Claim Missing Document
Check
Articles

Bleaching Silika dari Bagase sebagai Bahan Semikonduktor Solar Sel Nadliroh, Kuni; Rhohman, Fatkur; Puspitasari, M Dewi Manikta
Nusantara of Engineering (NOE) Vol 8 No 02 (2025): Volume 8 Nomor 2 - 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/noe.v8i02.24756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan semikonduktor untuk membuat solar sel, sebagaimana yang telah diketahui bahwa solar sel dibentuk oleh semikonduktor yang dirangkai sedemikian rupa sehingga mampu mengkonversi sinar matahari menjadi arus listrik. Dalam hal ini peneliti menyoroti bahan pembuatan semikonduktor tersebut bisa dibuat dari bahan alam yang merupakan salah satu bentuk limbah dari pembuatan gula pasir, yaitu bagase. Dimana keberadaan bagasse sering mengganggu dan kalaupun digunakan hanya sebatas bahan bakar pengolahan gula dan akan menjadi abu yang hanya terbuang. Melihat tersebut maka peneliti berinisiatif untuk memanfaatkan bagasse tersebut dengan cara mengolahnya menjadi silika yang dapat digunakan untuk pembuatan bahan semikonduktor untuk pembuatan solar sel.
PENGARUH PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI SEREH PADA BAHAN BAKAR RON 90 TERHADAP PERFORMA MESIN SEPEDA MOTOR MATIC 125 CC Rhohman, Fatkur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu proses pembakaran, persentase energi yang digunakan secara efektif hanya 25%, sisanya terbuang dalam berbagai bentuk. Nilai oktan merupakan indikator bahan bakar bensin. Semakin tinggi RON, semakin baik bahan bakarnya. Untuk bahan bakar solar, penambahan minyak atsiri dapat meningkatkan performa kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri serai wangi terhadap kinerja kendaraan bermotor matic. Hal ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan minyak atsiri serai wangi dengan dosis tertentu terhadap daya dan torsi pada kendaraan bermotor matic. Bahan bakar yang digunakan merupakan campuran Bahan Bakar RON 90 dan minyak atsiri serai wangi. Komposisi yang digunakan adalah 0 ml; 1ml; 2ml; 3ml; dan 4 ml dengan 1000 ml satu sama lain. Kendaraan yang digunakan adalah sepeda motor matic dengan rasio kompresi 9,6:1. Kendaraan tersebut berjenis karburator. Kapasitas mesinnya 125cc. Penelitian ini menggunakan alat uji dyno. Dari hasilnya, penggunaan minyak atsiri serai mampu memberikan peningkatan tenaga dan torsi. Peningkatan tersebut memerlukan dosis minimal. Untuk menambah tenaga, dosis minimal yang dibutuhkan adalah 4 ml dicampur dengan 1.000 ml bahan bakar RON 90. Peningkatan tenaga yang dihasilkan sebesar 4,82% dibandingkan bila menggunakan minyak atsiri. Sedangkan untuk meningkatkan torsi, dosis minimal yang dibutuhkan adalah 2 ml minyak atsiri yang dicampur dengan 1.000 ml bahan bakar RON 90. Peningkatan torsi yang diperoleh sebesar 7,7% dibandingkan tidak menggunakan minyak atsiri.
Pengaruh proses perlakuan panas terhadap penggunaan media pendingin terhadap kekuatan tarik material ST-41 Setyawan, Dwi; Rhohman, Fatkur; Mufarrih, Am.
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12291

Abstract

Kekerasan pada komponen mesin yang terbuat dari baja, dapat diperoleh melalui proses perlakuan panas atau perlakuan permukaan. Proses peningkatan kekerasan menggunakan panas kemudian dengan dinginkan dengan media pedingin serta holding time yang ditentukan merupakan cara yang banyak dilakukan untuk baja karbon medium dan tinggi. Penelitian untuk memperoleh hasil kekuatan tarik dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh media pendingin dan holding time pada proses perlakuan panas terhadap kekuatan tarik material ST 41. Metode penelitian yang digunakan eksperimen murni (true experimental) dengan analisa data menggunakan analysis of varians pada program minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang mampu memberikan pengaruh paling besar terhadap kekuatan tarik adalah holding time selama 15 menit dengan media pendingin air sebesar 64 kN. Hasil analisa untuk holding time memiliki pengaruh terhadap kekutan tarik dengan p-value sebesar <0,05 (nilai signifikan) sedangkan untuk media pendinginan tidak memiliki pengaruh terhadap kekuatan tarik dimana p-value sebesar >0,05 (nilai signifikan). Sehingga dapat disimpulkan faktor holding time berpengaruh terhadap kekuatan tarik dan untuk faktor media pendingin tidak berpengaruh terhadap kekuatan tarik secara signifikan.
Analisa posisi derajat tonjolan magnet (trigger magnet) pada konsumsi bahan bakar Rhohman, Fatkur; Subandriyo, Susdi; Istiqlaliyah, Hesti
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i1.12295

