Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Bakteri Lactobacillus plantarum Terhadap Histopatologi dan Hematologi Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) yang Diinfeksi Bakteri Edwarsiella tarda Oktafa, Uswanul; Suprastyani, Heny; Handayani, Sri; Gumala, Galih Akbar; Fatikah, Nela Maulina; Wahyudi, Maulana; Farida, Anisatul; Pratama, Randi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 1, No 1 (2017): JFMR VOL 1 NO 1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.214 KB) | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.6

Abstract

Bakteri Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis bakteri asam laktat yang sudah dikenal bersifat ramah lingkungan karena tidak patogenik dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen sehingga sering digunakan sebagai probiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh serta dosis terbaik pemberian bakteri L. plantarum terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (Pangasius djambal) yang diinfeksi bakteri Edwardsiella tarda. Perendaman dengan L. plantarum dilakukan untuk meningkatkan sistem imun ikan patin jambal (P. djambal) dengan dosis 103, 108 dan 1013 cfu.ml-1 selama 1 minggu yang dilanjutkan dengan penginfeksian dengan cara perendaman E. tarda. Darah diambil dari masing-masing perlakuan untuk dihitung eritrosit, leukosit, hematokrit dan hemoglobin pada jam 0, 12, 24, 36 selama penginfeksian. Setelah penginfeksian selama 3x24 jam, diambil organ hati, ginjal dan insang untuk dilakukan pengamatan jaringan yang dilanjutkan dengan skoring kerusakannya. Selanjutnya dilakukan analisa secara statistik meggunakan uji  F (ANOVA) sesuai dengan rancangan yang dipergunakan yaitu rancangan acak lengkap. Data penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata (F hitung>F tabel). Dapat disimpulkan bahwa pemberian bakteri L. plantarum berpengaruh terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (P. djambal) yang diinfeksi bakteri E. tarda dengan dosis terbaik pada perlakuan B 108 cfu.ml-1.
The Effects of Ketapang (Terminalia catappa) Bark Crude Extract on Inhibition of Aeromonas hydrophila Growth and Blood Cells of the Infected Carp (Cyprinus carpio) Maftuch, Maftuch; Suprastyani, Heny; Sanoesi, Ellana; Putra, Gede A. A. K.; Putra, Mirsa F.; Prihanto, Asep A.
Rekayasa Vol 11, No 2: Oktober 2018
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.212 KB) | DOI: 10.21107/rys.v11i2.4414

Abstract

The objectives of the research were to investigate the effect of ketapang (Terminalia catappa) bark crude extract (KBCE) on Aeromonas hydrophila growth and blood cells of the A. hydrophila-infected carp (Cyprinus carpio). The Research was conducted by using completely randomized design. There were four (750, 850, 950, and 1,050 ppm) and three treatments (730, 750, and 770 ppm) were used for in vitro and in vivo experiments respectively. Data were analyzed by analysis of variation and LSD. The dose to investigate MIC of KBCE were 750, 850, 950 and 1,050 ppm.  The MIC of KBCE was 750 ppm. On in vivo investigation, number of erythrocytes were 224.67x10, 332.67x10, and 417.00x10 cells/mm for 730, 750 and 770 ppm KBCE, respectively. For leukocytes, the amount were 735.89x10, 684.78x10, and 652.67x10 cell/mm for 730, 750 and 770 ppm KBCE, respectively. In addition, the water quality were as follows 24.0 – 25.9C of temperature, 7.0 – 7.7 of pH, and 3.9 – 4.8 mg/L of DO. In conclusion, we revealed that KBCE able to act as antibacterial against A. hydrophila. Furthermore, it also induced the total erythrocyte in infected fish without giving a notable effect on water quality.
IN-VITRO INHIBITION TEST OF SINTRONG LEAVES (CRASSOCEPHALUM CREPIDIOIDES) CRUDE EXTRACT ON EDWARDSIELLA ICTALURI BACTERIA Nova, Jely; Suprastyani, Heny; Prajitno, Arief
Journal of Environmental Engineering and Sustainable Technology Vol 9, No 01 (2022)
Publisher : Directorate of Research and Community Service (DRPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jeest.2022.009.01.3

