Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pakar Berbasis Android untuk Menentukan Obat Generik pada Penyakit Kulit Menggunakan Metode Forward Chaining Rinanza Zulmy Alhamri; Abidatul Izzah; Kunti Eliyen
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/isi.v6i1.1578

Abstract

Skin disease can be suffered by all people and ages as a common disease. In general treatment for people with skin diseases is by consulting to medical experts and asking for a medicine prescription. However, by utilizing current communication technology, sufferers are able to get good information about skin diseases. The expert system for the diagnosis of skin diseases has been done before. However, the expert system is built based on web and desktop, so it is less flexible in use, moreover in supporting self assistance for the skin disease sufferer. Therefore, this study aims to develop an Android-based expert system that can help diagnose skin diseases in humans as well as provide recommendations of generic medicine as first aid. The expert system developed by implementing the Forward Chaining (FC) method as an inference technique. This research was conducted in five phases, namely data collection, analysis system, design system, implementation, and testing. The knowledge base in this expert system includes 39 types of skin diseases, 83 symptoms, 16 types of generic drugs, 150 lines rules of skin disease diagnosis, and 39 lines recommendations of generic drug.
Pengembangan Aplikasi Monitoring Jaringan Berbasis Android Studi Kasus Puskom PSDKU Polinema di Kota Kediri Rinanza Zulmy Alhamri; Toga Aldila Cinderatama; Kunti Eliyen; Agustono Heriadi
Jurnal Inovtek Polbeng Seri Informatika Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/isi.v6i2.2136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi monitoring jaringan berbasis Android yang dapat memanfaatkan MikroTik API serta basisdata berbasis cloud Firebase. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi langsung kepada pihak Puskom PSDKU Polinema di Kota Kediri. Analisis dan perancangan menghasilkan satu pengguna aplikasi yaitu administrator dimana dapat melakukan login, melihat log aktivitas router, melihat traffic pada interface router, dan melihat kondisi internet serta notifikasi. Pada tahap implementasi terdapat dua aplikasi yang dikembangkan meliputi aplikasi agen berbasis web dan aplikasi monitoring jaringan berbasis Android. Pada aplikasi agen digunakan library MikroTik API dan Laravel-Firebase dengan memanfaatkan fungsi setInterval agar aplikasi dapat bekerja secara repetitif. Sedangkan pada aplikasi monitoring jaringan digunakan fungsi FirebaseAuth untuk login, library Firebase untuk akses ke Firebase, dan library GraphView untuk menampilkan grafik pada aplikasi. Hasil dari penelitian ini adalah telah dikembangkannya aplikasi monitoring jaringan dimana Administrator dapat mengaktifkan aplikasi agen, melakukan login, melihat log aktivitas router, melihat traffic pada interface router, dan melihat kondisi internet serta notifikasi. Hasil pengujian diperoleh aplikasi berhasil berjalan 100% sesuai dengan kebutuhan fungsional yang telah dirancang dan secara kesesuaian, fungsi aplikasi 100% telah sesuai dengan kebutuhan Administrator.
Instalasai Jaringan Metropolitan Area Network (MAN) di 46 Kelurahan Kota Kediri Rinanza Zulmy Alhamri; Benni Agung Nugroho; Toga Aldila Cindertama
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 2 No. 2 (2018): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.953 KB)

