Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KASAR DAUN API-API (Avicennia marina) TERHADAP HISTOPATOLOGI HATI IKAN KOI (Cyprinus carpio) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophilla Sulistyorinie, Dwi Ratih; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 4 No. 2 (2020): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2020.004.02.10

Abstract

Ikan koi (Cyprinus carpio) adalah salah satu komoditas ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Adanya serangan penyakit pada budidaya ikan koi seperti Aeromonas hydrophilla dapat menyebabkan kerugian ekonomi dalam budidaya. Banyak upaya yang dilakukan untuk mengobati serangan bakteri A. hydrophilla salah satunya menggunakan fitofarmaka ekstrak kasar daun api-api (Avicennia marina). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak kasar daun api-api (A. marina) serta mengetahui dosis terbaik terhadap histopatologi hati ikan koi yang diinfeksi bakteri A. hydrophilla. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dalam penelitian ini adalah sebanyak 4 perlakuan dengan 3 kali ulangan. Perlakuan A (10 ppm), perlakuan B (30 ppm), perlakuan C (50 ppm) dan perlakuan D (70 ppm). Ikan koi (C. carpio) diinfeksi dengan bakteri A. hydrophilla dengan kepadatan 107 sel/ml. Perendaman ekstrak kasar daun api-api (A. marina) dilakukan pada hari pertama setelah penginfeksian bakteri selama 48 jam. Hasil pengamatan histopatologi hati pada ikan koi diperoleh adanya kerusakan berupa kongesti, hemoragi dan nekrosis pada organ hati. Perendaman dengan ekstrak kasar daun api-api (A. marina) menunjukkan hasil yang berpengaruh nyata (P>0,05) hal ini terbukti dari semakin tinggi dosis ekstrak yang digunakan semakin rendah kerusakan pada hati ikan. Oleh karena itu, perendaman ekstrak kasar daun api-api (A. marina) mampu memberikan efek penyembuhan pada ikan koi (C. carpio) yang diinfeksi bakteri A. hydrophilla. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil terendah didapatkan pada perlakuan A (10 ppm) dan hasil terbaik ada pada perlakuan D (70 ppm).
Uji Daya Hambat Ekstrak Kasar Daun Johar (Cassia siamea L.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Leyana, Mira; Suprastyani, Heny; Andayani, Sri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.2

Abstract

Dampak penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resistensi terhadap patogen. Alternatif digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengubah pengobatan bahan alami yang mengandung senyawa aktif antibakteri yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan alami adalah daun johar (Cassia siamea L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kasar daun johar yang dapat menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan Uji MIC (Minimum Inhibition Concentration) dan Uji Disk. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, 2 kontrol dan 3 ulangan. Perlakuan menggunakan ekstrak kasar daun johar (C.siamea L.) dengan dosis 110 ppm, 135 ppm, 160 ppm, 185 ppm dan 210 ppm. Hasil penambahan dosis ekstrak kasar (C. siamea L.) terhadap zona hambat menunjukkan pola linier dengan persamaan y = 8,1725 + 0,0093x dan R2 = 0,935. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar daun johar (C. siamea L.) dapat menghambat pertumbuhan P. aeruginosa, bakteri menunjukkan bahwa diameter rata-rata zona bening meningkat sejalan dengan penambahan ekstrak.
Penggunaan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Sebagai Pupuk Dengan Salinitas Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan, Biomassa Dan Klorofil-A Pada Mikroalga Chlorella Vulgaris Aulia, Ana Evita; Maimunah, Yunita; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.8

Abstract

Kultur Chlorellah vulgaris umumnya menggunakan pupuk Pro Analisis (PA), mahalnya harga pupuk PA menjadi dasar pencarian pupuk alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi C. vulgaris. Pupuk alternatif tersebut yaitu pupuk organik berbahan baku daun lamtoro (L. Leucocephala) yang diekstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui mengetahui pengaruh perbedaan salinitas dan mengetahui nilai salinitas yang optimal pada pupuk ekstrak daun lamtoro untuk laju pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C.  vulgaris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah pupuk ekstrak daun lamtoro (L. Leucocephala) dosis 1,75 ml/l dengan salinitas 30 ppt, 35 ppt, 40 ppt dan kontrol (walne 1 ml/l) salinitas 30 ppt. Parameter utama yang diamati yaitu pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C. vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk ekstrak daun lamtoro (L. Leucocephala) dengan salinitas yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C. vulgaris. Perlakuan terbaik selama penelitian didapatkan hasil laju pertumbuhan spesifik 1,94/hari pada salinitas 35 ppt, biomassa sebesar 0,403 g/l pada salinitas 35 ppt dan klorofil-a sebesar 0,018 µg/ml pada salinitas 35 ppt. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar menggunakan salinitas 34 untuk penelitian lanjutan sesuai dengan hasil maksimum agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
PERBEDAAN MODEL BUDIDAYA DENGAN FLUKTUASI KUALITAS AIR UNTUK PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) POLA INTENSIF Ilham, Mochammad Feryrul; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 3 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.03.3