Abstract

Parasites, viruses, and bacteria contribute to the transmission of infectious diseases. Catfish Enteric Septicemia (ESM) is caused by the bacterium Edwardsiella ictaluri. Antibiotics are used to treat this disease. However, the continuous use of antibiotics will lead to antibiotic resistance in fish and the contamination of the environment. Therefore, it is vital to have an alternative containing natural antibacterial components, such as Sintrong Leaf (Crassocephalum crepidioides). The composition of sintrong leaves consists of flavonoids, alkaloids, saponins, and tannins. This study employed an experimental method with a completely randomized design (CRD), which included five treatments and three replications. Treatment dosages of 25 ppm, 50 ppm, 75 ppm, 100 ppm, and 125 ppm were utilized along with the positive control (doxycycline) and negative control (without treatment). The investigation revealed that a crude extract of sintrong leaf exhibited an inhibitory effect that was effective against E. ictaluri bacteria. The equation pattern indicated y = -0.0004x2 + 0.0716x + 6.933 with an R2 coefficient of 0.71 showing a quadratic graph as the outcome. The graph results show that the best dose of crude extract from sintrong leaves against E. ictaluri bacteria is 89.5 ppm.
Uji Daya Hambat Ekstrak Kasar Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila secara in Vitro: In Vitro Inhibitory Test of Telang Flower (Clitoria Ternatea L.) Crude Extract Against Aeromonas Hydrophila Bacteria Aprilyanti, Salsabila; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 3 (2024): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.03.11

Abstract

Penyakit pada ikan sering menjadi kendala dalam kegiatan budidaya. Salah satu jenis bakteri patogen yang sering menginfeksi ikan air tawar yaitu bakteri Aeromonas hydrophila yang merupakan bakteri patogen yang menyebabkan penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Upaya pengobatan menggunakan antibiotik dalam jangka waktu panjang akan menimbulkan residu dan resistensi bagi bakteri. Pengobatan alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan memanfaatkan senyawa bioaktif pada bahan alami yang bersifat antibakteri. Senyawa tersebut dapat ditemukan pada beberapa jenis tumbuhan, salah satunya yaitu bunga telang (Clitoria ternatea). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak kasar bunga telang (C. ternatea) terhadap daya hambat bakteri A. hydrophila secara in vitro serta untuk menentukan dosis yang efektif dari ekstrak bunga telang. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan, 3 ulangan dan 2 kontrol dengan uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan uji cakram. Dosis ekstrak kasar bunga telang (C. ternatea) yang digunakan yakni 125 ppm, 150 ppm, 175 ppm, 200 ppm, dan 225 ppm. Penelitian ini menggunakan kontrol berupa antibiotik tetracycline dengan dosis 30 ppm dan kontrol negatif hanya berupa akuades. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini ialah pemberian ekstrak kasar bunga telang (C. ternatea) berpengaruh terhadap daya hambat bakteri A. hydrophila secara in vitro. Hasil tertinggi pada penelitian ini diperoleh pada dosis 225 ppm dengan rerata zona hambat 10,80 mm dengan persamaan y = 4,0713 + 0,0309x.   Fish diseases are often an obstacle in aquaculture activities. One type of pathogenic bacteria that often infects freshwater fish is Aeromonas hydrophila, which is a pathogenic bacteria that causes Motile Aeromonas Septicemia (MAS). Treatment efforts using antibiotics in the long-term will cause residues and resistance for bacteria. Alternative treatment that can be done is by utilising bioactive compounds in natural materials that are antibacterial. These compounds can be found in several types of plants, one of which is telang flower (Clitoria ternatea). This study aims to investigate the effects of crude extract from telang flower (C. ternatea) on the inhibition of A. hydrophila bacteria in vitro, as well as to determine the effective dosage of telang flower extract. The method used in this study is the experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) with 5 treatments, 3 replications, and 2 controls with the MIC (Minimum Inhibitory Concentration) test and disc test. The doses of crude extract from telang flower (C. ternatea) used were 125 ppm, 150 ppm, 175 ppm, 200 ppm, and 225 ppm. The study utilized tetracycline antibiotic as a control at a dose of 30 ppm, and a negative control consisting solely of distilled water (aquades). The results obtained from this study indicate that the administration of crude extract from telang flower (C. ternatea) significantly affects the inhibition of A. hydrophila bacteria in vitro. The highest result in this study was achieved at a dose of 225 ppm with an average inhibition zone of 10,80 mm, described by the equation y = 4,0713 + 0,0309x.
Studi in Vitro Potensi Antibakteri Ekstrak Kasar Daun Ketapang (Terminalia Catappa) terhadap Bakteri Patogen Penyebab Vibriosis pada Budidaya Udang Vaname: In Vitro Antibacterial Activity of Crude Extracts from Ketapang Leaves (Terminalia catappa) Against Pathogenic Bacteria Causing Vibriosis in Vannamei Shrimp Farming Rangkuti, Rizky Fadilla Agustin; Sanoesi, Ellana; Suprastyani, Heny; Meilinda, Novia Shely; Amanda, Bethrin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 1 (2025): JFMR on March
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.01.13

