Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

THE EFFECTIVENESS OF "FLASH CARD" IN IMPROVING MOTHERS’ KNOWLEDGE ON PREGNANCY Tatarini Ika Pipitcahyani; Citra Adityarini Safitri
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aims: To know the effectiveness of using flash cards as a method to educate the expecting mothers during pregnancy counselling class. Methods: The study used pre-experimental pre-test and post-test control group designed with the intervention using flash card. This study was conducted from January to September 2016 with a population of 40 pregnant women and sampling by means of accidental sampling with 10 respondent. The research was designed by using Quasi-Experiment Wilcoxon statistical techniques. Results: From Wilcoxon test, the results demonstrate a level of knowledge in the control group with a score of 0.59 sig (p>0.05). In the treatment group sig 0.05 (p>0.005) indicates a significant difference between the group using flip charts and the flash card group. From the Mann-Whitney test, the results yield sig 0.002 (p>0.005) which shows that flash card proved to increase the level of knowledge of pregnancy. Conclusion: Counselling using a flash card is an effective method to educate the expecting mothers to better understand the knowledge of pregnancy health. 
Pembentukan Kelompok Centing (Cegah Stunting ) Melalui Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di Puskesmas Wilayah Rangkah Novita Eka Kusuma Wardani; Tatarini Ika Pipit cahyani; Rijanto Rijanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5287

Abstract

ABSTRAKKekurangan gizi pada masa Balita akan dapat menyebabkan gangguan serius bagi perkembangan otak yang mengakibatkan tingkat kecerdasan anak terhambat. Di Puskesmas Rangkah masih ditemukan 37 Balita Gizi Buruk dan belum adanya kelompok masyarakat yang memperhatikan pada pencegahan stunting pada Balita.  Metode dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan pembentukan kelompok cegah stunting, Pemberian materi dan pendampingan dalam melakukan pengukuran TB/PB terhadap umur. Hasil Pengabdian Masyarakat telah terbentuk Kader Cegah Stuting (CENTING) sebanyak 40 orang, Ada peningkatan nilai terendah, tertinggi, dan rata-rata pengetahuan peserta pelatihan serta sebagian besar (77,5%) memiliki nilai 79-100, Nilai rata-rata keterampilan peserta dalam Pengukuran TB/PB dibanding umur untuk deteksi stunting adalah 42,5 % (Baik). Pembentukan kelompok CENTING (Cegah Stunting) merupakan salah satu upaya untuk mencegah stunting di wilayah Puskesmas rangkah. Dengn adanya pelatihan bagi masyarakat yang menjadi kelompok CENTING (Cegah stunting), maka diharapkan adanya pemberdayaan masyarakat dalam menurunkan angka stunting di Surabaya, khususnya di wilayah Puskesmas Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kata Kunci: Cegah Stunting, Pemberdayaan masyarakat, Rangkah  ABSTRACTMalnutrition in toddlers can cause serious disturbances in brain development which results in stunted children's intelligence levels. At the Rangkah Health Center, 37 Malnourished Toddlers were still found and there were no community groups that paid attention to stunting prevention in Toddlers. The method in this community service activity is the formation of a stunting prevention group, providing materials and assistance in measuring TB/PB for age. the average knowledge of the trainees and most of them (77.5%) had a score of 79-100. The average value of participants' skills in measuring TB/PB compared to age for stunting detection was 42.5% (Good). The formation of the CENTING (Prevent Stunting) group is one of the efforts to prevent stunting in the framework of the health center. With training for people who are members of the CENTING (Prevent stunting) group, it is hoped that there will be community empowerment in reducing stunting rates in Surabaya, especially in the Rangkah Health Center area, Tambaksari District, Surabaya. Keywords: Stunting Prevention, Community Empowerment, Rangkah
THE EFFECTIVENESS OF "FLASH CARD" IN IMPROVING MOTHERS’ KNOWLEDGE ON PREGNANCY Tatarini Ika Pipitcahyani; Citra Adityarini Safitri
Proceedings of the International Conference on Applied Science and Health No. 2 (2017)
Publisher : Yayasan Aliansi Cendekiawan Indonesia Thailand (Indonesian Scholars' Alliance)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The government has been supporting expecting mothers by providing pregnancy education courses in order to improve the quality of mother and child health and to reduce maternal mortality rate (MMR) and infant mortality rate (IMR). However, the existing activities are felt to be ineffective to accelerate the decline of MMR and IMR, therefore the government is reorganising its program by emphasising in knowledge and changes in mother and family behaviour. With the increase of awareness and behavioural change, it is expected that the public are more alert of the importance of pregnancy health. Aims: To know the effectiveness of using flash cards as a method to educate the expecting mothers during pregnancy counselling class. Methods: The study used pre-experimental pre-test and post-test control group designed with the intervention using flash card. This study was conducted from January to September 2016 with a population of 40 pregnant women and sampling by means of accidental sampling with 10 respondent. The research was designed by using Quasi-Experiment Wilcoxon statistical techniques. Results: From Wilcoxon test, the results demonstrate a level of knowledge in the control group with a score of 0.59 sig (p>0.05). In the treatment group sig 0.05 (p>0.005) indicates a significant difference between the group using flip charts and the flash card group. From the Mann-Whitney test, the results yield sig 0.002 (p>0.005) which shows that flash card proved to increase the level of knowledge of pregnancy. Conclusion: Counselling using a flash card is an effective method to educate the expecting mothers to better understand the knowledge of pregnancy health.
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lavender dan Yoga Terhadap Kejadian Emesis Pada Ibu Hamil Elsabillah Rike Chenarna; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.358 KB)