Abstract

Dalam dunia otomotif, banyak dilakukan berbagai modifikasi untuk meningkatkan performa mesin. Salah satu yang dilakukan adalah dengan memaksimalkan pembakaran yang terjadi di ruang bakar. Dengan memaksimalkan sistem pengapian dalam proses pembakaran, diharapkan dapat memperbesar percikan bunga api dari busi. Salah satu komponenyang mempengaruhi proses pembakaran adalah Magnet, berfungsi untuk menimbulkan listrik yang akan menjadi arus listrik tegangan tinggi dan memungkinkan terjadinya loncatan bunga api pada busi. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah modifikasi tregger magnet yang dimundurkan 0,50, menjadi 9,50 dan 90. secara umum tidak terdapat perbedaan signifikan. nilai Fhitung untuk hasil pada jenis trigger magnet = 3.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0) artinya memundurkan tonjolan magnet (trigger magnet) 90 dan 9,50 tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, Fhitung untuk hasil putaran mesin rpm 6000, 7000, 8000 menghasilkan = 1.00 < F(0.05; 2,24) = 3,40 (ditolak H0) artinya tingkat putaran mesin tersebut tidak berpengaruh secara signifikan. Jadi tidak ada pengaruh konsumsi bahan bakar pada trigger magnet yang dimodifikasi, maupun pada rpm 6000, rpm 7000 dan rpm 8000
Analisa Dasar Proses Pengolah Sampah Plastik Bekas Menjadi Bahan Bakar Alternatif Dengan Proses Pirolisis Nuryosuwito, Nuryosuwito; rhohman, fatkur
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13124

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya sampah plastik yang sulit terurai. Sampah plastik menjadi sebab munculnya berbagai permasalahan, seperti: sumber penyakit, pencemaran tanah, pencemaran air, dan jika dibakar menjadi pencemaran udara yang sangat berbahaya bagi yang menghirupnya. Belum adanya cara pengolahan sampah plastik yang tepat menjadi masalah yang serius kedepan. Upaya pemanfaatan kembali (Reuse) hanya berguna untuk memperpanjang masa pakai, tetapi tidak mengurangi jumlah sampah yang ada. Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk menyelesaikan permasalahan dari sampah plastik dengan cara merubah sampah menjadi bahan bakar alternatif pengganti bensin. Sedangkan secara khusus, tujuan penelitian ini adalah untuk mengambil data yang dihasilkan dari proses pirolisis, meliputi data suhu api kompor, suhu tungku, suhu dalam tungku, suhu pendingin, jumlah cairan yang dihasilkan dari hasil proses pirolisis tersebut, dan residu yang dihasilkan dari proses pirolisis tersebut. sehingga dapat diperoleh menurunan bobot dari sampah awal dengan sampah akhir. Gambaran proses untuk merubah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif tersebut adalah dengan dilakukan pembakaran sampah agar menjadi bentuk cair dalam alat pirolisis. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa data yang diperoleh dari hasil proses pirolisis tersebut. Dari data yang telah diketahui, untuk suhu api, suhu luar tungku, dan suhu dalam tungku, dan jumlah BBM hasil pirolisis senderung meningkat, sampai pada suatu waktu cenderung stabil. Hal itu menandakan bahwa proses telah selesai karena sampah sudah tidak bisa diolah menjadi bahan bakar cair lagi. Sedangkan untuk suhu ruang pendingin, terjadi kenaikan dan penurunan yang tidak stabil. Sehingga tidak bisa digambarkan dengan baik
Analisa dan evaluasi rancang bangun insinerator sederhana dalam mengelola sampah rumah tangga Rhohman, Fatkur; Ilham, Muhammad Muslimin
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengevaluasi pengelolaan sampah yang menggunakan insinerator sederhana. Tujuan awal pembuatan insinerator tersebut adalah untuk mengurangi tumpukan sampah rumah tangga di desa ABC. Dengan mempelajari model insinerator limbah B3 (Bahan berbahaya dan beracun) di rumah sakit, akhirnya penduduk dan akademisi berinisiatif untuk membuat insinerator sederhana. Namun dalam pelaksanaanya, ternyata ada beberapa hal yang menyebabkan proses pembakaran dalam insinerator tersebut tidak berjalan baik. Sehingga proses pengelolaan sampah dengan menggunakan insinerator tersebut tidak bisa menyelesaikan permasalahan sampah secara sempurna. Pada akhirnya, sampah-sampah tersebut menjadi gunungan sampah di tempat pembuangan sampah.
Perbandingan Bahan Bakar Premium Dengan Produk Cair Hasil Pyrolisis Plastik PET dan PP yulianto, warandani; nuryosuwito, nuryosuwito; rhohman, fatkur
Jurnal Mesin Nusantara Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v1i2.13627

