Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Hubungan Health Literacy dengan Self Care Management pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dewi, Salma Setya; Sriyati, Sriyati; Harun, Sigit
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.268

Abstract

  Diabetes Mellitus sering kali menyebabkan berbagai komplikasi penyakit lain, sehingga pengelolaannya memerlukan pengobatan yang teratur serta penerapan self-care management yang tepat. Oleh karena itu, penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dan meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi kesehatan dengan self-care management pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RS PKU Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur literasi kesehatan dan self-care management. Hasil demografi menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, dengan kelompok usia terbanyak berada pada rentang 56-60 tahun (33,3%). Selain itu, sebanyak 6 responden (60,0%) telah menderita diabetes melitus tipe 2 selama lima tahun. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,557 menunjukkan korelatif kuat yang berarti semakin mampu literasi kesehatan maka semakin baik manajemen perawatan diri. Maka dari itu dianjurkan kepada pasien diabetes melitus untuk meningkatkan literasi kesehatan dapat memberikan kontribusi pada perbaikan dalam manajemen diri.
Studi Korelasi Tingkat Spiritualitas dengan Tingkat Kecemasan pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Sriyati, Sriyati; Pramesti, Renanda Amalia
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 5 No 1 (2024): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v5i1.1527

Abstract

Latar Belakang: Masalah spiritual dapat dialami oleh pasien yang terdampak penyakit akibat kurangnya penerimaan terhadap penyakit yang dialaminya, salah satunya adalah penyakit gagal ginjal kronis. Masalah kecemasan juga menjadi dampak psikologis yang harus dihadapi oleh pasien hemodialisa. Kecemasan dapat berpotensi meningkatkan rasa sakit, resiko mortalitas dan morbiditas yang memungkinkan pasien mengalami delusi dan halusinasi hingga memungkinkan pasien akan mencoba upaya untuk mengakhiri kehidupan. Tujuan: mengetahui korelasi tingkat spiritualitas dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani Hemodialisa. Metode: desain observasional analitik metode cross sectional. Sampel diambil secara purposive sampling dengan jumlah 109 pasien, tempat penelitian dilakukan di Ruang Hemodialisa RS PKU Muhammadiyah Gamping. Data diambil menggunakan kuesioner Spiritual Well Being Scale (SWBS) dan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis statistik menggunakan uji Kendall Tau.  Hasil: tingkat spiritual pasien dalam tingkat spiritual sedang sebanyak 90 pasien (82,6%) dan sebagian besar pasien tidak mengalami kecemasan sebanyak 47 pasien (43,1%). Hasil analisis bivariat antara tingkat spiritual dan tingkat kecemasan dengan nilai p-value < 0,05. Uji hasil tingkat keeratan diperoleh nilai -0,184. Kesimpulan: adanya korelasi  antara spiritual dengan kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani Hemodialisa dengan tingkat keeratan sangat lemah.
PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING (CTL) Sriyati, Sriyati; Sukadari, SUKADARI
Jurnal Sosialita Vol. 8 No. 2 (2016): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sriyati dan SukadariABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPS melalui pendekatan contextual teaching learning (CTL). Adapun 7 siswa kelas VI SDN Pucungroto Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Tahun Pelajaran 2015/2016 merupakan subjek penelitian. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Tahapan penelitian ini, meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan contextual teaching learning (TCL) dapat meningkatkan: 1) motivasi belajar siswa dari 66,61% prasiklus menjadi 75,54% pada siklus I, dan 84,64% pada siklus II; 2) hasil belajar belajar siswa dari (capaian nilai KKM) nilai rata-rata siswa 71,71 dengan persentase ketuntasan 57,14% menjadi 74,86 dengan persentase ketuntasan 71,43% pada siklus I, dan 78,29 dengan persentase 85,71% pada siklus II.Kata kunci: motivasi, hasil belajar, metode contextual teaching learningThis research aims to improve the motivation and learning outcomes of IPS through contextual teaching learning (CTL) approach. Meanwhile, 7 students of fourth grade SDN Pucungroto Kaligesing, Purworejo, 2015/2016 are the subject of research. The type of research is classroom action research. . The research procedure starts from planning, implementation, observation, and reflection. The techniques of collecting data are questionnaires and tests within quantitative descriptive technique as the way of analysis data. The results of research show that the application of ccontextual teaching learning (TCL) can improve: 1) student learning motivation from 66,61% in pre-cycle to 75,54% in 1st cycle, and 84,64% in 2nd; 2) student learning outcomes from (achievement of KKM values) the average students score is 71.71 with the percentage of completeness 57.14% to 74.86 with the percentage completeness 71.43% in the 1st cycle, and 78.29 with the percentage of 85, 71% in 2nd cycle I.Keywords: motivation, learning outcomes, contextual teaching learning method
Pemenuhan Hak Narapidana Anak Sebagai Upaya Perlindungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kota Sorong Tarwiyah, Sintia; Tuasikal, Hadi; Sriyati, Sriyati
UNES Law Review Vol. 6 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i3.1855