Abstract

Water quality can affect the survival and growth of aquatic organisms considering water is a living medium for fish. This study aims to determine how the effect of different models of different ponds on water quality fluctuations for the growth of white shrimp (L. vannamei) intensive pattern. The method used in this study is a comparative descriptive method. The statistical test used is using T test two samples (independent). The main parameters in this study were the results of measuring the growth of white shrimp (L. vannamei) while the supporting parameters in this study were measurements of water quality and total bacteria. The results of this study can be seen that differences in cultivation models have a significant effect on temperature, pH (Power of Hydrogen), DO (Dissolved oxygen), nitrate and have no significant effect on salinity, ammonia and nitrite. The average Specific Growth Rate (SGR) of vaname shrimp in the indoor culture model is 4.5±0.003%/day and the average Growth Rate (GR) is 0.29±0.024 g/day. While the outdoor cultivation model is 3.9±0.003%/day and the average Growth Rate (GR) is 0.26±0.017 g/day.
Dinamika Populasi Bakteri Pada Budidaya Ikan Koi (Cyprinus rubrofuscus) Sistem Resirkulasi Mahariawan, I Made Dedi; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny; Sa’adati, Feni Tri
Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik Vol 8 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46252/jsai-fpik-unipa.2024.Vol.8.No.1.406

Abstract

Koi fish (Cyprinus rubrofuscus) is one of the aquaculture commodities that is highly marketable because of its unique color pattern and body shape. The prevalence of parasites and pathogenic agents in Koi fish among farmers poses challenges and leads to the occurrence of numerous illnesses. Water quality management is implemented in an effort to prevent several infectious microorganisms. The application of a recirculation system is used to enhance water quality and bolster the disease resistance of Koi fish. The objective of this study was to evaluate the application of RAS technology in the koi fish culture under different filter media on bacterial density. This study used four treatments, namely treatment A (RAS with a dacron filter and pumice), B (RAS with a dacron filter and sand), C (RAS with a sand and pumice filter), and K (control without a recirculation system). The parameter observed in this study was the density of bacteria in the koi fish rearing-media. These findings demonstrated that the utilization of various filters had an impact on bacterial density. Treatment C (RAS with sand and pumice filter) exhibited the greatest bacterial density with an average value exceeding 3.4 log CFU. mL-1 from the first week to the third week. The density of nitrifying bacteria in the koi fish production system is positively influenced by the high-quality maintenance practices that are maintained under optimal conditions.
Uji Daya Hambat Ekstrak Kasar Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Bakteri Aeromonas Hydrophila Secara In Vitro: In Vitro Inhibitory Test of Rosella Flower (Hibiscus sabdariffa L.) Crude Extract against Aeromonas hydrophila Bacteria Arief, Arassy Vitri; Andayani, Sri; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 3 (2025): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.03.8