Abstract

Pemerintah Kota Kediri memiliki program untuk melakukan instalasi aplikasi pelayanan publik di setiap kantor kelurahan yang berjumlah 46 kelurahan. Aplikasi tersebut berjalan secara client-server dimana client merupakan komputer yang ada di setiap kantor kelurahan sedangkan server ada di Diskominfo Kota Kediri. Agar aplikasi bisa berjalan maka diperlukan integrasi jaringan yang mampu menangani luas area 46 kelurahan menyebar di Kota Kediri. Metropolitan Area Network (MAN) merupakan konsep jaringan komputer yang mampu menangani luas area gegorafis setingkat kota dengan jarak koneksi mencapai 10 km. Pada program ini diterapkan instalasi jaringan MAN yang efektif, murah, dan aman agar aplikasi client-server bisa bekerja dengan baik. Dari sisi efektivitas jaringan MAN yang digunakan memanfaatkan infrastruktur jaringan fiber optic dimana media transmisi fiber optic paling unggul dibanding media transmisi lain. Dari sisi murahnya biaya, instalasi jaringan MAN memanfaatkan infrastruktur jaringan fiber optic milik pihak ketiga yaitu Telkom Indihome dimana jaringannya sudah dibangun dengan baik. Sedangakan dari sisi keamanan diterapkan koneksi VPN agar koneksi bisa berjalan privat meskipun melewati jalur internet. Program ini dikerjakan dengan 4 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring, serta pembuatan laporan. Saat tahap pelaksanaan, langkah instalasi jaringan MAN dilakukan 5 langkah kerja meliputi media transmisi, konfigurasi jaringan, konfigurasi VPN, instalasi aplikasi, dan terakhir pengujian aplikasi. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah telah berhasilnya instalasi MAN pada seluruh kantor kelurahan Kota Kediri yang berjumlah 46 sehingga koneksi client-server pada aplikasi bisa berjalan dengan baik.
Pelatihan Administrasi Jaringan Komputer Menggunakan Router MikroTik bagi guru-guru jurusan TKJ di SMK Queen Al-Falah Toga Aldila Cindertama; Rinanza Zulmy Alhamri; Benni Agung Nugroho
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2017): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.354 KB)

Abstract

Jaringan komputer merupakan salah satu topik yang penting di bidang Teknologi Informasi. Bisa dikatakan infrastruktur internet yang ada saat ini tidak akan dapat terwujud jika tidak ada jaringan kompoter sebagai backbone-nya. Di bidang pengajaran khususnya di tingkat pendidikan menengah kejuruan, jaringan komputer ini termasuk salah satu jurusan yang banyak diminati oleh siswa. Untuk mempelajari topik infrastruktur jaringan komputer secara menyeluruh biasanya dapat diwujudkan melalui penggunaan peralatan jaringan komputer, dalam hal ini router yang digunakan untuk membentuk sebuah infrastruktur jaringan komputer. MikroTik sebagai salah satu produk router yang ada di pasaran telah banyak digunakan untuk mengimplementasikan sebuah sistem jaringan. Dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan produk-produk router yang ada sebelumnya dan kemampuan yang cukup handal membuat MikroTik ini banyak digunakan di kalangan praktisi jaringan komputer, termasuk salah satunya digunakan di jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Queen Al-Falah Desa Ploso Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Dengan diselenggarakannya pelatihan administrasi jaringan komputer menggunakan router MikroTik ini, diharapkan para guru pengampu mata pelajaran Teknologi Informasi dapat meningkatkan pemahamannya di bidang jaringan komputer dan dapat ditularkan ke siswa-siswa yang diajar. Pelaksanaan pelatihan ini meliputi materi administrasi dasar penggunaan MikroTik, routing, wireless, firewall, tunneling, quality of service, dan web proxy menggunakan perangkat router MikroTik.
Pelatihan Konfigurasi Server Berbasis Debian 7 bagi Guru TKJ SMK Queen Al Falah Kediri Rinanza Zulmy Alhamri; Toga Aldila Cindertama; Benni Agung Nugroho
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 2 No. 1 (2017): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.563 KB)

