Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Perbandingan Nilai Guna Pada Penggunaan Mesin Semi Otomatis Dengan Peralatan Tradisional Pada Pembuatan Tempe Bungkil Anam, Muchammad Khoyrul; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1111

Abstract

Proses produksi di industri tempe bungkil di daerah Kediri, salah satunya milik Ibu Juminar masih menggunakan alat tradisional untuk memenuhi kebutuhan pasarnya. Semakin hari semakin besar pula permintaan pasar akan hasil olahan dari ampas tahu yang berupa tempe bungkil. Seiring meningkatnya permintaan tetapi peralatan yang berada di UMK milik Ibu Juminar masih menggunkan alat yang masih tradisional membuat UMK sangat kualahan dan bahkan tidak dapat memenuhi kebutuhan pasar. Maka dari itu diperlukannya sebuah inovasi mesin semi otomatis pada alat tradisional agar dapat membantu produksi pengolahan tempe bungkil pada UMK Ibu Juminar supaya bisa mencapai target produksi. Tetapi dalam pembuatan sebuah mesin semi otomatis harus dipertimbangkan tingkat efisiensi waktu proses produksi pengolahan tempe bungkil dan juga biaya yang seimbang supaya tidak terjadi pembengkakan biaya produksi mesin semi otomatis tetapi tidak ada perbedaan waktu dalam proses pengolahan tempe bungkil. Maka dibuatlah Analisis Perbandingan Nilai Guna Pada Penggunaan Mesin Semi Otomatis Dengan Peralatan Tradisional Pada Pembuatan Tempe Bungkil.
Rancang Bangun Mesin Press Ampas Kedelai Dengan Sistem Ulir Semi Otomatis pamungkas, Danu; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1113

Abstract

Kediri merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan sebutan kota tahu karena mayoritas masyarakatnya memiliki industri pembuatan tahu. Limbah dari pembuatan tahu berupa ampas basah sering kali hanya di gunakan untuk pakan ternak saja. Sedangkan kandungan protein ampas tahu cukup tinggi yaitu 24,77% dan kandungan karbohidrat 25,46%. ampas kedelai juga memiliki kandungan serat kasar yang sangat tinggi, yaitu 23,58%. Industri kecil pembuatan tempe bungkil tradisional milik Ibu Juminar sangat potensial jika ada inovasi pada proses produksi salah satunya proses pengepresan ampas kedelai sebagai bahan dasar tembuatan tempe. Hal ini bertujuan untuk efisiensi SDM dan waktu penyelesaiannya. Dimana UMKM tempe bungkil Ibu Juminar melakukan produksi dengan sistem manual sedangkan permintaan pasar terus meningkat. Maka dicari solusi membuat mesin pres ampas kedelai. Proyek akhir ini bertujuan merancang, membuat, menguji mesin pres semi otomatis. Metode yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan. Dari perancangan yang dilakukan, dihasilkan suatu mesin pres ampas tahu dengan sistem ulir semi otomatis dengan spesifikasi: kapasistas pengepresan 1,04kg/menit, motor listrik dc dengan daya 0,12HP. Data yang dihasilkan penggunakan alat pengepres ampas tahu dengan sistem ulir semi otomatis lebih baik dibandingkan manual. Sehingga alat ini sangat dibutuhkan untuk proses pengepresan pada UMKM pembuatan tempe bungkil
Analisis Perbandingan Bentuk Pisau Pengaduk Pada Alat Pencampur Ampas Tahu Dan Ragi Dengan Kapasitas 25 Kg Prasinta, Hendra Tri; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1115

