Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Effect of Android-based Pregnancy Education and Care on Improving The Behavior of Pregnant Women Indah Sari Setyaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Evi Pratami; Ani Media Harumi; Zarinah Binti Abdul Aziz
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 5 (2023): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i5.273

Abstract

Pregnancy begins with the meeting of egg and sperm cells so that fertilization occurs, followed by implantation until the birth of the fetus. The coronavirus pandemic has led to various limitations, shortages of personal protective equipment (PPE), fear of being overwhelmed with COVID-19 cases. The maternal mortality rate increased in 2021 during the Covid-19 pandemic to reach 234.7 per 100,000 live births. The lowest MMR was in Surabaya, which was 42.33 per 100,000 live births. This study used a quantitative approach with a Quasi-Experimental design using a One-group pretest-posttest design with a sample of 51 respondents and 1 intervention group. The technique for taking samples using Purposive Sampling. The research instrument used a questionnaire sheet to determine the behavior of pregnant women. This research was conducted in February - April 2023. The analytical method used univariate and bivariate analysis using the Wilcoxon test. The results showed that there was a significant increase in behavior with the result that the p value on knowledge = 0.005 p < α (0.05), attitude = 0.008 p < α (0.05), action = 0.019 p < α (0.05). The results of the study showed the effect of using Android-based educational and treatment applications to increase behavior in pregnant women. So it is advisable for pregnant women to use Android-based pregnancy education and care applications to increase knowledge, attitudes, and actions about pregnancy.
The Influence of Android Application-Based Education on Adolescent Knowledge Regarding Stunting Prevention in Madrasah Aliyah Amanatul Ummah, Surabaya Nabilah Antikasari; Domas Nurchandra P; Evi Pratami; Tatarini Ika Pipitcahyani
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 5 (2023): October
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i5.274

Abstract

There are different phases in the human life cycle. at every phase involving human nutritional intake. To analyze the effect of the use of Android media applications on youth's knowledge about stunting prevention. This type of research is Quasi-Experimental with a one-group pre-test post-test research design. The population is 80 teenagers at the Amanatul Ummah Madrasah Aliyah Islamic Boarding School, Surabaya. Samples were taken by purposive sampling of 35 teenagers. The independent variable is the use of the Android application. The dependent variable is knowledge about stunting prevention in young women. The research instrument was a questionnaire with 20 questions about stunting prevention. Methods Univariate and bivariate analysis using the Wilcoxson test. Methods Univariate and bivariate analysis using the Wilcoxson test. The results of the study show that there is a significant increase in knowledge with the result ρ value = 0.001 p <α (0.05). The results of the study show the effect of using educational applications related to Android-based stunting prevention to increase knowledge in young women. So it is recommended that teenagers use educational applications related to Android-based stunting prevention to increase their knowledge about stunting prevention.
Pemberdayaan Kader tentang Pentingnya Kesehatan Reproduksi dan Gizi Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Tatarini Ika Pipitcahyani; Sukesi; Ervi Husni; Dina Isfentiani; Rijanto; Siti Alfiah; Domas Nur Chandra; Yuni Ginarsih; Siti Farida
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i4.103706

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia karena berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak di masa depan. Salah satu penyebab stunting adalah kurangnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi pada masa remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan kapasitas kader kesehatan dalam memberikan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini. Jenis kegiatan ini berupa intervensi edukatif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, melibatkan 40 peserta. Metode pelaksanaan mencakup tahapan koordinasi dengan pihak puskesmas dan pemerintah desa, penyusunan materi pelatihan, pemberian edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, serta praktik penyuluhan (mikroteaching). Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif untuk hasil kuantitatif dan analisis kualitatif tematik untuk hasil observasi dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kategori baik, penurunan kategori cukup, dan tidak ada peserta dengan kategori kurang setelah pelatihan Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap positif kader terhadap pentingnya kesehatan reproduksi dan gizi remaja sebagai langkah pencegahan stunting.
EDUKASI KADER TENTANG GIZI SEIMBANG CALON PENGANTIN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Queen Khoirun Nisa’ Mairo; Siti Alfiah; Sukesi Sukesi; Kasiati Kasiati; Ade Zakiya Tasman Munaf; Agustina Mar’atus Sholichah; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dina Isfentiani; Rijanto Rijanto
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 2 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i2.2404

Abstract

Stunting remains a chronic nutritional problem that affects physical growth, cognitive development, and human resource quality. Prevention efforts should begin during the preconception period through improving nutritional knowledge among prospective brides and grooms. Community health cadres play a strategic role as health educators at the community level. This community service program aimed to enhance cadres’ awareness, commitment, and knowledge regarding balanced nutrition for prospective couples as a strategy to prevent stunting. A community-based participatory approach was employed through interactive education sessions, group discussions, case studies, demonstrations of balanced local food menus, and pre-test and post-test evaluations. A total of 35 health cadres participated in the program. Most participants were aged 31–50 years (57%) and had secondary education (66%). The proportion of cadres with good knowledge increased from 57% in the pre-test to 86% in the post-test. Qualitatively, cadres demonstrated improved awareness, active participation, and commitment to integrating nutrition education into routine posyandu activities and counseling for prospective couples. The program positively strengthened cadres’ capacity as health promotion agents and shows potential sustainability through community empowerment. Preconception nutrition education for cadres is recommended as a promotive and preventive strategy to accelerate stunting reduction at the community level.  
Hubungan Usia, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Dan Budaya Akseptor Kb Aktif Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Dewi Kavita Mayangsari; Rekawati Susilaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.86

