Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kebutuhan Daya Pada Alat Pengaduk Jenang Ketan Berkapasitas 20 Kg Saputra, Didan Juni; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 7 No. 3 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v7i3.3562

Abstract

Jenang ketan merupakan makanan tradisional dari Indonesia yang terbuat dari tepung beras atau ketan, lalu dimasak dengan santan dan gula merah atau gula kelapa. Tujuan dalam perancangan ini adalah untuk mengetahui kebutuhan daya motor listrik yang akan digunakan pada alat pengaduk jenang ketan. Dalam proses perancangan alat ini telah diketahui daya yang dibutuhkan untuk memutar pengaduk adalah 0,41 Hp. Dengan menggunakan motor listrik berkapasitas 0,5 Hp dan kecepatan mesin 1430 Rpm, mampu menggerakkan alat pengaduk jenang dari perbandingan gear box 1:50 serta menggunakan pulley  berdiameter 75mm yang mendapatkan hasil putaran output dari gear box sebesar 28 Rpm.  
Rancang Bangun Rangka Pada Alat Pengaduk Jenang Ketan Berkapasitas 20 Kg Abidin, Mohammad Zainul; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 7 No. 3 (2023): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v7i3.3563

Abstract

Jenang merupakan salah satu makanan yang banyak di jual oleh pedagang di pasar tradisonal. Jenang merupakan makanan yang terbuat dari gula merah dan memiliki banyak jenis olahan. Pada umumnya jika kita ingin membuat jenang maka kita butuh waktu yang lama untuk mengaduk santan dan gula merah, santan serta bahan lainnya. Untuk menghemat tenaga dan waktu saat pengadukan jenang maka diperlukan adanya alat pengaduk jenang ketan kapasitas 20 kg. Perancangan alat pengaduk jenang kapasitas 20 kg ini meliputi metode observasi, study literatur, desain alat dan perhitungan alat yang selanjutnya dilakukan pembuatan sesuai hasil desain. Penelitian ini menggunakan software autodesk inventor dan diperoleh hasil analisa dengan menggunakan bahan besi kanal berukuran 50 x 38 x 5 untuk rangka utama.
Rancan Bangun Sistem Transmisi Pada Mesin Pengiris Lontongan Kerupuk Dengan Kapasitas 90 kg/Jam Hasan, Ahmad Fauzi; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/yjft7633

Abstract

Kerupuk adalah makanan ringan yang sangat diminati oleh kalangan masyarakat Indonesia. Saat ini, kerupuk memiliki kelemahan dalam hal rasa, penampilan, dan cakup pasar yang terbatas. Begitu juga dengan proses pembuatannya, pembuatan kerupuk masih dilakukan secara manual dan kurang higenis. Dalam proses pembuatannya, proses pemotongan menjadi pertimbangan penting untuk menghasilkan kerupuk. Sehingga penting untuk meningkatkan kapasitan, kualitas, dan kebersihan proses produksi kerupuk. Berdasarkan uraian tersebut, penulis merancang mesin pengiris kerupuk lontongan dengan kapasitas 90 kg/jam. Spesifikasi sistem trasmisi pada mesin sebagai berikut: untuk ukulan pully kecil berdiameter 60 mm dan pully besar berdiameter 200 mm, v-belt menggunakan tipe A-40, poros berdiameter 1 inc dengan panjang 520 mm, bearing menggunakan dua dengan tipe Ucp 205-16, dan pegas dengan panjang 180 mm.
PERANCANGAN TURBIN UAP SUDU IMPULS SATU TINGKAT UNTUK PENGGERAK MESIN PENYARING SARI TAHU INRIANTO, CHARIS MICHEL; RHOHMAN, FATKUR
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 1 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jxme6g06

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang turbin uap sudu impuls satu tingkat sebagai penggerak mesin penyaring sari tahu dengan memanfaatkan uap dari proses pemasakan kedelai. Metode perancangan dilakukan secara numerik berdasarkan pendekatan termodinamika dan mekanika fluida, meliputi perhitungan volume spesifik, densitas uap, kecepatan aliran, laju massa, daya turbin, kecepatan tepi sudu, whirl velocity, dan sudut masuk uap. Hasil perancangan menunjukkan bahwa turbin mampu menghasilkan daya sebesar 208 watt, dengan putaran target 1000 RPM, pada pengujian aktual dapat menghasilkan putaran maksimum 7619 RPM dan torsi sebesar  1,98 Nm, serta sudut masuk uap sebesar 31,5°. Turbin dirancang dengan struktur kompak, menggunakan nozzle konvergen dan cakram berdiameter optimal, sehingga cocok diterapkan di industri pengolahan tahu skala kecil hingga menengah sebagai solusi hemat energi yang efisien dan ramah lingkungan.
Rancang Bangun Sistem Transmisi Turbin Uap dengan Mekanisme Pengayun Eksentrik untuk Proses Penyaringan Bubur Tahu Hasim, Bima Lukman; Rhohman, Fatkur
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ayfdg957