Abstract

Kurangnya pemantapan pemahaman serta kemampuan guru TKJ SMK Queen Al Falah Kediri terhadap bagaimana mengkonfigurasi server berbasis sistem operasi jaringan akan berdampak pada kurangnya pembinaan keterampilan bagi para siswanya. Hal ini disebabkan karena memang teknologi jaringan yang selalu berkembang, pengoperasian sistem operasi menggunakan CLI (berbasis text) yang cukup sulit, serta beragamnya jenis server yang harus dikonfigurasi membuat parlunya persiapan secara intensif dan sistematis untuk para guru TKJ SMK Queen Al Falah Kediri. Usulan program pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan konfigurasi server berbasis Debian 7 bagi guru TKJ SMK Queen Al Falah Kediri dalam rangka meningkatkan pemahaman pengoperasian sistem operasi jaringan berbasis Linux Debian 7 dengan baik serta meningkatkan konfigurasi server secara tepat. Diharapkan para guru TKJ SMK Queen Al Falah mempunyai pemantapan pemahaman dan kemampuan dalam mengkonfigurasi berbagai jenis server berbasis sistem operasi Debian 7. Sehingga secara tidak langsung, mampu membina para siswa TKJ SMK Queen Al Falah untuk menghadapi ujian-ujian program keahlian TKJ. Secara keseluruhan kegiatan pelatihan konfigurasi server berbasis Debian 7 pada Guru TKJ SMK Queen Al Falah ini berjalan dengan baik. Materi yang diberikan meliputi instalasi sistem operasi Debian 7, konfigurasi paska instalasi sistem operasi Debian 7, remote access, DNS server, web dan database server, mail server, FTP server, dan yang terakhir proxy server. Kendala-kendala yang ditemui mayoritas berawal dari kesalahan pengetikan atau syntax error.
Pelatihan Wireless Network Infrastructure bagi Pegawai PDE Pemkot Kediri Untuk Meningkatkan Kemampuan Konfigurasi Dan Penanganan Troubleshooting Jaringan Wireless Pemkot Kediri Benni Agung Nugroho; Rinanza Zulmy Alhamri
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2017): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.046 KB)

Abstract

Konfigurasi yang kurang tepat, cuaca buruk, serta human-error dalam pemanfaatan peralatan mengakibatkan sering terjadinya gangguan terhadap jaringan wireless di dalam jaringan komputer intranet Kota Kediri. Padahal jaringan wireless sebagai koneksi point to point dan juga point to multipoint antar jaringan backbone dengan jaringan lokal di setiap jajaran SKPD sangat krusial keberadaannya. Sebagai penanggung jawab langsung, PDE Kota Kediri dituntut untuk mampu dalam mengelola infrastruktur jaringan intranet termasuk penanganan suatu gangguan yang terjadi. Dengan diselenggarakannya pelatihan wireless network infrastructure diharapkan pegawai PDE mempunyai peningkatan pemahaman dalam mengelola maupun menangani jaringan wireless di dalam jaringan intranet Kota Kediri, peningkatan kemampuan konfigurasi jaringan wireless dengan baik, serta kemampuan menangani troubleshooting pada jaringan wireless secara tepat. Pelatihan wireless network infrastructure bagi pegawai PDE Pemerintah Kota Kediri dilaksanakan dalam empat tahapan meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap monitoring, serta tahap pembuatan laporan. Metode pelatihan yang digunakan meliputi metode ceramah, metode tanya-jawab, serta metode simulasi. Pelaksanaan pelatihan dihadiri oleh seluruh peserta. Adanya sambutan positif dari peserta membuat jalannya pelatihan berjalan dengan lancar sehingga penyampaian materi bisa berjalan dengan baik. Untuk meningkatkan kinerjajaringan wireless, peserta memperoleh pembekalan materi penggunaan protokol Nstreme dan NV2 di dalam jaringan wireless, penggunaan metode full duplex menggunakan protokol Nstreme Dual Slave, serta penerapan routing RIP dalam menghubungkan seluruh router pada jaringan. Peserta juga dibekali penanganan troubleshooting dalam penggunaan frekuensi melalui wireless tool meliputi scanner, frequency usage, dan wireless sniffer serta penggunaan tools untuk pointing antena secara tepat menggunakan alignment.
Sistem Informasi Pengguna Narkoba Dengan Studi Kasus BNN Kota Kediri Rinanza Zulmy Alhamri; Arif Syamsudin
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 1 No. 2 (2017): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.321 KB)