Abstract

Vibriosis merupakan penyakit yang menginfeksi udang disebabkan oleh bakteri genus Vibrio. Vibrio vulnificus dan Vibrio alginolyticus merupakan spesies bakteri penyebab Vibriosis yang mampu menyebabkan kematian organisme hingga 80% dalam kurun waktu 24-72 jam. Upaya pengobatan menggunakan antibiotik dapat menyebabkan resistensi dalam jangka waktu lama. Alternatif yang dapat digunakan adalah pemanfaatan bahan alami, seperti daun ketapang (T. catappa) yang mengandung senyawa antibakteri, seperti tanin, saponin, fenolik, dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri serta menentukan konsentrasi daya hambat ekstrak kasar daun ketapang terhadap bakteri V. vulnificus dan V. alginolyticus. Pengujian daya hambat ekstrak kasar daun ketapang terhadap bakteri V. vulnificus dan V. alginolyticus dilakukan melalui uji MIC dilanjutkan dengan difusi cakram. Konsentrasi ekstrak kasar daun ketapang yang digunakan pada uji MIC yaitu kontrol negatif (DMSO 10%), kontrol positif (Oxytetracycline 30 µg), A (62,5 ppm), B (125 ppm), C (250 ppm), D (500 ppm), dan E (1000 ppm) inkubasi 24 jam, sedangkan konsentrasi ekstrak kasar daun ketapang yang digunakan pada uji difusi cakram yaitu kontrol, A (500 ppm), B (725 ppm), dan C (1000 ppm), inkubasi 24 dan 48 jam. Parameter utama penelitian ini adalah nilai konsentrasi hambat minimal (MIC) dan diameter zona hambat. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kasar daun ketapang berpengaruh signifikan terhadap bakteri Vibrio vulnificus dan V. alginolyticus dengan konsentrasi penghambatan minimal (MIC) sebesar 500 ppm. Ekstrak kasar daun ketapang konsentrasi 500 ppm menghasilkan diameter zona hambat terkecil pada bakteri V. alginolyticus sebesar 7,18 ± 0,15 mm dan 8,50 ± 0,50 mm terhadap bakteri Vibrio vulnificus. Diameter zona hambat tertinggi terdapat pada konsentrasi 1000 ppm.   Vibriosis is a disease commonly infecting shrimp, caused by bacteria from the genus of Vibrio. Vibrio vulnificus and Vibrio alginolyticus are two of the Vibrio species responsible for Vibriosis, causing mortality rates of up to 80% within 24-72 hours. The treatment of bacterial diseases using antibiotics can lead to long-term resistance. An alternative approach is the use of natural materials, such as ketapang leaves (Terminalia catappa), which contain antibacterial phytocompounds such as tannins, saponins, phenolics, and alkaloids. This study aims to examine the antibacterial activity and determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of crude ketapang leaf extract against Vibrio vulnificus and Vibrio alginolyticus. The inhibitory effect of ketapang leaf crude extract on Vibrio vulnificus and Vibrio alginolyticus was tested through Minimum Inhibitory Concentration (MIC) assays followed by disk diffusion tests. The concentrations of ketapang leaf crude extract used in the MIC test included a negative control (10% DMSO), a positive control (30 µg Oxytetracycline), and treatments A (62.5 ppm), B (125 ppm), C (250 ppm), D (500 ppm), and E (1000 ppm) with 24 hours of incubation. For the disk diffusion test, the concentrations included a control, A (500 ppm), B (725 ppm), and C (1000 ppm), with incubation periods of 24 and 48 hours. The main parameters in this study were the MIC value and the diameter of the inhibition zone. The study showed that ketapang leaf crude extract significantly affected Vibrio vulnificus and Vibrio alginolyticus, with a minimum inhibitory concentration (MIC) of 500 ppm. At a concentration of 500 ppm, the crude extract also produced the smallest inhibition zone diameter against V. alginolyticus (7.18 ± 0.15 mm) and V. vulnificus (8.50 ± 0.50 mm). The largest inhibition zone diameter was observed at a concentration of 1000 ppm.
Pengaruh Pemberian Bakteri Lactobacillus plantarum Terhadap Histopatologi dan Hematologi Ikan Patin Jambal (Pangasius djambal) yang Diinfeksi Bakteri Edwarsiella tarda Oktafa, Uswanul; Suprastyani, Heny; Handayani, Sri; Gumala, Galih Akbar; Fatikah, Nela Maulina; Wahyudi, Maulana; Farida, Anisatul; Pratama, Randi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 1 No. 1 (2017): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2017.001.01.6