Abstract

This study aims to examine how efforts to fulfill the rights of child prisoners and the implementation of child prisoner development in correctional institutions class II B Sorong City. The research used through empirical juridical legal research methods through a qualitative approach with material analysis using qualitative descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that (1) Efforts to protect the rights of child prisoners in the Class II B Correctional Institution of Sorong City based on Law Number 22 of 2022 concerning Corrections. Its implementation runs in accordance with existing regulations. However, in granting these rights, it is necessary to pay attention to the development of child prisoners, including the growth and development of children, both physical, mental, and social, so it is not justified if the development and protection of child prisoners are equalized with adult prisoners. According to Lawrence M Friedmann, the success of law enforcement is determined by three elements of the legal system, namely: Legal structure, legal substance, and legal culture. First Legal Substance, in this case there is no new government regulation after Law Number 22 of 2022 concerning Corrections. Second Legal Structure, in this case the overcapacity that occurs in the Correctional Institution class II B Sorong City can affect the performance of the Institution itself so that extra services are needed for prisoners. Third Legal Culture, the existence of prisons that cannot keep up with the number of incoming prisoners, it is necessary to increase awareness of the legal culture of the community so that crime can be minimized and can reduce the number of incoming prisoners. (2) The existence of child prisoners who are still integrated with adult prisoners due to overcapacity needs to be addressed properly because the implementation should be specifically placed in the Child Special Development Institution (LPKA) based on the provisions of Article 47 of Law Number 22 of 2022 concerning Corrections.
Efektivitas relaksasi genggam jari untuk mengatasi nyeri akut pada pasien post debridement selulitis: Studi kasus keperawatan Sari, Hesty Atmana; Sriyati, Sriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2312

Abstract

Background: Cellulitis is a serious skin infection that often requires surgical debridement. This procedure causes acute postoperative pain that can hinder mobility, prolong hospitalization, and reduce the patient's quality of life. Pain management requires not only pharmacological interventions but also safe and easy-to-implement non-pharmacological interventions, one of which is the finger-grip relaxation technique. Purpose: To determine the effectiveness of the finger-grip relaxation technique in reducing acute pain intensity in patients after cellulitis debridement. Method: This study used a descriptive design with a nursing process-based case study approach. The subject was one patient with a medical diagnosis of post-debridement cellulitis pedis right who was treated in the At-Tin Ward of PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. Nursing care was provided for five days (December 10–14, 2025), encompassing assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Results: The evaluation showed a gradual decrease in pain intensity. The patient's pain scale decreased from a 5 on the first day to a 2 on the fifth day after consistent application of the finger-grip relaxation technique. Conclusion: The finger grip relaxation technique is effective as a non-pharmacological nursing intervention in reducing acute pain in post-cellulitis debridement patients.   Keywords: Acute Pain; Cellulitis; Finger Grip Relaxation; Nursing Care; Post-Debridement.   Pendahuluan: Selulitis merupakan infeksi kulit serius yang sering memerlukan tindakan debridement. Prosedur ini menimbulkan nyeri akut pasca operasi yang dapat menghambat mobilisasi, memperpanjang masa rawat, dan menurunkan kualitas hidup pasien. Pengelolaan nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga memerlukan intervensi non-farmakologis yang aman dan mudah diterapkan, salah satunya adalah teknik relaksasi genggam jari. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik relaksasi genggam jari dalam menurunkan intensitas nyeri akut pada pasien post debridement selulitis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus berbasis proses keperawatan. Subjek penelitian adalah satu pasien dengan diagnosa medis post debridement selulitis pedis dextra yang dirawat di Bangsal At-Tin RS PKU Muhammadiyah Gamping. Asuhan keperawatan dilakukan selama lima hari (10–14 Desember 2025) meliputi tahap pengkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri secara bertahap. Skala nyeri pasien menurun dari skala 5 pada hari pertama menjadi skala 2 pada hari kelima setelah penerapan teknik relaksasi genggam jari secara konsisten. Simpulan: Teknik relaksasi genggam jari efektif sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis dalam menurunkan nyeri akut pada pasien post debridement selulitis.   Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Nyeri Akut; Post Debridement; Relaksasi Genggam Jari; Selulitis.
Efektivitas edukasi dash berbasis audiovisual terhadap sikap dan pengetahuan pada lansia dalam mengontrol hipertensi Permatasari, Cindi; Inayati, Aini; Sriyati, Sriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2333