Abstract

Proses pencatatan pengguna narkoba di BNN Kota Kediri, masih dilakukan secara sederhana dengan pencatatan manual menggunakan bantuan microsoft office dan belum menggunakan aplikasi khusus. Hal ini mengakibatkan proses menjadi kurang efektif dan kurang efisien, baik dari segi materi maupun waktu. Selain itu pemetaan wilayah rawan bahaya narkoba sangat di perlukan, selain pencatatan pengguna narkoba juga untuk kelancaran tugas seksi pemberantasan di BNN Kota Kediri, maka dari itu di perlukan fitur khusus untuk pemetaan di wilayah kota kediri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka perlu dibangun sebuah aplikasi sistem informasi yang dapat membantu dalam proses pembuatan data pengguna narkoba serta mencerminkan pemetaan agar efektif dan efisien khususnya pada sie pemberantasan di BNN Kota Kediri. Fitur yang terdapat dalam Sistem Informasi Pengguna Narkoba BNN Kota Kediri adalah dapat melihat data pengguna narkoba, dapat melakukan proses pencarian pada data pengguna narkoba, dapat menambah data pengguna narkoba, dapat melihat detail data penguna narkoba, selain itu sistem informasi ini dapat mempresentasikan jumlah pengguna dalam bentuk peta, dan dapat melakukan proses print pada data pengguna narkoba BNN Kota Kediri.
Pengaruh Penerapan Mini Library dan Digital Library Terhadap Minat Baca Siswa Rinanza Zulmy Alhamri; Abidatul Izzah
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 3 No. 1 (2018): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.557 KB)

Abstract

Yayasan Arrahman adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pendidikan dengan memiliki 4 buah sekolah dengan jenjang Play Group, TK, SD, dan SMP. Selama ini, permasalahan yang dihadapi oleh sekolah di lingkungan yayasan Arrahman ini adalah tata kelola dan fasilitas sekolah yang belum maksimal. Salah satunya adalah fasilitas perpustakaan yang seharusnya dimiliki oleh setiap sekolah. Karena minimnya fasilitas yang berada di sekolah, menyebabkan masih kurangnya minat baca dan kurangnya minat guru dan siswa mengunjungi perpustakaan ini. Melihat kondisi ini, pengusul bersama Kepala Sekolah dan pengurus Perpustakaan SD Plus dan SMP Plus Arrahman (mitra) berupaya untuk menggalakkan budaya membaca guru dan siswa dengan cara mengajak guru dan siswa untuk mengunjungi perpustakaan dengan cara membangun perpustakaan dari segi fisik dan pelayanan melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Pada program PKM ini telah dibangun mini library dan digital library untuk masing-masing sekolah yakni SD Plus dan SMP Plus Arrahman. Pembangunan mini library adalah program untuk membantu pihak sekolah dalam membangun perpustakaan dari segi fisik karena perpustakaan yang telah tersedia belum memiliki rak buku dan tempat duduk yang nyaman untuk membaca yang mencukupi. Sedangkan pembangunan digital library merupakan upaya untuk membantu dari segi pelayanan, pencatatan dan pengarsipan di perpustakaan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Selanjutnya dilakukkan juga kegiatan pelatihan dan pendampingan petugas perpustakaan yang belum mampu mengoperasikan sistem informasi perpustakaan yang standar dan bersifat open source yakni Senayan Library Management System (SLIMS). Dengan demikian, pada program telah berhasil dibangun mini library dan digital library di Perpustakaan SD Plus Arrahman dan SMP Plus Arrahman Kediri. Hasil yang diperoleh adalah meningkatnya pemahaman dan ketrampilan pustakawan dalam pelayanan pengelolaan perpustakaan dan bertambahnya kunjungan murid di perpustakaan. Selanjutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan, pencatatan transaksi peminjamann telah dilakukan secara komputerisasi dantelah tercatat 60 kali transaksi peminjaman buku dengan rata-rata 2 kali dalam sehari. Selanjutnya, dari hasil evaluasi yang diperoleh dari kuisioner, 65% responden menyatakan bahwa digilib yang dibangun dapat meningkatkan pengelolaan dalam memudahkan/mempercepat pengelolaan perpustakaan dan 53% responden menyatakan bahwa minilib mampu memberikan fasilitas tambahan bagi perpustakaan sehingga mampu meningkatkan jumlah kunjungan di perpustakaan.
Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Mengembangkan Promosi Wisata Kampung Lele Kediri Rinanza Zulmy Alhamri; Toga Aldila Cinderatama; Fadelis Sukya; Fery Sofian Effendi; Kunti Eliyen
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 6 No. 1 (2021): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.911 KB)