Abstract

Cakupan  akseptor KB MKJP jauh lebih rendah dibandingkan dengan cakupan KB NONMKJP. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya hubungan faktor usia, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi merupakan seluruh akseptor KB aktif di Desa Pandean dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dalam penelitian ini menggunaka uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan usia >30tahun menggunakan KB MKJP sebanyak 22,4% dengan uji stastik p=0.011, 29,5% responden dengan pengetahuan baik menggunakan KB MKJP dengan uji stastik p=0.000, 22.2% responden dengan budaya yang mendukung menggunakan KB MKJP dengan uji statstik p=0.028 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Selain itu 17.4% responden dengan pendidikan dasar menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.739, dan 17.1% respon sebagai IRT (Ibu rumah tangga) menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.263 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan faktor usia, pengetahuan dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Selain itu tidak terdapat hubungan faktor pendidikan dan pekerjaan terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP. Kata kunci: Faktor-faktor, kontrasepsi, metode kontrasepsi jangka panjang
Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Kesiapan Pernikahan Siswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Surabaya: The Effect of Emotional Maturity on The Marriage Readiness of Final Year Students of the Ministry of Health Polytechnic of The Ministry of Health Surabaya Shela Putri; Tatarini Ika Pipitcahyani; Triana Septianti Purwanto; Esyuananik
Gema Bidan Indonesia Vol. 14 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v14i1.218

Abstract

Introduction : The emotional maturity is crucial in maritial life as it enables individuals to approach marriage with a mature mindset and handle it effectively. Divorce is a common issue within households, emphasizing the significance of emotional readiness and maturity in forming a happy family. Both elements are pivotal in preparing for marriage, indicating readiness. A mature individual, having met these criteria, can be deemed ready for marriage. This study aims to investigate the influence of emotional maturity on marriage readiness among senior female students at the Surabaya Health Polytechnic. Methods : The research design employed an analytical survey with a cross-sectional design, involved 180 female students selected through proportionate stratified random sampling at the Surabaya Health Polytechnic. The independent variable is emotional maturity, on the other hand the dependent variable is marriage readiness. Primary data collection are conducted through the Emotional Maturity Scale and Marriage Readiness Scale’s questionnaires. Result : The analysis using chi-square, reveals a significant association between high levels of emotional maturity and marriage readiness, with a p-value of 0.04. High emotional maturity have significantly influences marriage readiness among senior female students at the Surabaya Health Polytechnic Disscusion : It is hoped that all female students recognize the importance of emotional maturity, particularly in preparing for marriage, thereby preventing divorce rates.
Perilaku Bidan Dalam Pelayanan PMTCT Pada Ibu Hamil Dengan HIV/ AIDS di RSUD. Dr. Soedono Madiun Tatarini Ika Pipitcahyani; Tinuk Istiarti; Harbandinah Pietojo
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.841 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.63-73

Abstract

ABSTRAKKasus AIDS di Indonesia triwulan kedua tahun 2010 secara komulatif adalah 21.770 kasus. Pada tahun 2010 sampai april 2011 didapatkan ibu hamil dengan HIV/AIDS yang datang memeriksakan diri ke RSUD Dr. Soedono Madiun berjumlah 3 orang ibu dengan HIV/AIDS. Pelaksanaan PMTCT masih belum maksimal hal tersebut dikarenakan masih adanya sikap kurang mendukung yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman tentang HIV/AIDS dan PMTCT. Sehingga harus selalu dilaksanakan kegiatan sosialisasi, pengarahan dan pendampingan waktu pelayanan kepada ibu hamil dengan HIV/AIDS. Penelitian dengan kualitatif diskriptif. Pengumpulan data menggunakan wawancara secara mendalam dan observasi pelaksanaan praktik pelayanan PMTCT pada ibu hamil di RSUD. Dr. Soedono Madiun. Hasil peneitian menunjukkan bahwa responden telah mengetahui tentang HIV/AIDS dan PMTCT tetapi belum memahaminya sehingga dalam pelaksanaan pelayanan PMTCT masih belum maksimal oleh karena itu peru adanya sosialisasi dan pendampingan oleh organisasi provesi pada saat pelayanan kepada ibu hamil dalam kegiatan PMTCT di RSUD.Dr.Soedono Madiun.Kata Kunci:Pelayanan PMTCT, ibu hamil, perilaku bidan.ABSTRACTAIDS cases in Indonesiain the second quarterof 2010 was 21 770 cumulative cases. In the year 2010 to April 2011 found pregnant women with HIV/AIDS who come to check into hospitals Dr. Soedono Madiun totaling 3 mothers with HIV/AIDS. Implementation of PMTCT still not maximized it is because there still existsa lack of support caused by alack of understanding about HIV/AID Sand PMTCT. So it should always be carried out dissemination activities, guidance and mentoring service time to pregnant women with HIV/AIDS. With aqualitative descriptive study. The collection of data using in-depth interviews and observation practice simplementation of PMTCT services for pregnant women in hospitals Dr. Soedono Madiun. Field work results indicate that the respondents knew about HIV/AIDS and PMTCT but have not understood that the implementation of PMTCT services is still not maximized, there fore Perusocialization and mentoring by provesi organization at the service to pregnant women in PMTCT activities in RSUD.Dr.Soedono Madiun.Keywords: PMTCT services, pregnant women, midwives behavior.