Abstract

Pengolahan tempe bungkil mayoritas masih menggunakan proses secara manual. Proses pembuatan tempe bungkil yang memegang bagian penting sebagai penentu mutu tempe bungkil yaitu proses peragian ampas tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil dari tempe bungkil juga ditentukan oleh jenis pengaduk yang digunakan yaitu model spiral dan model jari-jari. Setelah melakukan penelitian hasil analisa data dapat ditentukan maka untuk interpretasi mengenai hasil analisis sebagai berikut. Observasi ini untuk mengetahui bagaimana hasil perbandingan pengaduk ampas tahu dan ragi dengan pisau model spiral dengan pisau model jari-jari. Jika dilihat pada hasil observasi dan wawancara, tingkat efisiensi alat tercapai jika menggunakan pisau model spiral. Untuk karakteristik hasil pengadukan menghasilkan tempe bungkil yang bagus jika menggunakan pisau model spiral, sedangkan menggunakan pisau model jari-jari pengadukan masih kurang merata. Hasil analisis dan uji coba dari mesin pencampur ampas tahu dan ragi kapasitas 25 kg menjadi alat pengaduk yang efisien dan masih perlu dilakukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, untuk mengoptimalkan kinerja, kelengkapan komponen untuk digunakan pada industri.
Rancang Bangun Mesin Pengayak Ampas Tahu Menggunakan Sistem Rotari Arisusilo, Nurwindu; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1120

Abstract

ampas tahu sangat banyak manfaat dan juga bisa sebagai lahan untuk membantu perekonomian masyarakat sehingga bisa mengurangi jumlah penduduk yang mengalam ipengangguran ampas tahu ini juga bisa di kembangkan dengan pembuatan yang lebih canggih untuk mengembangkan olahan tempe bungkil.Sehingga dalam pembuatannya harus dioptimalkan yang dapat di nikmati, tetapi pengolah ini memakan waktu yang cukup lama. Dengan pembuatan alat pengayak ampas tahu dengan sistem rotary ini akan sangat membantu mempercepat proses produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin meningkat. Dengan adanya desain alat ini dapat memudahkan pelaku usaha untuk mempersingkat waktu produksi dan menghemat tenaga. Desain mesin ini menggunakan motor listrik sebagai sumber penggerak, sehingga as berputar. Tenaga dari motor listrik ditransmisikan ke as melalui pulley dan vanbelt. as berputar dengan kecepatan tertentu, dengan pisau penekan dalam yang mampu menekan ampas tahu hingga halus seiring dengan berputarnya pisau.Metode perancangan mesin adalah studi pustaka dan pengamatan. Dari perancangan yang di lakukan, dihasilkan suatu mesin pengayak ampas tahu dengan sistem rotari dengan spesifikasi : kapasistas pengayakan 4,6kg/menit , motor listrik 2800rpm. Data yang di hasilkan penggunakan alat pengayak ampas tahu dengan sistem rotari lebih baik dibandingkan manual. Sehingga alat ini sangat dibutuhkan untuk proses pengayakan pada UMKM pembuatan tempe bungkil
Rancang Bangun Mesin Pengayak Ampas Tahu Dengan Sistem Pengayak Berputar Kapasitas 25 Kg Semi Otomatis Prayitno, Suhendro; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1123

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan perekonomian. Pertumbuhan UMKM tenaga kerja sehingga membantu pemerintah dalam menyerap banyak tenaga kerja sehingga mengentaskan permasalahan pengangguran, memperluas lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat kontribusinya terhadap pendapatan Negara. Kegiatan pemasaran yang dilakukan perlu dikoordinasikan dan diarahkan untuk mencapai tujuan pemasarannya. Alat koordinasi kegiatan tersebut adalah kegiatan yang langsung berkaitan dengan mengalirnya barang ke konsumen dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Berbagai jenis produk yang dihasilkan pelaku bisnis UMKM ini memiliki kualitas. Hal inidikarenakan 2 keinginan mereka untuk mampu bersaing di pasar. Sekalipun parapelaku bisnis tersebut bertaraf UMKM tetapi mereka mempertimbangkan aspek mutu dan kualitas sebelum barang yang mereka hasilkan akan dipasarkan. Alasan parapelaku bisnis UMKM mempertimbangkan aspek mutu dan kualitas tentu salah satunya dikarenakan kesadaran mereka terhadap konsumen dan calon konsumen yang lebih selektif sebelum melakukan keputusan pembelian. Keberadaaan pelaku parapelaku bisnis UMKM memberikan andil yang cukup signifikan bagi pembangunan perekonomian. Dalam halini usaha yang mereka bangun menyerap tenaga kerja di daerahnya masing masing.
Rancang Bangun Mesin Pencampur Ragi Dan Ampas Tahu Dengan Model Pisau Jari-Jari Kapasitas 25 Kg Prasetya, Irfan Yoga; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1125