Abstract

Bakteri Lactobacillus plantarum merupakan salah satu jenis bakteri asam laktat yang sudah dikenal bersifat ramah lingkungan karena tidak patogenik dan mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen sehingga sering digunakan sebagai probiotik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh serta dosis terbaik pemberian bakteri L. plantarum terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (Pangasius djambal) yang diinfeksi bakteri Edwardsiella tarda. Perendaman dengan L. plantarum dilakukan untuk meningkatkan sistem imun ikan patin jambal (P. djambal) dengan dosis 103, 108 dan 1013 cfu.ml-1 selama 1 minggu yang dilanjutkan dengan penginfeksian dengan cara perendaman E. tarda. Darah diambil dari masing-masing perlakuan untuk dihitung eritrosit, leukosit, hematokrit dan hemoglobin pada jam 0, 12, 24, 36 selama penginfeksian. Setelah penginfeksian selama 3x24 jam, diambil organ hati, ginjal dan insang untuk dilakukan pengamatan jaringan yang dilanjutkan dengan skoring kerusakannya. Selanjutnya dilakukan analisa secara statistik meggunakan uji  F (ANOVA) sesuai dengan rancangan yang dipergunakan yaitu rancangan acak lengkap. Data penelitian menunjukkan hasil yang berbeda nyata (F hitung>F tabel). Dapat disimpulkan bahwa pemberian bakteri L. plantarum berpengaruh terhadap histopatologi dan hematologi ikan patin jambal (P. djambal) yang diinfeksi bakteri E. tarda dengan dosis terbaik pada perlakuan B 108 cfu.ml-1.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK Chaetoceros calcitrans TERHADAP BAKTERI Aeromonas salmonicida Maftuch, Mr.; Setyawan, Febby Hadi; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 1 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.01.6

Abstract

The impact of use antibiotic can cause problems on aquaculture such as bacterial resistance and residues for consumer. Therefore, one of alternatives that can be used to inhibit or kill bacteria, one of which is the use of plankton Chaetoceros calcitrans. This research aims to know the influence of the granting C. calcitrans extract that can inhibit or kill bacteria and know the best dose for inhibit A. salmonicida bacteria. The experiment method  used randomize completely design consist of four treatment and two control. A treatment (0.3 ppm), B treatment (15.3 ppm), C treatment (30.3 ppm),  D treatment (45.3 ppm), positive control (add chlorampenicol 5ppm) and negative control (without extract). The result of research showed the highest average of clear zone diameter in D treatment 5.37 mm and the lowest average of clear zone diameter in A treatment 2.89 mm, with linear equation y = 3.2067 + 0.0509x and coefficients R2 = 0.9262. The relationship between C. calcitrans extract in inhibitng gwoth of A. salmonicida bacteria showed that the average diameter of the clear zone has increase in line with the addition of extracts. Form the research showed that the extract of C. calcitrans was bacteriostatic (inhibits the growth of bacteria) and best obtained at the treatment dosage of D with a dose of 45.3 ppm and included into the category of middle.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KASAR KULIT BUAH NAGA (Hylocereus costaricensis) TERHADAP HISTOPATOLOGI HATI IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG TERINFEKSI Aeromonas hydrophila Masfiah, Ifatul; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 2 No. 3 (2018): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2018.002.03.2