Abstract

Background: Hypertension, or high blood pressure, is often referred to as "the silent killer" because it often occurs without symptoms. The non-pharmacological therapy approach, the Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH), is highly effective in reducing hypertension. Purpose: To determine the effectiveness of audiovisual-based DASH education on knowledge and attitudes about blood pressure control in elderly hypertensive patients. Method: This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest nonequivalent control group design. The subjects were hypertensive patients at the Baciro Village Elderly Health Post (Posyandu Lansia) and the Ngudi Waluyo Elderly Health Post (Posyandu Lansia) in the intervention group, with a total of 47 elderly hypertensive patients. Data were analyzed using independent sample t-tests and Wilcoxon tests. Results: The DASH diet education for hypertension patients achieved a p-value of 0.001 in the intervention group. A one-week follow-up showed an increase in knowledge scores of 43 participants (91.5%) and attitudes toward the DASH diet in 43 participants (89.4%) with a p-value <0.05. Conclusion: DASH diet education using audiovisual media is effective in changing the knowledge and attitudes of people with hypertension.   Keywords: Knowledge; Attitude; Audiovisual Video; Blood Pressure.   Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering disebut sebagai “the silent killer” karena sering terjadi tanpa keluhan. Pendekatan Terapi non farmakologis yaitu Diet Dietary Approach to Stop Hypertension (DASH) sangat efektif dalam menurunkan hipertensi Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi DASH berbasis audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap dalam mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental design dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah penderita hipertensi di Posyandu Lansia Kelurahan Baciro dan Posyandu Lansia Ngudi Waluyo terdiri atas kelompok intervensi dengan total 47 lansia hipertensi. Analisis data menggunakan uji independent sample t-test dan wilcoxon test. Hasil: Edukasi diet DASH pada penderita hipertensi memperoleh p-value = 0.001di kelompok intervensi. Kemudian follow-up setelah 1 minggu pasca intervensi, terdapat pula peningkatan skor pengetahuan 43 partisipan (91.5%) dan sikap 43 partisipan (89.4%) terhadap diet DASH dengan p-value<0.05. Simpulan: Edukasi diet DASH menggunakan media audiovisual efektif terhadap perubahan pengetahuan dan sikap penderita hipertensi.   Kata Kunci: Pengetahuan. Sikap. Video Audiovisual; Tekanan Darah.
Hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi Sulastriningsih, Inda; Prasestiyo, Hamudi; Sriyati, Sriyati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 4 (2026): April Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i4.2690

Abstract

Background: Cancer is a chronic disease that affects not only physical health but also patients’ psychological well-being, including anxiety. Cancer patients undergoing chemotherapy frequently experience anxiety due to treatment side effects, uncertainty regarding prognosis, and concerns about disease recurrence, which may ultimately reduce their quality of life. Purpose: To determine the relationship between anxiety levels and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy. Method: This study employed a quantitative approach with a descriptive correlational design using a cross-sectional method. The sample consisted of 47 cancer patients undergoing chemotherapy, selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), while quality of life was assessed using the European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test. Results: The findings indicated that 34.0% of patients experienced moderate anxiety, and 57.4% had a moderate level of quality of life. The Spearman Rank correlation test showed a significant relationship between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy (p-value = 0.000 [< 0.05]) with a correlation coefficient of −0.792. Conclusion: There is a statistically significant and strong negative correlation between anxiety level and quality of life among cancer patients undergoing chemotherapy.   Keywords: Anxiety; Cancer; Chemotherapy; EORTC QLQ-C30; Quality Of Life.   Pendahuluan: Kanker merupakan penyakit kronis yang tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi aspek psikologis pasien, salah satunya kecemasan. Pasien kanker yang menjalani kemoterapi sering mengalami kecemasan akibat efek samping terapi, ketidakpastian prognosis, serta kekhawatiran terhadap kekambuhan penyakit, yang pada akhirnya dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 47 pasien kanker yang menjalani kemoterapi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire (EORTC QLQ-C30). Teknik analisa data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Menunjukkan tingkat kecemasan sedang (34%) dan kualitas hidup sedang (57.4%). Uji korelasi spearman rank menandakan adanya hubungan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi dengan p-value = 0.000 < 0.05 dan koefisien korelasi -0.792. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan terhadap kualitas hidup pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.   Kata Kunci: EORTC QLQ-30; Kanker; Kecemasan; Kemoterapi; Kualitas Hidup.