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh UMKM yang sebagaimana sebagai sumber kehidupan atau meningkatkan perekonomian masyarakat yang kebanyakan masih mengunakan metode manual atau tradisional dalam proses produksi utuk menghasilkan produk. Sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan kesulitan memenuhi permintaan konsumen yang setiap tahunya meningkat serta pekerja sering kali merasa kelelahan dalam bekerja. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana merancang alat pencampur ragi dan ampas tahu dengan kapasitas 25 Kg dan cara kerja mesin pencampur ragi dan ampas tahu menggunakan motor listrik. Pada perancangan ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka dan pengamatan. Hasil dari perancangan ini adalah kecepatan putaran mesin pencampur menggunakan kecepatan motor listrik bertenaga 0,75 HP, bertenaga 2800rpm dengan transisi gearbox 1 : 10 dan mesin pencampur dalam perancanagan ini merupakan penggerak motor listrik AC 220V yang menghasilkan kapasitas 25kgt
Rancang Bangun Mesin Pencampur Ampas Tahu dan Ragi Dengan Kapasitas 25 Kg Dwiyanto, Angga Septian; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1127

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemanfaatan limbah dan pengolahan limbah. Usaha tahu di Kabupaten Kediri khususnya di Desa Padangan, Kecamatan kayen Kidul.UMKM milik Bu Juminar adalah salah satu sentra produksi tempe bungkil. Tempe bungkil sendiri adalah jenis tempe yang bahan dasarnya berasal dari olahan limbah tahu padat / ampas kedelai yang dihasilkan dari sisa proses pembuatan tahu. Pada proses pengolahannya secara umum masih menggunakan metode tradisional yang memakan waktu cukup lama. Proses terpenting pembuatan tempe bungkil yang menentukan mutu tempe adalah proses pencampuran ragi dengan ampas kedelai, perlu pengerjaan yang optimal guna menjaga kualitas tempe. Untuk tetap mempertahankan mutunya, perlu untuk diberikan pengenalan teknologi sederhana dalam proses produksi tempe bungkil berupa mesin pencampur. Permasalahan dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana merancang alat pencampur ragi dan ampas tahu dengan kapasitas 25 Kg? (2) Bagaimana cara kerja mesin pencampur ragi dan ampas tahu menggunakan motor listrik?. Pada perancangan ini, metode yang digunakan adalah studi pustaka dan pengamatan. Kesimpulan dari hasil perancangan ini adalah kecepatan putaran mesin pencampur menggunakan kecepatan motor listrik bertenaga 0,75 HP, bertenaga 2800rpm dengan transisi gearbox 1 : 10 dan mesin pencampur dalam perancanagan ini merupakan penggerak motor listrik AC 220V yang menghasilkan kapasitas 2,08kg/menit.
Karakteristik Hasil Proses Pyrolysis Jenis Plastik Pet 50%, HDPE 25% dan PP 25% Menggunakan Katalis Alam Metode SPSS Dan MATLAB Prasetiyo, Teofani Bagus; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 5 No. 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v5i3.1128