Abstract

Salah satu alternative penanganan sampah plastik yang saat ini banyak diteliti dan dikembangkan adalah mengubah sampah plastik menjadi bahan bakara alternatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bahan bakar cair dari pirolisis sampah plastik, dengan nilai kalor dan mutu bahan bakar minyak yang baik. Metode yang digunakan adalah menggunakan proses pirolisis. Pirolisis atau devolatilisasi adalah proses fraksinasi material oleh suhu. Proses pirolisis dimulai pada temperature sekitar 500°C, ketika komponen yang tidak stabil secara termal, dan volatile matters pada sampah akan pecah dan menguap bersamaan dengan komponen lainnya. Hasil dari proses pirolisis ini berupa cairan yang bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif, selain itu gas yang dihasilkan dari proses pirolisis juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar saat proses pirolisis berlangsung. Berdasarkan hasil eksperimen dan analisa data yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa konsumsi bahan bakar plastik PET dan PP lebih rendah dari bahan bakar premium dengan perbedaan yang signifikan. Dimana bahan bakar plastik PET dan PP dengan nilai konsumsi bahan bakar rata-rata untuk kecepatan 2000 rpm selama 2 menit sebesar 8,7 ml sedangkan nilai konsumsi rata-rata bahan bakar premium dengan kecepatan dan waktu yang sama sebesar 13 ml, sehingga dapat dipastikan hasil produk pirolisis plastik PET dan PP lebih irit daripada bahan bakar premium.
Analisa Karakteristik Bahan Bakar Pirolisis Jenis Plastik PET Dicampur Serabut Kelapa Menggunakan Program Matlab Amrulloh, Dian Chafid; Nuryosuwito, Nuryosuwito; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.90

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pencemaran lingkungan yang disebabkan karena semakin menumpuknya sampah plastik yang sulit terurai. Serta belum adanya cara yang tepat untuk mengolah limbah yang timbul dari industri di sektor kelapa juga melatarbelakangi dilakukan penelitian ini. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan bakar cair hasil pirolisis plastik PET dengan ser abut kelapa ditinjau dari viskositas,densitas, dan flash point. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Dengan variabel bebasnya adalah bahan dan variabel bebasnya adalah nilai viskositas, densitas dan flash point. Serta tekanan dan temperatur kondensor sebagai variabel kontrol. Hasil penelitian yang telah dilakukan, pada temperatur 250ºC minyak hasil pirolisis berwarna pekat dan terdapat endapan, mempunyai nilai viskositas 0,95 cSt, Densitas 0,075Kg/m3 dan Flash point 1,4ºC. selanjutnya pada temperatur 300ºC minyak hasil pirolisis berwarna merah tua jernih tanpa adanya endapan dengan nilai viskositas 0,90 cSt, Densitas 0,074Kg/m3 dan Flash point 2ºC. Pada temperatur 350ºC minyak pirolisis berwarna merah tua jernih seperti pada suhu 300ºC tetapi mempunyai nilai viskositas 0,89 cSt, Densitas 0,075Kg/m3 dan Flash point 1,5ºC. pada temperatur 400ºC minyak hasil pirolisis berwarna pekat dan terdapat banyak endapan dan mempunyai nilai viskositas 0,90 cSt, Densitas 0,076Kg/m3 dan Flash point 1,8ºC. Dalam pembuatan grafik penelitian ini menggunakan program matlab.
Analisis Pengaruh Penambahan Katalis Feldspar 5% dan 10% Terhadap Suhu Leleh Limbah Kaca Setiawan, Ahmad Candra; Nadliroh, Kuni; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.95

Abstract

Kaca merupakan bahan yang dibuat dari silika (SiO2). Campuran batu pasir dengan fluks yang menghasilkan kekentalan dan titik leleh yang tidak terlalu tinggi, untuk kemudian dicampur lagi dengan bahan stabilisator supaya kuat. Limbah kaca yang terdapat pada industri kaca memiliki titik leleh yang sangat tinggi mencapai 1200°C sampai 1400°C. Dilihat dari unsur-unsurnya, feldspar mengandung bahan fluks (Na2O atau K2O), alumina (Al2O3) dan silika (SiO2) yang sangat penting dalam industri kimia seperti industri kaca atau industri keramikdan berguna sebagai pelebur yang baik. Oleh karena itu proses katalis feldspar dibutuhkan dalam pelelehan limbah kaca untuk membantu mempercepat laju reaksi dan menurunkan titik leleh pada limbah kaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh katalis feldspar dengan persentase 5% dan 10% terhadap perubahan titik leleh limbah kaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah feldspar. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui katalis feldspar dalam menurunkan titik leleh pada kaca. Hasil penelitian menunjukan katalis feldspar 5% dan 10% dalam pelelehan limbah kaca tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap suhu leleh pada limbah kaca. Sehingga perlu ada penelitian lain yang bisa menemukan katalis yang lebih optimal untuk menurunkan titik leleh limbah kaca.
Perbandingan Pemakaian Bahan Bakar Cair Hasil Produk Pirolisis Jenis Plastik PP, Plastik PET Dan Katalis Terhadap Kinerja Mesin Rokhim, Nur; Nuryosuwito; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 4 No. 3 (2020): PROSIDING SEMNAS INOTEK Ke-IV Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v4i3.102

