Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI KEBANGSAAN DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT DI DESA OGOTUA MELALUI KEGIATAN LOMBA 17 AGUSTUS HUT RI KE-80 Moh Wahyu; Irawati Irawati; Fadila M. Iksan; Santriana Santriana; Saiful Saiful; Amanda Octaviani; Evayulianti Evayulianti; Muh. Khaerul Ummah BK; Ayu Lestari; Muhammad Iqbal; Masrin Gafar; Nursifa Nursifa; Eka Liow; Abdul Wahid Safar
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i1.1174

Abstract

The community service activity through the implementation of the Independence Day competitions in Ogotua Village was carried out as an effort to foster nationalism while strengthening social cohesion in commemorating the 80th Anniversary of Indonesia’s Independence. The background of this initiative lies in the concern over the declining patriotic spirit among the younger generation, influenced by globalization and the lack of awareness of national values. Therefore, the Independence Day competitions serve as a strategic medium to revive unity, sportsmanship, and solidarity. The program consisted of several stages, including committee formation, technical meetings, equipment preparation, competition implementation, and a closing ceremony with prize distribution. The results showed a high level of enthusiasm from the community as well as full support from village officials. The competitions—such as mini soccer, women’s volleyball, fun walks, gymnastics, and marching—successfully created an atmosphere of togetherness and joy while strengthening patriotic values. Thus, this activity not only served as annual entertainment but also as a character-building medium and reinforcement of nationalism that should be preserved in the future.
PEMBUATAN SARANA DAN PRASARANA DI LOKASI AIR TERJUN TATTIRI DI DESA BANAGAN KECAMATAN DAMPAL UTARA Bayu Saputra; Debi Stefani; Abdul Wahid Safar; Moh Ma’ruf Bantilan; Dwi Purnomo
Makapande Mengabdi: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2001/makapande.v1i3.1376

Abstract

Tattiri Waterfall in Banagan Village, North Dampal District, is a natural destination with significant potential for development as a leading tourist attraction. However, limited facilities and infrastructure are a major obstacle to optimally utilizing this potential. This community service project aims to describe the efforts that have been and are being made to develop supporting infrastructure around the waterfall area, as well as to identify the obstacles encountered in this process. The method used is a qualitative approach, with data collection through interviews, field observations, and review of related documents. The results of the community service program show that there are initiatives from KKN students in the form of building signage and waste disposal areas. However, most of these facilities are still temporary and do not meet standards of comfort and safety for visitors. The main obstacles faced are limited budget and the lack of integrated planning based on local potential. Therefore, synergy is needed between the village government, the community, and other stakeholders in designing sustainable facilities and infrastructure development, so that the Tattiri Waterfall area can develop into a viable and competitive tourist destination.
Kinerja Badan Permusyarawatan Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Moh Ahdan; Abdul Wahid Safar; Nursam
Jurnal Sektor Publik Vol 1 No 2 (2024): Edisi Desember 2024
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v1i2.840

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kinerja Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyelenggaraan pemerintahan di Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulam data penelitian melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive. Informan penelitian sebanyak 8 orang terdiri dari, Kepala Desa Malala, Sekertaris Desa Malala, Ketua BPD Malala, kepala dusun dan 4 orang masyarakat lokal. Teknik analisis data meliputi; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator produktivitas belum terpenuhi, karena penyelenggaraan musyawarah yang dilakukan BPD untuk menyerap aspirasi masyarakat belum maksimal. Terkait indikator kualitas layanan sudah cukup baik sebab pelayanan di Kantor BPD Malala telah diberikan dengan baik. Pada indikator responsivitas belum terpenuhi, karena ketanggapan BPD terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat desa belum ditanggapi secara optimal. Begitu pun dengan indikator responsibilitas juga belum terpenuhi disebabkan kewajiban BPD menginformasikan kinerjanya kepada masyarakat desa belum terlaksana dengan baik. Terkahir indikator akuntabilitas yang juga belum optimal, karena BPD belum sepenuhnya menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat lokal.
Peran Pemerintah Desa Dalam Pengelolaan Pasar Di Desa Malala Kecamatan Dondo Kabupaten Tolitoli Dewi Wulandari; Abdul Wahid Safar; Nursam; Moh. Ma’ruf Bantilan
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i2.1469