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena semakin menumpuknya sampah plastik yang sulit terurai sehingga mengakibatkan pencemaran lingkungan. Di Indonesia, kebutuhan plastik terus meningkat hingga mengalami kenaikan rata-rata 200 ton per tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan bakar alternatif hasil proses dari proses pirolisis plastic PET, HDPE, dan PP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental nyata. Dengan bahan sebagai variabel bebas dan viskositas, densitas dan flash point sebagai variabel terikat serta suhu kondensor dan tekanan pada reaktor sebagai variabel kontrol. Dari Hasil penelitian yang telah dilakukan, pada temperatur 250ºC minyak hasil pirolisis berwarna merah tua jernih, mempunyai nilai viskositas 1,15 cSt, Densitas 0,072Kg/m3,Flash point 1,7ºC dan memiliki nilai kalor 10,831 . selanjutnya pada temperatur 300ºC minyak hasil pirolisis berwarna merah tua jernih tanpa adanya endapan dengan nilai viskositas 1,21 cSt, Densitas 0,073Kg/m3, Flash point 2ºC dan memiliki nilai kalor 10,672 . Pada temperatur 350ºC minyak pirolisis berwarna hitam pekat karena adanya endapan seperti pada suhu 300ºC tetapi mempunyai nilai viskositas 1,29 cSt, Densitas 0,074Kg/m3, Flash point2,7 C dan memiliki nilai kalor 10,559. pada temperatur 400ºC minyak hasil pirolisis berwarna pekat dan terdapat banyak endapan dan mempunyai nilai viskositas 1,32 cSt, Densitas 0,075Kg/m3, Flash point3,3ºC dan memiliki nilai kalor 10,271.Dari ketiga sifat karakteristik bahan plastik campuran PET 50% PP 25% dan HDPE 25% memiliki temperatur optimum yang berbeda. Sifat karakteristik yang dimiliki bahan plastik Campuran PET 50% PP 25% dan HDPE 25% memiliki nilai viskositas, densitas, dan flash point terendah rata-rata pada temperatur 2000C. Dalam penelitian ini kualitas cairan hasil pirolisis yang terbaik adalah dengan warna merah jernih tanpa adanya endapan.
Analisa Kebutuhan Daya Pada Mesin Pemarut Kelapa Kapasitas 20 Kg/Jam Nugroho, Ahmad Adi; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i1.2489

Abstract

Kelapa memiliki peranan penting sebagai bahan baku makanan atau bahan industry yang biasanya kelapa diolah terlebih dahulu menjadi santan minyak kopra dan biodiesel. semua produk olahan tersebut berawal dari santan yang dihasilkan melalui proses pemarutan buah kelapa kemudian diambil dan diperas diambil sarinya. Salah satu tahapan proses pembuatan santan yaitu proses pemarutan kelapa yang dapat dilakukan menggunakan mesin pemarut kelapa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu menganlisa kebutuhan daya pada mesin pemarut kelapa. Metode yang digunakan diantaranya dokumentasi, studi literature, dan observasi dilapangan. Berdasarkan analisa data dapat diketahui jumlah momen inersia massa dari masing masing kompenen pemarut sebesar 1,92x 10ˉ⁴, kgm². Hasil dari perhitungan kecepatan sudut sebesar 345 rad/s perhitungan gaya 9,8 N torsi sebesar 0,311 Nm dan Rpm yang diharapkan dari mesin pemarut 3300 Rpm, sehingga diperoleh hasil dari kebutuhan daya mesin pemarut kelapa sebesar: 0,195 Hp atau 145 watt dari perhitungan tersebut maka motor dengan daya 0,25 Hp dapat digunakan untuk menggerakan mekanisme pemarut. Maka dapat disimpulkan bahwa kebutuhan daya pada mesin pemarut adalah 145 watt.
Rancang Bangun Alat Pemeras Kelapa Semi Otomatis Kapasitas 20 KG/jam Rismawan, Enrile Bayu; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 6 No. 1 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v6i1.2491