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui konsumsi bahan bakar dari sampah plastik jenis PP+PET+Katalis dibandingkan PET+Katalis. Selanjutnya juga diteliti kadar O2 yang dihasilkan dari gas buang dengan bahan bakar tersebut.. Botol air mineral, botol minuman bersoda, botol sampo, botol air kumur dan botol selai roti merupakan beberapa contoh jenis dan dan tipe plastik berjenis PET. Plastik PET memiliki titik leleh pada suhu 250°C – 260°C dan terdekomposisi pada suhu 480°C. Katalis mempercepat reaksi kimia namun tetap tidak berubah menjelang akhir proses. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode eksperimental (Experimental Research) dengan variabel bebasnya adalah konsumsi bahan bakar terhadap kerja mesin. Metode ini dilaksanakan dengan pengujian untuk mengetahui seberapa besar perbandingan konsumsi bahan bakar PET dengan PET & katalis zeolite. Selain itu juga untuk mengetahui seberapa tinggi kadar O2 yang dihasilkan dari gas buang dengan bahan bakar dengan komposisi PP+PET+Katalis yang dibandingkan dengan PET+Katalis. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa katalis bisa mempercepat pemrosesan bahan bakar hasil pirolisis. Kadar O2 pada gas buang yang dihasilkan oleh PET+Katalis lebih tinggi dari PP+PET+Katalis. Konsumsi bahan bakar yang digunakan oleh PET+Katalis lebih irit dari PP+PET+Katalis.
Co-Authors Abidin, Mohammad Zainul Adi Nugroho Agus Dwi Anggono AM Mufarrih Amrulloh, Dian Chafid Anam, Muchammad Khoyrul Anggoro, Andika Dwi ANSORI, RIKI DWI ANDRIAN Anwar, Ariful Arifirnando, Lucky Aris Wibowo Arisusilo, Nurwindu Budi Setiawan Dwi Setyawan Dwiyanto, Angga Septian Fardana, Fendi Fauzi, Ah Sulhan Hanggara, Yogariestya Hasan, Ahmad Fauzi Hasim, Bima Lukman Herlanto, Frendy Edo Hesti Istiqlaliyah Ilham, M. Muslimin Ilham, Muhammad Muslimin Indrayono, Faruq Roziqi INRIANTO, CHARIS MICHEL Irwan Setyowidodo, Irwan Julianto, Mackrop Kuni Nadliroh Lanang, Yonald Adzandy Lubis, Abdul Munir Hidayat Syah M. ABDUR ROJIB M. Dewi Manikta Puspitasari M. Khoirul Anam M. Muslimin Ilham Maulian Amroni, Asna Maulian Amroni Mohammad Muslimin Ilham Muslim, Muhammad Daris Nugroho, Ahmad Adi Nur Rokhim, Nur Nuryosuwito Nuryosuwito, Nuryosuwito Pamungkas, Danu Pramesti, Yasinta Sindy Prasetiyo, Teofani Bagus Prasetya, Irfan Yoga Prasinta, Hendra Tri Prayitno, Akaz Dwi Prayitno, Suhendro Prayogi, Septiyan Wahyu Predianto, Engga Purwinanto, Rolistian Willy Putra, Andreas Danang Erwin Syah Rahman, Reza Aulia Ramadan, Desta Tri Resty Wulanningrum Rina Firliana Rismawan, Enrile Bayu Risqi Tri Wahyuningkrat Rofiq, Aji Rizal Ainur Rolistian Willy Purwinanto Sabarudin Sabarudin Saputra, Didan Juni Sari, Ayu Perwita Septianto, Yoga Setiawan, Ahmad Candra Sodiq, Achmad Fajar Subandriyo, Susdi Susela, Aditya Susetyo, Nasyiruloh Dwi Tirtana, Belandy Wimala Uriansyah, Faridz Ashar Winata, Ayis Nuredi Yasinta Sindy yulianto, warandani