Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Burns Wound-Healing Activity in Male White Rats of Matoa Stem Bark (Pometia pinnata) Ethanolic Extract Lilianturi, Fresi; Fajriyah, Shofiatul Fajriyah; Shoviantari, Fenita
Ad-Dawaa: Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 6 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/djps.v6i2.42469

Abstract

Introduction: Burns are a global public health problem. The activity of herbal products in stimulating burn wound healing is supported by many animal studies and few clinical trials. The people of Papua New Guinea use the chewed bark of the matoa tree to heal burns. Matoa's stem bark contains flavonoids, terpenoids and tannins that promote wound healing. These compounds have antimicrobial, antioxidant and wound healing properties. They increase blood clotting, fight infection and accelerate wound healing. Aims: The aim of this research was to determine whether ethanol extract of Matoa stem bark has anti-burn activity against male white rats of the Sprague Dawley strain. Method: In this study, a method was used to measure the area of burn wound in 5 treatment groups for 14 days. Group I were treated with the MEBO ointment (the positive control group); Group II with vaseline flavum (the negative control); Group III was given Matoa bark extract ointment at a concentration of 10%; group IV at a concentration of 20%, while group V at a concentration of 30%. Result: Qualitative analysis of chemical compounds shows that the ethanolic extract of Matoa stem bark contains flavonoids, triterpenoid tannins, and saponins. Ethanol extract of matoa bark 20% and 30% had burn wound healing activity in male Sprague-Dawley white rats. Activity was significantly different from negative control and not significantly different from positive control. Conclusion: A 20% and 30% ethanolic extract of the stem bark Matoa is considered a topical agent for use in treating burns wound.
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Gel Ekstrak Etanol Bunga Kertas (Bougenvillea glabra) Fenita Shoviantari; Rachelda Bella Alycia Macado; Ratih Nur Ramadhani
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8304

Abstract

Bunga kertas (Bougainvillea glabra) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat karena di dalamnya mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, dan protein. Kandungan fitokimia tersebut membuat bunga telang memiliki beberapa aktivitas farmakologis salah satunya adalah sebagai antibakteri dan antioksidan. Bunga kertas dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan gel yang merupakan sediaan semi padat yang memiliki daya sebar yang baik, sejuk dikulit, tidak menyumbat pori dan mudah dicuci dengan air, serta memiliki pelepasan bahan aktif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik serta aktivitas antibakteri dan antioksidan dari gel ekstrak etanol bunga kertas (EEBK). EEBK diformulasikan dalam bentuk sediaan gel pada konsentrasi 20%(F1), 30%(F2), dan 40%(F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (metode disc diffusion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteri didapatkan nilai IC50 dan daya hambat sebesar F1 74,263 ppm dan 17,67 mm; F2 62,448 ppm dan 19,83 mm; serta F3 53,386 ppm dan 21,5 mm. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi EEBK mempengaruhi daya sebar dan daya lekat serta gel esktrak bunga kertas memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang kuat.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) Pramasari, Nadia; Marcelina, Ananda; Shoviantari, Fenita; Hayati, Rachma Nur; Hesturini, Rosa Juwita; Anjani, Ade Giriayu
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7424

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri pada Cutibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan manfaat seledri dalam bentuk masker gel peel-off dengan konsentrasi polivinil alkohol (PVA) sebagai lapisan film sebesar 4%, 7%, dan 10%, serta mengetahui hasil uji mutu fisik dan uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan suhu ± 4°C dan ± 40°C selama 3 siklus. Analisis data hasil uji stabilitas diolah menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil uji mutu fisik menunjukan bahwa masker gel peel-off ekstrak seledri dengan variasi konsentrasi PVA memiliki perbedaan pada hasil uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji waktu mengering. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa ketiga formula masker gel peel-off ekstrak seledri stabil selama pengujian. Konsentrasi PVA yang menunjukkan hasil paling baik yaitu PVA 10% dengan bentuk sangat kental, pH 5,42 ± 0,02, daya sebar 5,16 ± 0,03 cm, daya lekat 5,23 ± 0,06 detik, dan waktu mengering 18,0 ± 1,0 menit. Celery (Apium graveolens L.) contains flavonoids, saponins and tannins which have antibacterial activity against Cutibacterium acnes. This study aims to develop the benefits of celery in the form of a peel-off gel mask with a concentration of polyvinyl alcohol (PVA) as a film layer of 4%, 7%, and 10%, also determining the results of physical quality and stability tests using the cycling test method with temperatures of ± 4°C and ± 40°C for 3 cycles. Analysis of stability test data was processed using the One-Way ANOVA test. The results of the physical quality test showed that the celery extract peel-off gel mask with variations in PVA concentration had differences in the results of organoleptic, pH, spreadability, adhesion and drying time tests. The stability test results showed that the three celerys extract peel-off gel mask formulas were stable during testing. The PVA concentration that showed the best results was 10% PVA with a very thick form, pH 5.42 ± 0.02, spreadability 5.16 ± 0.03 cm, adhesiveness 5.23 ± 0.06 seconds, and drying time 18.0 ± 1.0 minutes. Submitted: 27-03-2025, Revised: 26-05-2025, Accepted: 03-06-2025, Published regularly: June 2025
FORMULASI DAN UJI MUTU FISIK SABUN CAIR MINYAK BIJI ANGGUR (Vitis vinifera L.) Pramasari, Nadia; Shoviantari, Fenita; Sholehuddin, Sultan Satrio
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Minyak biji anggur dapat menangkal radikal bebas pada kulit karena memiliki manfaat sebagai antioksidan. Untuk dapat mengaplikasikan kandungan pada minyak biji anggur dibuat sediaan sabun cair. Gelling agent yang dapat digunakan untuk pembuatan sabun cair adalah CMC-Na dan Carbopol. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk membuat formulasi dan mengetahui hasil uji mutu fisik sabun cair minyak biji anggur (Vitis vinifera L.) menggunakan variasi gelling agent CMC-Na dan carbopol. Metode: Penelitian dilakukan secara ekperimental dengan melakukan formulasi dan uji mutu fisik meliputi organoleptis, pH, homogenitas, alkali bebas, bobot jenis, dan tinggi busa. Pada formula 1 menggunakan gelling agent CMC-Na 0,5% dan formula 2 menggunakan gelling agent Carbopol 0,5%. Pada kedua formula menggunakan bahan aktif minyak biji anggur (Vitis vinifera L.) sebesar 3%. Hasil: Penelitian ini menunjukkan formula 1 dan formula 2 memiliki perbedaaan hasil uji mutu fisik yang tidak bermakna dengan perbedaan gelling agent. Simpulan: Uji mutu fisik sabun cair minyak biji anggur meliputi organoleptis, pH, homogenitas, alkali bebas, bobot jenis, dan uji tinggi busa telah memenuhi persyaratan.