Abstract

Pasar desa adalah pasar tradisional yang berkedudukan di desa dan dikelola serta dikembangkan oleh pemerintah desa dan masyarakat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa peran pemerintah desa dalam pengelolaan pasar di Desa Malala dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi atau pengamatan dengan mengumpulkan data secara langsung, wawancara terhadap beberapa informan, dokumentasi dan triangulasi. Teknik analisis data menurujuk pendapat Miles dan Huberman yaitu tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan 16 informan yang dipilih melalui teknik purposive dan menjadi informan kunci adalah Kepala Desa Malala. Hasil penelitian menunjukkan peran pemerintah desa dalam pengelolaan pasar khususnya dari aspek stabilisator dalam menjaga rasa nyaman dan aman belum maksimal. Dari aspek inovator, belum ada inovasi atau ide baru yang dilakukan oleh pemerintah desa dalam perbaikan dan pemeliharaan fasilitas di pasar desa. Aspek modernisator terkait keamanan, banyak fasilitas pasar yang hilang karena di curi namun tidak ada tindak lanjut atau sanksi yang tegas dari pemerintah desa. Aspek pelopor, pemerintah desa belum maksimal mengajak atau menggerakkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menangani kendala yang terjadi di lingkungan pasar di Desa Malala. Terakhir aspek pelaksana juga belum maksimal karena pemerintah desa belum mampu mengawasi kebutuhan pedagang ataupun masyarakat apakah sudah sesuai dengan yang mereka harapkan.
Partisipasi Masyarakat Dalam Upaya Pelestarian Budaya Tari Moduai Di Desa Buntuna Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli Dian Ayu Pratiwi; Abdul Wahid Safar; Abd Kahar
Jurnal Sektor Publik Vol 2 No 1 (2025): Edisi Juni 2025
Publisher : FISIP Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jsp.v2i1.1496

Abstract

Desa Buntuna merupakan salah satu desa yang menjadi cagar budaya di Kabupaten Tolitoli. Tujuan penelitian untuk menganalisa partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya Tari Moduai di Desa Buntuna dan menganalisa bagaimana upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan budaya khususnya Tari Moduai. Metode penelitian deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan metode triangulasi data yaitu teknik analisis yang dilakukan dengan cara membandingkan hasil analisis data dari satu sumber ke sumber lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Buntuna secara aktif berpartisipasi dalam berbagai aspek pelestarian seperti keterampilan menari, memainkan alat musik yang mendukung kegiatan pelestarian budaya. Beberapa bentuk partisipasi masyarakat dalam hal ini partisipasi ide atau pemikiran masih rendah karena kurangnya koordinasi antara masyarakat dan lembaga adat terkait yang mengatur pelestarian kebudayaan yang ada di Desa Buntuna. Partisipasi ini dilakukan secara sukarela dan didukung oleh kesadaran akan pentingnya warisan budaya tersebut. Kendati demikian, diperlukan pengembangan ruang komunikasi dan inovasi dalam aspek pembinaan untuk meningkatkan kualitas pelestarian budaya khususnya Tari Moduai di masa depan. Serta tenaga pengajar yang bisa membina masyarakat lokal demi pelestarian kebudayaan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan pelestarian budaya sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah, lembaga adat, serta warga lokal.
Penanaman Pohon Di Desa Wisata Malangga: Solusi Hijau Menghadapi Bencana Banjir Mohammad Sawir; Masrin Gafar; Andi Nur'Aini; Daniati Hi. Arsyad; Ayu Lestari; Nursifa; Muhammad Iqbal; Syarif Makmur; Abdul Wahid Safar; Abd. Kahar; Arfan; Nursam; Eka De Patmonsela Liow; Moh. Ma'ruf Bantilan
TOLIS MENGABDI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/tm.v3i2.965

Abstract

Kegiatan penanaman pohon di bantaran sungai di Desa Wisata Malangga merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Prodi Ilmu Administrasi Negara dan dosen Prodi Ilmu Pemerintahan serta melibatkan mahasiswa Fisip Universitas Madako Tolitoli, kegiatan pengabdian ini merupakan hasil kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Tolitoli, anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Malangga, beberapa instansi terkait di Kabupaten Tolitoli, Komunitas Bumi Kita, Pemerintah Desa Malangga dan peran serta masyarakat lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat lokal sebagai upaya mitigasi bencana serta pelestarian lingkungan secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahapan perencanaan, penetapan lokasi, penanaman bibit pohon dan pemeliharaan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan berbagai pihak dan peran aktif pemerintah desa serta masyarakat lokal mampu meningkatkan efektivitas pelestarian lingkungan khususnya di wilayah bantaran sungai demi menekan kerugian dari bencana banjir.