Abstract

Keberadaan penyakit di dalam lingkungan perairan merupakan salah satu kendala di dalam pengembangan subsektor budidaya perikanan. Bakteri A. hydrophila merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan. Untuk mengatasi hal tersebut pembudidaya seringkali menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus dapat memberikan dapat negatif salah satunya membuat bakteri resisten dan mencemari lingkungan perairan. Sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan adalah kulit buah naga (H. costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) terhadap histopatologi hati ikan nila (O. niloticus) yang terinfeksi bakteri A. hydrophila. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, 2 kontrol dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) dengan dosis 6 ppm, 26 ppm, 46 ppm dan 66 ppm. Pengambilan jaringan hati dilakukan pada hari ke 5 setelah perlakuan. Analisa data menggunakan skoring. Hasil perlakuan pemberian ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) memberikan pengaruh terhadap jaringan hati ikan nila (O. niloticus). Kelainan jaringan hati yang terjadi pada saat penelitian adalah Kongesti dan Hemoragi. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan jaringan hati yang terendah adalah perlakuan D dengan dosis 66 ppm.Keberadaan penyakit di dalam lingkungan perairan merupakan salah satu kendala di dalam pengembangan subsektor budidaya perikanan. Bakteri A. hydrophila merupakan salah satu bakteri yang menyebabkan penyakit pada ikan. Untuk mengatasi hal tersebut pembudidaya seringkali menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik secara terus-menerus dapat memberikan dapat negatif salah satunya membuat bakteri resisten dan mencemari lingkungan perairan. Sehingga dibutuhkan alternatif yang ramah lingkungan. Salah satu tanaman obat yang dapat digunakan adalah kulit buah naga (H. costaricensis). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) terhadap histopatologi hati ikan nila (O. niloticus) yang terinfeksi bakteri A. hydrophila. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini terdiri dari 4 perlakuan, 2 kontrol dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) dengan dosis 6 ppm, 26 ppm, 46 ppm dan 66 ppm. Pengambilan jaringan hati dilakukan pada hari ke 5 setelah perlakuan. Analisa data menggunakan skoring. Hasil perlakuan pemberian ekstrak kasar kulit buah naga (H. costaricensis) memberikan pengaruh terhadap jaringan hati ikan nila (O. niloticus). Kelainan jaringan hati yang terjadi pada saat penelitian adalah Kongesti dan Hemoragi. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan jaringan hati yang terendah adalah perlakuan D dengan dosis 66 ppm.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI CACING Tubifex sp. TERHADAP PANJANG DAN BERAT IKAN RAMIREZI (Mikrogeophagus ramirezi) Budianto, Mr; Nuswantoro, Soko; Suprastyani, Heny; Ekawati, Arning Wilujeng
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 1 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.01.10

Abstract

Salah satu ikan hias yang memiliki prospek perkembangan yang cukup baik adalah ikan ramirezi (Mikrogeophagus ramirezi). Dalam pemeliharaan ikan ramirezi diperlukan perlakuan khusus dalam penanganan benihnya. Tujuan dari penelitian ini yakni dapat mengetahui pengaruh pemberian pakan alami cacing Tubifex sp. terhadap pertambahan panjang dan berat benih ikan Ramirezi. Penelitian ini terdapat 2 perlakuan yakni perlakuan A (pemberian pakan pellet pada pagi dan sore hari) dan perlakuan B (pemberian pakan cacing Tubifex sp pada pagi dan sore hari). Masing-masing perlakuan dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pakan pellet dan cacing Tubifex sp yang diberikan masing-masing secara ad libitum selama 14 hari. Hasil pengamatan dan perhitungan menunjukkan bahwa persentase pertambahan benih ikan pada perlakuan B mengalami peningkatan yang signifikan daripada hanya diberi pakan pellet saja (Perlakuan A). Selama 14 hari, pemberian pakan alami cacing Tubifex sp. pada waktu pagi dan sore, benih ikan mengalami penambahan panjang sebesar 13,78 % dan berat sebesar 106,48 %. Hasil ini sangat jauh berbeda dengan benih ikan yang hanya diberi pakan pellet pada pagi dan sore hari, yakni hanya 12,31 % untuk beratnya dan panjangnya tetap. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan alami cacing Tubifex sp. berpengaruh signifikan terhadap pertambahan panjang dan berat benih ikan Ramirezi.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilmbi L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Pseudomonas fluorescens SECARA IN VITRO Rahmawati, Etika Dwi; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.3

Abstract

Intensifikasi budidaya perikanan dapat menyebabkan menurunnya kondisi lingkungan yang menyebabkan penyakit pada ikan. Penyakit yang sering menginfeksi ikan adalah bakteri Pseudomonas fluorescens. Pengobatan yang sering dilakukan yaitu penggunaan antibiotik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi bakteri. Pengobatan alternatif digunakan pada ikan yang terserang penyakit oleh bakteri adalah dengan menggunakan bahan – bahan alami yang mengandung zat anti bakteri yang lebih ramah lingkungan dan tidak menimbulkan resistensi terhadap bakteri. Salah satunya adalah daun belimbing wuluh (A. bilimbi L.). Berdasarkan masalah tersebut maka perlu dilakukan penelitian terhadap pengaruh ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap bakteri P. fluorescens. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap bakteri P. fluorescens. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan menggunakan Uji MIC (Minimum Inhibition Concentration) dan Uji Cakram. Pada penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, 2 kontrol dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dengan dosis 5 ppm, 25 ppm, 45 ppm, 65 ppm dan 85 ppm. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak kasar daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan dosis dengan hasil tertinggi terdapat pada perlakuan E dengan dosis 85 ppm.