Abstract

Industri tahu skala kecil hingga menengah di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam efisiensi energi dan biaya operasional, khususnya pada proses penyaringan bubur tahu yang umumnya menggunakan motor listrik. Penelitian ini merancang sistem transmisi berbasis turbin uap impuls satu tahap dengan mekanisme pengayun eksentrik sebagai alternatif penggerak mesin penyaring. Energi yang digunakan berasal dari uap sisa boiler yang sebelumnya tidak dimanfaatkan. Sistem terdiri dari turbin uap, pulley, sabuk-V, gearbox reducer, poros eksentrik, batang penghubung, dan U-joint. Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu menurunkan kecepatan dari 1.000 rpm menjadi 25 rpm, serta menghasilkan stroke ayunan sebesar 40 cm. Uji kinerja membuktikan sistem bekerja stabil dan sesuai kebutuhan fungsional. Dengan demikian, pemanfaatan uap sisa sebagai energi alternatif terbukti meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada listrik dalam proses produksi tahu.
RANCANG BANGUN DAN ANALISA RANGKA MESIN PEMECAH PELET DENGAN KAPASITAS 40 Kg/Jam M. ABDUR ROJIB; FATKUR RHOHMAN
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dgsxwa30

Abstract

Ikan lele (Clariidae) merupakan ikan ini cukup banyak dibudidaya di Negara Indonesia dan memiliki minat konsumsi yang tergolong tinggi. Oleh sebab itu kebutuhan pakan alternatif berupa pelet yang sesuai untuk pembibitan ikan lele apa lagi saat musim kemarau saat kadar pH air lebih cepat berubah. Oleh sebab itu penyediaan mesin pengolah pelet sangat dibutuhkan. Dengan didasari permaalahan tersebut maka dilakukanlah perancanagan mesin pemecah pelet dengan kapasitas 40 Kg/Jam. Yang tentunya menggunakan sebuah rangka mesin sebagai penopang dari semua komponen. Tujuan dari penelitian ini mengetahui nilai Von Misses, Displacement, Safety Factor  dari rangka yang akan dibuat dari besi hollow JIS G 3466 guna memenuhi setandar yang baik. Dari percobaan  yang dilakukan menggunakan simulasi ataupun perhitungan seecara Aktual didapatkan hasil Von Misses Stress secara simulasi menunjukan nilai sebesar 13032,070 MPa sedangkan pada perhitungan Aktual diperoleh hasil sebesar 10137,08 MPa serta presentase galatnya sebesar 22,22% atau sebesar 2894,99 MPa. Nilai Displacement secara simulasi menunjukan hasil nilai Displacement minimal sebesar 0.000 mm dan Displacement maksilal sebesar 0,409 mm sedangkan pada perhitungan Aktual diperoleh hasil maksimal sebesar 0,4464 mm serta presentase galatnya sebesar 9.14% atau sebesar 0,0374 mm. Nilai Safety Factor secara simulasi menunjukan hasil sebesar 1,345 MPa sedangkan pada perhitungan Aktual diperoleh hasil sebesar 2,0118 MPa serta nilai galatnya sebesar 40,49 % atau sebesar 0,5798 MPa. Kata Kunci: Pemecah Pelet, Rangka, Anaisa Von Misses, Displacement, Safety Factor Abstract:  Catfish (Clariidae) is a fish that is quite widely cultivated in Indonesia and has a relatively high consumption interest. Therefore, the need for alternative feed in the form of pellets that are suitable for catfish breeding, especially during the dry season when the pH level of the water changes more quickly. Therefore, the provision of a pellet processing machine is needed. Based on these problems, a pellet breaker machine with a capacity of 40 Kg / Hour was designed. Which of course uses a machine frame as a support for all components. The purpose of this study is to determine the value of Von Misses, Displacement, Safety Factor of the frame to be made of JIS G 3466 hollow iron in order to meet good standards. From the experiments carried out using simulations or actual calculations, the results of the Von Misses Stress simulation showed a value of 13032.070 MPa, while the actual calculation obtained a result of 10137.08 MPa and the percentage error was 22.22% or 2894.99 MPa. The Displacement value in simulation shows a minimum Displacement value of 0.000 mm and a maximum Displacement of 0.409 mm, while in the Actual calculation the maximum result is 0.4464 mm and the error percentage is 9.14% or 0.0374 mm. The Safety Factor value in simulation shows a result of 1.345 MPa while in the Actual calculation the result is 2.0118 MPa and the error value is 40.49% or 0.5798 MPa. Keywords: Pellet Breaker, Frame, Anaisa Von Misses, Displacement, Safety Factor  
ANALISA KEKUATAN RANGKA MESIN PENGIRIS LONTONGAN KERUPUK TAPIOKA BERKAPASITAS 90 KG/JAM Risqi Tri Wahyuningkrat; FATKUR RHOHMAN
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/k78sn854