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, dalam upaya promotif dan preventif terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilakukan penanganan dini gejala mual dan muntah fisiologis agar kadar muntah pada ibu hamil tidak berlebihan sampai terjadi hiperemesis gravidarum. Ibu hamil diharapkan menggunakan terapi nonfarmakologi untuk mengatasi mual muntah seperti aromaterapi lavender atau yoga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan two-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan diri di Klinik Anugrah Pratama Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 responden, diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Rhodes INVR/Rhodes Index for Nausea, Vomitting dan Retching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan aromaterapi lavender hampir setengah responden tidak mengalami mual muntah dan hampir setengah responden yang mendapatkan yoga mengalami mual muntah ringan. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh aromaterapi lavender terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,008) dan pengaruh yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,007). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lavender dan yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai terapi nonfarmakologis yang lebih efektif untuk menurunkan angka kejadian emesis pada ibu hamil.
SUMBER INFORMASI DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS Tatarini Pipit Ika Cahyani
Jurnal Pendidikan Kesehatan Vol 7 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31290/jpk.v7i1.335

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamiah setiap wanita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah semua ibu hamil yang datang periksa di PMB Umi Wahyu Jati Surabaya dengan jumlah responden 30 orang responden. Berdasarkan dari hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan, diketahui bahwa tingkat pengetahuan pada ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas menunjukkan bahwa yang berpengetahuan kurang yaitu sebanyak 43,3 persen, berpengetahuan baik 30 persen dan sebagian kecil yang memiliki pengetahuan cukup yaitu sebesar 26,7 persen. Hubungan sumber informasi ibu terhadap pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas menggunakan Uji Chi Square didapatkan nilai p lebih kecil dari a maka hipotesa diterima artinya ada hubungan sumber informasi ibu terhadap pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan, persalinan dan nifas.
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lavender dan Yoga Terhadap Kejadian Emesis Pada Ibu Hamil Elsabillah Rike Chenarna; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.73

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah suatu kondisi dimana ibu hamil mengalami mual dan muntah berlebihan yang dapat memperburuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, dalam upaya promotif dan preventif terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilakukan penanganan dini gejala mual dan muntah fisiologis agar kadar muntah pada ibu hamil tidak berlebihan sampai terjadi hiperemesis gravidarum. Ibu hamil diharapkan menggunakan terapi nonfarmakologi untuk mengatasi mual muntah seperti aromaterapi lavender atau yoga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan two-group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil yang memeriksakan diri di Klinik Anugrah Pratama Surabaya yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 26 responden, diambil secara purposive sampling dan dibagi menjadi 2 kelompok. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner Rhodes INVR/Rhodes Index for Nausea, Vomitting dan Retching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan aromaterapi lavender hampir setengah responden tidak mengalami mual muntah dan hampir setengah responden yang mendapatkan yoga mengalami mual muntah ringan. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh aromaterapi lavender terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,008) dan pengaruh yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil (p=0,007). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pemberian aromaterapi lavender dan yoga terhadap kejadian emesis pada ibu hamil. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai terapi nonfarmakologis yang lebih efektif untuk menurunkan angka kejadian emesis pada ibu hamil.
Kesiapan Menikah Pada Mahasiswa D4 Tingkat Akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya Erika Armanda Wardjuno; Tatarini Ika Pipitcahyani; Yuni Ginarsih; Hery Sumasto
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i1.53

Abstract

Di Indonesia, dari 34 provinsi, provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama dengan kasus perceraian dan kota Surabaya sendiri angka perceraian masih tergolong tinggi selama periode Bulan Januari hingga Juni tahun 2020. besar yang dialami oleh mahasiswa/i yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir atau semester akhir. Tujuan penelitian mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya. Metode : Penelitian analitik Cross Sectional. Populasi mahasiswa aktif Prodi D4 yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di Poltekkes Kemenkes Surabaya sebanyak 197 mahasiswa/i. Sampel 132 mahasiswa/i dengan Purposive Sampling . Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu usia, fisik, finansial, mental, dan emosi. Variabel tergantung yaitu kesiapan menikah. Pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner. Analisis menggunakan uji Chi Square (α = 0,05). Hasil : Dari 132 responden, berdasarkan uji statistik Chi Squarehasil tidak terdapat hubungan antara usia (0,244 > ) dengan kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir. Terdapat hubungan antara fisik (0,044 < ), finansial (0,000 < ), mental (0,024 < ), dan emosi (0,008 < ) dengan kesiapan menikah pada mahasiswa D4 tingkat akhir. Diskusi : Dalam penelitian ini faktor usia tidak memiliki hubungan dengan kesiapan menikah pada mahasiswa, namun faktor fisik, finansial, mental, dan emosi memiliki hubungan dengan kesiapan menikah pada mahasiswa.  
Pengaruh Aplikasi Klik KB terhadap Pengetahuan Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur Cicilia Dewi; Sukesi; Tatarini Ika Pipitcahyani; Dwi Wahyu Wulan Sulistyowati
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i2.81