Abstract

Pohon kelapa kelapa sering dijuluki pohon surga karena dari setiap bagian tanamannya dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagain kebutuhan kehidupan manusia. Habitat paling dominan adalah kawasan pantai hingga ketinggian 600m dari permukaan laut, oleh karenanya mudah ditemukan diseluruh wilayah Indonesia. Setelah melakukan pengamatan dan data pengumpulan di berbagai pelaku usaha jasa pemeras kelapa dan pelaku usaha yang menggunakan mesin pemeras kelapa untuk diambil santannya mereka mengeluh besarnya biaya yang dikeluarkan setiap bulanya untuk membeli bahan bakar minyak untuk menghidupkan mesin motor bakar, setiap bulan mereka rata- rata menghabiskan 300 ribu untuk membeli bahan bakarnya itu pun belum termasuk biaya perawatanya, selain itu biaya perawatan motor bakar juga lebih banyak dibanding dengan motor listrik pelanggan mereka juga mengeluhkan waktu dan tenaga terbuang untuk memeras santan secara manual. Dari latang belakang teresebut maka tercetuslah ide untuk membuat alat yang bertema alat pemarut dan pemeras kelapa bersistem semi otomatis kapasitas 20 kg/jam dengan daya yang rendah dan terjangkau bagi semua kalangan tetap bisa menampung beban kapasitas pemarutan yang cukup banyak. Mesin pemeras santan dirancang dan dibuat dengan ulir sebagai alat pemerasnya. Prinsip kerja dari alat pemeras ini yaitu pertama pastikan motor lpenggerak terhubung dengan listrik, setelah itu masukan parutan kelapa kedalam corong mesin pemeras kemudia parutan kelapa akan berputar dan dimasukan kedalam ulir tabung press, kemudian ulir berjalan dengan prinsipnya ada daya penekanan, maka santan akan keluar terpisah melalui saringan dan ampas keluar melalui saluran pembuangan ampas kelapa. Berdasarkan uji coba apada alat pemeras kelapa didapat beberapa data yaitu ; untuk memeras 20 kg kelapa membutuhkan waktu sekitar 59-60 menit jadi setiap 1 kg kelapa membutuhkan waktu sekitar 3 menit.
Co-Authors Abidin, Mohammad Zainul Adi Nugroho Agus Dwi Anggono AM Mufarrih Amrulloh, Dian Chafid Anam, Muchammad Khoyrul Anggoro, Andika Dwi ANSORI, RIKI DWI ANDRIAN Anwar, Ariful Arifirnando, Lucky Aris Wibowo Arisusilo, Nurwindu Budi Setiawan Dwi Setyawan Dwiyanto, Angga Septian Fardana, Fendi Fauzi, Ah Sulhan Hanggara, Yogariestya Hasan, Ahmad Fauzi Hasim, Bima Lukman Herlanto, Frendy Edo Hesti Istiqlaliyah Ilham, M. Muslimin Ilham, Muhammad Muslimin Indrayono, Faruq Roziqi INRIANTO, CHARIS MICHEL Irwan Setyowidodo, Irwan Julianto, Mackrop Kuni Nadliroh Lanang, Yonald Adzandy Lubis, Abdul Munir Hidayat Syah M. ABDUR ROJIB M. Dewi Manikta Puspitasari M. Khoirul Anam M. Muslimin Ilham Maulian Amroni, Asna Maulian Amroni Mohammad Muslimin Ilham Muslim, Muhammad Daris Nugroho, Ahmad Adi Nur Rokhim, Nur Nuryosuwito Nuryosuwito, Nuryosuwito Pamungkas, Danu Pramesti, Yasinta Sindy Prasetiyo, Teofani Bagus Prasetya, Irfan Yoga Prasinta, Hendra Tri Prayitno, Akaz Dwi Prayitno, Suhendro Prayogi, Septiyan Wahyu Predianto, Engga Purwinanto, Rolistian Willy Putra, Andreas Danang Erwin Syah Rahman, Reza Aulia Ramadan, Desta Tri Resty Wulanningrum Rina Firliana Rismawan, Enrile Bayu Risqi Tri Wahyuningkrat Rofiq, Aji Rizal Ainur Rolistian Willy Purwinanto Sabarudin Sabarudin Saputra, Didan Juni Sari, Ayu Perwita Septianto, Yoga Setiawan, Ahmad Candra Sodiq, Achmad Fajar Subandriyo, Susdi Susela, Aditya Susetyo, Nasyiruloh Dwi Tirtana, Belandy Wimala Uriansyah, Faridz Ashar Winata, Ayis Nuredi Yasinta Sindy yulianto, warandani