Abstract

Makanan kerupuk tapioka merupakan makanan yang sering dijumpai dan usaha yang cukup populer. Tingginya peminat kerupuk tapioka membuat produsen terkendala keterbatasan alat produksi karena masih mengandalkan tenaga SDM dalam proses pengirisan, sehingga hasil produksi tidak maksimal dan efisien sehingga untuk memakasimalkan proses pengirisan perlu dibuat alat pengiris lontongan kerupuk. Salah satu komponen utama pada mesin pengiris lontongan kerupuk tapioka adalah Rangka. Rangka adalah bagian penting untuk sebuah mesin untuk tumpuan maupun sebagai penopang beban operasional dan memberikan stabilitas, hal ini berdampak langsung pada efisiensi produksi dan kualitas kerupuk yang akan dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kekuatan rangka mesin pengiris lontongan kerupuk tapioka degan kapasitas 90 kg/jam. Metode yang digunakan adalah simulasi dengan membandingkan baja ASTM A36 dan ST 37 menggunakan Solidworks. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa baja ST37 teruji optimal karena menghasilkan faktor keamanan yang tinggi (7,187×100) dan deformasi yang lebih kecil (1,983×100 mm) serta baja ASTM A36 yang juga teruji cukup kuat dan kokoh dengan faktor keamanan 3,377×100mm) dan deformasi (2,033×100 mm). Pemilihan material yang tepat pada rangka mesin ini secara langsung memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk kerupuk tapioka.
Analisis Rancangan Transmisi dan Daya Mesin Pemecah Pelet Kapasitas 40 kg/jam ANSORI, RIKI DWI ANDRIAN; FATKUR RHOHMAN
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/fjpm3a16

Abstract

Meningkatnya kebutuhan pakan ikan pelet, khususnya di Indonesia, mendorong pengembangan mesin pemecah pelet yang efisien dan terjangkau. Harga pakan komersial yang mahal serta ketersediaan bahan baku lokal yang melimpah menciptakan dilema bagi para petani ikan. Penelitian ini mengoptimalkan rancangan mesin pemecah pelet kapasitas 40 kg/jam dengan menganalisis sistem transmisi dan dayanya, yang meliputi pemilihan motor, puli, dan sabuk V-belt yang tepat. Sistem transmisi, khususnya penggunaan belt dan pulley, dipilih karena kemudahan perawatan, harga yang relatif murah, dan kemampuannya mentransmisikan daya yang besar pada tegangan rendah. Metode penelitian meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem transmisi, perhitungan daya, serta simulasi dan pengujian kinerja. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan efisiensi energi sebesar 80% dibandingkan dengan rancangan awal, dengan kecepatan putaran optimal 580 rpm dan kebutuhan daya 0,27 kW. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi tepat guna di sektor perikanan Indonesia, berpotensi menurunkan biaya produksi pakan ikan dan meningkatkan produktivitas.
Pemberdayaan Kerang Taruna Melalui Pelatihan Teknik Penanaman Hidroponik di Desa Sukoanyar Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri Rhohman, Fatkur; Istiqlaliyah, Hesti; Yasinta Sindy; M. Muslimin Ilham; Nuryosuwito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 1 No 1 (2021): Vol.1 No.1 (Desember 2021)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v1i1.17049