Abstract

Aplikasi Klik KB adalah sebuah inovasi yang bertujuan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi, mendapatkan edukasi serta melakukan konsultasi secara online. Namun, penggunaan aplikasi ini masih belum maksimal, petugas kesehatan masih lebih sering menggunakan lembar balik sebagai alat pemberian konseling mengenai macam-macam metode kontrasepsi Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh penyuluhan menggunakan aplikasi “Klik kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi. Penelitian ini merupakan quasi-experiment dengan menggunakan group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini adalah WUS di Desa Kedungrejo yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 36 responden, diambil menggunakan Purposive sampling. Variabel independen berupa media aplikasi “klik kb” dan variabel dependen berupa pengetahuan WUS. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara bivariat dengan hasil penelitian menunjukan sebelum responden yang diberi penyuluhan dengan aplikasi “klik kb” rata-rata pengetahuan adalah 17,89 dan setelah diberi penyuluhan menggunakan media aplikasi “klik kb” rata-rata skor pengatahuan menjadi mengalami peningkatan pengetahuan dengan rata-rata 20,77. Dari analisis menggunakan Wilcoxon Matched Pairs Test (p = 0,001 atau p value < α) disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan media aplikasi “Klik Kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan adanya pengaruh penggunaan media aplikasi “klik kb” terhadap pengetahuan WUS tentang kontrasepsi sebelum dan setelah diberikan media aplikasi di Desa Kedungrejo, Tanjunganom, Nganjuk sehingga aplikasi “klik kb” diharapkan dapat digunakan dalam memberikan penyuluhan.
Hubungan Usia, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan, Dan Budaya Akseptor Kb Aktif Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang Dewi Kavita Mayangsari; Rekawati Susilaningrum; Tatarini Ika Pipitcahyani; Mamik
Gema Bidan Indonesia Vol. 11 No. 3 (2022): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v11i3.86

Abstract

Cakupan  akseptor KB MKJP jauh lebih rendah dibandingkan dengan cakupan KB NONMKJP. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan pemilihan penggunaan alat kontrasepsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa adanya hubungan faktor usia, pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional. Populasi merupakan seluruh akseptor KB aktif di Desa Pandean dengan pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Dalam penelitian ini menggunaka uji statistik chi square. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden dengan usia >30tahun menggunakan KB MKJP sebanyak 22,4% dengan uji stastik p=0.011, 29,5% responden dengan pengetahuan baik menggunakan KB MKJP dengan uji stastik p=0.000, 22.2% responden dengan budaya yang mendukung menggunakan KB MKJP dengan uji statstik p=0.028 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Selain itu 17.4% responden dengan pendidikan dasar menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.739, dan 17.1% respon sebagai IRT (Ibu rumah tangga) menggunakan KB MKJP dengan uji statistik p=0.263 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan dengan penggunaan KB MKJP. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan faktor usia, pengetahuan dan budaya terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Selain itu tidak terdapat hubungan faktor pendidikan dan pekerjaan terhadap penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP. Kata kunci: Faktor-faktor, kontrasepsi, metode kontrasepsi jangka panjang
Perbedaan Kenaikan Berat Badan Bayi yang Diberikan Stimulasi Oral Motor dan Tummy Time Farida Ayu Munika Irianty; Titi Maharrani; Astuti Setiyani; Tatarini Ika Pipitcahyani
Gema Bidan Indonesia Vol. 12 No. 3 (2023): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v12i3.179

Abstract

The baby`s weight begins to experience growth disorders at the age of 3 months, and continues to decrease until the age of 12 months. The purpose of this study was to determine the difference in weight gain of infants who were given oral motor stimulation and tummy time. This study used a pre-test post-test control group design. This is a design that performs a pre-test before being given treatment, as well as conducting a posttest after each group is given treatment and will show that there is a treatment that produces a one-way effect.Based on the results of the two different test averages in this study, it was found that the average weight gain of babies who were given oral motor stimulation was higher than the average weight gain of babies who were given tummy time stimulation with a ρ-value of 0. This means that there is an influence of oral motor stimulation on infant growth at the Wonokusumo Health Center. All respondents totaling 70 babies aged 10-28 days had normal weight according to age, namely the average weight before being given oral motor stimulation was 3,198.943 grams, the average after being given tummy time stimulation was 3,748. All respondents experienced an average weight gain of 549.09 grams on tummy time. There was a significant difference between the baby's weight gain given oral motor stimulation and tummy time. It is necessary to do oral motor stimulation to increase body weight in infants, and there is no growth disturbance.