Abstract.This study examines the influence of time budget pressure and audit task complexity on dysfunctional audit behavior (DAB) among certified public accountants in South Sulawesi, Indonesia. DAB includes actions such as premature audit sign-off and underreporting of audit time, often triggered by stress, cognitive overload, and role conflict. Grounded in bounded rationality and cognitive load theories, the research assumes that increased pressure and task complexity prompt auditors to rely on heuristics or shortcuts that compromise audit quality. Using a quantitative approach, structured questionnaires were distributed to 313 auditors selected through stratified random sampling. Correlation and regression analyses show that time budget pressure significantly influences premature sign-off (RAQP: r = 0.679; β = 1.021; p < 0.01) and underreporting (URT: r = 0.570; β = 0.536; p < 0.01). Audit task complexity also correlates with DAB, albeit more weakly (RAQP: r = 0.478; β = 0.552; URT: r = 0.350; β = 0.177; p < 0.01). These findings highlight the need for organizational interventions, including stress management, workload regulation, and realistic budgeting, to mitigate DAB. The study offers valuable insights for audit firms and regulators in promoting ethical and high-quality audit practices despite organizational pressures. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tekanan anggaran waktu dan kompleksitas tugas terhadap perilaku audit disfungsional (Dysfunctional Audit Behavior/DAB) pada auditor eksternal tersertifikasi di Sulawesi Selatan, Indonesia. DAB merupakan perilaku menyimpang yang menurunkan kualitas audit, seperti premature sign-off dan underreporting audit time, yang secara psikologis dipengaruhi stres, kelebihan beban kognitif, dan konflik peran. Teori rasionalitas terbatas (bounded rationality) dan beban kognitif, studi ini mengasumsikan bahwa tekanan organisasi dan kerumitan tugas dapat mendorong auditor untuk menggunakan heuristik atau jalan pintas dalam menyelesaikan tugas audit. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 313 auditor melalui teknik stratified random sampling. Hasil analisis korelasi dan regresi menunjukkan bahwa tekanan anggaran waktu memiliki pengaruh signifikan terhadap RAQP (r=0,679; β=1,021; p<0,01) dan URT (r=0,570; β=0,536; p<0,01), sedangkan kompleksitas tugas juga menunjukkan hubungan signifikan namun lebih rendah terhadap kedua bentuk DAB (RAQP: r=0,478; β=0,552; URT: r=0,350; β=0,177; p<0,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tekanan waktu dan kompleksitas tugas berpotensi besar dalam mendorong perilaku disfungsional, sehingga diperlukan intervensi organisasi berupa pelatihan manajemen stres, penyesuaian beban kerja, serta evaluasi realistis terhadap alokasi waktu dan tugas audit. Studi ini diharapkan dapat menjadi landasan dalam perumusan kebijakan internal dan pengawasan audit yang lebih adaptif terhadap tekanan psikologis auditor.