Abstract

Mitra merupakan Wisata Kampung Lele yang berlokasi di Ds. Tales, Kec. Ngadiluwih, Kab. Kediri dimana usaha ini murni didirikan oleh masyarakat setempat. Semenjak adanya pandemi COVID19, Mitra mengalami penurunan pendapatan sampai 50% di 10 bulan terakhir. Terdapat dua masalah yang timbul, pertama adalah kurangnya minat pengunjung karena adanya era New Normal dan yang kedua adalah penurunan pendapatan membuat tidak adanya anggaran untuk promosi. Terdapat dua solusi yang ditawarkan yang pertama di bidang manajemen, untuk menambah pendapatan maka dimanfaatkan transaksi online di masa New Normal sehingga diselenggarakan pelatihan pemanfaatan e-commerce dan yang kedua di bidang pemasaran adalah pengembangan media promosi meliputi pembangunan papan baliho, pembuatan website profil, dan perbaikan tampilan media sosial Instagram. Terdapat lima tahapan dalam melaksanakan kegiatan meliputi Koordinasi Internal Tim, Koordinasi Timdengan Mitra, Pengambangan Media Promosi, Pelatihan Pemanfaatan e-Commerce, dan Evaluasi Kegiatan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah Mitra telah memanfaatkan aplikasi Android untuk e-commerce GoFood, memiliki website profil https://kampunglelekediri.com, papan baliho, dan diperbaharuinya tampilan media sosial Instagram @kampunglele54. Hasil evaluasi kegiatan menyatakan bahwa berdasarkan kuisioner Skala Likert keterampilan Mitra meningkat. Sedangkan darisegi pemanfaatan tenologi informasi dalam rentang satu bulan, order GoFood mencapai Rp294.500,00, website profil mencapai 306 pengunjung, dan follower instagram meningkat sejumlah 74 follower.
Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Pembelajaran Daring Ratna Widyastuti; Abidatul Izzah; Rinanza Zulmy Alhamri; Benni Agung Nugroho; Ellya Nurfarida
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terintegrasi Vol. 6 No. 1 (2021): J-INDEKS
Publisher : P2M Polinema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.916 KB)

Abstract

The high interest of the students has motivated the teachers at SDN Dermo 1 to improve the quality of learning. Therefore, they initiate to create a learning media innovations such as manipulative media and computer media. However, building a learning innovations with computers-based was not accompanied by the abilities. To solve this problem, we hold community service activities that aimed to improve their capability in developing innovations by holding outreach on mathematics learning methods and training on implementing computer applications. The last step in this program is assistance in developing and implementing computer learning media in online course. Further, the Community Service Program named "Peningkatan Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Pembelajaran Daring" was carried out in 5 stages of preparation, socialization, training, mentoring, and evaluation. Finally, this community service program has been produced a training module and teacher's capability more better. About the training modules, it can be used in online learning-based learning media. It started from the perception to evaluation stage. In fact, the learning methods that applied in SD Negeri 1 Dermo Kediri is on the track with Minister of Education and Culture's direction. Other than that, the training program can increase the quality of learning.