Articles
OPTIMALISASI LINGKUNGAN SEKITAR SEBAGAI SUMBER BELAJAR ANAK USIA DINI DI DESA TAWAR KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO
Isabella Hasiana;
Aulia Insani;
Aisyah;
Ahmad Fachrurrazi
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/abadimas.v4.i1.a2379
Anak usia dini merupakan individu dengan usia 0-6 tahun yang sedang berkembang. Dimana dalam perkembangannya tersebut tentu ia membutuhkan stimulasi. Pemberian stimulus yang tepat tentu akan mengembangkan dan mengoptimalkan aspek perkembangan anak sehingga potensi anak untuk tumbuh kembangnya semakin pesat. Potensi pada anak yang perlu dikembangkan mencakup seluruh aspek perkembangan kemampuan dasar anak, yaitu aspek fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosi, seni serta moral dan agama. Oleh sebab itu, pemberian stimulus tidak hanya didapatkan dari alat permainan edukatif yang ada di pasaran, melainkan bisa dengan menggunakan bahan-bahan yang ada dilingkungan sekitar. Banyak hal yang bisa ditemukan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar anak. Tidak hanya penekanan dari segi ekonomi, melainkan semakin mendekatkan hubungan antara anak dengan orangtua dan menanamkan kepada anak sejak dini rasa cinta kepada lingkungan.
mengembangkan karakter anak usia dini melalui permainan tradisional: karakter, permainan tradisional, anak usia dini
Isabella Hasiana
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1962.29 KB)
|
DOI: 10.36456/bp.vol11.no21.a1412
dewasa ini terjadi perubahan pada aktivitas bermain anak yang lebih suka dengan permainan modern berbasis teknologi seperti video games.
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA TERHADAP PEDIDIKAN SEKSUAL ANAK USIA DINI
Aisyah Aisyah;
Isabella Hasiana
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/penamas.vol4.no2.a2695
Orangtua memiliki peran terhadap pendidikan anak mulai dari usia sejak di dalam kandungan hingga dewasa. Peran yang dilakukan oleh orang tua terhadap anak memiliki berbagai macam peraturan yang semuanya itu untuk memberikan pendidikan yang optimal bagi anak. Didalam program pengabdian pada masyarakat ini, memiliki tujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap orang tua tentang pentingnya pendidikan seksual terhadap putra putrinya sejak di usia dini. Dalam hal pendidikan seksual tentu orangtua memiliki peran yang tidak sedikit. Orangtua harus menyadari bahwa dengan pendidikan seksual yang diterapkan sejak dini kepada anak, maka diharapkan anak akan terhindar dari perilaku-perilaku yang mengarah kepada kekerasan seksual. Peserta kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah 25 wali murid TK Kristen Sejahtera. Pelaksanaan kegiatan menggunakan daring. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini ialah orangtua memiliki pengetahuan bahwa pendidikan seksual yang diberikan bukanlah hal yang tabu dan tentu saja yang diberikan kepada anak usia dini ialah sesuai dengan pemahaman kognitif mereka.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DITINJAU DARI PENGASUHAN PERNIKAHAN BEDA AGAMA
Aisyah Aisyah;
Isabella Hasiana
WAHANA Vol 67 No 2 (2016)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (245.748 KB)
|
DOI: 10.36456/wahana.v67i2.494
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan bisa terlepas untuk berhubungan dengan orang lain. Hubungan yang terjalin tersebut terutama antara pria dan wanita yang sudah dewasa dapat berlanjut sampai ke jenjang pernikahan. Ditengah masyarakat yang memiliki beraneka latar belakang budaya, suku dan agama, maka tidak menutup kemungkinan terjadi pernikahan campur, yaitu pernikahan yang terjadi antar agama. Pernikahan beda agama tentunya tidak lepas dari konflik yang muncul terutama yang berkaitan dengan pola pengasuhan anak dalam mengembangkan nilai karakter yaitu religius. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualititatif dengan subyek penelitian sebanyak lima pasangan keluarga yang melakukan pernikahan beda agama. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa faktor keteladanan dan pembiasaan merupakan faktor yang utama dan mendasar dalam pembentukan karakter religius dan hal ini dilakukan oleh salah satu orang tua saja dengan pemikiran agar anak tidak menjadi bingung akan ajaran agama yang dianutnya. Kata kunci : karakter religius, pola pengasuhan, pernikahan beda agama