Abstract

Serangan penyakit merupakan salah satu kendala utama yang kerap dihadapi dalam kegiatan budidaya. Salah satu jenis bakteri patogen yang sering menyerang ikan air tawar adalah Aeromonas hydrophila. Bakteri ini diketahui sebagai agen penyebab timbulnya penyakit Motile Aeromonas Septicemia (MAS) pada ikan. Pengobatan pada ikan yang terinfeksi penyakit dengan penggunaan antibiotik sintesis dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek negatif seperti resistensi dan pencemaran lingkungan. Salah satu metode pengobatan alternatif untuk menangani penyakit akibat bakteri dilakukan dengan memanfaatkan bahan alami yang mengandung senyawa bioaktif sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya hambat dari ekstrak kasar bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap bakteri A. hydrophila secara in vitro serta untuk mengetahui konsentrasi minimal yang dapat menghambat bakteri tersebut. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan dan 2 kontrol yang diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan dengan uji pendahuluan berupa uji MIC (Minimum Inhibitory Concentration) dan dilanjutkan dengan uji cakram. Dosis ekstrak kasar bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.) yang digunakan yaitu 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm, 875 ppm, dan 1000 ppm. Penelitian ini menggunakan kontrol positif berupa antibiotik oxytetracycline dengan dosis 30 ppm dan kontrol negatif berupa DMSO 10%. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu pemberian ekstrak kasar bunga rosella berpengaruh nyata terhadap daya hambat bakteri A. hydrophila secara in vitro. Konsentrasi minimum yang dapat menghambat bakteri A. hydrophila pada penelitian ini sebesar 500 ppm dengan rerata zona hambat 7,05 mm dan konsentrasi tertinggi sebesar 1000 ppm dengan rerata zona hambat 14,53 mm dengan persamaan y = 0,295 + 0,0127x.   Disease outbreaks are one of the main challenges frequently encountered in aquaculture activities. One type of pathogenic bacteria commonly affecting freshwater fish is Aeromonas hydrophila. This bacterium is known as the causative agent of Motile Aeromonas Septicemia (MAS) in fish. Long-term treatment of infected fish using synthetic antibiotics can lead to negative effects such as antibiotic resistance and environmental contamination. One alternative treatment method for bacterial diseases involves utilizing natural materials containing bioactive compounds as antibacterial agents. This study aims to analyze the inhibitory activity of crude extracts from rosella flowers (Hibiscus sabdariffa L.) against A. hydrophila in vitro and to determine the minimum concentration required to inhibit the bacteria. The method used in this study was an experimental method with a completely randomized design (CRD) using 5 treatments and 2 controls repeated 3 times. This study was conducted with a preliminary test in the form of a MIC (Minimum Inhibitory Concentration) test and followed by a disc test. The concentrations of crude rosella flower extract (Hibiscus sabdariffa L.) used were 500 ppm, 625 ppm, 750 ppm, 875 ppm, and 1000 ppm. This study used oxytetracycline antibiotic at a concentration of 30 ppm as a positive control and 10% DMSO as a negative control. The results obtained in this study indicate that the administration of crude rosella flower extract has a significant effect on the inhibitory activity against A. hydrophila bacteria in vitro. The minimum concentration capable of inhibiting A. hydrophila bacteria in this study was 500 ppm with an average inhibition zone of 7.05 mm, and the highest concentration was 1000 ppm with an average inhibition zone of 14.53 mm, following the equation y = 0.295 + 0.0127x.
Pengaruh Perendaman Ekstrak Kasar Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap Histopatologi Hati Ikan Mas (Cyprinus Carpio) yang Diinfeksi Bakteri Pseudomonas Fluorescens: The Effect of Soaking Starfruit Leaf Extract (Averrhoa bilimbi L.) on the Histopathology of Carp (Cyprinus carpio) Liver Infected with Pseudomonas Fluorescens Nur’aini, Asy-Syfa’ Rahma; Suprastyani, Heny; Rangkuti, Rizky Fadilla Agustin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 9 No. 3 (2025): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2025.009.03.7

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan komoditas budidaya air tawar unggulan di Indonesia, namun rentan terhadap infeksi bakteri Pseudomonas fluorescens yang dapat menyebabkan kematian massal. Penggunaan antibiotik sebagai pengobatan menyebabkan resiko resistensi bakteri. Salah satu pengobatan alternatif alami yaitu memanfaatkan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ekstrak kasar daun belimbing wuluh terhadap histopatologi hati ikan mas yang diinfeksi bakteri P. fluorescens. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan RAL dengan 5 perlakuan 3 ulangan, serta 2 kontrol positif dan negatif sebagai pembanding. Perlakuan pengobatan melalui metode perendaman pada penelitian ini menggunakan konsentrasi 5 ppm, 45 ppm, 85 ppm, 125 ppm, dan 165 ppm. Analisis histopatologi hati dan kelulushidupan ikan mas dilakukan menggunakan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan dengan uji Dunn’s. Sementara itu, data jumlah leukosit dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing wuluh secara signifikan memengaruhi kerusakan histopatologi hati, dengan konsentrasi optimal 125 ppm yang memberikan kerusakan paling minimal (skor kongesti 1.20; degenerasi 1.47; inflamasi 1.40; nekrosis 1.33), serta meningkatkan jumlah leukosit (12,53×104 sel/mm3) dan kelulushidupan (93,33%).   Carp (C. carpio) is a superior freshwater aquaculture commodity in Indonesia, but is susceptible to P. fluorescens bacterial infection which can cause mass mortality. The use of antibiotics as a treatment causes the risk of bacterial resistance. One of the natural alternative treatments is utilizing starfruit leaves (A. bilimbi L.). This study aims to test the effect of crude extract of starfruit leaves on the histopathology of carp liver infected with P. fluorescens bacteria. The study was conducted experimentally using RAL with 5 treatments, 3 replications, and control as a comparison. The treatment treatment through the immersion method in this study used concentrations of 5 ppm, 45 ppm, 85 ppm, 125 ppm, and 165 ppm. Histopathological analysis of the liver and the survival rate of common carp were examined using the Kruskal–Wallis test, followed by Dunn’s test. Meanwhile, leukocyte count data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that starfruit leaf extract significantly affected histopathological liver damage, with an optimal concentration of 125 ppm which provided the most minimal damage (congestion score 1.20; degeneration 1.47; inflammation 1.40; necrosis 1.33), as well as increasing the number of leukocytes (12.53×104 cells/mm3) and survival rate (93,33%).