Abstract

Sukoanyar Village is one of the villages located in the southern part of Kediri Regency, Sukoanyar Village is located in Mojo District. Sukoanyar Village Community Most of the residents are farmers, but not all of them have private land, meaning that the majority of them work on other people's gardens, or the "paro" system or better known as the profit sharing system, usually the land owner gets half of the harvest. while those who plant also get half of the harvest. There is one method that can increase farmers' income, namely using a hydroponic system. The application of the hydroponic system is also expected to be a business opportunity for youth members who are currently still entering their productive age. By utilizing the surrounding environment or narrow yard, it can produce plants that can be consumed or sold so as to increase people's income. Hydroponic planting systems can be done with vegetable plants, as well as fruits.
PENERAPAN TEKNOLOGI PEMARUT DAN PEMERAS KELAPA PADA UMKM OMAH JENANG KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Rhohman, Fatkur; Istiqlaliyah, Hesti; Pramesti, Yasinta Sindy; Setyowidodo, Irwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Vol.2 No.2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i2.19824

Abstract

UMKM Omah Jenang Desa Gedang Sewu Kecamatan Pare merupakan sentra produksi jenang, wajik, madumongso, dan makanan-makanan tradisional lain yang sudah ada sejak tahun 1990. Santan adalah salah satu bahan utama dalam pembuatan masakan tersebut. untuk mempersiapkan santan, mereka membeli langsung santan jadi, yang tentu saja diperoleh dengan harga lebih mahal daripada jika melakukan penyiapan sendiri. Itupun juga masih dalam bentuk kelapa parut. Kemudian kelapa tersebut diperas secara manual. Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan mesin pemeras dan pemarut. Sehingga diharapkan bisa mempermudah pekerjaan. Selain itu juga diharapkan bisa mengoptimalkan pengeluaran untuk biaya produksi, yang akhirnya bisa meningkankan pendapatan UMKM. Alat yang dihibahkan ini merupakan alat pemarut dan pemeras kelapa yang terpasang dalam 1 rangkaian berkelanjutan, sehingga diberi nama “alat pemarut dan pemeras kelapa 2 in 1”. Alat ini mampu memarut dan memeras kelapa dengan kapasitas 20 kg/jam. Hasil perasan santan juga menunjukkan hasil yang sangat baik. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, alat ini mampu memeras 1 kg kelapa parut murni tanpa tambahan air, hingga menghasilkan air kelapa 600-700 ml. Alat ini digerakkan menggunakan motor listrik dengan daya 450 watt. Dimensi alat Panjang 1m, lebar 30 cm dan ketinggian 70 cm.
Co-Authors Abidin, Mohammad Zainul Adi Nugroho Agus Dwi Anggono AM Mufarrih Amrulloh, Dian Chafid Anam, Muchammad Khoyrul Anggoro, Andika Dwi ANSORI, RIKI DWI ANDRIAN Anwar, Ariful Arifirnando, Lucky Aris Wibowo Arisusilo, Nurwindu Budi Setiawan Dwi Setyawan Dwiyanto, Angga Septian Fardana, Fendi Fauzi, Ah Sulhan Hanggara, Yogariestya Hasan, Ahmad Fauzi Hasim, Bima Lukman Herlanto, Frendy Edo Hesti Istiqlaliyah Ilham, M. Muslimin Ilham, Muhammad Muslimin Indrayono, Faruq Roziqi INRIANTO, CHARIS MICHEL Irwan Setyowidodo, Irwan Julianto, Mackrop Kuni Nadliroh Lanang, Yonald Adzandy Lubis, Abdul Munir Hidayat Syah M. ABDUR ROJIB M. Dewi Manikta Puspitasari M. Khoirul Anam M. Muslimin Ilham Maulian Amroni, Asna Maulian Amroni Mohammad Muslimin Ilham Muslim, Muhammad Daris Nugroho, Ahmad Adi Nur Rokhim, Nur Nuryosuwito Nuryosuwito, Nuryosuwito Pamungkas, Danu Pramesti, Yasinta Sindy Prasetiyo, Teofani Bagus Prasetya, Irfan Yoga Prasinta, Hendra Tri Prayitno, Akaz Dwi Prayitno, Suhendro Prayogi, Septiyan Wahyu Predianto, Engga Purwinanto, Rolistian Willy Putra, Andreas Danang Erwin Syah Rahman, Reza Aulia Ramadan, Desta Tri Resty Wulanningrum Rina Firliana Rismawan, Enrile Bayu Risqi Tri Wahyuningkrat Rofiq, Aji Rizal Ainur Rolistian Willy Purwinanto Sabarudin Sabarudin Saputra, Didan Juni Sari, Ayu Perwita Septianto, Yoga Setiawan, Ahmad Candra Sodiq, Achmad Fajar Subandriyo, Susdi Susela, Aditya Susetyo, Nasyiruloh Dwi Tirtana, Belandy Wimala Uriansyah, Faridz Ashar Winata, Ayis Nuredi Yasinta Sindy yulianto, warandani