Peran Orangtua Dalam Pendidikan Seksual Anak Usia Dini
Isabella Hasiana
WAHANA Vol 72 No 2 (2020): Wahana : Tridarma Perguruan Tinggi
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/wahana.v72i2.2725
Abstrak. Orangtua memiliki peran di dalam memberikan edukasi kepada anak terkait dengan pendidikan seks. Pendidikan seks perlu diberikan sejak usia dini, karena mengingat semakin maraknya kasus kekerasan seksual yang dialami oleh anak dan pelaku dari tindakan tersebut biasanya adalah orang yang sudah dikenal oleh korban. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peran orangtua didalam memberikan pendidikan seksual kepada anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Sumber informasi adalah keluarga yang memiliki anak usia dini dengan rentang usia 5-6 tahun. Tehnik analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa data Miles and Huberman. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa pada dasarnya orangtua sudah melakukan edukasi kepada anak dengan gaya bahasa sederhana yang mudah dipahami anak dan hal tersebtut juga dimunculkan dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun membicarakan seksual kepada anak masih dianggap tabu namun secara tidak disadari pendidikan seks sudah dilakukan oleh mereka. Sebagai contoh mengajarkan kepada anak untuk tidak menggunakan baju terbuka saat berada di luar rumah, tidak menggunakan perhiasan yang mencolok, dan lain sebagainya. Kesimpulan dari penelitian ini ialah orangtua semakin menyadari bahwa untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan seksual pada anak maka perlu dilakukan edukasi sejak dini kepada mereka.
Studi Kasus Anak dengan Gangguan Bahasa Reseptif dan Ekspresif
Isabella Hasiana
SPECIAL: Special and Inclusive Education Journal Vol 1 No 1 (2020): Special and Inclusive Education Journal (SPECIAL)
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36456/special.vol1.no1.a2296
Berbicara merupakan suatu kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Banyak orangtua yang cenderung kurang memiliki kekhawatiran apabila anaknya belum lancar berbicara dibandingkan anak lain yang seusianya. Mereka menganggap bahwa keterlambatan bicara adalah sesuatu yang wajar, terutama jika ada anggota keluarga yang dahulu juga mengalami keterlambatan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa anak yang terlambat bicara dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu adanya hambatan didalam pendengaran, hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor, masalah keturunan, masalah pembelajaran dan komunikasi dengan orangtua serta juga dapat dikarenakan faktor televisi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif terhadap satu anak berusia 4 tahun sehingga dikatakan sebagai penelitian studi kasus. Analisis data yang dilakukan di dalam penelitian ini menggunakan tehnik trianggulasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gangguan bahasa yang dialami dikarenakan faktor televisi dan komunikasi sehari-hari yang dilakukan di dalam keluarga
Pengaruh Pemberian Asi Eksklusif Terhadap Status Gizi Batita Usia 6-36 Bulan Melalui Pemantauan Tumbuh Kembang KPSP Berbasis Android
Indria Nuraini;
Isabella Hasiana
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Menyusui ASI Eksklusif merupakan praktek yang dinamis, kompleks, dan multidisiplin yang melibatkan Ibu, Anak dan seluruh lingkungan mereka. Manfaat menyusui dapat dirasakan baik untuk bayi maupun untuk ibu. Bagi bayi ASI dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah infeksi, melindungi usus dan untuk kecerdasan (intelegensi). Manfaat ASI tidak hanya dirasakan saat bayi saja tetapi dapat meluas sampai kanak-kanak maupun dewasa, yaitu mengurangi resiko Gizi Kurang, Stunting maupun Obesitas. Penelitian mengunakan desain Cross Sectional, jumlah sampel 40 responden Ibu yang memiliki Batita usia 6-36 bulan dengan tehnik pengambilan sampel Purposive Sampling. Instrumen penelitian dengan mengunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) berbasis android. Hasil data yang telah di tabulating, editing dan coding dianalisis dengan Chi Square. Hasil penelitian di dapatkan bahwa Responden dengan tidak diberikan ASI Eksklusif sebesar 80 persen, status Gizi kurang 32,5 persen. Hasil Chie Square (ϼ=0,018). Kesimpulan terdapat Pengaruh ASI Eksklusif dengan Status Gizi Batita Usia 6-36 bulan.
