara radio yang  has,memberikan tempat dan ruang bagi pelaku seni di daerah untuk terus berkarya Tempat untuk berbincang soal  kesenian tradisional reog Ponorogo
INTERAKSI SIMBOLIK DALAM KOMUNIKASI BUDAYA (STUDI ANALISIS FASILITAS PUBLIK DI KABUPATEN PONOROGO) Nugroho, Oki Cahyo; Purwati, Eli
ARISTO Vol 4 No 1 (2016): ARISTO Vol. 6 Tahun 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v4i1.180

Abstract

AbstrakPonorogo adalah salah satu kota diujung barat Propinsi Jawa Timur yang mempunyai kesenian khas yaitu Reyog Ponorogo. Kesenian ini merupakan salah satu kekayaan kesenian nasional yang menjadi aset bangsa dalam kekayaan budaya dunia. Reyog sendiri ibaratnya sudah mendarah daging dan menyatu dalam kehidupan sosial dimasyarakat Ponorogo. Hal ini tercermin dari banyaknya jumlah even yang diselenggarakan baik dalam tingkat desa, kecamatan maupun tingkat nasional. Kebanggan akan kesenian ini diwujudakan dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah bangunan yang bersifat public atau lebih tepatnya landmark yang menjadi cirri khas dan identitas kota ini. Jika kita perhatikan lebih jauh, bangunan public berupa gerbang masuk kabupaten Ponorogo dari empat penjuru mempunyai perbedaan jika dibandingkan dengan beberapa bangunan yang mempunyai cirri khas atau yang berkaitan langsung dengan reyog itu sendiri. Begitu pula dengan beberapa gapura masuk perkampungan penduduk yang berbeda dari pusat kota. Penelitian ini berusaha mengungkap makna yang terkandung dalam setiap bangunan yang bercirikan reyog dan berusaha menemukan proses interaksi simbolik yang terjadi antar bangunan tersebut dilihat dari sudut pandang ilmu komunikasi.”Mind, Self and Society dari Mead dalam interaksi simbolik ini merupakan teori dasar yang menjadi pegangan dalam menganalisa fenomena yang ada di Ponorogo ini. Pentingnya makna bagi perilaku manusia, pentingnya konsep mengenai diri, hubungan antara individu dengan masyarakat merupakan konsep dasar bangunan-bangunan yang mencirikan sebuah kondisi sosial masyarakat yang hadir pada jaman tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dimana data yang diambil dengan tekhnik snowball sampling. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Kabupaten Ponorogo dibangun atas empat era yang berbeda dalam sudut pandang memaknai kesenian reyog ini sebagai identitas dan kebanggan Ponorogo sebagai kota reyog. Politik, ekonomi, pendidikan berpengaruh terhadap daya cipta, rasa, dan karsa dalam pembentukan fasilitas publik berupa tugu atau gerbang (landmark). Kondisi sosial yang dipengaruhi oleh kelompok masyarakat yang dominan turut menyumbang keragaman dalam pembentukan identitas di kota ini.Keywords: Reyog Ponorogo, interaksi simbolik, komunikasi, fasilitas publik.
PEMAHAMAN MAHASISWA MENGENAI IDENTITAS DAN PRIVASI DALAM MENGGUNAKAN FACEBOOK (Studi Fenomologi Pada Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNMUH Ponorogo) Purwati, Eli
ARISTO Vol 1 No 1 (2013): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v1i1.262

Abstract

ABSTRAK
Covid-19 Vaccination in News Construction kompas.com and cnbc.com Purwati, Eli; Anggoro, Ayub Dwi; Megantari, Krisna
ARISTO Vol 10 No 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ars.v10i1.4163

Abstract

The dynamics of handling COVID-19 in Indonesia is entering a new phase, namely vaccination. There is a phenomenon that is widely discussed in the community about the pros and cons of the effectiveness of the Sinovac and AstraZeneca vaccines. The media skillfully writes various news points of view related to government policies in terms of vaccination. In this case, the news delivered by kompas.com media on March 10, 2021 and cnbcindonesia.com on March 9, 2021 about the efficacy of vaccination is interesting to study.  The two media frame the Vaccine news differently, The objective of this study is to compare the news content of the two media. This study applies a qualitative approach and Robert Etmant's framing analysis model. According to the results of research on news at kompas.com, the elaboration of the explanation about the AstraZeneca vaccine is so complete and detailed, but it is in contrast to the explanation elaborated on the Sinovac vaccine. On the other hand, in the news on cnbcindonesia.com, the elaboration on the use of technology is described in a balanced way. It was concluded that kompas.com wrote a balanced report on the information process while cnbcindonesia.com wrote it in a balanced way in the information process.
Penguatan Identitas Nasional melalui Komunikasi Interkultural dan Pembelajaran Bahasa Indonesia pada Anak Migran di Sanggar Belajar Hulu Kelang (SBHK) Aminatuz Zuhriyah; Chaniago, Zamawi; Purwati, Eli; Megantari, Krisna; Ishartono, Naufal
Jurnal Ilmiah Kampus Mengajar Vol. 5, No. 2, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56972/jikm.v5i2.204

Abstract

Komunikasi interkultural menjadi kunci dalam membentuk identitas nasional, terutama bagi anak-anak migran yang tumbuh dalam lingkungan multikultural. Studi ini bertujuan untuk mengungkap efektivitas strategi komunikasi interkultural dalam membentuk identitas nasional anak-anak migran Indonesia di Malaysia. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini menemukan Sanggar Belajar Hulu Kelang (SBHK) telah berhasil mengimplementasikan berbagai strategi inovatif. Partisipasi aktif dalam kegiatan berbahasa Indonesia dan budaya Indonesia secara signifikan meningkatkan rasa bangga terhadap identitas nasional anak-anak migran. Studi ini memberikan kontribusi baru dengan mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan strategi komunikasi interkultural dalam konteks pendidikan nonformal bagi anak migran. Temuan ini bisa jadi dasar untuk pengembangan program-program pendidikan nonformal yang lebih efektif dalam memfasilitasi integrasi sosial dan budaya anak-anak migran.