METODE BERCERITA SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN TRAUMA PASCA BENCANA PADA ANAK USIA DINI
Isabella Hasiana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 3 No. 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p72-76
Metode bercerita adalah salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses mendekati anak-anak yang menjadi korban bencana alam, terutama bagi mereka yang mengalami trauma seperti menangis, takut, kesehatan menurun dan sebagainya. Trauma pada setiap anak memiliki rentang waktu pemulihan yang berbeda, tergantung pada kondisi lingkungan yang berperan untuk membantu anak dalam memahami kejadian atau peristiwa yang mereka alami. Subyek penelitian adalah tiga orang anak usia dini dengan rentang usia 4-5 tahun yang mengalami trauma pasca bencana alam dan significant order dalam hal ini yaitu relawan yang bertugas mendampingi anak. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian metode bercerita bagi anak yang mengalami trauma memiliki pengaruh dalam menghilangkan trauma yang dialami.
TERAPI REALITAS UNTUK MENANGANI REMAJA YANG MEMBOLOS SEKOLAH (STUDI KASUS)
Isabella Hasiana
Jurnal Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol. 4 No. 2 (2020): Volume 4 Nomor 2 November 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v4n2.p62-67
Masa remaja merupakan masa transisi di dalam perkembangan yang terjadi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa dan pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Pada masa transisi ini pula remaja akan mengalami perubahan pada fisik maupun psikisnya. Selain itu remaja juga mengalami perubahan pada lingkungan sosialnya. Pada diri remaja, lingkungan pergaulan membawa pengaruh yang cukup besar dalam kehidupannya dan ia lebih sering menghabiskan waktu untuk berada di luar rumah. Jika remaja berada dalam lingkungan pergaulan yang positif tentu akan membawa perubahan yang baik bagi dirinya. Begitu juga sebaliknya. Penelitian yang dilakukan ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh terapi realitas dalam menangani remaja yang membolos sekolah. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Subyek dalam penelitian ialah seorang remaja yang berusia 13 tahun dan termasuk remaja yang bermasalah di sekolahnya. Analisis data di dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif komparatif. Hasil akhir dari proses konseling ini dapat dikatakan cukup berhasil dan ditunjukkan dari perilaku konseli yang memiliki komitmen untuk tidak lagi membolos sekolah.
PERAN POLA ASUH ORANGTUA DALAM PERKEMBANGAN KEMAMPUAN BICARA ANAK USIA 2-3 TAHUN
Isabella Hasiana
Jurnal Warna : Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2021): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24903/jw.v6i2.744
The ability to speak is one of the important developments for early childhood and will help childrens’s socialization at the next stage. One of the ways to develop children’s speaking skills is the role of parenting. Each family has a diffrenet parenting pattern in educating and caring for children where it has an impact on child development. The purpose of this study is to describe the role of parenting in the development of speech abilities of children aged 2-3 years. The method used in this study uses a qualitative approach. Data collection techniques were conducted through interviews with parents and significant other as well as observing children’s speaking abilities. This research is limited to democratic and permissive parenting. The results of the study concluded that with differences in parenting patteris, it was found that there were diffrences in the development of speaking skills in early childhood. Parents with democratic parenting always communicate with their children and this makes the development of children’s speech skills more optimal. Meanwhile, permissive parents tend to let their children behave as they please and spend more time with gadgets and it also affects their speaking ability. Along with the development of this study, it was found that birth order also had an influence on the development of children’s speech abilities.